
setelah sarapan pagi bersama, Adnan langsung bergegas,menuju mobil karena hari ini dia sedang ada rapat dadakan, Adnan langsung berangkat dengan mobilnya tanpa pamit pada sang istri yang mematung di tempatnya, Siena pun bergegas untuk pergi ke butik,di tengah jalan dia di hadang mobil Ferro, entah apa mau nya laki-laki itu, Siena pun memutuskan untuk keluar dari mobil untuk menemui Ferro yang sudah keluar dari mobilnya terlebih dahulu,
"Siena, maaf menghalangi jalan mu aku hanya ingin bertanya bagaimana keadaan mu setelah itu aku tidak tahu kau kemana setelah dari rumah sakit itu!"
tanya Ferro .
"Aku baik-baik saja operasi nya berhasil terimakasih juga atas, rekomendasi mu saat itu aku bahkan sudah hampir menyerah tapi berkat dukungan seseorang,aku bisa melewati nya!"
jawab Siena.
"maaf tidak baik mengobrol di jalan aku juga sedang buru-buru, aku minta maaf mungkin lain kali aku janji kita bisa ngobrol!"
kata Siena sambil menghidupkan mesin mobil nya lagi,dan bergegas pergi.
"Siena, aku tagih janji mu"
teriak Ferro.
Siena membawa mobilnya ke arah rumah lama nya iya berniat menengok sang ayah sebelum pergi ke butik.
sesampainya di sana dia melihat sang ayah sedang bersitegang dengan seorang. wanita paruh baya berwajah bule , orang itu tidak lain adalah Inez Sanjaya,ibu dari Adnan suaminya kini, Sien langsung turun dari mobil nya dia pun melerai pertengkaran sang ayah yang sedang di tujuk-tunjuk oleh ibu Adnan, hati mana yang tidak merasa sakit bila orang tua nya di hina di maki di depan umum yang melihat nya.
"Ayah ada apa ini kenapa ribut-ribut kaya gini malu di lihat orang ada apa ini?"
tanya Siena.
"owh ini ternyata pelakorr, nya datang!"
juga ucap Gladdiss, keluar dari dalam mobil nya.
"Apa maksudnya anda bicara begitu,?"
Siena, pura-pura gak ngeuh untuk mendinginkan suasana.
"Sien,, sayang sebaiknya kamu masuk dulu nanti ayah jelas kan!"
pinta sang ayah pada Siena ya Siena memang gak tau awal permasalahan nya bisa ada keributan di sini tapi satu hal yang ia tau keluarga Adnan tahu pernikahan mereka sudah terjadi.
"baiklah ayah aku masuk dulu sebaiknya Nyonya ines kita bisa bicara di dalam"
ajak Siena yang langsung mengeluarkan ponsel menghubungi Adnan tapi sayang Adnan tidak bisa di hubungi Siena mulai mengerti kenapa Adnan pergi tanpa pamit setelah menerima telepon tadi pagi.
"nyonya boleh saya tau kenapa anda datang kemari memaki-maki ayah saya?"
Siena mencoba bicara dengan tenang tanpa merasa gugup sedikit pun.
"Siena, sudah deh jangan berlagak bodoh aku tahu kau pasti sudah mengerti kamu datang ke mari dasar jalang sialan!"
teriak, Gladdiss yang langsung menampar Siena namun di hadang oleh tangan sang Ayah, seberapa pun salah sang anak orang tua pasti takkan pernah tega melihat anak nya di pukuli oleh orang lain.
"Sudah cukup saya tau, anak saya salah tapi tidak begini cara nya harus nya anda bertanya pada suami dan anak kalian, karena anak saya terpaksa menikahi anak anda karena di jebak oleh anak anda, sekarang saya minta anda membawa Adnan kemari atau saya bawa ini ke jalur hukum karena saya tahu awal kejadian nya seperti apa!"
ucap Jimi marah dia bahkan tidak ragu untuk membawa masalah ini ke jalur hukum karena Siena memang di jebak Adnan, tapi Inez tidak mau, karena aib ini akan mencoreng nama baik keluarga nya.
"Aku akan menyuruh anak ku untuk menceraikan dia sekarang juga!"
__ADS_1
teriak Inez lagi.
"baik lah saya tunggu dari saat ini juga kalian pikir kami akan diam saja melihat kalian semena-menna terhadap kami jangan kalian pikir, karena kami tidak sekaya kalian harga diri kami bisa kalian injak-ijak !"
Jimi benar-benar sudah kehilangan kesabaran nya kali ini, hati orang tua mana yang akan rela melihat harga diri anak nya di injak injak.
"kamu kami biarkan saat ini bukan berarti saya akan diam saja lihat saja nanti!"
ancam Inez dan Gladdiss.
"Ayah, ayah tidak apa-apa, maafin Sien,, yah Sien hanya bisa buat ayah malu, mulai besok Sien akan pergi agar ayah tidak malu karena punya anak seperti Sien yang hanya buat malu!"
