Terjebak Cinta Pria Egois

Terjebak Cinta Pria Egois
Kebahagiaan


__ADS_3

hari berganti senja, saat ini Siena tengah menina bobo kan Sherly, yang tengah di Landa kantuk, Siena kini tengah menidurkan putri bungsu nya di kasur yang berukuran king size, miliknya, saat ini.


sementara itu Jimi sang ayah tengah menemani kedua cucunya tidur di kamar mereka ya mereka memang, sangatlah manja pada kakek nya Jimi, hingga saat ini sudah hampir menginjak remaja, mereka sebentar lagi menginjak usia, empat belas tahun.


itu artinya sebentar lagi Daniel dan Sinan, akan memasuki sekolah menengah atas.namun sifat manja Sinan sangat berlebihan, dan Daniel sampai saat ini masih tidur bersama dengan sang adik, yang belum bisa Bobo sendiri.


Daniel, yang senang mendengar kan Sang kakek bercerita tentang pengalaman hidup nya, hingga kisah sang Bunda yang selalu menjadi topik menarik bagi dirinya dan adiknya kini.


sudah dua hari ini sekolah di liburkan, menurut pengumuman, karena tengah mempersiapkan, lomba olimpiade matematika, di sekolah nya yang akan menjadi wakil nanti di negara tetangga, yang akan menjadi tuan rumah, dari olimpiade matematika kali ini, Sinan dan Daniel mengikuti lomba tersebut, dan saat ini mereka tengah,berlatih, dengan tekun, Siena menyemangati, mereka yang Siena minta bukan lah piala kemenangan melainkan, partisi pasi soal juara atau enggak nya, itu adalah sesuatu yang tidak boleh di jadikan beban oleh Daniel dan juga Sinan.


" Bunda,kami berangkat dulu, ya do'akan Agar kita jadi pemenang, saat lomba nanti" ucap Sinan dan Daniel.


"tentu saja Sayang, Bunda semoga Allah selalu melindungi kalian, dan ingat jangan jadikan ini beban tapi anggaplah kalian sedang memilih lotre, Ok" ucap Siena tegas.


"Daniel, tunggu" ucap Sherina, yang kini mulai mendekat.


"Ada apa heeuh?" tanya Daniel.


"kita nanti satu ruangan, jadi apa boleh aku ngobrol dengan mu?" kata Sherina.


"sorry, Sherina, aku sibuk jadi tidak ada waktu untuk mengobrol dengan mu" jawab Daniel.


"Sibuk, apaan sih, kita kan cuman mau lomba,kan gak ada kegiatan lain selain itu" ucap Sherina.


"hari ini sebelum lomba, aku mau belajar jadi jangan buang-buang waktu" jawab Daniel tegas.


Di satu sisi di Kanada, Fero yang kini tengah bersiap untuk pindah ke Bali, rencana nya ada, proyek besar menantinya di sana, dan iya membawa anak istri nya langsung terbang saat ini juga ke Bali, dia akan menempati sebuah villa keluarga istrinya di sana.


setelah menempuh perjalanan panjang, mereka pun tiba di Bandara Ngurah Rai Bali,ia di jemput oleh sang sopir, tidak memakan waktu lama,mereka bertiga sampai di villa mewah tersebut.


"Hanny, anak kita seperti nya sangat nyaman tinggal di sini sedari tadi dia tidur terus" kata istri Fero.


"Apa iya begitu sini aku lihat?" tanya Fero.


"Beneran, aku gak bohong" ucap istrinya lagi.

__ADS_1


"syukur lah kalo begitu berarti jagoan Daddy, sekarang sudah mulai terbiasa,di bawa pergi ke mana pun, ya kan sayang" ucap Fero, yang Kini sedang mengelus rambut anak nya yang berusia satu setengah tahun.saat ini itu artinya,anak Fero yang dari Siena berusia satu tahun.


satu Minggu berlalu Sinan dan Daniel berhasil mewakili, sekolah nya, mengikuti olimpiade matematika di negara Malaysia, saat ini, iya di temani, Jimi sang kakek tersayang, Sinan dan Daniel memang anak dari keluarga broken home, tapi semua itu tidak menjadi kan nya putus asa atau kehilangan kasih sayang, Karena ada ibu yang selalu memberikan mereka perhatian lebih, dan kakek yang menggantikan sosok ayah, mereka juga sudah mengerti sedari kecil, karena terlalu sering,di tindas oleh keluarga dari ayah nya Adnan, yang tidak bisa adil berbagai kasih sayang.


"Di tempat lain,kini Adnan, tengah mengenang kebersamaan nya dengan Siena, dan saat ini dia berada di rumah nya yang selalu ia jaga dan tidak ada yang di ubah dari tatanan nya, bahkan baju perabotan, aksesoris, Siena masih lengkap di sini, dan semua barang anak-anak nya.


