Terjebak Malam Yang Salah

Terjebak Malam Yang Salah
TMYS. Ikut atau dirumah?


__ADS_3

Nicho menautkan alisnya, dia di telpon untuk menjalankan misi. Menyelamatkan satu anak kecil yang disandra. Bagaimana bisa Wanita di depannya menawarkan diri untuk ikut?


"Tetap dirumah," jawab Nicho dengan tenang.


"Ikut," jawab Ganesa.


"Tidak," sahut Nicho sinis.


"Iya," jawab Ganesa lagi. Wanita cantik itu melangkah maju.


Nicho yang semula bersandar segera berdiri tegak, lelaki tampan itu tau bahwa Ganesa akan merayunya dengan segala hal yang membuatnya kesal.


"Berhenti di tempatmu,?" ucap Nicho.


Seketika Ganesa berhenti, wanita cantik itu tersenyum.


"Kau bersedia mengajakku?" tanya Ganesa.


Nicho tak menjawab, lelaki tampan itu menggenggam tangan Ganesa dan ditariknya keluar. Ganesa tersenyum menang, sepertinya dia memang harus menjadi menyebalkan dihadapan Nicho.


"Bukankah kau akan memaksaku jikapun aku menolak permohonanmu, Nona menyebalkan?" tanya Nicho.


Ganesa mengerjabkan matanya beberapa kali, senyuman merekah tampak di bibirnya. Nona menyebalkan? Kenapa Nicho begitu peka akan hal itu? Nicho menyadari jika dirinya sengaja berprilaku menyebalkan.


"Aku dengar kau pernah berkata akan melakukan apapun untuk orang yang kau cintai bukan? Permintaanku begitu sederhana, hanya ikut denganmu," ucap Ganesa. Sangat percaya diri dia mengatakan hal itu pada Nicho.

__ADS_1


Nicho menautkan alisnya, kekonyolan Ganesa saat ini benar benar berbanding terbalik dengan sikap Ganesa saat itu.


"Aku tidak bilang jika mencintaimu," sahut Nicho sambil terus berjalan menuruni anak tangga demi anak tangga.


"Kau yakin tidak akan jatuh cinta padaku, lalu mencintaiku dikemudian hari, Honney?" tanya Ganesa asal. Mulut periangnya entah kenapa reflek mempertanyakan itu pada Nicho.


Nicho menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap ke arah Ganesa. Keduanya saling berpandangan. Mata mereka sejajar, karna Nicho ada di dua tangga bawah Ganesa.


"Mungkin ada celah, tapi aku rasa pesonamu tak akan mengoyak cinta yang sudah tertanam kuat untuk wanita lain dalam hatiku, bahkan aku sendiri tak bisa menghapus jejaknya," ucap Nicho.


Ganesa menghela napas panjang, bagaimana bisa Nicho mengatakan jika cintanya telah tertanam untuk wanita lain. Lalu kenapa dia tak mencoba memperbaiki hubungan saja? Kenapa malah memilih menikah dengannya? Ganesa merasakan sesak dalam hatinya. Akan tetapi segera dia menghela napas panjang dan membuang kekesalannya.


"Aku rasa tidak akan mungkin untuk menolak pesona seorang Ganesa Nova Wijaya. Bukankah kau sendiri yang bilang jika selamanya aku berstatus sebagai istrimu? Aku pastikan kau akan bucin padaku nantinya," ucap Ganesa penuh percaya diri.


Wanita cantik itu menuruni anak tangga dan melewati anak tangga begitu saja, mendahului Nicho yang masih menetap di tempat yang sama.


Ganesa melangkah pelan, dia menuju ke arah parkiran mobil. Ponselnya berdering, segera wanita cantik itu mengambil ponselnya. Dilihatnya nama Rian my love memanggilnya.


Ganesa memejamkan mata indahnya, haruskah dia mengangkatnya? Lama berpikir, pada akhirnya Ganesa mengangkatnya.


"Halo, asalamualaikum," ucap Ganesa menyambut panggilan Rian. Kata sayang yang biasa tersebutkan, kini tak lagi terucap oleh bibir Ganesa. Hatinya bergetar. Rasa cinta pada Rian seakan menekannya untuk mengeluarkan air mata.


"Sayang aku rindu," terdengar suara serak Rian yang terdengar prustasi.


"Kau menikah dengannya? Kau meninggalkan aku?" tanya Rian yang sudah mengetahui kabar pernikahan wanita yang dia cintai itu.

__ADS_1


"Maaf," ucap Ganesa. Hanya kata itu yang mampu dia katakan. Wanita cantik itu tak mampu membendung air mata. Leleh, membasahi pipi cantiknya.


"Kenapa meninggalkan aku Sayang? Aku sangat mencintaimu, dengan semua kurang dan lebihmu," ucap Rian terdengar terisak.


Air mata Ganesa meleleh semakin deras, tak bisa di tahan lagi.


"Ini semua mungkin yang terbaik untuk kita Mas, anggap saja kita ditakdirkan bersama saat itu. Tapi kita tak ditakdirkan untuk berjodoh. Lupakan aku Mas," ucap Ganesa.


Ganesa ingin kembali berucap, akan tetapi ponselnya telah berpindah tangan. Ganesa menoleh, ada Nicho yang telah mematikan panggilan.


Ganesa membelalakan matanya dan menatap Nicho dengan kesal.


"Kenapa diambil? Aku belum selesai bicara," ucap Ganesa. Dia mengulurkan tangannya mendekat, tapi Nicho mengangkat tangannya tinggi tinggi.


"Berikan ponselnya," ucap Ganesa sedikit meninggi.


Nicho tersenyum dan memberikan ponsel Ganesa kembali saat sudah diubahnya menjadi setelan pabrik. Semua kontak hilang. Tak ada apapun, yang tersimpan hanya galeri yang berada dalam memori eksternal.


"Tetap ikut, atau mau dirumah?" tanya Nicho sambil membuka pintu mobil. Memang, Nicho sudah berpamitan pada kakek jika akan pergi malam ini.


Ganesa membolakan matanya, dia sangat kesal pada tingkah Nicho.


"Masuk, atau aku tinggal?" tanya Nicho saat dia sudah ada di dalam kemudi. Segera Ganesa masuk dan menutup pintu mobilnya.


Ganesa hampir membuka mulut, tapi Nicho tampak antusias berbicara.

__ADS_1


"Jangan protes apapun, tidak menerima komplen," ucapnya dan berhasil membuat Ganesa semakin kesal.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2