Terjebak Malam Yang Salah

Terjebak Malam Yang Salah
TMYS. Hancur


__ADS_3

Ganesa terkejut, ditatapnya dua pria yang kini memang dekat dengannya. Suami dan juga mantan tunangannya. Apa yang harus dia lakukan saat ini?


Rian mundur beberapa langkah sambil mengusap wajahnya yang lebam karna pukulan dadakan dari lelaki yang tiba-tiba datang itu. Siapa lelaki itu? Bagaimana bisa memukulnya.


"Siapa kau berani mengganggu Ganesa," ucap Nicho sambil menatap Rian yang masih menundukan kepalanya.


Rian mengangkat wajahnya, ucapan lelaki itu menarik perhatiannya. Rian terkejut saat mendapati wajah yang tak asing. Ditatapnya wajah lelaki yang kini berada di depannya. Kilatan bayangan Vidio yang dia lihat saat itu begitu nyata. Kini ingatanya sangat kental, bahwa lelaki di depannya adalah orang yang bersanding di pelaminan bersama dengan Ganesa.


"Oh, jadi dia lelaki bren*sek itu?" pikir Rian.


"Ternyata kau muncul juga, Brengsek! Ini momen yang aku tunggu," ucap Rian.


"****," umpat Nicho saat mendegar ucapan Rian. Dia juga tak paham siapa Rian. Tapi dia ingin menghabisi Rian. Lelaki yang berani mengusik miliknya.


Rian tampak mengepalkan tangannya. Apa benar ini Nicho? Dia juga ingin menghabisi lelaki ini sekarang. Ganesa hanya diam menyaksikan interaksi dua lelaki yang beradu mulut itu.


Nicho yang emosi memberikan bogem mentah di pipi Rian. Rian tampak memegang pipinya kemudian membalas hantaman Nicho. Keduannya terlibat baku perkelahian dan saling membagi pukulan dan tendangan. Mereka tak ada satupun yang mengalah. Sama-sama kuat.


Hujan semakin deras, Ganesa bingung harus berbuat apa. Melerai mereka? Haist, benar-benar lelaki menyebalkan.


Ganesa tampak membelalakan matanya, saat Nicho dan Rian bergulung dan saling memukul. Segera Ganesa mendekat dan berusaha untuk melerai, tapi naas, Rian dan juga Nicho tak bisa untuk dicegah. Mereka sangat asik.


"Berhenti!" teriak Ganesa.


Kedua lelaki tampan itu menghentikan pertengkaran ketika mendengar teriakan Ganesa. Kini mereka saling memandang.


"Jangan kau ganggu dia, apalagi menyentuhnya," ucap Nicho terdengar tegas. Rian tersengum sinis.


"Dia milikku yang kau ambil dengan paksa, aku tidak bisa membiarkan itu. Kembalikan dia padaku! Ceraikan dia!" ucap Rian sinis.

__ADS_1


Deg


Jantung Nicho berdetak hebat, jadi lelaki itu adalah mantan kekasih Ganesa? Nicho melirik Ganesa yang kini berdiri di dekat mereka, mata merahnya jelas terlihat. Perasaan Nicho semakin tak menentu. Tadi dia melihat Ganesa memberontak, dia melihat Ganesa mencoba untuk menghindar dari lelaki ini. Makanya dia berusaha untuk menolong istrinya.


Tapi, ternyata lelaki ini adalah mantan Ganesa. Kenapa perasaannya begitu sakit? Nicho menggeleng pelan.


"Dia milikku, akan selamanya seperti itu," ucap Nicho. Dia tersenyum seolah mengejek Rian. Keduanya yang emosi kembali saling menyerang.


"Hentikan!" sentak Ganesa.


"Minggir!" teriak Nicho dan Rian bersamaan saat Ganesa berada diantara mereka.


"Aku akan tetap di sini sampai kalian berhenti berkelahi," ucap Ganesa.


"Jangan harap aku berhenti sebelum lelaki brengsek ini lenyap," ucap Rian.


