Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Terlalu manis


__ADS_3

setelah Siena pulang dari sekolah,Siena langsung membawa anak-anak nya ke butik dia bekerja seperti biasa dan anak-anak sibuk mengerjakan PR di ruang istirahat nya mereka selalu melakukan itu setiap hari nya, jadi tidak terbengkalai, selalu siap sebelum pergi ke sekolah besok.


sementara Siena sibuk membuat Desain baju yang akan sudah di pesan oleh para costumer seminggu yang lalu untuk acara pesta ulang tahun perusahaan, Siena pun sudah berhasil menyelesaikan nya. setelah itu ia memberikan Desain baju tersebut ke penjahit andalan nya biasanya iya selalu melakukan itu sendiri jika acaranya tidak terlalu mendadak dan di pesan dari sebulan yang lalu namun karena akhir-akhir ini terlalu banyak pesanan, jadi Sien,, hanya bisa mendesainnya saja tidak langsung andil dalam proses penjahitan setelah iya menunjukkan, beberapa pola yang di jabarkan nya pada sang penjahit.


malam pun telah tiba Siena kini sudah kembali ke kediaman nya yang baru ia tempati bersama kedua anaknya dan juga sang ayah di mana saat ini Jimi sedang menunggu nya, untuk makan malam, bersama anak dan kedua cucunya itu.


"Sien,,, kamu baru pulang ayo kita makan dulu dan setelah itu kalian baru istirahat gimana?"


ajak Jimi sang ayah yang melihat anaknya begitu lelahnya , Siena yang merasa kasihan sang ayah pasti sudah lama menunggu nya dia pun langsung mendudukkan bokong nya di kursi tersebut dan langsung mengambil kan nasi dan lauk pauk untuk sang ayah dan kedua anaknya.


"Ayah mau makan sama lauk yang mana biar Siena ambilkan untuk ayah?"


tanya nya pada sang ayah.


"Apa aja Sayang terserah kamu, ayah pasti akan makan!"


jawab Jimi.


"Daniel, sama ayam aja Bunda, jangan tambah yang lain lagi cukup itu saja "


pinta Daniel.


"kalo Sinan, mau apa sayang?"


tanya Sania lagi.


"Aku pakai semua nya Bunda biar sehat dan tidak kekurangan vitamin hehehe"


ujar Sinan yang kini sedang menunggu sang bunda, mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk nya porsi nya sampai setengah lebih banyak dari isi piring Jimi dan itu berhasil membuat Jimi tergelak.


"Ternyata cucuku yang satu ini begitu kelaparan hehehehe"


ucap nya sengaja nyandain sang cucu perempuan tersayang nya itu.


"Bukan laper kek tapi rakus ha-ha-ha"


Daniel sampai tertawa lepas.


"Sudah-sudah ayo di makan makanan nya nanti keburu dingin jangan lupa berdoa dulu sebelum makan,,,,,!"


kata Siena menghentikan perdebatan di antara mereka.


setelah selesai makan,,, Siena pun pamit untuk pergi membersihkan diri dan beristirahat, karena kalau langsung membersihkan diri sebelum makan malam Siena bahkan jarang melakukan itu semua karena Siena selalu langsung istirahat.jadi yang makan malam hanya Daniel Jimi dan Sinan.


karena Jimi tidak tega juga kalau harus mengganggu istirahat dari sang putri yang cukup kelahan itu.


setelah selesai membersihkan diri Siena mengoleskan skincare, di wajah nya itu lalu ia langsung merebahkan diri di kasur yang sangat empuk dan nyaman, di sini lah obat bagi rasa lelah untuk tubuh nya itu dan kini Siena pun larut dalam mimpinya, setelah sebelumnya menunaikan kewajiban nya sebagai umat muslim. tepat pukul empat pagi Siena sudah terbangun sebelum Adzan tiba dia sudah membersihkan diri dan membangunkan anak-anak nya yang sudah jadi kebiasaan, mereka bertiga pun mengerjakan solat subuh berjamaah, yang di pimpin sang ibu sebagai imam karena kedua anaknya masih dalam tahap belajar.

