Terjebak Malam Yang Salah

Terjebak Malam Yang Salah
TMYS. Kritis


__ADS_3

"Ganesa," lirih suara kecil yang keluar dari mulut Nicho, saat dirinya menghindari mobil bok yang melaju kencang tak pada jalurnya.


Nicho memejamkan matanyanya, rasanya dia seperti terbang melayang dang matanya susah untuk dibuka kembali. Nicho tak sadarkan diri.


Suara sirine ambulan dan juga sirine mobil polisi terdengar berhuru hara di sekitaran jalan raya. Mobil bok terbalik sedangkan motor sport yang dikendarai Nicho menabrak pembatas jalan. Nicho terlempar, tak jauh dari motornya.


Banyak orang yang menyaksikan kecelakaan maut ini, lalu lalang petugas medis berdatangan dan segera mengevakuasi korban.


"Masih bernapas, kita harus segera membawanya ke rumah sakit," ucap salah satu dari petugas medis. Segera mereka merebahkan tubuh Nicho yang lemah ke atas brankar dan dilarikan ke ambulans. Sedangkan, supir mobil bok yang diduga mengantuk itu sudah tak bisa diselamatkan.


Dua puluh menit berlalu, gerombolan pegigas medis telah sampai dirumah sakit. Kedatangan mobil ambulans yang membawa tubuh Nicho membuat suasana tampak gaduh.


Beberapa orang masuk ke dalam Ambulan untuk mengeluarkan brankar, dan beberapa orang lain tampak membawa peralatan mereka medis.


Setelah berada di luar ambulan, kini tubuh Nicho yang terbaring lemah, dibawa dengan tergesa di ruang IGD.


Setelah beberapa saat, tampak kehebohan dari tenaga medis dan akhirnya Nicho di pindahkan ke ruang ICU.


"Bagaimana keadaan pasien Dok?" tanya seorang dokter lain paada dokter yang baru saja keluar dari ruang rawat Nicho itu.


"Pasien banyak sekali kehilangan darah, keadaanya sangat kritis. Tapi kami sudah melakukan semaksimal mungkin untuk menolongnya Dok," ucap dokter itu.


"Oke, sebaiknya segera hubungi keluarganya sus," sahutnya lagi sambil menatap ke arah suster yang berdiri di samping dokter yang papan namanya bertuliskan Dr. Arfan itu.


"Baik Dok," sahut suster itu dan segera ke ruang pendafataran. Dia beeharap sudah ada informasi yang masuk dari identitas pasien.


"Maaf sus, ada informasi tentang pasien?" tanya suster yang baru datang.


"Namanya Nicho, Fernando Nicholas Sanjaya, tapi untuk nomer keluarganya belum ditemukan. Katanya ponsel pasien rusak berat," ucap suster.

__ADS_1


Deg


Nala yang kebetulan lewat tampak menghentikan kangkahnya. Dokter cantik itu segera mendekat ke arah suster itu berbincang.


"Siapa Sus namanya?" tanya Nala. Dia tak asing dengan nama itu.


"Namanya Fernando Nicholas Sanjaya Dok. Beliau kritis, dokter kepala meminta untuk segera menghubungi keluarganya," ucap suster itu.


Nala membelalakan matanya, dia teekejut. Nicho? Sepertinya dia harus segera menghubungi Ganesa untuk memberitau kabar ini.


"Dia sepupu saya sus, saya akan menghubungi keluarganya. Terimakasih informasinya," ucap Nala.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ganesa mondar mandir di kamar, dia membuka tutup gorden jendela dan melihat ke bawah. Dia sangat gelisah, dia merasa ada sesuatu yang terjadi. terlebih tadi dia menyenggol gelas sehingga pecah, jari telunjuknya pun terluka karna pecahan kaca.


Pikiran Ganesa melayang jauh, bahkan sampai saat ini ponsel Nicho tak bisa dihubungi.


Ganesa terkejut, saat satu panggilan masuk dari Nala.


"Nala?" lirih Ganesa. Segera Ganesa menggeser tombol hijau dan menyahut Nala.


"Halo Nal, ada apa?" tanya Ganesa panik. Dia takut terjadi sesuatu pada orang tua, atau kakaknya.


"Nes," Nala terdengar menghela napas panjang. Dia seolah tak sanggup mengatakan hal itu.


"Nes, sebaiknya kau kerumahsakit sekarang," sahut Nala.


"Ada apa? Nal jangan berbelit, siapa yang sakit? Papa? Mama, atau Kak Dani? Atau kak Emely?" tanya Ganesa gugup.

__ADS_1


"Nes bukan mereka, tapi Nicho. Nicho kecelakaan Nes, dia kritis. Bahkan besar kemungkinan dia koma," ucap Nala.


Pyar


Air mata Ganesa meleleh, disenggolnya fas bunga disudut meja hingga berantakan.


"Nes, kamu nggak papa Nes?" tanya Nala.


Ganesa meletakan ponselnya, dia tak sanggup untuk berkata apapun hingga Nala mematikan ponselnya.


Suara benda jatuh terdengar dari kamar kakek, bahkan Rangga yang baru saja datang juga mendengar suara itu.


Segera Rangga yang hawatir karna Nicho tak datang segera menuju ke kamar Nicho. Rangga dan kakek berpapasan di depan pintu.


"Kek ada apa? Apa Ganesa dan Nicho beetengkar?" tanya Rangga.


Kakek yang tak tau Nicho keluar hanya menggelengkan kepala.


"Nicho, ada apa?" tanya Kakek. Tak ada sahutan. Rangga segera mendorong hendel pintu yang tak dikunci, dilihatnya Ganesa yang tengah memakai tas. Wajah Ganesa sembab, ada kesedihan di wajahnya.


"Ganesa, ada apa? Kamu mau kemana? Dimana Nicho?" tanya Kakek hawatir.


"Nicho kecelakaan Kek, dia kritis, sebaiknya aku segera kesana," jawab Ganesa. Air matanya mengalir.


Kakek tampak terkejut, bahkan Rangga pun sama.


"Aku ikut," sahut Rangga.


"Kakek dirumah ya, doakan kami," ucap Ganesa kemudian mencium tangan kakeknya dan melangkah peegi.

__ADS_1


"Rangga, jaga Ganesa," ucap Kakek. Rangga mengangguk dan mengejar langkah Ganesa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2