
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Meski kaget, Key pun menyerahkan gendongan Kalvin kembali pada bibi. Ia pun berhamburan peluk pada wanita di depan pintu itu. Dengan air mata haru yang keluar, akhirnya Key bersuara.
"Kamu kemana saja Ranti? Semua orang merindukan mu." Ujar Key dengan sangat senang, ia tidak pernah dendam atas perbuatan Ranti padanya yang telah merenggut salah satu anaknya. Bahkan Key telah melupakan kejadian itu, dan mengikhlaskan kepergian sang anak.
"Apa kamu tidak marah dan membenciku Key?" tanya Ranti dengan hati yang mencelos. Key pun melepaskan pelukan nya, seketika menggeleng dan menatap Ranti dengan tersenyum hangat.
"Untuk apa aku begitu, kamu adalah sahabat baikku Ranti. Aku juga sudah memaafkan mu Ranti, bagaimana pun itu sudah menjadi masa lalu. Lagian itu juga tidak akan mengembalikan salah satu anakku kembali." meski sakit mengucapkan nya, tetap saja Key mencoba untuk tersenyum.
"Maafkan aku, aku benar-benar meminta maaf padamu. Hari itu aku benar-benar hanya memberimu obat tidur, bermaksud untuk mempermalukan mu saja. Aku tidak tau jika obat tidur itu bisa menjadi racun untuk mu dan bayi di kandungan mu. aku benar-benar merasa bersalah." ujar Ranti penuh rasa bersalah dan menunduk. Key pun merangkul Ranti dengan senyum hangatnya untuk masuk kedalam. Ia juga sudah pernah mendengar alasan tersebut dari Kiki beberapa bulan lalu. sehingga membuat Key tidak terlalu mempermasalahkan Ranti lagi.
Angga yang berdiri di belakang Ranti pun hanya ikut tersenyum melihat Key yang sudah begitu dewasa saat ini.
"Masuk tuan." pelayan pun mempersilahkan Angga masuk. Sebelum ia melangkah, ia terhenti saat melihat bayi gembul Key dalam gendongan pelayan.
"Boleh aku menggendongnya?" tanya Angga, sedikit lama pelayan itu berfikir akhirnya menyerahkan gendongan Kalvin pada Angga. Kalvin sangat enteng di atas gendongan Angga, ia seolah-olah tau bahwa Angga menyalurkan perasaan sayang yang begitu kuat padanya.
"Andai saja anakku masih hidup, pasti sudah sebesar ini. Semoga saja anakku bahagia di surga sana.' gumam Angga dalam hatinya dengan sendu.
Key pun mengarahkan Ranti ke sofa, mencoba menenangkan Ranti yang menangis tersedu-sedu sambil meminta maaf.
"Kaki semua sudah memaafkan mu Ranti dan sudah melupakan itu semua. Kamu tidak usah khawatir, tidak ada yang akan membencimu. Semua orang merindukan mu termasuk Cesi." ucap Key mencoba menenangkan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Terimakasih Key, kamu memang berhati malaikat." ujar Ranti memeluk Key. Devan pun keluar dari kamar nya dan lansung memperhatikan ruang tamu. Benar saja telinga mendengar bel berbunyi pertanda adanya tamu tadi, Devan pun memutuskan niatnya untuk sarapan dan lebih memilih ke arah ruang tamu untuk melihat siapa yang datang.
Baru saja memasuki ruang tamu, Devan sangat kaget melihat kehadiran Angga dan juga Ranti yang tengah memeluk Key sambil menangis.
"Waah... ada tamu jauh nih, udah lama nggak ketemu ya." sapa Devan menepuk keras bahu Angga, membuatnya sedikit meringis.
"Lo apa kabar Dev?" tanya Angga kikuk. ia merasa bersalah telah pergi begitu saja setelah apa yang di buat oleh istrinya pada Key.
"Jangan sok akrab lo! seharusnya gue yang tanya, kemana aja kalian selama ini? Semua orang mencari keberadaan kalian berdua!" tegas Devan yang tidak mau berbasa-basi.
"Sebenarnya, pada saat kak kiki datang ke rumah dan memberikan informasi yang tidak enak itu, membuat ku stress dan sangat merasa bersalah. Sampai akhirnya suatu malam perut ku kram, kak Angga melarikan ku ke rumah sakit. Namun, dokter berkata bahwa bayiku tidak bisa diselamatkan karena stress yang aku alami. Semenjak hari itu aku sudah putus asa memiliki anak, namun kak Angga selalu memberikan keyakinan yang kuat untuk ku, sehingga kami mencoba berobat keluar negri. Berbagai macam obat sudah kami coba, tetapi sampai saat ini kami masih belum diberikan kepercayaan untuk memiliki anak lagi." penjelasan Ranti membuat semua orang yang ada di sana pun bungkam, termasuk Angga yang sedikit gemetar. Masih teringat bagaimana ia menguburkan sang anak yang sangat ia dambakan itu.