__ADS_1


setelah menunaikan kewajiban nya pada sang pencipta Sien, langsung bergegas menuju lantai bawah untuk mempersiapkan sarapan pagi dan juga bekal untuk sang anak yang akan pergi ke sekolah.sudah menjadi rutinitas nya Siena, tidak membiasakan anak nya jajan sembarangan.


tepat pukul enam pagi, Siena sudah selesai membersihkan diri dan bersiap untuk sarapan pagi setelah tadi dia yang akan menyiapkan semuanya, mereka berempat pun langsung sarapan, tanpa ada yang mengobrol saat ini Siena, sudah selesai sarapan iya bergegas mengambil tasnya yang sudah ada di atas meja samping tangga seperti biasa iya menaruh nya di sana setiap pagi tiba biar tidak usah menyuruh, pelayan rumah itu karena Siena adalah seorang yang mandiri, tidak terlalu bergantung pada Asisten rumah kecuali untuk urusan bersih-bersih dan masak jika iya tidak sempat.


"kakak sarapan nya udah belum kalo sudah ambil tas bekal nya sekalian sama punya Ade ya,, soalnya Bunda, buru-buru, mau nganter pesanan orang yang minta bunda yang langsung memesan nya, dan mereka minta hari ini juga di antaranya.


kata Siena.


"Baik lah Bunda,kakak sebaiknya pergi di antar sopir saja ya agar tidak merepotkan Bunda, Bunda kan sedang sibuk!"


jawab Daniel yang begitu penuh pengertian dan saat ini ia langsung bergegas menuju ke dapur untuk mengambil bekal yang tadi di siapkan oleh sang Bunda.


"Sien,,, kalo kamu sibuk biar ayah saja yang akan mengantarkan mereka, lagian ayah tidak buru-buru juga, ayah akan ke toko sebentar jadi biarkan ayah mengantar kan mereka.!"


kata Jimi.


"Baik lah ayah aku titip mereka Oya,, ayah hati-hati di jalan dan aku sayang ayah "


Siena pamitan pada sang ayah yang kini berdiri untuk mengantarkan nya sampai kedepan pintu.


"hati-hati anak ku semoga pekerjaan mu semakin lancar dan ingat jaga kesehatan jangan terlalu kecapean, istirahat yang cukup Ok,,,!"


pesan sang ayah yang begitu menyayangi nya.


Siena, pun berlalu dengan mobil sport miliknya, iya bergegas menuju butik milik nya dan mengambil pesanan yang akan di antar nya ke costumer, yang selalu memesan lewat telepon dan memberikan alamat nya mendadak pada Siena, setelah di cari muter-muter ternyata alamat kantor, yang ia datangi dan iya juga tidak tahu siapa yang memesan itu tapi ia yakin orang yang pesan gaun dan jas mahal itu bukan lah orang sembarangan, Siena pun langsung menemui resepsionis kantor tersebut, dan iya menanyai perempuan yang berada di sana kalau orang yang memesan Gaun dan jas adalah orang kantor tersebut.


tanya Siena, pada sang resepsionis.


"kalo Alamat sih benar di sini tapi siapa yang pesan saya kurang tahu tapi sebentar biar saya telpon pak bos dulu Ok!"


ucap nya yang sopan.


"baik lah terimakasih sebelumnya nya!"


kata Siena lagi.


tiba-tiba, saat sedang menunggu Siena mendapatkan telpon dari Fero yang ternyata dia yang memesan nya saat itu Juga iya menyuruh Siena naik menggunakan lift khusus Direktur.


dan Siena pun bergegas pergi.


🌹💖💖💖🌹


sesampainya di lantai atas Siena, langsung bergegas masuk ke ruang CEO karena sekertaris cantik itu pun sudah menyambut nya saat Siena, menghampiri ruangan tersebut.


"Fero,,, ternyata kamu yang pesan ini satu Minggu yang lalu, tapi kenapa tidak memberitahu ku sebelum nya?"


tanya Siena yang kaget dengan orang yang dicari nya tadi dan ternyata,Fero .

__ADS_1


"Apa begitu, caranya untuk menyapa orang yang kamu sayangi,Sien sayang, aku sengaja memesan itu tidak mencantumkan nama karena, aku tau kau pasti tidak akan mau melakukan hal itu"


jawab Fero sambil memencet, tombol remote control cctv dan kunci pintu ruangan.


