
...🌹🌹🌹🌹🌹...
🔄FLASHBACK ON🔄
Beberapa bulan yang lalu. Cesi sepulang kerja menyempatkan diri untuk ikut bersama para pegawai kantor nya, bersenang-senang disebuah club ternama dikota A. Menangnya sebuah tender membuat pesta ini bermula.
"Ingin meminum apa bos?" ujar seorang wanita yang tidak lain adalah sekretaris nya. Cesi yang haus karena habis berjoget riang pun malah meneguk air yang ada ditangan wanita itu habis-habisan tanpa tau itu minuman apa.
"Astaga bos! ini tuh wine paling bagus, ngak sembarangan orang bisa minum ini. itu pun kalau orang yang awam lansung mabuk!" panik sekretaris Cesi saat itu. Cesi yang pendengaran dan penglihatan nya mulai kurang berfungsi baik pun malah hampir jatuh jika tidak ditahan oleh seorang lelaki bertubuh atletis. Dengan sangat sigap ia menggendong Cesi ala bridal style.
"Maaf tuan, ini bos saya mau dibawa kemana?" ujar wanita itu yang melihat sang lelaki berjalan kearah pintu keluar. Seperkian detik lelaki itu menatap tajam pada sekretaris Cesi.
"Bos mu ini adalah calon istri ku. jadi biarkan aku saja yang membawa nya pulang. kau bersenang-senang saja!!" tuturnya tegas. namun bukan sekretaris Cesi nama nya jika langsung mempercayai seorang lelaki yang baru ia kenal apalagi mengaku sebagai calon suami bosnya sendiri.
"Ah nggak mungkin, saya sekretaris nya bos masa ngak tau bos udah punya calon suami. mana buktinya? atau ngak tuan saya laporin satpam ya. mau bawa lari anak gadis orang aja!" ucapan wanita itu penuh tidak percaya. menurunkan tubuh Cesi disebuah sofa, lelaki itu pun meraih handphone di sakunya. memperlihatkan sebuah foto dimana Cesi dan dirinya tengah ber-selfie mesra.
"Apakah seperti ini belum cukup sekretaris? dan saya perjelas ya, tugas sekretaris adalah mengurus urusan kantor bukan urusan pribadi bosnya!!" tanpa menunggu jawaban sekretaris itu, sang lelaki menggendong Cesi kembali keluar club itu serta melajukan mobilnya ke hotel berbintang lima.
'Apa pun yang terjadi Cesi, kau tetap milikku. aku mencintaimu Cesi!' senyum tipis terbentuk di wajah lelaki itu. melihat ke arah Cesi terkulai lemah duduk disebelah nya.
__ADS_1
⏳Beberapa menit berlalu⏳
Mereka pun sampai ditujuan. Lelaki itu kembali menggendong Cesi kedalam hotel dan memesan sebuah kamar hotel untuk mereka berdua. tidak berapa lama menunggu, Lelaki itupun menidurkan Cesi di atas kasur. saat menyelimuti tubuh Cesi yang terlihat kedinginan, suara lenguhan Cesi malah membuat rasa kejantanan nya sebagai lelaki timbul. rasa ingin memiliki yang kuat pun membuat dirinya tidak terkontrol.
'Sial, kau begitu cantik dan suara mu begitu merdu. sehingga aku tidak bisa merelakan mu untuk orang lain!!' tubuh yang sudah tidak bisa terkontrol pun akhirnya membuat Cesi dan lelaki itu menghabiskan malam panjang mereka dengan keadaan Cesi yang tengah mabuk.
🌄Esok paginya🌄
Lelaki itu terbangun dan mengingat kembali apa yang telah ia perbuat pada Cesi. Dengan sedikit rasa bersalah, lelaki itu malah senang. ia malah merasa beruntung melakukan malam pertama bersama Cesi, gadis yang mengubah hidupnya, gadis yang sangat ia cintai. Sebelum memutuskan untuk pergi dari hotel itu. ia mengelus lembut perut Cesi yang polos tanpa dilapisi sehelai benang pun.
"Semoga kamu berkembang didalam sana junior ku! agar Papa dan mama bisa bersatu!" tak lupa ia mengecup lembut dahi Cesi dan membenarkan selimutnya sampai menutupi leher. Sebuah kertas yang ia tuliskan beberapa kalimat, diletakkannya di atas nakas agar Cesi bisa melihatnya langsung.
