Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
pertengkaran Siena.


__ADS_3

kehangatan, keluarga Siena saat ini, sangat lah harmonis dan Daniel begitu mengeluh karena masih ada beberapa hari lagi untuk ia mendapat kan kebebasan untuk bisa memeluk istrinya.


"Daniel, sabarlah masih dua hari lagi,kok" ucap Fero.


"hmm, baiklah-baik, tapi jika waktu nya tiba nanti aku akan pergi berbulan madu sampai saat aku kembali Daddy dan bunda harus menjaga si kecil" ucap Daniel.


"heumm, baik lah Daddy tidak takut menjaga mereka dengan mommy mu tapi awas saja kalau nanti, kamu ambil mereka lagi Daddy gak akan mengizinkan nya"ucap Fero Sambil tersenyum manis.


"ahhhhhh,tak ada lagi yang mengerti aku titip kan pada kakek saja"ucap Daniel.


"Dan... kakek, sudah tua bagaimana kamu tega meminta beliau untuk menjaga si kembar"ucap Siena, semua orang sengaja mengerjai putra kesayangan nya itu.


"ahhhhhh kenapa sih kalian sengaja kompakan seperti ini, baik'lah aku akan menyuruh ayah untuk kesini dan membawa mereka ke Jakarta" ancam Daniel.


"baiklah-baik Bunda yang akan menjaga mereka tapi bulan madu nya jangan jauh-jauh,di resort milik Daddy saja Ok" ucap Siena.


sementara itu Fero pergi meninggalkan mereka saat ini dia harus menemui mantan istri nya, karena, dia bilang putra nya sangat merindukan nya, yang di maksud adalah putra mantan istri nya itu yang masih menganggap nya sebagai ayah nya.


sementara itu Siena tidak pernah tahu itu setelah beberapa tahun ternyata mereka masih berhubungan walau sebatas mantan hubungan Fero,membaik dengan mantan istri nya itu di karenakan dia pernah menolong ibunya Fero saat akan di rampok, saat itu, hingga hampir menghilangkan nyawa mantan istri nya itu.


dengan alasan hutang Budi lah Fero di paksa oleh ibunya untuk memperbaiki silaturahmi yang sempat terputus,di karena kan, dia melakukan penghianatan.


Fero pun sampai di sebuah hotel tempat nya di restoran, depan lobi hotel mereka saling berpelukan sebagai tanda pertemuan,atau sekedar bertanya kabar tidak ada maksud lain bagi Fero tapi tidak untuk wanita itu yang mengganti namanya sebagai Santy...


entah apa maksud dan tujuan nya, dia berganti nama saat itu dan Fero melihat seorang anak yang lama tidak bertemu dengan nya saat ini.


anak itu pun seusia Sherly, hanya saja duluan putra dari Santy,beda beberapa bulan.


"Hay boy apa kabar mu?"ucap Fero


"baik, Daddy, aku kangen sama Daddy" ucap anak itu sedikit kaku dan tidak seperti sudah di setting sebelumnya, pertemuan singkat itu pun langsung berpisah, dan Fero pun kembali ke rumah nya tanpa rasa bersalah sama sekali, saat ini padahal Siena sudah tau apa yang dilakukan oleh Fero di luar sana karena saat itu Siena pun pergi ke hotel tersebut untuk menemui klien nya saat itu.


Siena, bahkan melihat semua nya saat itu dengan jelas, dan Siena juga tau siapa yang Fero temui.


"Hanny, kamu sedang apa heumm ko melamun sendiri di sini Sayang" ucap Fero.


"aku hanya bosan dengan takdir yang selalu berputar kembali saat ini, entah kapan masa lalu akan tetap menjadi masalalu" ucap Siena.


"apa maksudnya, Hanny" ucap Fero yang sedikit tersadar.


"tidak ada Daddy, hanya saja aku sedang meratapi nasibku sendiri"ucap Siena yang kini langsung bergegas menuju kamar nya.


"Hanny, kamu aneh deh ada apa sebenarnya heeuh" ucap Fero.


"aku sudah bilang aku hanya lelah dan ingin tidur saat ini" ucap Siena yang langsung mendapat cekalan di tangan nya dari Fero.


"ayo jelas kan" ucap Fero.


"Daddy, apa sih, aku hanya lelah kenapa kamu aneh gitu, harus nya, Daddy yang aneh dan harus berfikir bukan aku"ucap Siena yang langsung pergi.


Brukkk...suara pintu di tutup dengan keras saat ini, karena Siena tidak sabar untuk merebahkan diri nya di kasur.

__ADS_1


"Siena... apa maksud mu dengan itu heuhhhhh" bentak Fero yang kini merasa emosi karena Siena terasa mengacuhkan nya saat ini.


"aku, tidak apa-apa Daddy apa yang kamu maksud, kamu tidak usah mencari-cari kesalahan ku jika kau ingin kembali pada nya" ucap Siena.