"Maaf Fero, ini pesanan kamu dan aku permisi, pulang dulu semoga kamu dan istri mu suka"


Siena menyimpan gaun dan jas tersebut ke atas sofa dan dia bergegas, ke arah pintu namun Fero buru-buru menghampiri nya dan langsung memeluk nya dari belakang.


"jangan pergi sebentar saja, biarkan seperti ini aku ingin seperti ini untuk sebentar saja Sien,, aku mohon"


ucap Fero, dan Siena hanya mematung di tempatnya nya berdiri kini ia berurai air mata dan tiba-tiba, langsung melepaskan tangan Fero.


" lepas Fero, kamu jangan seperti ini ini tidak pantas kita lakukan aku bukan siapa-siapa kamu lagi dan kamu adalah milik orang lain istri mu yang harus kamu perlukan seperti ini ngerti kamu!"


ucap Siena yang terdengar nada sedih di setiap kata-kata nya.


"sayang, please aku mohon izinkan aku mencintaimu sekali lagi setelah semua ingatan mu kembali, jangan tolak aku aku tidak bisa lama-lama terus menerus mendengar penolakan dari mu aku tidak sekuat itu sayang please, aku mohon.


"tidak Fero kamu sudah memiliki istri dan aku tidak mau mengulang kesalahan untuk yang kedua kalinya sudah cukup, sebaiknya lupa kan aku dan jangan pernah kembali menemui ku agar aku tidak perlu lagi menjelaskan pada istri mu seperti Minggu lalu, saat dia mendatangi aku di butik waktu itu dia meminta penjelasan pada ku ada hubungan apa antara kita, aku sudah menjelaskan tapi ia tidak percaya dan dia mengancam ku akan melakukan apa saja, untuk menghancurkan semua nya!"


jawab Siena panjang lebar tapi Fero tidak mau mendengar nya dia langsung, membalikkan badan Siena, dan memegang tengkuk nya , dia mencium Siena, dengan penuh cinta dan begitu penuh kelembutan, Siena saat itu sudah mencoba melepaskan diri namun tidak bisa posisi nya kini dia masih di pelukan Fero yang saat ini sedang di kuasai gairah Siena, menangis air mata nya kini turun tepat di bibir Fero, dia pun menghentikan ciumannya, dan langsung berkata sambil mengusap air mata dari Siena.


"hey,,, sayang kenapa menangis apa aku melukai mu.?"


tanya Fero yang kini mengusap air mata Siena, dan mengecup bibir bawahnya sekilas,


"kenapa hiks,,, hiks,, hiks,, kenapa setiap orang yang aku sayang selalu di miliki orang lain, dan sesakit ini kah cinta, apa aku tidak di takdir kan untuk itu dan kenapa setiap orang egois ingin memiliki aku seutuhnya padahal mereka tidak bisa membuang salah satu nya, kenapa hiks,,, hiks,,,?"


Siena menangis saat itu juga lutut nya terasa lemas iya melorot kebawah dan iya menangis sambil terduduk pasrah di lantai tersebut, dan Fero langsung memeluk nya saat ini.


"maaf kan aku sayang, aku tidak bermaksud menikahi nya, semua karena keluarga ku yang meminta nya, aku bahkan tidak pernah menginginkan nya, dan lagi kami menikah kontrak, tidak. menikah karena cinta?"


ucap Fero menjelaskan.


"kalian para lelaki dengan mudah nya berkata begitu tapi apa buktinya, cinta itu selalu datang terlambat, dan lambat kau kau juga akan mencintai nya seperti yang di lakukan Adnan, saat ini aku bahkan tidak pernah mendapat kan rasa nyaman selama menjalani pernikahan selalu aku yang jadi korban, dan imbasnya terakhir adalah kedua anak ku yang menjadi korban keegoisan nya, aku tidak mau itu terulang lagi, dan aku sudah putuskan untuk hidup sendiri dan tidak akan lagi menerima siapapun, lagi dalam hidup ku biarkan semua aku korban kan demi kedamaian hidup ini, mungkin setelah ini kami akan pergi jauh dan menjauh untuk melupakan kenangan, yang terlalu sulit untuk di lupakan, aku mohon mulai sekarang jangan menemui aku dan kalo pun kita tidak sengaja bertemu anggaplah kita tidak saling mengenal, satu sama lain nya!"


