TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
RAHASIA KEHILANGAN RANTI


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹🌹...


...🍃1 minggu kemudian🍃...


⏳Singapura, 06.30⏳


Menyibakkan selimutnya. seorang gadis tersenyum dalam kehidupannya yang sekarang.


Di sebuah apartemen yang mewah dan berbagai fasilitas yang didapatkan nya tak luput dari usaha dan kerja keras nya sendiri.


Berdiri di balkon.


Menikmati udara pagi dari lantai 12 selalu membuatnya Fresh. meski merindukan sosok sahabat yang begitu hangat.


"Key.. Cesi ... Frans Miss youuuu!"Ranti berteriak sekerasnya.


Drrrrrttttttt~


Drrrrrrttttttt~


Drrrrrtttttttttt~


Dering handphone menyadarkan lamunan Ranti.


"Hallo Yah"


"......"


"Kakak mau ke sini?! Ngapain ke apartemen aku sih?! kenapa ngak ke apartemen dia aja??!" Ujar Ranti lesu.


"....."


"Iya deh iya, berapa hari emang?!!"


"...."


"Okey deh Ranti mau pergi sekolah dulu." memutuskan telfon. Ranti bersiap-siap tuk ke sekolah.


⏳20 menit⏳


Keluar dari apartemennya. Ranti tersenyum kecut. mengingat dirinya bukan lagi gadis perawan. bahkan dirinya sudah kotor sebelum menikah. Ranti takut sekali membayangkan siapa yang akan mau dengan nya jika sudah tak perawan.


"Semoga menjadi hari yang menyenangkan!!" ucapnya sambil mengayuh sepedanya. Ranti tampak bahagia sekali menuju sekolah nya. Memasuki kelas dan menunggu guru adalah rutinitas yang terus dilakukan Ranti beberapa hari ini. Bukannya tak mau berteman, hanya saja Ranti lebih memilih untuk menyendiri. Lebih fokus pada beasiswa dan semua fasilitas yang di dapatkan nya.

__ADS_1


"Hy semua, perkenalkan ibu membawa siswa baru lagi. " (Dalam bahasa nasional Singapura) Suara sapaan guru mengalihkan pandangan Ranti dari bukunya. Ranti dengan refleks langsung berdiri dan menunjuk siswa baru yang berada di samping gurunya itu.


"Lo kok bisa disini ha?!" Ranti sangat kaget.


Seisi kelas lansung memperhatikan gelagat Ranti. meski tidak mengerti karena Ranti menggunakan bahasa indonesia.


"Ranti turunkan tangan kamu, harap sopan!!" (Dalam bahasa nasional Singapura). Bukannya duduk, Ranti malah keluar dari kelasnya dengan membawa tas. Angga tidak tinggal diam, ia mengejar Ranti dan tanpa mendengar panggilan dari gurunya.


"Gw ke sini buat ngilangin bayang-bayang dia!! buat jauhkan dia!! tapi kenapa dia ngikutin gw!!" gerutu Ranti berjalan cepat menuju parkiran sepeda. Ia berharap hari ini hanya mimpi, Ranti sungguh berharap dalam hatinya.


"Berhenti Ranti!! aku mau meminta maaf!!" Angga yang Ngos-ngosan mengejar Ranti.


"Lo mau minta maaf apa lagi ha?!!! Malam itu cuman kesalahan aja!! gw tau lo lagi ada masalah jadi ngak usah minta maaf!! jangan ikutin gw lagi!!" Angga malah menggeleng-geleng.


"Gak, ini gak benar Ran, gw bakalan tanggung jawab!!" Ranti malah meringis merasakan perih ditangan nya.


"Lepasin gw, lagian ngak bakalan mengubah keadaan. malam itu gw cuman berniat bantuin loh!! ngak lebih kok!!" Ujar Ranti meninggal Angga yang masih tertegun.


'Ini ngak benar. Gw takut lo nyesal Ran!!' Angga membayangkan kembali malam kelam yang Ia lewati saat itu bersama Ranti. Angga hanya takut akan masa depan Ranti yang sudah direbutnya.


"Hallo, tolong cari tau tempat tinggal Ranti. sekarang juga, saya tunggu informasinya !!" dengan begitu emosi Angga menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi Ranti.


🍃Disisi lain🍃


"kapan lo datang kak?" ketusnya.


"beberapa jam yang lalu. lo enak ya tinggal dengan fasilitas kayak gini!!" disilangi hisapan rokoknya. Ranti hanya tersenyum mendapati kakaknya yang candu akan rokok. Sebenarnya Vara Chen adalah Kakak Ranti. begitu pun dengan wali kelasnya Tika Chen.


Hanya saja Ranti yang merasa selalu dipilih kasihkan oleh sang Ayah. memutuskan keluar dari rumah. Hidup mandiri tanpa bantuan sedikit pun dari Ayahnya.