"siapa yang kau maksud" ucap Fero gelagapan.


"siapa lagi kalau bukan mantan istri mu yang memberikan ku bukti yang cukup jauh dari Yang ku lihat" ucap Siena.


"kau salah paham Hanny, aku tidak punya hubungan apa pun saat ini dia hanya bilang kalau putra nya saat ini sedang merindukan ku" jawab Fero.


"aku tidak tahu apa yang terjadi dengan kalian tapi kalau boleh aku minta jika kalian ingin bersama jangan bertemu di tempat umum kesan nya aku seperti pelakorr, selama ini, padahal kau tau sendiri kaulah yang mengejar ku habis-habisan"ucap Siena.


"jadi kau menyesal, menikah dengan ku,ia begitu" ucap Fero marah.


"justru aku yang seharusnya bertanya seperti itu, karena nyatanya kamu bahkan diam-diam kalian bertemu di belakang ku"ucap Siena yang kini langsung pergi, ke luar.


"berhenti, Sien... kita harus bicara" ucap Fero yang kini langsung mencekal lengan istrinya itu.


"bisa gak sih kamu itu tidak kasar" ucap Siena.


"aku sudah berusaha sabar Sien tapi kamu malah bersikap dingin pada ku" ujar Fero.


"aku tidak bersikap dingin dari tadi aku bahkan sudah berusaha bersikap biasa saja, Daddy mungkin kamu saja, yang merasa seperti itu karena kamu sendiri yang merasa melakukan itu" ucap Siena.


"aku sama sekali tidak merasa bersalah, karena aku tidak melakukan apapun" ucap Fero.


sementara itu di sisi lain Sherly melihat perdebatan mereka saat ini, putri nya menangis karena dia baru kali ini melihat, kedua orang tua nya bertengkar dan saling meneriaki satu sama lain.


"ada, apa sayang, coba ceritakan sama kakek" ucap Jimi lembut.


"kakek kenapa mommy dan Daddy bertengkar bahkan Daddy sangat kasar sama mommy" ujar Sherly polos.


"sayang, itu adalah urusan orang dewasa, yang sedang punya masalah saat ini jadi kamu tidak usah mendengar kan apa pun, sebenarnya mereka sedang bicara hanya saja kondisi nya kurang tepat, jadi tidak usah menangis mereka akan segera baikan seperti halnya kak Daniel dan Sherly kamaren iya kan" ucap Jimi.


🌹💖💖💖🌹


setelah Sherly mengerti karena Jimi dengan sabar memberikan pengertian pada nya saat ini Sherly pun kembali ke dalam dan dilihat nya Daddy dan mommy nya itu masih bertengkar.


"kapan sih kalian akan berhenti saling meneriaki, berisik tau kalian itu sudah tua juga masih suka bertengkar seperti Anak kecil saja, gak malu apa sama anak kecil" teriak Sherly dan hal itu sontak saja menghentikan pergerakan mereka.


ya ampun Sherly, mommy minta maaf, mommy tidak bertengkar kok, iya kan Daddy"ucap Sania yang langsung menatap Fero agar menyetujui nya.


"ia Hanny, Daddy dan mommy hanya sedang mengobrol jadi maaf jika itu mengganggu mu" ucap Fero yang kini bergantian memeluk putri nya itu.


"beneran kalian tidak berbohong coba saja aku lihat apa kalian masih bisa berpelukan saat ini" ucap Sherly.


"tentu saja Sayang, Daddy sangat menyayangi kalian jadi kami masih suka berpelukan ia kan momm..." ucap Fero memberikan kodenya.


"tentu saja Daddy" ucap Siena yang langsung mendapat pelukan dari Fero, namun Fero berbisik, ikut aku ke kamar atas kita harus selesai kan ini sekarang juga" ucap Fero.


"Sherly sayang, mommy sedikit lelah kamu bisa kan main dengan keponakan mu dulu atau Kakek dan kak... Juli mommy dan Daddy mau istirahat,ok" ucap Siena lembut sambil mengecup kening putri nya itu.

__ADS_1


"baiklah momm... aku main dengan kakek saja kakak,Juli sedang sibuk dengan putra dan putri nya" jawab Sherly yang langsung berjalan menuju taman depan Mension yang teduh dan indah itu.


"ayo, kita harus bicara di kamar" ujar Fero sambil menarik lengan Siena.


"bisa tidak jangan kasar-kasar kecuali jika kau sudah memutuskan untuk kembali pada nya, terserah kamu mau melakukan apa pun" ucap Siena.


Fero, tidak menggubris, perkataan Siena dia masuk lewat lift khusus, yang menuju lantai tiga kamar utama milik mereka, kebetulan kamar itu juga kedap suara.


"lepas sakit teu" ucap Siena.


"kau hanya perlu diam dan dengarkan aku Sien" ujar Fero yang masih di liputi amarah.


