
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Key terus saja mendekatkan wajah nya pada Devan. Devan sudah salah tingkah menahan deru nafas Key menyentuh kulitnya.
"Kak Dev baunya asem! pasti tadi sore ngak mandi lagi kan? ayo ngaku!!" tawa Key setelah mengerjai suaminya.
"Siapa bilang aku ngak mandi, aku mandi kok!!" ujar Devan melangkah kedalam kamar mandi. "Mandi pagi maksudnya?" pelannya, namun masih bisa didengar Key. Tawa Key pun seketika pecah. Key tidak lagi menindih Devan, ia pun beralih ke sebelah ranjang. Devan pun yang sudah kebelet pipis langsung berlari ke dalam kamar mandi.
Menunggu Devan didalam kamar mandi, membuat Key merasa ngantuk. Ia tidur meringkuk tanpa menunggu Devan. Membuka pintu kamar mandi. Devan malah tersenyum melihat lucunya Key meringkuk di atas kasur.
'Udah mau punya anak,masih aja kayak anak bayi kamu Key! gemes banget aku lihatnya.' ujar Devan gemas. Menggunakan celana pendeknya tanpa balutan sehelai benang pun menutupi dada bidangnya. Devan memeluk Key dengan sangat hangat. Berusaha mengikuti sang istri ke alam mimpi.
🌞Pagi pun tiba🌞
Tidur Key terusik saat mendengar gerusak gerusuk di sebelahnya.
Membuka matanya.
Key melihat Devan mengemasi barang-barang mereka kedalam koper.
"Pagi bunda!" senyum Devan melihat Key yang meregangkan otot-ototnya.
'Hmmmmm...' Deheman Key membuat Devan gemas.
"Kita jadi pulang sekarang ya??" lesunya. Key masih ingin untuk berlama-lama di Singapura.
"Iya Key, senin besok kan kita UN!!" ujar Devan.
"Tapi ini ngak liburan namanya kak!! Key pengen ke taman merlion kak!!" rajuknya. Devan malah tersenyum melihat gelagat lucu sang istri.
"Cium dulu kalau mau ke sana!" Devan mesum.
"Tapi janji pergi ke sana!!" turun dari ranjang Key cemberut kearah Devan yang mengangguk.
"Iya-iya tapi cium dulu!!" tunjuk Devan pada pipinya. Key pun menurut dan hendak mencium pipi Devan. Dengan gerak cepat Devan menghadap kesamping. Alhasil Key mencium bibir Devan bukan pipinya.
Key melotot dan sangat kaget.
"Kak Dev mesum!" teriaknya lari memasuki kamar mandi.
'Hhhhhh... merona lagi pipinya, suka sekali aku melihat Key seperti ini!' gemas Devan sambil tersenyum puas.
🍃Disisi lain🍃
Ranti terusik saat Angga memeluknya begitu erat.
__ADS_1
'Enngggggghhhh...' Lengguhnya saat melepaskan tangan kekar Angga di atas perut.
"Kemana sih Ran?!" Angga kembali memeluk tubuh Ranti.
"Lo ngapain di sini??" pura-pura tidak tau. Angga baru sadar jika dirinya menyelinap tadi malam.
"Ngak ada, gw ke kamar dulu!" salah tingkah nya berlari keluar kamar. Ranti bersusah payah menahan tawa.
🛌Diluar kamar🛌
Angga melihat Devan menarik koper dari kamarnya.
"Jadi berangkat sekarang Dev?" tanya nya.
"Iya Ngga, senin besok kita kan UN. tapi gue berangkatnya ntar sore! si Key mau ke taman Merlion dulu, kalian berdua mau ikut juga nggak?" tanya Devan tersenyum. Angga hanya menggeleng, mengingat ia tidak mau menganggu dua pasutri itu tengah berlibur.
Seketika ia langsung berlalu pergi memasuki kamarnya. Key keluar dari kamar dengan gaya naturalnya.
"Yeai... pergi liburan juga!!" semangatnya. Devan menggeleng-geleng melihat tingkah keanak-anakkan Key.
"Udah siap?" tanya Devan, yang langsung di angguki oleh Key.
"Ya udah yuk. keburu siang! Ngga gue titip koper sini dulu ya! Sebelum ke bandara kami kesini lagi nanti!" teriak Devan pada Angga yang masih ada di dalam kamarnya.
mendengar suara Devan, Angga kembali keluar kamar dan menganguki ucapan Devan.
'Key nekat banget! Didepan Devan dia berani memeluk-meluk gue.' ketidakpercayaan Angga. Di sebelahnya Devan sudah memerah. Key tidak pernah memujinya ganteng.
"Key tungguin aku!" teriaknya Devan menahan amarah. Angga pun tertawa melihat wajah memerah Devan yang tengah menahan cemburu padanya.
Hhhhhhh...
Hhhhhhhh...
Hhhhhhhhhh...