Adnan kini berurai air mata, tidak ada lagi, keceriaan, di rumah itu ia sadar penyebab utama nya adalah dirinya sendiri yang tidak pernah bisa berbuat adil, saat ini dia masih bisa melihat saat-saat di mana hari pertama iya,membawa masuk Siena kerumah itu tentunya ada kebahagiaan, yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup nya, apa lagi setelah,malam tiba mereka tidak pernah melewatkan sekali pun malam tanpa bercinta, dengan istrinya itu.


Adnan kini berjalan ke arah pantry, iya melihat bayangan Siena dari sana terlihat istrinya itu sibuk di dapur, untuk menyediakan sarapan pagi bagi mereka berdua sebelum pergi bekerja ke masing-masing, tempat, Adnan semakin menangis kala mengingat Siena memohon minta untuk di ceraikan saat itu saat semua kesalahan nya di bongkar oleh anak-anak nya yang,merasa di perlukan tidak adil oleh sang ayah.


ya, Siena benar, untuk apa mempertahankan cinta, jika ternyata ada yang akan terluka terus menerus, dan menjadi korban dari ke egoisan dirinya ya itu kedua anak nya.


Cinta, ya Siena memang mencintai Adnan, tapi itu terjadi, sebelum ia sadar bahwa Adnan, telah membuktikan, pengkhianatan, terhadap dirinya dan cinta yang selama ini dia Agung-agungkan tapi semua sirna seiring luka yang di dapat oleh, Siena,satu dua kali ia masih memaafkan tapi menyangkut anak, Siena sudah tidak ada lagi toleransi untuk masalah itu ia mengesampingkan rasa cintanya, berkali-kali ia mencoba untuk bertahan, dengan Adnan dan berkali-kali juga iya mendapat luka,rasa cinta itu memang masih ada tersimpan di dalam benak Siena, tapi rasa sakit lebih dominan dari cinta, rasa sakit itu menjadi momok yang mungkin makin lama akan semakin menekan rasanya, terhadap pasangan atau suami dan berakhir dengan kebencian itulah hukum alam.


sampai saat, Siena mengingat cinta pertama nya, sampai saat ini terpendam di dalam hati nya.


janji. Fero, dan Siena, saat kecil dulu sudah terpatri di dalam hati sanubari nya, tapi sayang lagi-lagi iya harus kecewa tersiksa menderita juga dan kini ada sesuatu yang tidak akan pernah bisa membuat nya lupa akan cinta dan penghianatan, yang di lakukan oleh Fero yaitu Sherly, yang kini, tengah duduk di pangkuan nya.


"Sherly, sayang jika kelak kau dewasa nanti, Bunda, berharap kau akan lebih berhati-hati dalam memilih pasangan hidup, Bunda tidak ingin yang terjadi kepada bunda, akan terjadi lagi pada kalian semua.terutama kamu sayang, walau takdir mengharuskan, kamu terlahir dari rahim Bunda tanpa di dampingi ayah mu, tapi Bunda, selalu berharap, hidup mu kelak akan selalu bahagia, dan bisa di cintai oleh orang yang benar-benar tepat.


🌹💖💖💖🌹


Siena tidak sadar seseorang tengah menatap dan memperhatikan gerak-gerik nya saat ini, ya dia adalah Fero, yang kini tengah menikmati joging pagi di pantai tersebut, sementara Siena yang sengaja datang untuk, bertemu klien penting, dan sekaligus mengajak anak bungsu nya,kini untuk bisa merasakan udara sejuk di pantai tersebut.


"Siena, sayang kamu ada di sini"gumam Fero dalam hati, yang tiba-tiba fokus nya terhenti saat, melihat pria bule menghampiri nya dan memeluk nya sebagai salam pertemuan.


"silahkan duduk mister, saya sudah pesan makanan lezat khas dari daerah sini.kalo kamu pasti suka" ucap Siena.


"Oya, Nona, Siena lama tidak bertemu, aku baru melihat siapa gadis cantik ini hmmm, sangat lucu sekali" ucap bule tersebut.


"owh kenalin dia Sherly, anak ketiga ku" ucap Siena.


"owh, kapan kamu menikah, lagi ko aku tidak di undang ya"ucap bule tersebut, yang heran dengan, pengakuan Siena.


" owh, tepat nya gagal menikah karena dia, sudah beristri dan kini iya sudah memiliki anak yang beda setengah tahun dengan Sherly"jawab Siena.

__ADS_1


Fero, yang sangat ingin memeluk wanita yang di cintai nya itu, namun ia kini sedang di samping sang istri, yang sedari tadi lengket menggelayut manja, setelah joging bareng, pantai itu, berada tidak jauh dari villa milik istrinya Fero, juga tidak jauh dari, Mension milik Jimi, hanya. tiga puluh menit. dari situh.


"Hanny, aku ingin duduk santai di sana" ucap istrinya Fero yang menunjuk kearah depan yang kini tidak lepas dari pandangan nya tempat Siena, duduk dengan, pria yang kini pergi meninggalkan nya.


"baiklah,shelin " ucap Fero sambil bergegas menuju tempat yang berada di meja samping Siena duduk kini.


sesampainya di sana Fero langsung mengambil,botol air mineral dari tas kecil yang dia bawa tadi dari villa.


sementara Siena sedang mengajak Sherly bicara, anak itu seperti protes, terhadap ibunya, yang menghalangi pandangan nya saat, iya melihat, seseorang yang di kenali oleh hati nya.


