
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Devan keluar dari kamar, melihat semua orang berkumpul di area dapur. sangat menarik perhatiannya.
"Ada apa ini?" suara Devan membuat semua orang kaget. termasuk Key yang reflek dan lansung meninju lengan Devan pelan.
"KDRT Bund!!" senyum jail Devan.
"Untung ngak ngelorot nih cabang bayi, ngagetin orang itu jangan jadi hobi napa sih??!" kesalnya.
"Hehehe..., emang kamu kira anak aku celana yang bisa ngelorot!!" semuanya tertawa kecuali Panji.
"Eh lo kenapa Nji?!" Devan bingung. Akhirnya Kiki buka suara dan menceritakan semuanya.
"... Tapi gue rasa ada hubungannya sama Frans!" ujar Devan membuat Key menggeleng-geleng.
"Aku tau kak Devan ngak suka Frans! tapi jangan fitnah juga!" jutek Key. Devan membalasnya hanya acuh saja.
Drrrrrrrrrrrrrrrrrtttttttt...
Handphone Panji berdering menandakan telpon masuk. Semua orang manatapnya seakan bertanya siapa yang menelpon.
"Mama gue!" ujarnya berlalu pergi meninggalkan area dapur.
"Tumben tuh anak wajah nya serius amat. biasa ngangkat telpon depan kita-kita aja." seledik Kiki.
🌳Di taman Basecamp🌳
Panji duduk di kursi taman belakang Basecamp. Dengan raut wajah yang sangat serius mengangkat telpon.
"Halo ma!" sapanya.
"Gimana? apa kamu berhasil menculik Cesi?!" ujar Cysa di seberang.
"Belum ma, kan janjinya nanti sore ketemuan. tapi ntah kenapa telpon nya mati. ngak bisa dihubungi!" Panji menjelaskan.
__ADS_1
"Tidak aktif? tunggu sebentar, Mama lihat anak s*alan itu dikamar!" Panji pun menunggu sang Mama dengan gelisah. Cysa memasuki kamar Cesi. Tidak ada siapa pun di sana, hanya ada perban dan kepingan handphone yang berserakan di lantai. Cysa dikagetkan dengan jendela yang sudah terbuka lebar.
"Halo Njii!" panik Cysa.
"Iya Ma, ada apa?!" Panji penasaran.
"Cesi tidak ada di kamarnya, jendela sudah terbuka lebar. mungkin saja dia kabur soal masalah semalam!!" Panji semakin gelisah.
"Kenapa Mama bodoh sekali!! bisa-bisa rencana kita gagal buat bunuh dia. bagaimana perusahaan itu akan jadi milik aku Ma?!!" tutur Panji penuh emosi. Ia pun memutuskan telponnya. Cysa juga panik dan lansung memberikan kabar buruk itu pada Fasya.
"Kita lihat Cctv-nya dulu. mana tau Cesi cuman keluar sebentar!" Fasya pun mulai mengutak-atik laptopnya. memutar vidio Cctv yang berada di rumah. Dalam Vidio yang diputar, tampak lah Frans menarik Cesi keluar rumah dengan paksaan, pergi dengan mobilnya.
"Anyiiing... anak itu memang membuat segala rencana ku gagal! Awas saja, aku akan membunuhnya jika sampai bertemu!" geram Fasya, Membuat Cysa lansung menelpon anak buahnya untuk melacak keberadaan Frans serta Cesi. Sedangkan Panji sangat emosi.
'Sudah belasan tahun gue menunggu hari-hari ini. gue bersabar, hidup mandiri tanpa papa Fasya dan Mama Cysa disisi gue. Yang gue harapkan cuman balas dendam sama Cesi yang udah ngambil waktu kebersamaan mama dan papa yang seharusnya buat gue!! Rencana gue ngak boleh gagal!! gue harus bunuh Cesi agar kepemilikkan perusahaan Berlant seutuhnya jadi milik gue!! Cesi harus membayar rasa kesepian gue selama ini!!' niat buruk Panji dalam hatinya. Tanpa disadari Panji, Devan sudah mengikutinya sedari tadi.
Meski tidak bisa mendengar obrolan nya.
Devan merasa aneh melihat gelagat Panji yang seperti orang kerasukan. Kadang tertawa kadang marah-marah sendiri.
"Ngak ada kok, yuk pergi!!" Devan menghalangi pandangan Key agar tidak melihat gelagat Panji.
"Ihhh... kak Dev tadi lihat apa sih, minggir ah!!" titah Key. Karena Devan tau Key sangat keras kepala. makanya Devan mencari cara baru untuk mengelabuinya. Devan menggendong Key ala bridal style. Membuat Key tersipu malu. melupakan hal yang membuatnya penasaran tadi.