Siena menangis sesenggukan di pelukan sang ayah.
"Tidak nak kamu tidak pernah membuat ayah malu kamu anak ayah yang paling baik kamu satu-satunya harta berharga yang ayah miliki maaf kan ayah karena ayah juga yang telah menjerumuskan mu ke masalah yang rumit ini andaikan waktu itu ayah tak mendukung Adnan mungkin ini tidak akan terjadi.
"Tidak ayah ,,, ayah tidak salah sedikit pun semua ini hanya takdir yang harus kita jalani, dan satu-satu nya jalan untuk keluar dari masalah ini adalah aku akan melepaskan, Adnan untuk selamanya!"
kata Siena, yang langsung memeluk sang ayah, karena sesungguhnya ia tidak lah sekuat itu, untuk melepaskan, orang yang sudah bertahta di hati nya.
" Sien,,, ayah tau ini berat bagi mu tapi percayalah ayah akan selalu ada untuk mu.
"Aku tahu ayah aku tahu itu, maaf kan Sien ayah maaf, sebaiknya, ayah bersiap lah kita akan pergi sekarang juga, ketempat yang tidak sedikit pun orang mengenal kita maaf ibu aku akan pergi meninggalkan rumah ini lagi!"
ucap Siena yang rapuh itu.
"Siena, ibu mu pasti mengerti kamu jangan sedih ayo kita bersiap na!"
Ayah nya menggenggam tangan Siena bangkit.dari lantai .
pamit Siena,
yang langsung bergegas pergi menuju mobil yang tadi di bawa nya.
Siena pergi kerumah yang Adnan bangun untuk nya sesampai nya di sana, Siena, langsung turun dari mobil, iya bergegas masuk ke rumah nya,dan langsung membereskan pakaian nya dan semua milik nya yang di bawa nya kerumah itu termasuk surat-surat berharga milik nya setelah , itu ia melepaskan cincin pernikahan itu di atas nakas, Siena sempat melihat kesekeliling kamar yang sempat memberikan kebahagiaan sesaat untuk Nya satu malam saja, ia langsung menyeret dua koper besar nya sampai semua pelayan rumah itu ter heran di buat nya.
tapi Siena hanya diam tanpa kata meski mereka terus meminta penjelasan pada nya. Siena pun bergegas, memasukkan koper nya di bantu sopir taksi yang tadi di pesan nya secara online, Adnan yang baru selesai mithing, langsung bergegas saat seorang pelayan memberitahu kan bahwa Nyonya mereka sudah pergi dari rumah membawa barang, barang nya.
🌹💖💖💖🌹
Bandara Sukarno Hatta,jam 12:30 Siena dan sang ayah, sudah berada di ruang tunggu, sebentar lagi ia akan pergi ketempat yang jauh bersama sang ayah tercinta,tentu saja kali ini Sien, tidak memberitahu siapa pun, termasuk Alina.
karena Siena sudah dua kali pergi tapi tetap di temukan oleh mereka gara-gara Alina, tidak kuat di ancam.hanya beberapa menit pesawat pun sudah siap terbang Siena sudah berada di bandara tapi satu hal yang ia tidak tahu Adnan tengah mencari ke setiap penjuru bandara namun tidak menemukan nya pesawat yang di tumpangi Siena sudah berangkat lima menit lalu,
Adnan yang di berikan bantuan untuk mengecek data penumpang bernama Siena, berangkat menuju Hongkong, iya pun memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk melacak keberadaan, Siena di Hongkong.
satu tahun berlalu Adnan sudah mencari Siena ke seluruh sudut kota, Hongkong tidak juga Siena di temukan, iya sudah tidak sanggup lagi menahan kesedihannya, saat ini dia hanya menangis sambil memegang botol minuman yang selalu menjadi teman ketika malam tiba.
siapa pun tidak akan sanggup bertahan, jika saat bahagia itu datang tiba-tiba,di rampas begitu saja, oleh sang waktu,
Adnan, saat itu sedang ada dinas luar kota,
tepat nya Denpasar Bali, iya menghadiri, pesta ulang tahun perusahaan properti. di kota tersebut,
malam semakin larut suasana pesta semakin meriah, pesta bertabur bintang itu sangat lah meriah tapi tidak semeriah itu bagi Adnan, yang selalu merasa kesepian, Adnan pergi ke pinggir pantai iya duduk sendiri di sana, ada beberapa orang lalu lalang karena ini adalah malam Minggu,di tambah lagi acara pesta besar-besaran, yang di adakan, Adnan pamit menuju villa milik nya,di tengah perjalanan iya melihat seseorang yang ia kenal, tengah menutup butik di pinggir jalan tersebut,ya iya melihat Jimi yang sedang menutup Butik milik Siena,dan di sebrang jalan ada sebuah mobil mewah berhenti seperti nya menunggu Jimi.
