
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Rafi memasuki cafe A dengan sangat lesu. Ntah cara bagaimana lagi Ia akan menghubungi Devan.
'Andai aku punya alamat dan nomor handphone nya kak Dev, pasti kak Key ngak bakalan sedih terus!' harapnya sambil menikmati latte taro yang sangat digemarinya. Rafi duduk disudut ruangan cafe, mengamati pejalan kaki yang mondar-mandir di pinggir jalan. Tanpa sadar Ia mendapati keberadaan Kiki berjalan diluar cafe. Dengan gerak cepat Rafi memberhentikan langkah Kiki.
"Maaf kak, kamu sahabatnya kak Dev kan??!" Rafi teringat saat di acara ulang tahun Key. Kiki begitu akrab dengan semuanya.
"Iya, kamu siapa?" tanya Kiki penasaran.
"Perkenalkan aku Rafi kak, Aku adik kandung dari kak Key!" betapa senang nya Kiki mendengar penjelasan itu.
"Oh ya nama saya Kiki, berarti kamu tau keberadaan Key?" antusias Kiki membuat Rafi tersenyum mengangguk.
"Mari kita cerita didalam aja kak." ujar Rafi begitu sopan. akhirnya Kiki dan Rafi pun bercerita didalam cafe. Mereka memikirkan bagaimana cara untuk menyatukan Key dan Devan kembali tanpa harus bercerai.Bukan hanya Key dan Devan, tapi juga tentang keluarga Arga serta Benvrant.
🍃Disisi lain🍃
Rafa mencoba membujuk kedua orang tua nya agar berdamai dengan keluarga Arga.
"Oh ayolah bun, bukan kah kalian sudah mengetahui kak Key masih hidup. lalu mengapa kalian masih tidak mau berdamai dengan keluarga Arga?!" tutur Rafa membuat Weni menatap malas.
"Kamu harus tau tujuan mereka Rafa. mereka itu jahat, keluarga kita tidak pernah berbuat salah kepada mereka. lalu untuk apa berdamai?!" penjelasan Ben membuat Rafa menggeleng-geleng.
"Tidak Ayah, kalian tidak usah mengelak. aku mendengarkan setiap percakapan kalian malam itu, aku tau pasti, bunda yang sudah menyabotase kecelakaan tante Rasti!!" penegasan Rafa membuat Ben dan Weni melongo kaget.
🔄FLASHBACK ON🔄
Malam itu Rafa merasa sangat haus. melihat gelas di nakas nya sudah kosong, Rafa berniat untuk mengambilnya ke dapur. Namun, saat menuruni tangga langkahnya terhenti mendengar percakapan Weni dan Ben diruang tamu. Dengan akal jahilnya, Rafa meraih handphone untuk bisa merekam pembicaraan yang ia rasa penting.
"Sekarang anak kita sudah kembali mas. aku sungguh bahagia jika sabotase yang kita lakukan waktu itu sangat berhasil membunuh penerus keluarga Arga. meski aku tidak tega membunuh anak sahabatku sendiri, tapi perkataan serta hinaan Arga sudah membuatku begitu sangat sakit hati!" Rafa sangat kaget mendapati ulasan itu.
"Benar kata kamu Wen, aku bahagia Key ada disini. tapi kasihan Ia tidak bahagia bersama kita!!" lesu Ben mendapati kenyataan bahwa Key tidak bahagia bersama mereka.
"Key hanya belum terbiasa mas, mungkin Ia merindukan keluarga Arga serta suaminya Devan!! aku sungguh tidak tegah melihatnya!!" Weni menitikkan air mata.
"Sejujurnya aku juga tidak tega memisahkan Key dan Devan, hanya saja sampai sekarang Devan tidak pernah berusaha mencari Key. mungkin kita harus menguji cintanya pada Key dahulu!!" Ben pun mendekap Weni yang mulai menangis. Rafa pun mengurungkan niat nya untuk mengambil air. Rasa hausnya sudah hilang mendengar kenyataan itu. dirinya kembali kedalam kamar dan merahasiakan semua itu.
__ADS_1
🔄FLASHBACK OFF🔄
Memperagakan handphone nya kepada Weni dan Ben.
"Rafa sudah merekam semua pembicaraan kalian disini! Rafa tau kalian melakukan ini semua karena ingin menghancurkan keluarga Arga. tapi Bun, itu semua sudah berlalu. tolong berdamai lah. ini demi kebahagiaan kak Key!!" ujar Rafa dengan kesal.
"Tetapi Devan tidak mencintai kakakmu Rafa!!" tegas Weni.
"Tidak! tidak akan ada seorang suami yang tidak mencintai istrinya bun dan kak Dev juga berhak tau jika kak Key masih mengandung salah satu bayi mereka!" penegasan Rafa sekali lagi merubah pemikiran Weni dan Ben.
'Benar kata Rafa, tidak seharusnya aku memisahkan seorang istri dari suaminya!! sama saja aku merenggut kebahagiaan mereka.' pikir Ben.
"Rafa mohon, berdamailah demi kebahagiaan kak Key!" Rafa pun berlalu meninggalkan Ben dan Weni.