'Dasar Key, digendong aja lansung diam sampai pipi merona gitu. punya istri lugu amat!!' Senyum Devan dalam hatinya. Devan menggendong Key kedalam kamar. merebahkan tubuh Key di atas kasur.
"Kak mau kemana lagi?" tanya Key melihat Devan melangkah keluar.
"Ada urusan penting Key, kamu tidur siang dulu ya!!" Key menggeleng-geleng.
'Tidur siang apaan, jam aja masih pukul 9 pagi!' bingungnya. "Ikutt!!" manjanya.
'Kayaknya aku harus tidurin Key dulu. baru urus hal ini!! aku ngak mau Key ikut-ikutan dalam hal ini!!' putus Devan.
"Dedeknya ngantuk loh Key, yuk Ayah tidurin dulu!!" jahil Devan memeluk Key di atas kasur.
__ADS_1
'Nah, kalau gini aku bisa tidur. hahaha!' senyum Key dalam hatinya. Tak beberapa lama. dengkuran halus Key sudah membuat Devan yakin istrinya sudah tertidur nyenyak. Beringsut turun dari ranjang. Devan menyelimuti tubuh Key. Ia melangkah keluar kamar dengan hati-hati agar Key tidak terbangun.
"Oiiiiii... lo kenapa Dev? kayak mau maling aja gitu. ngendap-ngendap!!" Angga mengagetkan Devan.
"Astaga gue kaget Anyiiing! itu Key lagi tidur. makanya gue ngak mau berisik, nanti dia bangun. lo tau sendiri kan kalau Key emosi. gue bisa ditendang!" lesu Devan.
"Hehe... iya sih, tapi untung deh Ranti ngak ribet banget kayak Key!!" bisik Angga. namun, Devan kembali teringat akan hal tadi.
"Lo ikut gue!!" tarik Devan membawa Angga kedalam ruangan rahasia. Hanya Devan seorang yang mengetahui ruangan itu. fungsinya tak lain hanya untuk dirinya depresi dan butuh sendiri. maka Devan akan di sana. menyendiri di ruangan kedap suara itu.
"Eh-eh ini ruangan apaan?! kok gue ngak tau dibelakang rak buku ini ada ruangan?!" Angga bingung saat Devan memasukkan sandi lalu rak buku tersebut lansung bergeser. Memasuki ruangan itu. Devan mulai menghidupkan infokus dihadapannya. menyalakan alat-alat canggih itu.
"Astaga ini alat-alat apaan lagi? Dev gue belum lihat anak gue lahir!! lo jangan sekap gue kayak gini!! Jujur gue ngak suka lagi kok sama Key. gue udah cinta mati sama istri gue!! lo jangan sekap gue Dev, gue mohon!!" Angga memohon di kaki Devan, membuat Devan tak bisa menahan tawanya.
Hhhhhhhhhhhhhh...
"Lo kenapa sih Ngga, gue bawa lo kesini bukan mau nyekap lo!! tapi mau cari info tentang Cesi. Hahaha...!!" Angga berdiri dan mengubah raut wajahnya biasa. Tawa Devan sudah ada hentinya.
"Lo sih bawa-bawa gue aja!! kalau lo bilang dari awal pasti gue ngak bakalan sujud-sujud sekalian!!" rajuk Angga.
"Makanya, kalau jadi orang itu positif thinking napa sih?!! ini malah lansung sukzon!!" ledek Devan.
"Semerdeka lo aja lah!! jadi lo bawa gue kesini buat apa??!" Devan duduk dihadapan laptopnya nya.
"Gue butuh bantuan lo buat lacak lokasi Cesi dan Frans. gue yakin Cesi lagi sama Frans!" serius Devan.
"Itu mah kecil!" bangga nya duduk disebelah Devan.
"Tapi sebelum itu, lo bantu gue cari info sedetail mungkin tentang Panji!!" Angga mengerutkan dahinya.
"Panji?! lo mau cari tau tentang Panji? Panji sahabat kita?!" tanya Angga menyakinkan dirinya sendiri.
"Iya, Panji mana lagi?!! dari kita berempat mungkin Panji yang paling bobrok tapi dia juga yang paling tertutup. kita semua ngak pernah tau tentang keluarganya. gue mau tau Panji siapa!!" Angga pun mengangguk. Devan menceritakan semua yang dilihat nya tadi pada Angga. tanpa ragu akhirnya Angga mencari informasi tentang Panji dengan detail.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1