
Nicho mencoba mengalihkan perhatian mereka dan benar saja Nicho bisa mengecoh mereka dan berlari ke arah dimana Ganesa pergi.
Ganesa memasuki sebuah kamar, dia berhasil membuka ruangan inu dengan kunci yang dia dapatkan.
Dilihatnya seorang anak kecil kira kira berusia lima tahun tengah menangis di pojok ruangan. Dia diikat, mulutnya disumpal, jiwa kasih sayang Ganesa tampak muncul. Segera wanita cantik itu berlari ke arah bocah kecil itu.
Dengan gerakan cepat Ganesa membuka sumpalan di mulut bocah kecil itu. Dia juga melepaskan ikatan di tangan dan kaki bocah itu.
"Sayang, kamu tidak papa?" tanyanya dengan hawatir.
Anak kecil itu menangis, Ganesa memeluk erat anak kecil tampan itu.
"Tenanglah, kamu aman bersama onty Sayang," ucap Ganesa.
Segera Ganesa berdiri, dia menggendong anak kecil itu. Sebentar kemudian Ganesa berhenti, perutnya terasa kram. Dia mengulurkan tangannya, memegang tembok kokoh di sampinya.
"Onty tak papa?" tanya anak kecil itu. Suara itu membuat Ganesa tampak berbinar. Bahkan dia melupakan rasa sakit dalam perutnya.
"Onty tak papa, kamu jangan hawatir. Sekarang kita harus pergi. Are you oke," sahut Ganesa.
Anak kecil itu mengangguk. Segera Ganesa berjalan ke arah pintu, disaat yang bersamaan beberapa orang membuka pintu. Ganesa terkejut, dia ketahuan.
Ganesa mundur beberapa langkah, preman preman itu mendekat. Hampir saja melayangkan serangan, disaat yang bersamaan. Andreas dan juga Nicho datang di arena itu.
__ADS_1
Mereka saling beradu kekuatan dengan beberapa preman.
Ganesa berlindung di belakang, mencoba untuk memberi perlindungan pada bocah kecil itu.
Suasana semakin kacau, beberapa preman lain datang. Bahkan kini posisi Ganesa sudah tak aman lagi. Ganesa membuka jendela yang menghubungkan dengan balkon kamar.
Beberapa preman mengejar, bahkan ketika kaki Ganesa melangkah mereka memegangi satu kaki Ganesa yang masih tertinggal di dalam. Dengan gerakan cepat Ganesa menendang, hingga preman itu melepas.
Preman itu mengikuti langkah Ganesa dari jendela. Nicho yang mengetahui segera berlari ke sana. Sedang beberapa anak buah tampak berdatangan membantu Rangga yang mulai lelah.
Ganesa bingung mau lari kemana, pasalnya dua orang preman telah mengepungnya.
"Serahkan bocah itu," ucap mereka.
"Kau berani," ucap mereka.
"Langkahi dulu mayatku jika menginginkannya," sahut Ganesa. Ucapan Ganesa tampak menyulut Emosi. Mereka maju menyerang. Ganesa dengan kaki cekatannya menyerang.
Dua preman itu melawan bersamaan, reflek Ganesa melepas tangannya dari balita lima tahun itu. Ingin kembali merengkuh, akan tetapi satu preman menyahutnya.
Ganesa tampak tak trima. Bahkan khawatiran menyelimuti hatinya, dia menyerang saling beradu kekuatan.
"Oh, ternyata kau tak bisa diremehkan," ucap lelaki itu.
__ADS_1
"Jangan banyak bicara, serahkan anak itu," ucap Ganesa. Preman itu tampak emosi, mereka kembali menyerang.
Tak lama dari itu Nicho datang. Dua kakinya menendang preman dari belakang.
Reflek mereka terkejut dan salah satu dari mereka yang membawa balita tampak melepaskan balita itu karena tendangan Nicho yang kencang dan mengejutkan.
Ganesa membelalakan matanya, pasalnya kini balita itu tampak terbang melewati pagar balkon. Dengan gerakan cepat Ganesa mengulurkan tangannya. Dia menangkap anak kecil itu. Meski sebuah benturan dia dapatkan di sekitar area perutnya.
Nicho tampak syok, bahkan dua preman juga sama. Jika sampai anak itu terjatuh. Dipastikan nyawanya tak tertolong.
Ganesa yang mengulur tangannya menolong, kini mencoba mengangkat balita yang bergelantungan di tangannya itu.
"Tenanglah, Aunty akan menyelamatkanmu," ucap Ganesa. Dengan semua kekuatan dia kerahkan utuk bisa menarik anak itu. Hingga pada saatnya Nicho membantu menarik hingga kini balita itu ada di rengkuhan Ganesa.
Nicho dan Ganesa saling berpandangan, mereka tersenyum bahagia.
"Terimakasih Hooney," lirih Ganesa. Entah, dia tampak tulus mengucapkan itu.
Nicho menerbitakan senyum tipis dan mengusap puncak kepala Ganesa.
Para preman yang melihat tak tinggal diam, mereka kembali menyerang. Ganesa mundur beberapa langkah. Dia bahagia melihat balita itu baik baik saja.
"Kamu baik baik saja?" tanya Ganesa dan diangguki balita itu. Ganesa tersenyum, dia mengusap perutnya. Ganesa merasakan perutnya sangat sakit, bahkan dia merasan sesuatu mengalir dari Mrs V nya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...