ucap Siena yang sangat membuat Fero kecewa berat Fero yang kini diliputi rasa kecewa atas kata-kata yang Siena ucapkan dia tidak membiarkan Siena pergi, dia membawa Siena masuk ke ruang istirahat milik nya, dan memaksa Siena mengikuti keinginan nya Siena sudah tidak berkutik karena Fero mengikat kedua lengan nya dan hal yang tidak Siena kehendaki pun terjadi begitu saja. Siena telah kalah, penampilan kini berantakan iya me rutuki nasibnya dia menangis sesenggukan di sambil bersandar di samping ranjang iya menangis sejadinya, Fero hanya bisa mencoba menenangkan nya, iya sadar yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan tapi ia terpaksa demi cinta dan kasih sayang, nya yang teramat besar bagi nya, Siena kini memunguti pakaian nya yang berserakan dan sudah tidak utuh lagi.


"jangan gunakan itu lagi aku akan menyuruh seseorang yang akan membawa baju ganti untuk mu sekarang sebaiknya kamu bersihkan diri dulu dan setelah itu kita makan siang, bersama aku tidak ingin mendengar penolakan lagi, ingat itu!!"" Fero, menekan kan kata terakhir nya Siena berjalan gontai menuju kamar mandi, yang ada di ruangan tersebut dan saat sampai di dalam iya melihat cermin dan semua bekas keganasan, Fero terpang-pang nyata, dan Siena menangis lagi iya terlalu rapuh jika di hadapkan dengan cinta, tapi sepertinya, hidup nya untuk menghadapi, semua ini belum berakhir, Sien, menangis sambil terduduk dan di bawah guyuran shower, selama lima belas menit, dan Fero yang menunggu nya sambil duduk bersandar di kepala ranjang, iya terbayang begitu manis nya apa ya terjadi tadi tapi sekilas dia tersadar wanita yang sangat di cintai nya belum keluar juga dari kamar mandi dan saat itu ada seseorang yang masuk memberikan sebuah baju yang dia pesan sama orang suruhan nya.


"sayang, ini baju nya apa kau sudah selesai?


namun Siena tidak menjawab, Fero langsung membuka pintu yang tidak di kunci tersebut dan ia kaget Siena sedang duduk menangis di bawah guyuran air shower.


"Sayang apa yang kamu lakukan heuhhhhh, sadar lah sayang, kenapa kamu tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku melakukan hal itu karena cinta ku yang begitu besar untuk mu dan aku akan menikah dengan mu jika perlu sore ini akan langsung melamar mu, dan menikahi mu"


Fero langsung mematikan shower, dan iya menyelimuti Siena dengan handuk dan membawanya kembali ke kamar nya dengan telaten Fero membantu Siena berpakaian, Siena yang seperti mayat hidup, kini ia mengikuti apa yang di lakukan Fero untuk memasang kembali pakaiannya, yang baru di beli nya lewat orang suruhan nya itu. setelah itu Fero mengeringkan rambut Siena, lalu membawanya kembali ke atas ranjang, untuk di suruh istirahat dan di selimuti nya kini giliran Fero yang membersihkan diri dan secepat kilat dia sudah selesai dan dengan lilitan handuk dan rambut yang kelimis dia keluar dari kamar mandi dan langsung menuju lemari,dan memakai baju nya di hadapan Siena yang kini memunggungi nya karena malu, setelah selesai dia pun pamit untuk kembali bekerja dan menyuruh Siena tidur untuk mengistirahatkan tubuh nya yang lelah karena ulahnya, Fero pun keluar dari ruangan istirahat nya dia langsung menerus kan semua pekerjaan yang tertunda hingga jam istirahat istirahat tiba iya memesan makanan untuk dua orang dan iya pun mengajak Siena makan Siena menurut karena ia takut kalau Fero berbuat yang tidak-tidak lagi pada nya.

__ADS_1


__ADS_2