
Nicho mengganti bajunya dengan baju yang ada dalam paper bag di atas meja. Dengan menahan sakit, Nicho melompat ke arah jendela dan pergi meninggalkan rumah sakit.
Nicho menatap ke arah parkiran sana, satu motor sport terparkir rapi. Motor itu milik Vito, bukan hal yang sulit bagi Nicho untuk sekedar menyalakan motor tanpa kunci itu.
Segera Nicho bertindak, entah bagaimana caranya author juga kurang paham😂😂😂. Setelah selesai dan bisa menyalakan motor itu, Nicho segera menancap gas motor sport itu dengan kecepatan sedang menuju ke tempat yang dia yakini ada Ganesa disana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Nala dan Rangga telah sampai di sebuah taman, ini adalah satu-satunya taman yang sering di datangi Ganesa. Tapi sayang sekali, tak ada Ganesa di taman itu.
"Bagaimana Nala?" tanya Rangga.
"Kita harus apa? Ganesa tak ada, ponselnya juga tak bisa dihubungi," ucap Nala putus asa.
Mereka menghela napas panjang, hingga pada saatnya satu panggilan masuk dari kak Vito.
"Siapa?" tanya Nala.
"Kak Vito," sahut Rangga.
"Angkat saja, kali aja ada kabar tentang Ganesa atau Nicho," ucap Nala. Rangga segera menggeser tombol hijau.
"Halo kak," sahut Rangga.
"Gimana Ngga? ada kabar dari Ganesa?" tanya Vito.
"Belum kak," sahut Rangga.
"Nicho sudah sadar, dia menayakan keberadaan Ganesa. Dia tak mau ditemui siapapun, bahkan aku dan Davina sekalipun," ucap Vito.
Rangga memejamkan matanya, bagaimana ini? Apa yang akan dia lakukan? Bahkan dimana Ganesapun tak tau keberadaanya.
"Terimakasih infonya Kak, aku akan berusaha mencarinya lagi," ucap Rangga.
"Baik, terimaksih Rangga. Maaf aku belum bisa membantu, Alda dan Aldi putraku sedikit rewel. Aku tidak bisa meninggalkan Davina sendirian menjaga Nicho di rumah sakit," ucap Vito.
"Ya, doakan Ganesa segera bertemu," ucap Rangga kemudian menutup ponselnya.
__ADS_1
"Ada kabar?" tanya Nala.
"Nicho siuman, dia menanyakan keberadaan Ganesa," ucap Rangga.
Nala mengusap wajah kasarnya. Nala mengambil ponselnya dan satu ide terngiang di otaknya. Nala tersenyum dan mengotak atik ponselnya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Rangga.
Nala tersenyum saat memperlihatkan dirinya yang tengah membuat grup keluarga yang berisikan Marvel, Delon, Dani, vino disana. Rangga menghela napas panjang, dia tersenyum. Ada juga ide yang pasti akan sangat membantunya menemukan Ganesa.
Asalamualaikum, maaf Nala lancang membuat grup ini. Kakak-kakak ada yang tau keberadaan Ganesa? Nicho sudah siuman. Tapi adeknya kakak yang nakal itu pergi entah kemana. Nicho mencarinya. Bisa bantu untuk menemukannya? @marvel, @Dani, @ Delon @ Vino?
Marvel yang tengah bersama Nada dan juga baby Dirly tampak membuka ponselnya dan membaca pesan dari Nala.
"Ada apa Sayang?" tanya Nada pada Marvel yang sedang serius itu.
"Ganesa menghilang, Nicho baru sadar dan mencarinya," ucap Marvel dengan antusias.
Nada menautkan alisnya.
"Nicho sudah sadar? Alhamdulilah, baru aja kita semua mau kesana sore nanti. Bagaimana kalau kita kesana saja Mas?" tanya Nada.
"Hem," sahut Nada.
Marvel mengetikan sesuatu dalan grup itu.
@Nala, alhamdulilah jika Nicho sudah sadar. Kami semua merencanakan nanti sore datang ke sana. Kalau masalah Ganesa, pasti @Dani tau kemana perginya.
Dani yang kini berada di rumah bersama dengan Papa, mama, dan juga Emely tampak menatap ke arah keluarganya. Mereka sudah bersiap untuk ke rumah sakit.
"Ada apa Dan?" tanya Mama Nina.
"Alhamdulilah Nicho sudah siuman Ma, Pa, tapi Ganesa nggak ada," ucap Dani.
Mama dan Papa tampak membelalakan matanya.
"Kemana dia?" tanya mama.
__ADS_1
"Entah, ponselnya nggak aktif," ucap Dani.
"Lalu dari siapa kamu tau itu?" tanya Mama.
"Nala," sahut Dani.
Dani menghela napas dan mengetikan sesuatu untuk membalas pesan di grup.
@Nala, @ marvel aku tak tau juga kemana bocah nakal itu pergi. Coba cari di taman. Atau kita segera bertemu, susun rencana untuk menemukannya. @Delon yang biasanya gerak cepat. @Vino juga.
@Dani, aku sudah mencari di taman Kak bersama dengan Rangga. Tapi tak ketemu. Nala
@Nala. Kamu nyari ato pacaran? Maevel.
@Marvel. Jangan mulai deh, ini darurat. Bisa serius kan? Nala.
@ Nala, @ marvel sebaiknya kita berkumpul. Dani.
Kalian ramainya, aku manjat dulu. Nicho udah sadar? alhamdulillah, ake kita bertemu dimana? Aku ngikut. Delon.
Vino yang baru saja keluar dari kamar mandi baru saja membuka ponselnya. Dia baru tau ada grup baru, memang dia sudah tau Nicho kecelakaan. Dia merencanakan sore nanti bersama sama ke rumah sakit. Dan kabar ini membuatnya bersukur. Tapi, entah kenapa sampai saat ini pun, bertemu Nicho masih membuatnya kesal. Kejadian setahun yang lalu masih teringat di kepalanya.
"Apa kau mencintainya?" tanya Vino. Nicho tersenyum kecut.
"Sepertinya kau lebih pandai untuk menerjemahkan itu semua," ucap Nicho kemudian melangkah pergi.
"Micela Adelia Dika adalah istriku, jangan pernah berpikir untuk memilikinya. Dia milikku, dan selamanya akan seperti itu," ucap Vino dengan tegas.
Nicho yang tadinya melangkah menghentikan langkahnya. Menatap ke arah Vino yang memunggunginya.
"Saat ini memang milikmu, jika lain waktu kau menyakitinya, aku tak segan mengambilnya darimu," ucapnya kemudian melenggang pergi. Vino mengepalkan tangannya dan mengeratkan rahangnya.
Vino menghela napas kasar, dia menatap ke arah Micela. Micela tak pernah tau perasaan Nicho, dan dia yakin cinta Micela hanya untuknya.
Vino hampir melangkah mendekat ke arah Micela yang beemain dengan putrinya, tapi netranya mendapati seseorang berada di bawah sana.
"Ganesa?"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...