TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
PERJANJIAN BEN DAN DEV


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹🌹...


Keluarga Benvrant dan Arga sampai di rumah sakit. Key sudah ditangani di ruang IGD, seluruh baju Devan sudah berlumur darah.


"Yang kuat ya kak, Rafa dan Rafi yakin kak Key baik-baik aja!" tutur Rafi dengan lembut meski ia juga begitu khawatir saat ini, Devan pun terduduk, pikiran buruk memenuhi akal nya.


'Akankah Key baik-baik saja? akan kah Key selamat? Bagaimana kondisi bayi kami didalam perutnya?' kekhwatiran Devan.


Rasti sangat panik saat mendapati Devan terduduk lesu didepan IGD. "Dev, Key bagaimana?" paniknya. Bukannya menjawab, Devan malah semakin menunduk.


Dokter keluar IGD dengan wajah yang serius.


"Siapa disini suaminya pasien?" tanya dokter.


"Saya dok." lesu Devan.


"Keadaan istri dan bayi anda tengah diujung maut, racun yang diminumnya telah membuat bayi kalian melemah, tapi kami akan berusaha semaksimal mungkin." tutur dokter membuat semuanya terdiam.


'Racun, apa Key meminum racun?' bingung Devan.


"Tidak, tolong selamat kan anak dan istri saya dok!" tulus Devan. Semua keluarga Arga menangis tidak tau berucap apa.


"Pendarahan itu membuat pasien banyak kehilangan darah! kantong darah di rumah sakit ini sedang kehabisan. ditambah lagi darah pasien adalah darah yang termasuk langkah. sekarang hanya kedua orangtuanya saja yang bisa menyelamatkannya!" ungkapan dokter membuat Rasti pingsan dan untung saja bisa ditangani para dokter. Rendra juga sudah kehabisan akal, Mereka semua tau, jika kedua orang tua Key bukan Rendra dan Rasti. Melainkan Ben dan Weni. Mendengar darah langkah membuat Ben semakin yakin Key adalah anak mereka, sudah bertahun-tahun penyelidikkan, bukti yang didapatkan selalu mengarah pada keluarga Arga. Hanya saja Ben tidak mau merusak persahabatan antara keluarga Benvrant dan Arga.


"Apakah boleh saya bertanya dok, darah Key golongan apa?!" kepanikan Rendra semakin menjadi saat Ben bertanya pada dokter.


"Golongan darah Rh-null. hanya beberapa orang di dunia ini yang memiliki darah seperti itu!! sayangnya, orang dengan golongan darah Rh-null hanya bisa menerima transfusi darah dari jenis golongan darah yang sama!!" senyum Ben bercampur dengan haru. Karena darah Weni dan dirinya juga bergolongan Rh-null. sedangkan Ia tau pasti bahwa golongan darah Rendra adalah B.


"Saya bisa mendonorkan darah saya dok!" ujar Ben penuh haru.


"Baik pak, silahkan kita check kondisi bapak dulu!! dan bagi anda suaminya, saya akan berusaha menyelamatkan anak serta istri anda!" Dokter pun berlalu dihadapan semuanya.

__ADS_1


"Kita selesaikan ini sekarang Rendra!!" tanpa aba-aba Ben memberi sebuah bogeman pada Rendra. Semuanya panik.


"Apa-apaan ini Ben?!" Valisya tak kalah panik melihat Rendra tersungkur. Untung Rasti sudah ditangani dokter, kalau tidak bisa menjadi parah sakitnya jika menyaksikan semua ini.


"Keluarga Arga menculik anak saya!!" tajam Ben yang tengah ditenangkan Rafa dan Rafi.


"Maksud mas apa?!" tanya Weni dengan haru.


"Iya Wen, Key adalah anak kita!! mereka menyabotase kematian anak kita!! buktinya Key memiliki golongan darah yang sama dengan kita!!" penjelasan Ben membuat semua keluarga Arga bungkam.


"Saya akan melaporkan kalian ke pihak berwajib!!" tunjuk Weni.


"Stop!! Dev mohon hentikan semua ini!! Sekarang kita mikirin keadaan Key dulu!" teriakkan Devan membuat semuanya kembali panik akan Key.


"Saya mohon om dan tante mengerti keadaan yang terjadi!! saya mohon kalian mau mendonorkan darah secepat mungkin. karena istri saya dan anak kami tengah berjuang didalam sana!!" tunjuk Devan penuh emosi. Ben pun pergi dari tempat itu tanpa berkata.