__ADS_1
Adnan tidak mau gegabah iya ingin memastikan di mana mereka tinggal selama ini.dengan cara mengikutinya dari belakang
Jimi pun bergegas menaiki mobil mewah tadi, setelah mengikuti ke tempat yang lumayan jauh kini mobil tersebut memasuki sebuah gerbang tinggi menjulang dengan lantai tiga rumah tersebut, begitu indah dan megah, Adnan pun langsung menerobos pagar yang hampir tertutup dengan mobil nya itu tanpa disadari oleh Siena karena dia sudah masuk terlebih dahulu ke dalam Garasi rumah itu.
saat Siena berjalan,menuju pintu Siena terkejut wajah orang yang di cintai nya saat itu muncul di hadapan nya.
"mas Adnan!"
Jimi yang baru membawa barang dari bagasi mobil pun ikut terkejut pasalnya orang yang mereka hindari kini ada di hadapannya.
"Adnan, dari mana kau tau kami ada di sini"
tanya Jimi yang kini sedang berdiri di depan pintu.
tidak lama setelah itu pintu terbuka nampak lah seorang wanita yang menggendong bayi yang sedang demam tersebut bayi berusia tiga bulan tersebut, memilik wajah yang mirip dengan Adnan, sontak Adnan kaget pasalnya dia bahkan tidak tahu Siena hamil .
"nyonya,nona Sinan demam dan sedang rewel dari tadi saya sudah coba hubungi,anda tapi tidak juga di angkat!"
Siena yang mendengar kan itu ia langsung mengambil Sinan, dari gendongan sang baby sitter,
"ih sayang bunda gak enak badan ya ayo biar bunda kasih obat ya!"
Siena bergegas ke lantai atas, dimana kamarnya berada, sedang Adnan yang bengong di ajak masuk oleh Jimi kedalam biar bagaimanapun, Adnan masih menantunya secara hukum.
"Suster Daniel, sudah tidur belum?"
"Sudah tuan tuan muda Dan sudah tidur sejak jam delapan nona muda juga sudah tidur tapi kebangun dan nangis-nangis pas di pegang ternyata dia demam jadi saya langsung, telpon Nyonya tapi tidak di angkat!"
"owh tadi nyonya lagi di pesta dan ponsel ada di butik!"
jawab Jimi yang sedang duduk bersama,
"Ayah, aku boleh melihat mereka gak, aku benar-benar minta maaf karena tidak tahu dengan semua ini aku mencari kalian dari saat pertama hingga kini,di Hongkong pun tidak ada aku prustasi ayah apa dosaku hingga kalian tega meninggalkan aku?"
tanya Adnan.
"Temui lah anak dan istri mu di lantai atas mereka pasti sedang tidur ingat jangan ganggu mereka karena mereka tidak akan bisa menjelaskan apa-apa biar besok kita bicara!"
jawab Jimi.
Adnan pun langsung bergegas naik tangga ke lantai atas iya begitu rindu istri dan buah hati nya kini yang iya tidak pernah tahu.
"sayang, boleh aku masuk?" terlihat Siena yang baru menidurkan bayi tersebut di kasur yang berukuran king size tersebut , bersebelahan dengan sang kakak yang sudah tidur dari sore menurut sang pengasuh.
"masuklah, tapi jangan berisik, nanti anak-anak bangun"
Siena tidak mempersulit, Adnan, iya malah mempersilahkan Adnan untuk melihat buah cintanya dengan Adnan.
"terimakasih sayang, sayang maaf kan aku aku sudah mencari mu kemana-mana tapi aku tidak pernah menemukan mu, kamu dan ayah menghilang begitu saja kenapa hmmm kamu meninggalkan aku tanpa sebab dan tidak ada penjelasan terlebih dahulu , hati ku sakit saat melihat ini tergeletak di atas nakas, aku hancur sayang, aku begitu hancur, saat tidak menemukan mu di mana pun, kenapa hmm apa aku menyakiti mu sebelum kamu pergi!"
Adnan menangis di pelukan Siena, tepat nya Adnan memeluk Siena.
"Mas, kamu tau kesalahan mu waktu itu begitu fatal , kamu pergi tanpa pamit, dan saat aq telpon berkali-kali, kamu tidak mau mengangkat nya padahal saat itu aku sedang terluka tepat nya kami berdua, aku dan ayah dilabrak oleh Istri dan ibu mu mereka habis-habisan menghina kami didepan orang banyak.aku tidak perduli kalau mereka datang hanya untuk mencari aku atau membunuhku sekalipun tapi yang buat aku tidak terima adalah, mereka berdua merendahkan harga diri ayah yang begitu aku agung-agungkan ,aku bisa terima kalau mereka merendahkan aku tapi tidak dengan ayah,,, apa salahnya ayah pada mereka, yang sebenarnya salah itu aku telah jatuh cinta pada mu. hiks hiks hiks,,,!"
Siena menangis dalam dekapan Adnan.
__ADS_1
"kamu dan ayah tidak boleh ada siapapun yang berani merendahkan kalian, kalian sumber kekuatan dan kebahagiaan ku , terutama kau dan anak-anak kita sayang,aku janji akan memberi mereka pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupa.