
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Tukkkk~ Tukkkkk... Weni mengetuk pintu kamar Key.
"Ada apa bun?!" meski tersenyum. namun masih terlihat jelas bekas air mata di pipinya.
"Ini surat cerai yang kamu minta kemaren Key." Weni menyerahkan surat itu pada Key.
'Semoga Key mengikuti kata hatinya. aku hanya ingin yang terbaik untuk nya!' harap Weni. Dengan senyum palsunya. Key menerima surat itu dengan membisu. Tanpa berkata sedikit pun. Weni memutuskan untuk meninggalkan Key di dalam kamarnya sendiri karena Melihat Key yang terfokus pada kertas putih ditangannya.
'Apakah aku benar-benar akan menandatangani ini? apakah aku siap memisahkan anak dengan ayahnya? apakah kak Dev tidak mencari keberadaan ku?! aku merindukan nya. hikkkksss...' Key kembali terisak saat mencari pulpen untuk menandatangani surat itu.
🛋Ruang Tamu Benvrant🛋
Devan, Kiki serta Rafi telah sampai beberapa menit yang lalu.
"Rafi dimana Key ?" Devan sudah tidak sabar untuk melihat sang istri.
"Baru aja sebulan ditinggal udah kayak mayat hidup lo! bayangin deh kalau ditinggal beneran!Hahaha..." tawa Kiki meledek Devan.
"Apaan sih lo, gue serius nih!" pukul Devan pada lengan Kiki.
"Kalian sudah datang!" sambut Weni dengan senyum ramah.
"Tante, Key mana? aku mau ketemu dia! Tante ngak bisa pisahkan Key dari aku! Key itu istri aku!" tutur Devan tegas dan serius.
"Tenang saja, Om ngak bakalan pisahkan kamu sama Key!!" bukannya Weni yang menjawab, tapi Ben dari arah dapur menghampiri mereka.
"Serius om, tapi yang aku tandatangani waktu itu?!" bingung Devan.
"Ya kalau kamu ngak mau sama Key lagi. Om bisa cariin suami buat Key!!" ucap Ben dengan santai..
"Ehh jangan Om, aku mah cuman mau sama Key aja!!" mohon Devan. Weni menatap Ben kemudian mereka tertawa terbahak-bahak. Devan, Kiki serta Rafi pun malah bingung dibuatnya.
"Ayah sama bunda kenapa sih?!" bingung Rafi.
"Key ada dikamar, temui aja. lagian Key juga sayang banget sama kamu Dev. sampai-sampai tiap malam nangis terus!" ujar Weni memberi lampu hijau. Devan sangat bahagia.
"Ayah Bunda..!!" teriak Rafa dari arah kamar Key. Semuanya sangat panik mendengar teriakan Rafa.
"Lo kenapa Rafa?!" tanya Rafi, semuanya melangkah kearah Kamar Key.
"Kak Key pingsan!!" mendengar itu Devan sangat khawatir dan melangkah mendahului semuanya. Dikamar, Key pingsan di atas pangkuan Rafa.
"Key, Key!" Devan mengambil alih Key kedalam peluknya. Air matanya sudah tidak tertahankan. Ntah Ia akan menangis atau bahagia.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Rafa?!" tanya Weni.
"Kak Key bercerita bahwa Ia merindukan kak Dev bun, mungkin karena terlalu emosi saat menangis. Ia pingsan,untung saja aku menyambutnya dan tidak terjatuh kelantai!!" penjelasan Rafa membuat Ben merasa bersalah telah memisahkan Key dan Dev.
"Dev, angkat Key ke kasurnya, sebentar lagi dokter pribadi akan datang!!" titah Ben diangguki oleh Devan.
⏳30 menit berlalu⏳
Devan sangat khawatir melihat wajah Key yang begitu pucat. Dokter pun sampai dan memeriksa keadaan Key.
"Bagaimana keadaan Key dokter?!" tanya Ben.
"Tidak apa-apa. Key hanya sedikit stres mungkin pola makan nya juga tidak teratur! saya sudah menuliskan resep obat dan vitamin untuk dan sang janin pergilah tebus ke apotik terdekat. sebentar lagi Ia pasti akan sadar!!" Dokter pun berlalu dihadapan semuanya. Devan berusaha mencerna ucapan dokter.
"Maksud dokter itu apa Om, tante?!" tanya Devan.
"Salah satu dari anak kalian masih bisa diselamatkan Dev. maaf Om udah sembunyikan ini sama kamu!!" Devan merasa kekecewaan pada dirinya kemaren sedikit menghilang.
'Terima kasih tuhan, engkau memberi kesempatan kedua untuk tanggung jawab sebagai suami dan ayah bagiku!! aku tidak akan menyia-nyiakannya!!' Devan tak kuasa menahan air matanya.
"Maaf tuan, ada yang menerobos masuk kedalam rumah!!" salah satu pengawal rumah Benvrant memberikan informasi yang membuat seisi kamar Key kaget.
"Siapa lagi?!" Ben sangat emosi dengan orang yang tidak tau tata krama seperti itu. Semuanya keluar dari kamar, menyisakan Devan dan Key yang masih pingsan.
Ben sangat kaget mendapati Arga dan Rendra di sana.
'Mengapa mereka bisa tau keberadaan rumah ini?!' bingung Ben. Arga menatap Ben yang melangkah kearahnya.
"Ben, saya minta maaf atas hinaan saya waktu itu!!" tutur Arga memohon.