Selang beberapa menit, Ben datang dengan menatap serius semua orang yang ada di sana. Ben menyerahkan sebuah kertas yang sudah bermateri diatasnya pada Devan, Devan pun menerima dan membacanya.


Devan mengerutkan dahinya.


"Tanda tangani ini!!" titah Ben membuat Devan menggeleng keras.


"Apa-apaan ini om, saya suami Key! mana mungkin om mau memisahkan saya dan Key?!" Devan begitu frustasi.


"Jika tidak kamu tanda tangani. saya akan melaporkan seluruh keluarga Arga ke pihak berwajib! soal mendonorkan darah saya tidak akan bisa melakukan nya!" penjelasan itu membuat Devan berfikir keras. Meski ia tau Ben hanya tengah mengancamnya saja, ia yakin jika Ben pasti juga takut kehilangan Key.


'Jika aku tidak menandatangani surat ini. Aku akan kehilangan Key selamanya!! aku tidak mau!' pikirnya. "Baiklah aku mau!" dengan berat hati Devan menandatangani surat itu. Ben akhirnya mendonorkan darah untuk Key, operasi yang dilakukan Key berjalan lancar meski suatu hal membuat Devan gagal menjadi seorang suami.


"Anda suami pasien?!" tanya dokter yang baru keluar dari ruang operasi. Dengan lesu Devan mengangguk.


"Maaf kami tidak bisa menyelamatkan bayi kalian, karena racun ditubuh pasien sudah menghentikan detak jantung bayi kalian!" emosi Devan sudah tidak tertahankan. Ia luruh ke lantai dan menangis, airnya matanya tidak bisa lagi dibendung. Hatinya sudah tidak seteguh tadi, kehilangan sang calon bayi adalah hal yang membuat separuh jiwanya pergi.

__ADS_1


"Dokter...." suster terlihat serius dan berbisik kepada dokter. Dokter meninggalkan Devan dengan kesedihannya yang penuh tanda tanya.


"Ada apa suster?!" tanya dokter itu setelah masuk kedalam ruangannya kembali.


"Lihat lah dok, ternyata pasien ini mengandung anak kembar, salah satu dari mereka masih bisa kita selamatkan!!" tutur suster. Dokter pun memeriksa dan mulai melakukan pencegahan secepatnya agar salah satu bayi dari Key tidak ikut terkena racun.


⏳Sejam sudah berlalu⏳


Devan disuruh Ben untuk kembali pulang dengan kembali mengancamnya. tinggal lah keluarga Benvrant menunggu operasi Key selesai. Melihat dokter yang keluar dari ruang operasi. membuat Ben bergegas tuk bertanya.


"Bagaimana keadaan Key dokter?! Apakah keadaan nya parah. bagaimana cucu saya dokter?!" tanya Ben bertubi-tubi.


"Tenang pak, anda siapanya pasien?" ujar dokter.


"Saya ayah kandungnya dokter!!" dokter pun mengangguk.


"Ini mukjizat pak, ternyata pasien mengandung anak kembar. meski salah satu cucu anda tidak bisa kami selamatkan. namun yang satunya lagi masih bisa bertahan dari racun itu!!" penjelasan Dokter membuat keluarga Ben tersenyum haru.


"Tolong rahasiakan ini dari semua orang dokter." dokter pun mengangguk dan berlalu dari hadapan keluarga Benvrant.


"Mengapa harus dirahasiakan yah?!" tanya Rafi.


"Karena keluarga Arga akan tahu, mereka pasti tidak akan mengambil kepemilikan harta Benvrant!" Rafi dan Rafa pun hanya bisa terdiam. mereka yang masih remaja tidak tahu menahu tentang kepemilikan harta yang ucapakan sang Ayah.


"Akankah kita harus berbuat sesuatu mas. Weni takut Key kembali diculik dari pangkuan kita. 18 tahun sudah aku dipisahkan dari anak gadisku mas!" Weni menangis penuh kekhawatiran didalam pelukan Ben.


Berfikir sejenak.


"Aku telah memikirkan hal yang seharusnya kita lakukan Wen. kita akan membawa Key ke desa yang terpencil. agar Devan tidak bisa melacak keberadaan Key dan calon cucu kita!" penjelasan Benvrant membuat Rafi berfikir keras. Meski dirinya masih remaja. tapi Ia tau pasti yang dilakukan Ayah dan Bundanya adalah suatu kesalahan.


'Aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi. ini akan lebih membuat kehidupan kak Key hancur!' pikir Rafi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2