Tawa Angga membuat Ranti kebingungan. Membuatnya langsung keluar dari kamar.
'Laki gue dah g*la ya? masa ketawa-ketawa sendiri!!' Ranti menggeleng-gelengkan kepalanya. Melihat ekspresi Angga, Ranti pun ikut menahan tawa.
Merasakan seseorang memperhatikannya. Angga lansung terdiam. Ranti pun ikut terdiam.
"Sarapan apa pagi ini?" tanya Angga pada Ranti yang masih menguap.
"Hmmm... Ngga, gue pengen bubur ayam buatan Vara!!" lembut Ranti. Hampir tidak bisa didengar oleh Angga. Tapi masih bisa ia pahami.
__ADS_1
'Ini yang aku tunggu dari kemaren!! akhirnya Ranti juga ngidam!!' Senyum Angga pun mekar. Ia akhirnya merasakan apa yang dialami Devan selama ini.
"Owh bubur!! yuk ke apartemen kamu!!" Angga menarik tangan Ranti. Ranti merasa sangat risih dibuatnya.
Bagaimana tidak, sepanjang lorong apartemen setiap orang yang ditemuinya malah menertawakan Ranti dan Angga.
"Ngga!!" Ranti mengehentikan langkahnya. Angga pun mengerutkan dahi nya.
"Lihat gue! gw cuman pakai baju tidur kayak gini! malu ih di lihatin sama orang!" rajuknya. Angga malah menggeleng-geleng.
"Gak apa-apa!! selagi kamu ngak menyalahi aturan. kenapa harus malu?!!" tanpa aba-aba Angga menggendong Ranti ala bridal style.
"Lepasin Ngga!! lepasin gue!!" rontah Ranti. Tetap saja Angga mengendong nya kearah parkiran.
🏙Ditaman merlion🏙
Tak berapa lama dari apartemen Angga. Key dan Devan akhirnya sampai di taman merlion.
"Huuuuuuufffhhhh... Haaaaaaaa...!" Key menghela nafasnya begitu mendalam. Devan sangat senang melihat senyum manis Key. Tanpa pikir panjang Ia meraih handphone dan mengambil foto Key diam-diam. Key yang merasa diciduk pun ingin meraih handphone Devan.
"Ihhh kak Dev siniin handphone nya. hapus ngak fotonya! masa fotonya pas Key lagi ngengap gitu!!" Key berlari mengejar Devan.
"Wleeeek..." cibirnya berlari dari Key.
Key pun melewati taman. Ia melihat sesuatu yang sangat mengiurkan. Merasa tidak dikejar. Devan pun berhenti. Melihat Key sudah melangkah pada penjual es diseberang jalan. Jalanan tidak ramai. Namun tetap saja Key tidak memperhatikan pengendara yang berlalu lalang. Tanpa disadari mobil mengarah tepat kearah Key.
"Keeeeeeyyyyy!!!" ujar Devan sudah berteriak keras pada Key. Key yang masih terpaku pun kaget melihat mobil melaju kencang dihadapannya.
'Tuhan selamatkan anakku!!' ucapnya dalam hati. Key menutup matanya. Namun tangan nya ditarik keras oleh seseorang dari arah samping. Sampai akhirnya ia terjatuh menindih orang itu.
'Apakah aku sudah mati??!' Tanya Key dalam hatinya. Key mencoba membuka matanya. Key kaget mendapati Rafi yang ditindihnya.
"Sorry-sorry Rafi. makasih banyak ya. udah nolong aku!!" ujar Key. Devan sungguh khawatir. melihat seseorang menarik Key akhirnya Ia sedikit lega.
"Kamu gak apa-apa kan Key? Apa yang sakit sayang??! perut kamu gak apa-apa kan? ngak ada yang luka kan??!" Devan memeluk Key dengan sangat penuh kekhawatiran.
'Kak Dev begitu khawatir. ini kelalaian ku. untung saja aku dan dedek gak apa-apa!!' rasa penuh bersalah dalam diri Key. Key pun menangis dalam peluk Devan. Lelaki yang menolong Key pun tersenyum melihat Key.
'Untung kakak ini gak apa-apa!! saat dia memelukku tadi, ntah mengapa aku merasakan peluk bunda! dan kenapa dia menyebut nama Rafi? apa dia kenal dengan kembaran ku?!' bingung laki-laki tersebut.
Devan baru menyadari jika yang menolong Key adalah Rafi.
"Terimakasih ya Rafi. untung ada kamu!!" ujar Devan penuh haru. Lelaki itu malah menggeleng-geleng.
"Maaf kak! aku tidak kenal kalian?! aku Rafa Benvran, kembaran nya Rafi. kakak orang Indonesia ya?!" pernyataan itu membuat Key dan Devan melongo kaget.
__ADS_1
Mereka sangat tidak tau jika Rafi memiliki kembaran. karena saat mereka ke apartemen tante Weni semalam, tidak ada yang membahas tentang Rafa.
BERSAMBUNG.....