⏳Beberapa jam berlalu⏳
Awalnya Cesi mengira ia hanya sedang datang tamu bulanan, dan juga mungkin tadi malam ia terlalu mabuk sehingga sekretaris nya membawa cesi kesini. Meski saat berjalan ke kamar mandi Cesi merasakan sakit di area V nya. Ia pun masih fositif thinking mengira itu hanya karena tamu bulanan. Namun, setelah memakai bajunya kembali, Cesi menemukan sebuah kertas di nakas yang membuat dirinya seolah tertampar kenyataan. pikiran positif nya tadi sudah melayang-layang saat membaca kertas dari Mr.X itu.
Dengan rasa marah, Cesi ingin sekali meminta pertanggungjawaban atas perbuatan Mr.X itu. namun, Kenyataan seolah tidak berpihak pada. setelah mendengar semua cerita kronologi semalam dari sekretaris nya. Cesi malah mengambil opini sendiri, bahwa dirinya yang mabuk dan sudah menggoda lelaki itu.
Meskipun itu, dirinya tetap lah korban disini. Cesi hanya pasrah dan berharap tidak terjadi lagi hal yang tidak diinginkan nya. Cesi baru sadar jika sekarang baru masa suburnya. karena 4 hari yang lalu ia baru selesai tamu bulanan. Ingin sekali membeli pil penunda kehamilan, namun Cesi merasa takut dan mengurungkan niatnya. pikiran di otaknya yang terlalu positif membuat Cesi menyepelekan masalah ini dan lebih memilih menyibukkan dirinya dengan pekerjaan.
__ADS_1
Meski Cesi tidak mengingat sedikitpun wajah Mr.X, namun Cesi tetap berkeinginan untuk bertemu dengan lelaki itu. bukan untuk meminta pertanggungjawaban namun Terima kasih telah membawanya keluar dari club itu. walaupun Cesi kehilangan kehormatan nya, Cesi malah tidak menaruh sedikit pun dendam pada lelaki itu.
🍃Di lain tempat🍃
Tanpa Cesi sadari seorang lelaki terus saja menunggu kabar darinya. setiap saat selalu melirik pada handphone agar tidak terlewatkan jika Cesi menelfon dirinya.
"Bos, lo kok lihat handphone terus dari tadi? udah kayak orang khawatirin istri mau ngelahirin! padahal tadi rapat dengan klien yang paling penting loh bos!" ujar sekretaris Mr.X. Dengan tatapan dingin nya, Mr.X menjawab dengan santai.
"Kalau benar memang nya kenapa?" sekretaris nya pun melongo tidak percaya.
"Waah... serius bos, bos ternyata udah punya istri? terus kenapa di KTP bos masih lajang? oh, saya paham bos menyembunyikan istri bos ya. atau ah, saya sangat paham kalau masalah anak muda!!" tutur nya dengan santai menepuk pundak Mr.X. Mendengar itu Mr.X sedikit kesal.
"Jadi maksud kamu saya menghamili anak gadis orang?" ujarnya kesal, namun sebenarnya yang dikatakan oleh sekretaris itu benar adanya. jika benar Cesi hamil, mangka ia memang telah mengalami anak gadis orang. Melihat wajah kesal milik Mr.X membuat sekretaris nya mulai panik. takut jika dirinya tiba-tiba dipecat karena salah bicara. keringat dingin pun mulai memenuhi wajahnya.
"Saya mohon maaf bos, jika saya salah bicara. maksud saya bukan seperti itu!!" tuturnya penuh kehati-hatian.
"Gaji kamu saya potong 20 persen karena sudah berani menepuk pundak dan membicarakan soal pribadi saya!!" dengan cool nya Mr.X jalan melewati sekretaris tanpa rasa kasihan sedikit pun. Sekretaris itu hanya bisa pasrah, untung masih dipotong gaji kalau dipecat bisa jadi pengangguran dia.
Mr.X pun mendudukkan dirinya di kursi kebesaran. dengan rasa yang sangat merindukan Cesi, Ia terus menerawang langit yang tidak tembus oleh penglihatan biasa. Mr.X menghabiskan beberapa bulan ini dengan menyibukkan dirinya selalu atas pekerjaan kantor yang begitu memusingkannya. Mr.X berusaha mencari tau keadaan Cesi dengan meminta sebuah mata-mata diluaran sana. Ia sangat berharap junior nya berkembang di perut Cesi, sehingga ia bisa bersatu dengan Cesi.
__ADS_1
🔄FLASHBACK OFF🔄
BERSAMBUNG.....