
setelah mereka memutuskan untuk pindah ke apartemen milik Arthurro, Ferdinand, dan Jessica dan juga anak nya Ferdian, saat ini mereka tengah berbelanja, kebutuhan harian mereka termasuk semua kebutuhan pakaian mereka bertiga.
setelah selesai berbelanja kebutuhan mereka kini mereka bertiga tengah berada di apartemen , Jessica, memutuskan untuk memasak bertiga mereka cukup kompak Ferdian,membantu mommy nya memasukkan sayuran kedalam lemari penyimpanan, sementara Ferdinand,membantu Jessica, membersihkan sayuran yang akan di masak Jessica, sendiri kini sedang menanak nasi.
masakan mereka pun akhirnya sudah siap,kini semua nya sedang bersiap untuk menyantap makanan tersebut yang terhidang di atas meja, mereka cukup bahagia dengan kekompakan mereka bertiga, saat ini pun mereka makan sambil mengobrol di meja makan.
"sayang, kamu berani tidur sendiri kan??"ucap Jessica.
"tentu saja momm... aku sudah besar dan sudah bisa bobo dan mandi sendiri"ucap Ferdian.
"sayang mommy, hanya minta tidur saja,kalo mandi mommy, yang akan mengurus segala keperluan kamu, tapi jika takut Mommy, akan mencari Nanny, untuk menemani kamu tidur"ucap Jessica,sambil mengelus puncak kepala putra sambung nya itu.
"tidak usah momm... aku tidur sendiri itu sudah biasa ko"ujar Ferdian.
"anak pintar"ucap Jessica.
"sudah ayo makan nya di habiskan setelah itu kita langsung istirahat,biar besok kita beres-beres barang belanjaan yang baru kita beli tadi"ucap Ferdinand.
mereka berdua pun mengangguk lalu menghabiskan makanan mereka masing-masing, setelah itu mereka pun pergi ke kamar Ferdian, untuk menemani Ferdian, sampai tertidur karena Jessica,kini memeluk dan mengelus punggung putra nya itu.
Ferdinand merasa sangat bahagia melihat kasih sayang yang tulus dari Jessica, untuk putra semata wayangnya itu, Ferdinand, awal nya ragu Jessica bisa menerima anak dari madunya itu.
"sayang terimakasih, kamu sudah menyayangi putra ku"ucap Ferdinand.
"dia juga putra ku, apa aku salah jika aku menyayangi nya, dia mungkin tidak terlahir dari rahim ku, tapi dia adalah darah daging mu, jadi dia otomatis menjadi putra ku, karena kamu adalah suamiku"ucap Jessica,sambil menatap sendu, rasanya ada sesuatu yang berhasil membuat hati nya serasa di cubit saat Ferdinand, mengucapkan terimakasih, Jessica, mengira suaminya menganggap nya hanya sebagai ibu tiri, Ferdian.
"aku tau itu sayang, maaf kan aku aku tidak punya niat lain "ucap Ferdinand.
"sudah lah jangan dibahas lagi"ujar Jessica, perlahan Jessica, bangkit dan menyelimuti Ferdian, dan tak lupa juga mengecup puncak kepala putra nya itu.
Ferdinand, pun mematikan lampu kamar berganti lampu temaram dan mereka pun keluar menuju kamar utama mereka berdua, sesampainya di sana, Jessica, bersiap untuk mandi, sementara Ferdinand, duduk selonjoran karena, sudah mandi terlebih dahulu, saat ini.
setelah selesai dengan ritual mandi nya,kini Jessica, sudah keluar dari kamar mandi, dengan rambut yang masih terlilit handuk, dan masih menggunakan bathroob nya, Jessica duduk di depan cermin meja rias nya,sambil mengeringkan rambut, sementara itu Ferdinand, masih anteng dengan ponselnya saat ini entah apa yang sedang ia kerjakan dengan ponselnya,sambil sesekali melirik ke arah istrinya yang tengah mengoleskan krim wajah nya.
"sayang jangan pakai baju,dulu kemarilah, aku sangat merindukan mu"ucap Ferdinand, Jessica, hanya tersenyum mendengar permintaan suaminya itu, saat ini dia pun mengalah dan mendekat ke arah suaminya itu.
