TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
HARU PILU BERSAMAAN


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹🌹...


Setelah acara makan-makan tadi yang menyita begitu banyak waktu Frans yang berharga, akhirnya Cesi merasa kenyang setelah menyantap beberapa hidangan pedas dan lezat yang ada dihadapannya.


'Untung saja aku memilih usaha restoran, sehingga Cesi tidak terlalu memikirkan persoalan makanan. Ditambah lagi dengan kondisi nya yang saat ini tengah berbadan dua.' syukur Frans dalam hatinya. sedari tadi ia hanya memperhatikan Cesi yang dengan lahap menyantap setiap hidangan yang telah di sediakan oleh pelayan.


"Mengapa kamu menatap ku seperti itu? apakah tidak suka melihat caraku makan?" ketus Cesi pada Frans. Sebenarnya ia hanya malu di tatap Frans saat tengah makan sebanyak itu.


'Astaga, ntah mengapa semua makanan ini terasa lezat di mulut ku. Begitu banyak hidangan yang tanpa sadar telah ku habiskan.' ujar Cesi yang melihat setumpuk piring dan wajan kotor di hadapannya.


"Aku sangat suka melihat mu makan seperti itu, mengingat masa-masa SMA dulu, kamu yang selalu memikirkan tentang postur tubuh mu dan begitu pemilih dalam hal makanan! Tapi, untuk standar pedas yang tengah kamu makan membuat ku sedikit khawatir akan bayi yang ada di perut mu Ces." Dalam ucapan Frans tersebut terdapat rasa senang dan kekhawatiran yang penuh kasih sayang. Cesi hanya bisa diam, mengingat semua hal yang di ucapkan Frans adalah benar.


"Baiklah aku telah merasa kenyang, apakah kita akan langsung ke rumah sakit?" tanya Cesi menatap Frans dengan datar.


"Iya, kita akan langsung ke rumah sakit. Mengingat nanti sore aku ada clien penting yang benar-benar tidak bisa ku batalkan." ujar Frans membuat Cesi sedikit tidak enak hati, ntah mengapa, ia hanya menginginkan waktu pada hari ini ia habiskan bersama Frans. Namun Cesi juga tidak mau egois, mengingat pekerjaan Frans juga berhubungan dengan masa depannya.


"Baiklah, terserah padamu saja. Aku akan ikuti semua ucapan mu." ujar Cesi datar, membuat Frans kebingungan.


"Kamu kenapa? bukannya habis makan? seharusnya kamu bersemangat kenapa sekarang terdengar lesu?" tanya Frans yang tidak mengerti.

__ADS_1


'Ntah lah, aku juga tidak paham dengan perubahan mood ku ini.' gumam Cesi dalam hatinya.


"Sudahlah, apa kamu masih mau duduk disini beberapa jam lagi atau jalan sekarang?" tanya Cesi kembali tanpa mau menjawab pertanyaan Frans.


"Baiklah mari kita pergi. Wili siapkan mobil saya segera!" teriak Frans dari kursi duduknya. Wili yang tidak jauh dari tempat mereka duduk pun akhirnya mengangguki ucapan Frans dan seketika lansung menunju ke arah garasi sebelah restoran yang dikhususkan untuk mobil Frans.


🏨Rumah Sakit A🏨


Tidak beberapa lama, akhirnya Frans, Cesi serta Wili yang menyupirkan mereka akhirnya sampai di rumah sakit A. Frans dan Cesi memutuskan untuk segera masuk kedalam rumah sakit, mengingat hari yang begitu terik dan sinar matahari mampu menyengat kulit. Sedangkan Wili memutuskan untuk memarkirkan mobil tersebut dan menunggu Frans serta Cesi dari dalam mobil saja tanpa mau ikut untuk masuk kedalam.


⏳1 Jam berlalu⏳


"Nah betul kan ucapan ku, kamu pasti tengah mengandung anak kita. Waah... lihat ini, junior ku sudah berkembang di dalam nya." tutur Frans penuh kebahagiaan saat memperhatikan foto hasil USG tersebut. Dengan tersenyum haru, Cesi merasa beruntung mendapatkan Frans sebagai ayah dari anak yang ia kandungan. Mengingat di luaran sana banyak para gadis yang tidak mau di pertanggung jawabkan oleh kekasihnya.