"Iya Ben, gue juga minta maaf udah nyulik Key dari kehidupan kalian!!" Rendra pun ikut-ikutan menyesali perbuatannya. Ben masih sedikit emosi, ingin sekali dirinya memukul Arga dan Rendra saat ini. Tapi dirinya sadar, seharusnya hinaan yang dilakukan Arga menjadi motivasi baginya. namun Ia malah membalas dendam dan menyabotase kecelakaan Rasti.
Ben duduk di sofa dengan wajah serius. Weni datang dan memegang bahu Ben.
"Kami sudah memaafkan kesalahan kalian, lagian kalian juga merawat Key tumbuh menjadi gadis yang baik!" Weni tersenyum ramah menyambut Arga dan Rendra.
"Mbok, tolong buatkan minum untuk tamu-tamu kita!!" teriak Weni pada salah satu pelayan nya.
"Terimakasih Weni, kamu memang baik!!" ujar Arga haru.
"Apa tujuan kalian datang kesini!" Ben masih dengan wajah seriusnya.
"Kami hanya ingin berdamai Ben!! saya mohon jangan pisahkan Key dan Devan!! mereka bersatu juga karena kesalahan saya, saya tidak mau lagi Key tersiksa!" ucap Rendra tulus.
"Papi!" Key datang dan lansung memeluk Rendra, semuanya kaget mendapati Key sudah kembali sadar.
__ADS_1
"Key rindu banget sama Papi!" Rendra pun memeluk Key dengan sangat hangat. meski Key bukan darah dagingnya, Rendra tetap menyayangi Key melebihi dirinya sendiri.
"Papi juga Key, maafin Papi ya Key!!" Rendra tak kuasa menahan harunya.
"Key udah maafin Papi kok, Key sayang sama Papi. Mas Devan udah cerita semuanya nya" Key kembali teringat akan kejadian beberapa menit lalu.
🔄FLASHBACK ON🔄
Devan menatap Key tanpa teralihkan sama sekali.
'Aku merindukan Key, ntah mengapa jika tidak bersamanya hari-hari ku tidak menyenangkan!! aku merasa tidak bersemangat!!' pikirnya sambil mengelus lembut setiap inci wajah Key. Devan pun malah senyum-senyum sendiri. membayangkan kehidupannya yang begitu rumit dicerna. Key dulu adalah ponakan yang sangat menyebalkan sekarang berganti menjadi istri yang sangat ia cintai.
'Kuasa tuhan tidak ada yang tahu, aku tidak pernah menyangka akan menikah dengan ponakan ku sendiri!!! hahaha...' pikirnya dalam haru. Key merasa risih dengan pergerakan tangan diwajahnya. Membuka mata, Ia sungguh tidak percaya bahwa Devan tengah tersenyum menatapnya. Tanpa sadar, Key lansung memeluk Devan dengan hangat, Ia meluapkan semua rasa rindunya pada sang suami. Devan sangat kaget mendapati Key yang tiba-tiba memeluknya erat.
"Kamu sudah siuman, ada yang sakit?" ucapan Devan membuat Key tersadar dan menggeleng.
"Kenapa baru datang ha?! untung Rafa berhentiin Key buat tanda tangan itu!!" tunjuk nya pada surat cerai yang terletak di atas nakas.
"Kan kamunya ngilang dari rumah sakit. Ayah kamu sembunyiin lokasi rumah ini juga!!" ujar Devan.
"Tapikan bisa usaha gitu!!" Devan sangat gemas saat Key merajuk.
"Kan udah disini sayang!" menekankan kata sayang membuat Key tersipu malu.
"Key ada hal yang mau aku ceritain." Devan merasa Key harus tau semua yang ia ketahui. Devan tidak mau lagi Key merasa dibohongi. Menerima anggukan Key,Devan menceritakan semuanya. mulai dari Rendra yang menyabotase pernikahan mereka sampai Devan mengetahui sebenarnya tentang jati diri Key. Devan juga menceritakan keadaan Rasti saat ini yang terbujur koma di rumah sakit. Air mata Key sudah tak tertahankan. meski sakit, tapi Ia malah bersyukur. kesalahan yang dilakukan Rendra tidak semuanya merusak kehidupan Key. Contohnya saja saat ini Key sangat bahagia bisa mendapatkan suami impiannya. Serta menjadi istri bagi paman nya sendiri.
"Udah dong nangisnya." ujar Devan sambil menghapus jejak air mata di pipi Key.
"Ayuk keluar!" ajak Key.
"Tapi kamu kan masih lemas." ucap Devan dengan kekhawatiran.
"Kan udah ada Mas Dev, jadi aku udah semangat lagi. Ayuk...!" membuat Devan memutuskan untuk mengikuti permintaan Key.
🔄FLASHBACK OFF🔄
Melihat Key yang sangat bahagia membuat hati Ben luruh begitu saja, seakan emosi dalam dirinya hilang begitu saja.
"Maafkan kami juga yang sudah menyabotase kecelakaan Rasti. sehingga membuat anak kalian meninggal!" tutur Ben dengan tulus. Rendra dan Arga mengangguk dengan senyum haru.
"Kita sekarang adalah keluarga. Yeai.. Key punya dua keluarga yeaai...!!" semua orang yang di sana ikut tersenyum haru melihat Key tersenyum riang.
'Aku sangat bahagia melihat kamu tersenyum. cinta yang sudah lama ku pendam dari kecil akhirnya berbuah manis. semoga keluarga kita kedepannya selalu bahagia. aku sangat mencintaimu Keyna'd Arga.' ucap Devan penuh harap dalam hatinya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1