"sayang aku sangat merindukan mu"ucap Ferdinand,sambil melempar ponsel nya,ke atas ranjang empuk nya, dia langsung memeluk dan mencium seluruh bagian tubuh nya, Jessica,penuh damba, mereka berdua pun terbuai dengan suasana nya saat ini.
sementara itu di Paris, Mateo, dan Jessi tengah berada di ruang bersantai sambil menikmati tontonan, film kesukaan Jessi,yaitu telenovela, Jessi, bersandar di dada bidang suaminya sambil menyuapi suaminya potongan buah saat ini mereka begitu menikmati waktu kebersamaan nya saat ini setelah berbagai macam kesalahpahaman terjadi pada rumah tangga mereka berdua.
"sayang aku sudah kenyang"ujar Mateo.
"baik lah,kalau begitu sebaiknya kamu minum dulu susunya"kata Jessi.
Jessi, pun memberikan satu gelas susu, yang mau tidak mau harus dia minum setiap hari nya karena, permintaan istrinya yang sedang hamil muda, tersebut, Mateo, tidak ingin membuat istrinya kecewa, meski dia sendiri harus tetap menjaga berat badan nya, dan harus berolahraga sebelum tidur, tapi bukan olahraga yang seperti suami istri lakukan setiap malam nya, Mateo harus berolah raga di ruangan fitness nya.
Mateo, selalu jadi bulan-bulanan, Jessi yang kini sedang mengandung anak kedua mereka setelah keguguran, saat ini belum bisa dipastikan jenis kelamin dari bayi yang di kandung oleh Jessi, tapi Mateo begitu bahagia baginya perempuan atau laki-laki, semua sama saja membawa kebahagiaan bagi nya yang terpenting kesehatan bayi mereka.
Jessi, melarang Mateo, masuk kantor, dia bilang ingin terus di temani oleh suaminya, selama dia mengandung meski itu cukup merepotkan tapi Mateo, menikmati proses yang sedang mereka jalani saat ini bahkan Mateo, tidak jarang mengadakan meeting penting di dalam mension mereka, karena Jessi, tidak bisa di tinggal, walaupun akhirnya Jessi, marah juga setelah itu Jessi,marah juga pada Mateo, tapi masih bisa di bujuk dengan alasan agar dia tetap berada di rumah, dan jurus itu sangat jitu.
kembali ke Singapura, saat ini Terry, tengah sibuk mengurus kedua buah hatinya, saat ini sky dan star sedang sibuk bermain sambil makan,mau tidak mau Terry, harus ekstra sabar, apa lagi saat ini kehamilan nya sudah mencapai trimester kedua,dibantu oleh Arthurro, yang juga memutuskan untuk bekerja dari rumah setelah satu Minggu ini, dia selalu setia mendampingi istrinya, yang sedang sibuk mengurus anak nya itu.
"sayang istirahat lah,biar aku saja yang menyuapinya"ucap Arthurro.
"tidak usah Daddy, tolong awasi saja, takut mereka jatuh"ujar Terry, dengan sabar sambil sesekali mengusap peluh di keningnya saat ini.
"sky dan star, sayang jangan berlarian makan itu harus sambil duduk tenang tidak boleh sambil berlari-larian dosa nak, dan lagi apa kalian tidak kasihan lihat mommy, dan Dede bayi nya kepayahan seperti itu"ujar Arthurro, seketika mereka langsung menghentikan langkahnya mereka mendekat ke arah mommy nya dan mencium pipi ibunya itu, Terry hanya tersenyum bahagia.
__ADS_1
"maaf momm..."ucap keduanya.
"tidak apa-apa kok, sayang mommy, bahagia kalian tumbuh dengan sehat,itu sudah lebih dari cukup mommy, tidak minta yang lebih,ayo makan dulu setelah itu kalian bisa bermain lagi"ujar Terry, sengaja memberikan pengertian mereka menurut dan langsung duduk di samping mommy nya, dan menghabiskan makanan mereka saat ini.
🌹💖💖💖🌹
"sayang,bantu aku menggunakan dasi, aku sudah terlambat untuk mengurus perusahaan ku saat ini"teriak Ferdinand.