"Kenapa lo ngak diapartemen Ayah aja??" ujar Rasti sambil menghidupkan kipas angin. Agar asap rokok tidak memasuki ruangan apartemen nya.


"Gw mau tinggal dulu sama lo adik kecil. udah lama semenjak lo ngak dirumah gw sendiri aja. Ayah dan kak Tika sibuk sendiri!!" Vara membuang putung rokoknya dan seketika memeluk Ranti. Ranti merasakan gejolak pada perutnya tiba-tiba. Aroma rokoknya yang sangat pekat membuatnya refleks muntah dihadapan Vara.


"Lo apa-apaan sih?" Ranti tidak tau harus menjawab apa.


Dirinya pun tidak mengerti dengan hal yang terjadi. selama ini Ia sudah biasa bila berada didekat orang merokok. Apalagi Vara, dipecandu rokok.


"Sorry perut gw ngak enak menghirup aroma rokok lo!" Ranti merasakan tubuhnya begitu pusing. Sudah tak berdaya untuk berdiri. alhasil dirinya ambruk begitu saja ke lantai.


Vara yang panik lansung membuka pintu apartemen dan mencari orang disekitarnya. kebetulan sekali, ada satu lelaki yang ditangkapnya tengah memakai jaket hitam dan topi yang digunakannya terkesan misterius.


"Mas tolong saya!! adik saya. pingsan didalam!!" (Dalam bahasa nasional Singapura)

__ADS_1


Angga yang datang untuk mencari Ranti pun malah dilibatkan dalam situasi seperti ini. Tanpa rasa takut sedikit pun Vara menarik tangan Angga memasuki apartemennya.


Angga menghirup aroma apartemen yang mewah ini begitu pekat akan rokok. Dan Ia menyadari jika yang tergeletak dilantai itu adalah orang yang sedari tadi dicarinya.


Refleks Angga pun berlari kearah Ranti. Vara yang panik kian kebingungan dibuatnya.


"Ranti lo kenapa??" paniknya menepuk-nepuk pipi Ranti dengan lembut.


"lo kenal adik gw?? lo orang indonesia??" beo Vara terkejut. Tanpa menjawabnya. Angga menggendong Ranti ala bridal style. Angga membawa Ranti menuju rumah sakit terdekat.


"Eh lo mau bawa adik gw kemana??" ujar Vara.


"Urusin apartemen nya yang beraroma tak sedap ini!! gw bawa Ranti ke rumah sakit!!" ketusnya berlalu pergi. Vara hanya. mengangguk dan memanggil Cleaning Servis untuk membersihkan apartemen Ranti.


"Cowok tadi siapa ya?? dilihat-lihat tajir juga! kalau gw dapatin hati nya bisa menang banyak gw!!" Vara menyusun siasatnya.


🏨Dirumah sakit🏨


Ranti sudah diperiksa dokter. Angga sedari tadi sudah panik melihat wajah pucat Ranti yang tak bergeming sedikitpun.


"Keluarga pasien?" tanya seorang dokter keluar kamar inap Ranti. (Dalam bahasa nasional Singapura)


"Saya suami nya Dok!" ngasal Angga. (Dalam bahasa nasional Singapura)


"Berarti anda Ayah dari janin diperutnya?" mendengarkan itu membuat hati Angga campur aduk.(Dalam bahasa nasional Singapura)


Dirinya merasa sangat bahagia akan menjadi seorang Ayah. Saat mendengar kehamilan Key, Angga selalu berfikir dirinya akan menjadi seorang Ayah juga.


"Janin?" tanyanya sekali lagi. seakan ragu akan ucapan Dokter. (Dalam bahasa nasional Singapura)


"Iya tuan, istri anda tengah mengandung kurang lebih 4 minggu!" (Dalam bahasa nasional Singapura) "Namun, kandungan nya begitu lemah saat ini. akibat menghirup nikotin terlalu banyak!!" ujar Dokter membuat Angga refleks mengingat kejadian tadi.(Dalam bahasa nasional Singapura)


"Tolong berikan obat terbaik bagi istri dan calon anak saya dok!!" Penuh kekhawatiran. Dokter mengangguk dan berlalu pergi. (Dalam bahasa nasional Singapura)


'Apa Ranti merokok? aku tidak akan membiarkan kebiasaan buruknya ini!! bisa-bisa berbahaya bagi anak kami!!' gumamnya memikirkan Ranti yang tengah mengandung. Angga langsung berinisiatif.


'Hallo yah!!' ketusnya pada orang seberang.


'Iya ada apa nak??' suara parau penelpon diseberang pun terdengar lembut.


'Angga mau nikah seminggu lagi! 8 bulan kedepannya cucu Ayah bakalan lahir!!' ujar Angga tanpa malu. lalu mematikan sambungan telfon.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2