"Kamu lihat, apa sayang, jangan nangis Bunda tidak mengerti apa yang kamu lihat tapi semoga saja bukan hal menakutkan, Ok sekarang Sherly, tenang ya Bunda, punya satu klien penting lagi, tinggal satu ko, kalau gak bisa ketemu sekarang kasihan kake, bakalan, ketinggalan proyek besar, atau bagai mana kalau kita hubungi kakek, kamu rindu dengan kakek dan kedua kakak mu bukan" ucap Siena.namun si kecil tidak mau dia dia bergerak ke samping kanan kiri ibu nya, sambil menangis ingin Siena melirik ke belakang.


"Hey,,, Sherly, Bunda di sini sayang kamu lihat ap..." perkataan Siena terhenti saat ia melihat wajah pria yang selama ini, pergi dari hidup nya meninggal kan,benih yang kini tumbuh dan berada di samping nya, Siena tiba-tiba berurai air mata, dan ia memalingkan wajahnya saat ini, iya berbisik pada Sherly.


"Sherly, Bunda mohon sekali ini saja,tolong berhenti berharap kau ingin Daddy bukan Bunda bisa, berikan tapi bukan dia ingat Sherly dia orang yang dengan tega meninggalkan kita Ok, sekarang Bunda mohon, berhenti menangis, dan anggap kamu tidak melihat nya" ucap Siena, yang kini mengusap air mata nya.


"siapa, yang suruh kau lupakan, sayang, sedari tadi aku mendengar nya, aku tau aku salah tapi tidak seharusnya, kamu menjauhkan aku dari anak ku, Sherly,nama mu sangat cantik sayang secantik ibu mu,maaf kan Daddy, bukan nya Daddy, ingin melupakan mu tapi mommy mu, yang tidak mau menerima Daddy, sedari dulu, Daddy sudah berusaha untuk tetap bertahan tapi, mommy mu hanya memikirkan mantan suami nya yang egois itu, dan saat itu Daddy, sedang putus asa" ucap Fero yang kini memandangi wajah wanita cantik yang sembab karena menahan tangisnya.


Sherly, yang mengerti dengan maksud obrolan dari sang ayah,kini ia tersenyum,ke arah Fero, dan Fero kini menggenggam tangan mungil putri nya tersebut.


"📱ya Halo, tuan ya ok kalo begitu, mungkin, ayah akan kembali lusa dari luar kalo tuan tidak keberatan biar saya yang mengunjungi Anda di kantor, ya baik tuan sore nanti saya segera ke sana,ok bye,,," Siena baru selesai menjawab telepon.


"Sherly, kita harus segera pulang, Bunda,ada pekerjaan lain saat ini udah kan, lihat pantai nya,yu kita pulang" ajak Siena kepada Sherly.


"Sien... biarkan dia ikut dengan ku saat ini, aku janji dia tidak akan terluka, seperti kedua anak kita yang lain nya" ucap Fero tulus.


"Maaf tuan memang nya anda siapa nya Sherly, dia tidak butuh orang plin-plan seperti anda, seperti yang Anda lihat dia hidup dengan baik selama ini, walau pun, yang menjadi ayah nya tidak pernah bertanggung jawab atas dirinya, aku tidak pernah membiarkan nya kekurangan kasih sayang,asal kamu tahu itu" ucap Siena lantang.


"Sherly, kamu sayang Bunda bukan, ayo lepas tangan orang asing ini tidak baik berpegangan terhadap sesuatu yang di miliki orang lain" ucap Siena, yang kini langsung di turuti, oleh Sherly, dan saat ini, Sherly langsung minta di gendong oleh ibunya.


" Siena,,,, aku tidak main-main,aku akan merebut Sherly darimu dan saat itu tiba kamu akan memohon, kepada ku, untuk meminta nya, kembali dan kala itu tiba aku akan mengajukan syarat, untuk kau menikah dengan ku saat itu juga" ucap Fero, yang kini berteriak, saat Siena bergegas menuju parkiran mobil nya saat ini, suasana nya sedang sepi di bagian yang ada Fero dan juga Siena.


"Siena,,, kamu keterlaluan Ahhhhhh...." Fero prustasi, bagaimana tidak,ia di Abaikan oleh wanita, satu-satunya yang ia cintai, selama ini.


Siena berlalu, dari sana, Fero tidak, habis akal dia langsung menyuruh anak buahnya untuk mengikuti kemana, Siena pergi, dan saat itu orang suruhan nya, memberikan sebuah foto Mension, sekaligus alamat nya.

__ADS_1


"Hanny, kamu baru kembali,ada apa sepertinya kamu sedang memikirkan sesuatu, apa ada masalah penting" ucap shelin, istrinya yang tadi mendadak pulang duluan karena baby sitter, dari anak nya menelpon.


Fero tidak menjawab.


__ADS_2