"tunggu sebentar sayang, aku masih membantu putra ku mandi"ucap Jessica, yang kini sedang memakai kan baju pada Ferdian saat ini .
"momm... aku bisa sendiri, mommy,bisa urus Daddy dulu"ujar Ferdian.
"baiklah sayang lakukan dengan baik setelah itu turun dan kita sarapan bersama"ujar Jessica.
Jessica pun keluar dan masuk ke dalam kamar mereka, sampai di sana Ferdinand, tengah sibuk dengan laptop nya, dan bahkan belum berpakaian, saat ini, dia masih menggunakan bathroob dan memangku laptop nya.
"ya ampun Daddy, kamu itu mau pakai dasi gimana, bajunya saja masih belum di gunakan"ucap Jessica, sedikit kesal.
"sayang aku sibuk,ayo bantu aku"ujar Ferdinand, yang masih tetap fokus dengan laptop nya.
"sekarang kemarilah dan simpan laptop nya"ucap Jessica, yang kini meraih jas mahal yang akan di kenakan oleh Ferdinand, saat ini.
"sayang "ucap Ferdinand.
Ferdinand, pun berdiri dan berjalan menghampiri istrinya itu, dia langsung mengecup bibir istri nya itu"aku tidak jadi meeting, saat ini karena, dia berhalangan hadir ucap Ferdinand, yang kini malah memeluk istrinya itu.
"ya ampun Daddy, kamu itu tidak kasihan dengan anak kita, dia sedang bersiap untuk pergi ke sekolah,loh gimana c kamu"ucap Jessica.
"tidak usah khawatir , kita bisa mengantar dia bersama-sama ok"ucap Ferdinand.
"sayang , aku harus membantu Ferdian bersiap kamu pakai baju mu saja setelah itu aku tunggu di meja makan ok"ucap Jessica, sambil tersenyum.
"Kiss,dulu sayang"ujar Ferdinand, yang menunjukkan bibir nya itu.
"muachh, sudah ya sayang ku, aku sibuk"ucap Jessica, dan Ferdinand pun hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis ke arah Jessica, yang kini keluar menuju kamar putra nya itu.
"sayang sini mommy,bantu "ucap Jessica, yang langsung memakai kan baju anak nya itu, dengan telaten hingga selesai bersiap, Ferdian pun mengecup pipi mommy, nya itu.
"thanks mommy"ujar Ferdian.
"sama-sama, sayang ayo kita turun"ujar Jessica, yang langsung menggenggam tangan putra nya itu hingga sampai mereka di bawah, tepat meja makan dan Jessica, memberikan segelas susu dan sepiring nasi goreng, untuk putra nya itu, begitu juga dengan Ferdinand, bedanya Ferdinand,minum kopi, Jessica jus buah mereka pun menghabiskan sarapan mereka bersama .
"sayang ini bekal untuk mu , hari ini mommy, dan Daddy akan mengantarkan mu pergi sekolah, dan nanti pulang nya,sopir mommy yang jemput, ingat semangat belajar nya ya sayang agar, cepat pintar.
"Ok, mommy"ujar Ferdian,sambil tersenyum manis, mereka pun berangkat bersama, dengan cerianya, bocah itu berceloteh dan Jessica pun mengelus puncak kepala Ferdian.
"sayang, kamu senang tinggal dengan mommy"ucap Jessica.
"tentu momm... mommy baik tidak seperti mommy, shanty, yang kadang bentak aku"sontak terkejut saat ini.
"sayang mommy, tidak akan pernah membentak mu, percayalah mommy, sangat menyayangi mu"ucap Jessica,sambil memeluk putra nya itu yang kini duduk di pangkuan nya.
hanya butuh sepuluh menit, perjalanan, akhirnya sampai juga di depan gerbang sekolahan Ferdian, Jessica, masuk kesana untuk pertama kalinya, dan menitipkan sang putra pada guru pembimbing nya saat, ini.
setelah Ferdian, masuk kelas nya Jessica, langsung kembali,menuju mobilnya saat ini, Ferdinand, tengah tersenyum menyambut nya.
"sayang, gimana apa sudah beres??"tanya Ferdinand.
