
...🌹🌹🌹🌹🌹...
⏳5 hari berlalu⏳
Sekarang Devan tengah tertidur di atas ranjang dengan Key. Key terus saja membolak-balikkan tubuhnya. Rasa tidak nyaman saat hamil membuatnya seperti itu. bahkan sudah 3 jam di atas tempat tidur dirinya tak kunjung mengantuk.
"Kenapa kak Dev tidur disini??" juteknya.
"Lah kenapa emang Key? Ini kan tempat tidur kita. udah malam, tidur!!" Devan sudah paham akan mood Key yang terus saja berubah-ubah.
"Kak Dev tidur di sofa aja!!" Key pun mendorong Devan dan menarik selimutnya. Bukan nya Devan mengalah. Ia malah menjahili Key.
"Itu ada kodok!!" tunjuk nya ngasal. Key yang merasa geli akan kodok pun meringsut pada Devan.
"Ihhhhh mana kak??" paniknya. Devan bersusah payah menahan tawanya. tapi tetap saja itu bisa didengar Key.
"Ah ngak lucu. kak Dev bikin aku kaget!" baru saja tadi panik. sekarang Key malah lansung menangis. Devan yang sudah biasa melihatnya. lansung menenangkan Key dengan mendekapnya.
"Cup~cup~cup udah ihhh. jangan nangis lagi dong bumil. nanti dedek nya juga nangis. masa sama kodok aja nangis!!" ujar Devan penuh kelembutan.
"Ngak mau. Ayah yang bikin dedek nangis. Ayah harus tanggung jawab!" kalimat Key yang menyerupai suara anak kecil pun memecahkan tawa Devan.
"Ahhh kak Dev ngak lucu tau!! pokoknya harus tanggung jawab!" melepaskan peluk Devan. Key memukul pelan lengan sang suami. Karena Devan tidak merespon dan masih tertawa. Key langsung mengeluarkan aksinya. Key menggelitik Devan sampai Devan pun tak bisa menahan kegelian nya.
"Jhhhhhhhhh Iya-iya Ayah tanggung jawab. Dedek nya mau apa??" Devan sudah tau jika sebenarnya Key pasti menginginkan sesuatu.
"Hmmmm..." mengetuk-ngetuk dagu dengan jari telunjuk nya. Key sangat berfikir banyak. pikirannya menjelajahi semua bayangan tentang makanan. Akhir-akhir ini Key merasa tidak pernah kenyang. sehingga porsi makannya pun berkali lipat.
"Jangan aneh-aneh ya Key!!" ujar Devan bingung.
"Buatin mie Aceh dong kak!!" menunjukkan pupil eyes nya. Devan malah menggeleng-geleng membuat Key cemberut.
"Aku lagi malas masak!!" titahnya dan kembali mengambil posisi tidur.
Buggggh
Suara jatuh itu membuat Key tersenyum kemenangan.
Awwww!
__ADS_1
Devan merasakan pinggangnya mau copot karena terjatuh dari tempat tidur.
'Apakah sakit?? apa aku menendang begitu kuat!! tapikan ini maunya dedek! Aku lagi ngidam masa ngak diwujudkan nanti kan dedeknya ileran!! kak Dev bikin sebel sih!'
Key menendang Devan begitu kuat.
"Kalau ngak mau tanggung jawab!! jangan dibuat!! kemaren katanya sayang sama dedek bayi. tau-tau minta mie Aceh aja ngak dibuatin. sana tidur disofa!!" gerutu Key membenarkan posisi tidurnya.
Devan mendengarkan semua kalimat Key malah tersenyum. Bukannya sifat manja dari sang istri, Devan malah mendapati kekerasan rumah tangga.
"Kamu mulai KDRT lagi ya Key!!" Devan berdiri dan kembali duduk di ranjang.
"Untung ngak ku bunuh!!" santai nya menjawab dibalik selimut. Bukan nya suara tajam yang didengar Devan. namun suara parau Key menahan tangis. Meski emosi Key sekarang sangat tinggi. Devan sangat paham istrinya ini berhati lembut. setiap kali Ia kasar padanya. Key pasti akan menangis diam-diam.
"Owh mau bunuh. bentar aku ke dapur dulu mau cari pisau!!" ujar Devan melangkah keluar kamar. Saat pintu ditutup. tangis Key pun pecah.
'Kok aku jahat sih?? Kak Dev kan suami aku!! kok aku dorong dia sampai sakit kayak gitu?!! Key jahat. Dedek jangan tiru bunda ya!!'