"heuhh, bahkan kau sudah lupa dengan panggilan sayang mu saat ini jadi tidak perlu alasan apa-apa lagi, pergilah jika kau ingin kembali seperti dulu bersama dengan nya mungkin aku sudah terlalu tua bahkan aku tidak pernah bisa membahagiakan mu" ujar Siena sambil duduk di sofa dan kepala yang menunduk air mata nya mulai jatuh, hati Siena begitu sakit apa lagi dengan mata kepala nya sendiri dia melihat Fero memeluk mantan istri nya itu.


"harus berapa kali aku jelaskan, aku tidak ada hubungan apa pun dengan nya" ucap Fero, yang sedikit melembut.


"sudah lah aku cape aku akan tidur kamu kalau mau apa pun lakukan saja, semua bebas mulai saat ini, bahkan kau tidak perlu minta izin untuk melakukan apa pun" ucap Siena.


"aku, sudah bilang kita harus bicara kan ini semua saat ini juga" ucap Fero.


"kak,,, aku sudah lelah untuk berdebat aku menyerahkan keputusan apa pun yang ingin kamu ambil mau bercerai silahkan mau kembali pada nya juga terserah aku cape maafkan aku jika selama ini aku tidak bisa memberikan mu kebahagiaan" ucap Siena yang kini langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu nya.


"Sien, harus. berapa kali, aku katakan aku, tidak akan pernah melepaskan diri mu, sekali pun itu kematian yang akan datang" ucap Fero menggedor pintu kamar mandi, namun Siena hanya menangis sambil terduduk di dalam bathtub yang sudah terisi air, Siena bahkan menenggelamkan diri nya sejenak ia ingin bisa melupakan semua yang di lihat nya, tapi semua tidak bisa.


Fero pun membuka paksa pintu tersebut dia kaget saat Siena menenggelamkan tubuh nya di sana, Fero langsung mengangkat tubuh nya dengan cepat, walau sedikit kasar Siena pun kembali bernafas.


"apa-apaan kamu ini heuhhhhh, kamu bisa tidak mengatasi masalah dengan kepala dingin dan tidak bertindak bodoh seperti dulu, kita hanya sedang salah paham, tidak ada yang serius di antara kita"ucap Fero.


namun Siena tidak menjawab sedikit pun dirinya kini hanya mematung tidak ingin mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Fero ia sengaja pura-pura tuli agar tidak berdebat lagi Siena pun bangkit dan segera membersihkan diri.


Fero hanya diam sebentar setelah itu dia pun mandi di ruang shower sesaat setelah Siena keluar dari ruangan tersebut, tidak sampai sepuluh menit dia sudah selesai mandi dan kini langsung memakai baju setelah mengeringkan rambut nya begitu juga dengan Siena yang langsung turun kebawah, saat ini karena dia tidak ingin satu ruangan dengan Fero Siena pergi dengan mobilnya setelah memberitahu Jimi akan ke butik dan ia membawa serta Sherly dan Ferdinand yang sudah bangun.


padahal Siena tidak pergi ke sana melainkan ke rumah lama nya, saat ini dia bahkan mematikan telpon nya dan mengganti mobil nya agar tidak bisa di lacak oleh Fero.


"mommy, kita menginap di sini, aku sangat rindu rumah ini" ujar Sherly.


"tentu mommy juga sayang, oya anak ganteng mommy,ko diam saja" ucap Siena.


"Ferdy, bingung momm...kok kita mendadak tidur di sini" ucap Ferdinand.


"mommy sengaja ingin buat kejutan untuk KA Daniel jika dua hari lagi kakak mu pasti kemari bersama kak Juli" ucap Siena berbohong.


"hemm...gitu ya mommy" ucap Ferdinand.


"iya ayo mommy sudah menyuruh mereka untuk masak makanan kesukaan kalian berdua" ucap Siena.


Siena tidak bisa menunjukkan kesedihan nya di hadapan putra putri nya saat ini, dia hanya menunggu mereka tertidur, setelah makan bertiga,Siena kini mengajak Sherly dan Ferdinand menonton di kamar mereka sambil tiduran di atas ranjang, bertiga posisi Siena kini berada di tengah mereka.


kedua nya pun tertidur saling memeluk ibu mereka saat ini Siena pun membetulkan posisi tidur mereka kini dia duduk di kursi yang berada di balkon Siena pun menangis dalam diam, usia nya yang sudah tidak muda lagi harus mengalami, masalah seperti dahulu, masalalu itu kembali, dan lagi-lagi mertua ibu mertua nya yang mempertemukan mereka kembali.


sementara itu di Mension Jimi, Fero sedang sibuk mencari keberadaan anak dan istri nya itu dia bahkan menelpon orang suruhan nya saat ini untuk mencari Siena dan Siena pun di ketahui lokasi nya Fero segera menuju ke sana dilihat nya Siena sedang tertidur dengan air mata yang menggenang di pelupuk mata nya, Fero pun langsung memeluk dan mencium nya.

__ADS_1


.


__ADS_2