__ADS_1
"sudah sayang, Ferdian, seperti nya sangat nyaman dengan lingkungan sekolah dan kelas nya saat ini"ujar Jessica.
"syukurlah, kalau begitu terimakasih sayang ku, maaf sudah merepotkan mu"ucap Ferdinand.
"sayang kenapa harus selalu berterimakasih, dia itu putra ku"ucap Jessica.
"Jessica, sayang aku sangat mencintaimu"ujar Ferdinand.
"aku tau itu"ucap Jessica,sambil bersandar di bahu suaminya itu.
Ferdinand, pun langsung tancap gas, dia tidak kembali' ke apartemen melainkan pergi ke sebuah tempat romantis, dengan istri nya itu, saat ini dia Ferdinand, memeluk istrinya dari belakang.
"sayang banyak orang malu ih"ujar Jessica.
"sayang apa kamu suka "ujar Ferdinand.
"tentu saja Sayang, tapi ini adalah tempat umum jangan begini aku malu"ujar Jessica, protes.
"baiklah-baiklah, sayang jangan marah, aku mau tanya satu hal lagi, dimana kamu ingin aku membangun istana kita??"ujar Ferdinand.
"aku ingin membangun rumah ,di Jerman, saja di sana cukup nyaman, untuk kita tinggal di sana.
"baiklah, tapi mungkin itu butuh waktu dan proses yang cukup lama, untuk kita aku harus mengurus kepindahan perusahaan , dan yang lain nya"ujar Ferdinand.
"aku tidak memaksa, dimana pun kita berada aku akan selalu bahagia , saat bersama dengan mu"ucap Jessica.
"kalau begitu kita tinggal di Paris saja, rumah mommy, saat ini kosong"ucap Ferdinand.
"aku ikut saja bagaimana baik"ucap Jessica.
sementara itu di Bali, saat ini Sherly, tengah terlelap di sofa, dia menunggu keputusan akhir dari suaminya itu yang baru satu bulan ini dinikahi nya.
Devan, tengah berada di Bandung, mengurus anak nya yang sedang sakit, sementara Sherly, yang tidak di berikan kabar, dia menunggu kepulangan Devan, hingga dia tertidur di sofa tersebut.
Sherly,sadar setelah seorang pelayan membangunkan nya, tepat di jam satu pagi dini hari, dia langsung bergegas menuju kamar nya, saat itu ponsel nya berbunyi menandakan pesan masuk, saat ini Devan, mengirim kan pesan pada nya.
Devan.
💌"sayang maafkan aku malam ini aku masih di Bandung anak ku sedang sakit keras .
Sherly, tidak membalas pesan tersebut, dia langsung meringkuk, menangis sesenggukan di balik selimut, tebal nya saat ini.
"seharusnya aku tidak mengikuti mau mu"gumam Sherly dalam hati.
Sherly, terjaga hingga pagi, dia tidak bisa memejamkan mata nya, hingga ia memutuskan untuk membersihkan tubuh nya yang terasa, lengket dan wajah sembab.
Sherly, pun berendam di dalam bathtub, dan memejamkan mata nya hingga lima belas menit tanpa sadar dia sudah terlelap di sana, hingga bunyi dering ponsel nya, yang mengejutkan nya ia pun bergegas membersihkan sisa sabun di bawah guyuran shower, saat ini dan langsung menggunakan bathroob.
Sherly, keluar dari kamar mandi dan segera mengangkat telepon tersebut, dilihat nya suaminya Devan, yang kini menatap wajah sembab Sherly.
📱"kamu menangis, kenapa?? apa aku sudah menyakiti mu, apa cinta ini kurang, apa materi yang aku berikan kurang juga hingga membuat mu tidak bahagia"ujar Devan.
📱"Apa, aku terlihat seperti itu"jawab Sherly.
📱"ya, kamu seperti tidak pernah bahagia dengan ku"ucap Devan.
📱"jika kau tau kenapa tidak melepaskan aku saja, agar kamu tidak terbebani"ujar Sherly,sambil memutuskan sambungan telepon nya, meski Devan , berulang kali mencoba menghubungi nya, dan saat ini dia langsung menonaktifkan handphone nya itu.
__ADS_1