Saat melihat rasa pahit di wajah Ranti membuat Key menggenggam tangan nya erat.
"lo yang sabar ya bro, masih banyak waktu buat berusaha, lagian ini juga bisa jadi waktu bagi kalian saling pacaran dan mengenal satu sama lain dulu." ujar Devan yang ikut menenangkan Angga. Angga pun memberikan senyum kecutnya pada Devan.
'Sebenarnya aku tidak kuat, hanya saja aku tidak mau terlihat lemah dihadapan Ranti yang kini sangat membutuhkan ku.' pikir Angga.
"Mungkin ini sudah karma ku Key, ini hukuman bagiku karena telah berbuat salah terhadap mu." ujarnya kembali mengutuki dirinya sendiri.
"Sudahlah Ranti, masa lalu biarlah berlalu. Kini yang kita tatap hanyalah masa kini dan masa yang akan datang. Kita juga perlu mempersiapkan nya." ujar Key memberi semangat.
"Bagaimana kalau kita sarapan dahulu? mengingat hari ini aku free kerja, Jadi nanti kita bisa kumpul-kumpul bareng. Aku akan menghubungi semuanya untuk berkumpul disini dan bermain di sini nanti siang." ujar Devan bersemangat. Ia masih tidak lupa soal sarapan yang telah disiapkan Key sedari pagi.
__ADS_1
"Benar itu mas, aku merasa kita sudah lama tidak berkumpul-kumpul. Nanti akan ku pesankan hot pot dari restoran Korea serta BBQ yang akan ku racik sendiri." semangat Key membara membayangkan makanan yang akan ia santap tadi. Hal itu membuat Ranti dan Angga sedikit lega, mereka merasa bersyukur masih di terima oleh orang-orang terdekat mereka setelah apa yang terjadi.
"Yuk sarapan, aku sudah lapar. Hahaha..." tawa Devan merangkul Angga. Sedangkan Kalvin masih saja enteng dalam gendongannya. Ia sibuk memainkan gelang besi yang beberapa hari lalu dibelikan Cesi. Key dan Ranti pun menyusul Devan dan Angga yang sudah menuju ke ruang makan.
⏳Siang pun datang⏳
Kali ini semuanya telah berkumpul di halaman belakang milik rumah Benvrant ini. Terdapat canda dan tawa yang menyelimuti kebersamaan itu. Hal yang sangat mengejutkan adalah di saat Kiki datang bersama Vara sambil bergandengan tangan, dengan percaya dirinya mereka memamerkan kemesraan dihadapan semuanya. Di tempat perkumpulan tersebut terdapat Ranti dan Angga yang sangat bahagia bisa diterima lagi di sekeliling mereka semua. Terdapat juga Cesi dan Frans yang tengah menikmati kemesraan mereka sebagai pengantin baru. Ada juga Panji yang meski sendiri namun sangat bahagia, ia bersyukur bisa memiliki keluarga saat ini, merasakan hangatnya keluarga, di perkumpulan pun ia sangat senang bisa menggendong Kalvin terus menerus. Dan juga terdapat pasangan yang paling mesra dan romantis siapa lagi Kalau bukan Key dan Devan, mereka berdua yang sangat bahagia melihat semua orang bahagia.
Meski banyak rintangan yang sudah mereka lewati untuk bisa berkumpul seperti ini, tetap saja Key dan yang lainnya bersyukur. Karena tanpa adanya masalah dan rintangan tersebut, bisa dipastikan mereka tidak akan pernah menjadi diri mereka yang sekarang. Memiliki pasangan yang perhatian, terbuka, sangat menghargai dan setia. Memiliki pribadi yang dewasa seiringnya waktu. Keluarga yang begitu hangat. Persahabatan yang tiada duanya.
Oleh karena itu hargailah setiap waktu yang kita miliki, jalani dengan senyum serta rasa syukur pada yang kuasa. Hargai juga seseorang yang kita miliki bagaimanapun dia, karena perbutan apapun yang kita perbuat pasti akan dibalas oleh yang maha kuasa.
...📌HARGAI PASANGANMU SEBELUM IA PERGI DAN KAMU AKAN MENYESAL📌...
.......
...❤️HAPPY ENDING❤️...
.......
.......
...Makasih semuanya udah baca novel ini dari awal sampai akhir, ambil baiknya buang buruknya. Jangan lupa tulis pesan dan kesan kalian setelah membaca novel ini di kolom komentar. ...
__ADS_1
^^^Salam dari INTAN🧕🏻🙏🏻^^^