Terjebak Malam Yang Salah

Terjebak Malam Yang Salah
TMYS. Tak terduga


__ADS_3

Ganesa merasakan perutnya sangat sakit, bahkan dia merasakan sesuatu mengalir dari Mrs V nya. Ganesa meringis kesakitan.


"Onty sakit?" tanya anak kecil itu. Ganesa diam, bahkan untuk menjawab diapun tak sanggup.


"Tidak," jawabnya dengan menahan sakit yang mendera.


Anak kecil itu tampak bingung dan ingin berbuat sesuatu. Akan tetapi, saat itu beberapa orang mendekat. Anak kecil itu membelalakan matanya.


Ganesa yang tak sanggup bergerak hanya diam, hingga pada saatnya Rangga datang dan menyerang.


Sedangkan Nicho yang mendapati Ganesa sangat pucat, kini segera mendekat dan meminta balita lima tahun itu untuk turun dari gendongan Ganesa.


"Turunlah, lihat onty kesakitan," ucap Nicho dan diangguki oleh balita itu.


Tak lama dari itu, Rangga yang posisinya diambil oleh anak buahnya, kini mendekat dan segera menggendong balita kecil itu.


Nicho menyambar tubuh Ganesa, kekhawatiran berlanjut saat dia menyadari cairan merah kini ada di lengannya.


"Nes, apa yang terjadi?" lirihnya.


"Rangga, amankan dia. Aku harus pergi sekarang," ucap Nicho. Tanpa pikir panjang Nicho melompat, dia harus segera mencari pertolongan untuk Ganesa.


"Bertahanlah Darling," refleknya.

__ADS_1


Dengan mengendarai mobil yang dibawa oleh Rangga, Nicho membawa Ganesa menuju ke klinik yang tak jauh dari tempatnya berada.


"Nes, Darling apa yang terjadi?" tanyanya pada Ganesa yang jelas jelas memejamkan mata. Nicho mempercepat laju mobilnya dan sampailah dia di klinik rawat inap.


Beberapa petugas medis mendekat dan membawa brankar saat Nicho memanggilnya. Beberapa perawat tampak membawa beberpa alat pertolongan pertama dan melarikan Ganesa ke ruang pemeriksaan.


Nicho mondar mandir saat Ganesa dalam pemeriksaan. Apa yang terjadi pada istrinya itu? Hingga pada saatnya dokter memanggilnya untuk masuk. Dan disitu dilihatnya Ganesa sudah sadar.


"Kau baik-baik saja?" tanya Nicho.


"Aku baik baik saja, kau terlalu berlebihan membawaku ke sini," ucapnya.


Dokter tersenyum saat melihat interaksi sepasang suami istri di depannya.


"Mari silahkan duduk," ucap dokter Arina. Nicho segera duduk, sedangkan Ganesa tetap berbaring di ranjangnya.


"Apa yang terjadi padanya Dok?" tanya Nicho. Dokter tampak menautkan alisnya.


"Maksud saya apa yang terjadi pada istri saya?" tanya Nicho.


Ganesa tampak menatap ke arah Dokter Arina, dia juga ingin tau apa yang terjadi hingga perutnya sangat sakit sekali?


"Jadi Nyonya Ganesa mengalami gagal hamil," ucap Dokter Arina.

__ADS_1


Ganesa tampak tertegun, sedangkan Nicho tampak terkejut. Keduanya saling berpandangan. Tiba tiba saja dadanya sesak. Gagal hamil? Bagaimana bisa? Kenapa dia tak pernah memikirkan hal itu sebelumnya? Kenapa hal tak terduga ini terjadi?


"Apa Istri saya hamil sebelumnya?" sahut Nicho tanpa malu. Dia sangat mengharapkan kehamilan Ganesa, lalu bagaimana bisa semua ini terjadi?


"Masih proses, tapi ditengah proses itu tidak terjadi pembuahan dengan baik, anggap saja itu belum rezeki kalian sehingga terjadi kegagalan. Jadi saya harapkan kalian kembali melakukannya dikemudian hari. Yang kalian harus lakukan adalah menjaga kesehatan agar siap mental, siap badan," ucap Dokter Arina.


"Lalu apa istri saya perlu dirawat?" tanya Nicho.


"Tidak, saya pikir Nona Ganesa sangat kuat. Dia tidak memerlukan perawatan, hanya saja akan saya berikan sedikit resep vitamin untuknya," ucap Dokter Arina sambil tersenyum.


"Dan setelah selesai masa haid yang akan datang, Tuan Nicho bisa mencobanya lagi," ucap Dokter Arina lagi. Beliau memberikan vitamin pada Nicho.


Nicho mengambil vitamin itu kemudian menatap ke arah Ganesa yang tampak diam saja.


"Kalau begitu kami permisi Dok, terimakasih," ucap Nicho.


Dokter Arina tersenyum, Ganesa tampak beranjak dari brankar dan segera berdiri.


"Lekas membaik Nona Ganesa," ucap Dokter Arina.


Ganesa dan Nicho mengangguk dan segera keluar dari ruangan itu. Tak ada percakapan antara keduanya, mereka tampak diam dan canggung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2