'Tuhan begitu tau dengan apa yang menjadi keinginan kita, bahkan tuhan selalu baik padaku.' Syukur Cesi dalam hatinya sambil memperhatikan Frans yang begitu antusias melihat hasil USG tersebut.


Frans yang tidak sabaran dan rasa puas pada dirinya, tidak mau melewatkan sedikitpun waktu untuk mengagumi hasil USG tersebut. Sehingga Cesi dan Frans memutuskan untuk duduk di kursi tunggu rumah sakit. Ketika memperhatikan sekeliling, Mata Cesi menangkap seseorang yang familiar. Tanpa berucap pada Frans, Cesi lansung berjalan mengikuti orang tersebut. Frans sadar akan Cesi yang meninggal nya, sehingga membuat nya lansung berdiri dan mengikuti.


Cesi tergesa-gesa dalam berjalan mengejar orang tersebut, sampai akhirnya ia memutuskan untuk menepuk pelan bahu orang itu. Orang itu tampak sangat terkejut melihat keberadaan Cesi yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Apa yang kak Panji lakukan di sini?" tanya Cesi dengan wajah yang sangat serius. Cesi bukan nya ingin ikut campur, hanya saja ia melihat Panji keluar dari ruangan dokter spesialis penyakit dalam dengan wajah yang sungguh lesu dan pucat.


"Apa yang juga kamu lakukan di sini Cesi?" bukannya menjawab, Panji malah kembali bertanya. Hal itu membuat Cesi kesal, ia pun meraih sebuah amplop putih dari tangan Panji secara paksa. amplop putih itu seperti berisi kertas hasil tes kesehatan, karena itu membuat Cesi begitu penasaran.


"Jangan sentuh Cesi!" tegas Frans ketika Panji berusaha untuk mengambil kembali amplop putih itu dari tangan Cesi. Hal itu tidak membuat Cesi goyah untuk membuka isi amplop putih itu, lain hal dengan Panji yang menatap tidak suka pada Frans.


"Apa yang kalian berdua lakukan di sini?" tanya Panji kembali, membiarkan Cesi membuka amplop putih itu serta membaca kertas hasil tes kesehatan yang ada di dalam nya.


"Tentu saja mengecek kondisi bayi kami." ujar Frans dengan penuh semangat memamerkan foto hasil USG yang ada di tangan nya pada Panji. Panji begitu kaget mendengar hal itu, Sedangkan Cesi tidak bicara sekata pata pun, karena ia hanya terfokus membaca kertas itu.


'Apa ini? apa benar ini punya kak Panji? bagaimana mungkin di sana tertera kata penyakit Fatty Liver, sebuah penyakit hati yang ditandai dengan terlalu banyak lemak yang tersimpan dalam hati. Akibatnya, hati mengalami peradangan yang dapat berkembang menjadi jaringan perut permanen. Penyebabnya Obesitas, tapi tidak mungkin kak Panji obesitas? mengingat tubuhnya yang atletis dan apa mungkin kak Panji meminum minuman keras terlalu banyak? karena hanya dua hal itu penyebabnya.' pikir Cesi yang tidak percaya akan pernyataan dalam kertas itu.


Dengan air mata yang sudah mengalir, Cesi memeluk Panji di hadapan Frans. tentu saja hal itu mampu membuat Frans terbakar cemburu.


"Apa benar ini hasil kesehatan kak Panji?" tanya Cesi setelah memeluk Panji, air matanya terus mengalir tanpa henti. Frans yang tengah terbakar cemburu pun sedikit mereda setelah mendengar perkataan Cesi.


"Hasil kesehatan apa? maksud mu apa Ces?" tanya Frans dengan penuh kebingungan. Cesi tidak menggubris pertanyaan Frans, ia hanya menatap Panji menunggu jawabannya. Sedangkan Panji pun tiba-tiba menitikkan air mata, membalas pertanyaan Cesi dengan cara seperti itu. Panji tiba-tiba berlutut dihadapan mereka berdua, untung saja di tempat mereka berdiri tidak begitu ramai orang yang berlalu lalang. Membuat Frans yang tadinya bingung semakin dibuat bingung.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2