"Mas..." ucapan Weni menerima anggukan dari Ben.
"Kita sudah melakukan kesalahan lagi! tapi kita juga harus menguji seberapa cinta Devan pada Key. jika Devan berhasil menemukan keberadaan kita. maka aku akan meminta maaf dan berdamai dengan keluarga Arga!!" Weni pun mengguki ucapan Ben yang Ia rasa benar.
🛌Kamar Rafa🛌
Rafa sangat antusias setelah menguping pembicaraan Weni dan Ben selekas Ia pergi. kemudian ia meraih handphone nya.
"Gue di cafe A. emang kenapa?" bingung Rafi diseberang, karena mendengar suara Rafa yang sangat bersemangat.
"Gak kenapa-kenapa. gue cuman mau bilang aja. kalau lo harus bisa cari keberadaan kak Dev secepatnya!! karena tadi gue udah berhasil bujuk bokap nyokap, dan mereka mau berdamai dengan keluarga Arga kalau kak Dev datang mencari kak Key!!" penjelasan Rafa membuat Rafi tersenyum kemenangan. Ia merasa tidak perlu berfikir apapun lagi untuk merencanakan bersatunya Devan dan Key.
"Owh okey. malam ini gue lansung bawa kak Dev ke sana!!" tanpa pamit Rafi mematikan telpon dengan terlalu bersemangat.
'Dasar kembaran ngak ada akhlak. main mati-matiin aja!! bilang makasih atau apa gitu.' gerutu Rafa dalam hatinya.
🚘Di atas mobil🚘
Rafi sangat bahagia sampai senyuman diwajahnya tidak pernah hilang. Ia menceritakan semuanya pada Kiki. sehingga sekarang mereka tengah melaju kearah rumah Devan. beberapa menit perjalanan. Rafi dan Kiki sampai disebuah rumah yang sangat megah. Terlihat beberapa pengawal di dalamnya.
"Ini rumah keluarga Arga?!" pertanyaan Rafi hanya dijawab anggukan oleh Kiki. Karena semua pengawal sudah mengenali Kiki. maka mereka masuk tanpa harus menjelaskan indentitas mereka. Rumah besar itu tampak sangat sepi.
"Mengapa begitu sepi?!" tanya Rafi bingung.
__ADS_1
"Karena cuman Devan yang berada di rumah, semua keluarga yang lain masih di rumah sakit. kak Rasti masih terbujur koma!" ucap Kiki yang melangkah memasuki kamar Key yang notabenya sudah menjadi kamar Devan dan Key.
"Key!" Devan beranjak dari duduknya melihat antusias pada pintu yang terbuka.
"Ini gue!!" ujar Kiki membuat Devan kembali cemberut. Rafi sangat terkejut mendapati bentuk Devan yang sudah seperti mayat hidup.
"Kak Dev kenapa kayak gini?!" tanya Rafi membuat Devan tersadar. 'Rafi?! mengapa ia bisa berada disini?!' bingung Devan
"Dimana istriku Rafi?!" Devan sangat lesu dalam berucap meski suara sedikit meninggi.
"Tenang saja kak, Kak Key baik-baik saja!! sekarang aku akan membawa kakak bertemu dengan kak Key!!" penjelasan Rafi membuat Devan sangat bersemangat.
"Ya udah ayuk!!" ajak Devan lansung bersemangat. Kiki malah menatap malas bentuk dan gaya Devan.
"Lo yakin bakalan berangkat kayak mayat hidup gitu? cuman pakai boxer lagi!" tunjuk Kiki.
"Hehe ya udah gue ganti baju dulu!" Kiki dan Rafi pun berlalu meninggalkan Devan didalam kamar sendiri.
🏥Rumah Sakit🏥
Rasti terbujur koma dengan wajah yang begitu pucat.
"Bagaimana keadaan Rasti?!" tanya Arga yang baru memasuki ruangan VVIP itu.
"Masih belum sadar, bagaimana dengan keberadaan Key. apa sudah ketemu?!" tanya Valisya membuat Arga dan Rendra menggeleng lesu.
"Ini semua salah ku!" ujar Rendra.
"Tidak nak, kamu tidak salah, yang salah adalah Ayah. kalau waktu itu Ayah tidak menghina keluarga Benvrant . mungkin saja anak kalian masih hidup dan Weni tidak mungkin akan setega itu menyabotase kecelakaan Rasti!!" Arga semakin bersalah.
"Sekarang kita harus bagaimana?!" tanya Valisya.
"Mungkin kita harus mencari lagi keberadaan keluarga Benvrant dan memohon maaf!!" tutur Rendra dengan penuh rasa bersalah.
"Melihat Rasti terbujur kaku seperti ini membuatku sadar jika aku sudah terlalu berambisi untuk mengambil harta keluarga Benvrant. aku serakah sampai mengorbankan Anak dan cucuku!!" Rendra menunduk lesu.
"Anak buah kita akan berusaha mencari keberadaan Key serta keluarga Benvrant!!" Arga pun berlalu dari ruangan Rasti.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....