Nicho membelalakan matanya, dengan pelan dia mendorong Ganesa untuk minggir. Dia menyerang Rian yang siap memukulnya.


"Cihhh, kau terlalu sombong Tuan!" sentak Rian.


Rian tampak mengepalkan tangan, menarik kerah baju Nicho dan memberikan satu pukulan di pipi Nicho. Nicho tak tinggal Diam, dia membalas Rian dengan pukulan yang bertubi.


"Okey Nicho kita nikmati siang ini dengan indah," ucap Rian sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


Rian memberikan beberapa pukulan dan tendangan yang berhasil di tepis oleh Nicho. Perkelahian mereka begitu tegang.


Ganesa tak bisa diam saja, keduanya bisa mati kalau begini. Tak ada satupun orang ada di taman saat hujan mengguyur. Apa yang harus dia lakukan?


Keduanya masih tampak emosi dan masih saja saling menyerang. Ganesa mengambil tindakan, dia mengambil satu gerakan kaki menyerang Nicho dan juga Rian. Ganesa menendang dada Nicho dan juga Rian sehingga keduanya mundur dan saling berjauhan.

__ADS_1


"Rian, Nicho, Hentikan!" sentak Ganesa.


Mereka tampak terdiam. Keduanya saling menatap tajam. Ganesa merasakan sesak dalam benaknya, air mata mengalir deras dari matanya. Dia menatap Nicho dan Rian bergantian, saat ini dirinya berada diantara dua lelaki yang sangat berpengaruh pada perasaanya.


Nicho mencoba meredam amarah dan menatap ke arah Ganesa yang menangis. Begitu juga dengan Rian.


"Jangan menangis, Hooney. Aku akan baik-baik saja,"ucap keduanya bersamaan.


Nicho dan Rian saling menatap tajam. Sorot mata mereka saling menyerang saat apa yang dikeluarkan sama persis.


"Hooney, sebaiknya kita pulang," ucap Nicho.


"Hooney, tetaplah bersamaku!" ucap Rian bersamaan dengan ucapan Nicho. Keduanya saling melirik dengan tatapan tajam, seakan mempunyai hak kepemilikan atas Ganesa.


Ganesa menatap tajam ke arah Rian. Mereka saling berpandangan. Sorot mata teduh tercipta diantara keduanya.


Nicho menunduk mendengarkan apa yang akan mereka bicarakan meskipun hatinya seakan tercabik melihatnya.


"Hentikan omong kosongmu, kita sudah selesai, aku sudah tidak lagi mencintaimu," ucap Ganesa. Air matanya masih saja mengalir, ini adalah pertemuan setelah setelah hari itu terjadi. Ini sangat menyakitkan bagi Ganesa. Dia masih sangat mencintai Rian. Bahkan tatapan matanya tak bisa berbohong.


"Jangan membohongiku, bahkan hatiku tidak bisa untuk kamu tipu. Aku tau kamu masih mencintaiku Ganesa kekasihku," ucap Rian dengan lembut. Dia mendekat dan memegang pipi Ganesa.


"Tolong mengertilah, aku melakukan ini karna besarnya cinta padamu, biarkan aku menghabisi lelaki yang menjadi penghalang cinta kita bersatu," ucap Rian. Ganesa memejamkan matanya.


Ucapan Rian bagaikan petir yang menyambar hati Nicho. Nicho memandang sorot mata Ganesa dan Rian yang memang menyiratkan cinta yang mendalam. Nicho menggeratkan giginya, mengepalkan tangannya. Kenapa dia tak sanggup menerima kenyataan ini? Ganesa memang menolak, tapi jelas sekali cintanya untuk Rian begitu besar.


Hati Ganesa seakan hancur untuk kesekian kalinya mendengar ucapan Rian.


Nicho juga menghela nafas panjang hatinya sakit mendengar ucapan orang lain yang mencintai istrinya. Nicho memejamkan matanya, perih, sakit. Apa yang harus dia lakukan? Haruskah dia menyerahkan Ganesa dan harus berkali-kali jatuh dalam sebuah kekecewaan setelah kecewa dengan Micela dan juga Maura?

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2