Devan mempercepat langkahnya menuju dapur. mengolah bahan yang diambilnya didalam kulkas. Devan membuatkan mie Aceh khusus untuk Key. Devan tau Key selalu lapar di jam-jam seperti ini. makanya Key belakangan ini susah untuk tidur.
Langkah seseorang kearah dapur membuat Devan takut jika itu Key. Jika iya maka akan merusak kejutannya.
"Buat mie Aceh kak!" kembali menatap wajan.
"Key ngidam lagi? kok ngidamnya mie Aceh buatan kamu terus??!!" ujar Rasti sambil melangkah ke kulkas.
"Iya kak, mungkin dedek nya punya selera tinggi. jadi tau mana yang buatan koki bintang lima!!" bangganya. Rasti yang tengah minum air pun tak kuasa menahan tawa.
"Jhhhhh untung kamu adikku Dev!! kalau menantu ku saja, pasti dah ku geplak!!"
"Udah dulu kak, Dev mau ke kamar!!"
"Ehhh buat kakak mana??" harap Rasti.
"Kak Rasti kan ngak ngidam!! ini khusus buat bumil!!" Devan mengedipkan matanya pada Rasti.
"Owh harus bunting dulu gitu??"
"Nah tumben otak kak Rasti konek. jaringan nya bagus ya. pakai kartu apa kak??" canda Devan.
__ADS_1
"Woii emang kapan kak ngak konek ha??" teriak Rasti melihat Devan melangkah keluar dapur.
"Tanya bang Rendra aja kak. noh dia nungguin kakak depan pintu kamar!! jangan lupa buatin adik dulu buat Key. baru aku buatin mie Aceh. hhhhhhhhh." meski gelap Devan masih bisa melihat Rendra. Rendra merasa malu karena Devan memergokinya menunggu Rasti didepan pintu kamar.
"Awas ya lo bocah!!" ujar Rasti seakan-akan ingin mengejar Devan yang mencibir padanya. Sepersekian detik Devan sudah memasuki kamar. Key yang merasa Devan memasuki kamar menahan tangisnya.
'Kak Dev beneran bawa pisau ngak ya?? aku takut kak Dev beneran marah!! aku udah salah ngomong nih!! aku takut harus ngapain!!'
"Bangun!!" tegas Devan seolah memerintah Key untuk bangun. menyeka air matanya. Key menyibakkan selimut. Betapa antusiasnya Key mendapati semangkuk mie Aceh yang Ia idamkan sedari tadi.
"Hmmmm harummm!" reflek tangan nya beralih pada mangkuk yang berada ditangan Devan. Namun dengan gerak cepat. Devan mengalihkan nya.
"Uppppssshhh tunggu dulu. sebelum makan apa dulu?" tanyanya serius.
"Doa." beo Key yang sudah tidak sabaran.Devan malah menggeleng-geleng.
"Key minta maaf Kak!" tulusnya. Devan masih saja menggeleng-geleng. Key sudah kehabisan kesabaran. dirinya kembali emosi.
"Terus apa dong??? cepat siniin mie Aceh nya!!!" tajamnya pada Devan.
"Cium dulu dong Ayah!!" ujar Devan membuat Key malu. Meski merasa canggung. Key tetap saja mencium pipi Devan dengan sekilas. Pipi Key sudah seperti kepiting rebus.
"Itu mah ngak cium. cium disini!!" tunjuk Devan pada bibirnya.
"Ihhhh mesum. Ingat kak, disini ada dedek ngak boleh mesum!! dedek jangan contoh Ayah ya!!" ujar Key mengelus perut ratanya.
"Siniin mie nya!!" keluh Key.
"Ngak, cium dulu!!" Key mulai emosi.
"Bawa sini mangkuk nya!! atay Key tendang keluar rumah!!" Key teriak sangat keras. Devan ngeri mendengarnya. Ntah mengapa Key selalu hobi untuk menendang. akan kah anaknya besok akan hobi bola? Devan memberikan mangkuk itu dengan hati-hati pada Key. Baru sampai ditangannya saja. Key sudah menyantapnya dengan lahap. Sangat lahap sampai Devan pun ikut lapar.
"Kak Dev mau??" tanyanya disela santapan. Ingin sekali Devan mengangguk. namun Ia kembali berfikir. Key merasa lapar karena anaknya. Dan Devan tidak mau mengganggu makan anaknya.
"Ngak, lanjut aja!!" Devan menggeleng. terus memperhatikan Key yang makan dengan lahap.
'Sehat-sehat terus ya dedek didalam perut bunda. Ayah pasti bakalan berusaha bahagiain kalian berdua!!' Senyum Devan mekar.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1