TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
PEMILIK RESTORAN


__ADS_3

...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Cesi sudah bersiap dengan pakaian yang sangat nyaman ia gunakan. Meskipun sedari tadi ia gonta-ganti pakaian. Ia terlalu bingung harus memakai pakaian apa untuk bertemu dengan Mr.X. Untung saja ada Bibi yang membantu Cesi dalam menilai pakaian nya.


Setelah beberapa jam ia bersiap-siap dan merasa sudah cukup percaya diri dengan penampilannya. Akhirnya Cesi melangkah menuju ke halaman rumah. Di sana sudah terdapat mobil hitam Pajero sport milik nya. Tidak pikir panjang akhirnya Cesi mengendarai mobil itu dengan kecepatan sedang, meninggalkan halaman rumah nan mewah itu.


๐Ÿš˜Didalam mobil๐Ÿš˜


Cesi teringat akan hari yang sudah jam berapa? Ia pun memutuskan untuk melihat pada jam di tangan nya. Ia takut jika Mr.X malah menunggu nya di restoran begitu lama. Cesi malah tertawa melihat jam yang masih menunjukkan pukul setengah 12 siang. Itu berarti, masih ada setengah jam lagi untuk dirinya bertemu dengan Mr.X, ntah mengapa Cesi begitu antusias sedari kemarin. Bahkan ia menyempatkan diri untuk bangun pagi-pagi sekali hanya untuk mempersiapkan semuanya, demi bertemu dengan Mr.X.


Selang beberapa menit, akhirnya Cesi memarkir mobil nya tepat di halaman restoran. Restoran yang ia pilih untuk bertemu dengan Mr.X. Cesi memilih restoran ini karena ia tengah suka dengan yang pedas-pedas. Dan tentu saja restoran ini memiliki hidangan yang begitu banyak mengandung kepedasan.


Baru keluar dari mobil saja, Cesi sudah membayangkan makanan apa saja yang akan ia nikmati. meskipun demikian ia tidak lupa tujuan awalnya pergi ke restoran ini. Kembali melihat ke jam nya. Cesi pun segera masuk ke dalam restoran, karena jam sudah menunjukkan pukul 12. Waktu yang ia janjikan bersama Mr.X.


"Nona Cesi." baru saja membuka pintu restoran. Seorang pelayan wanita langsung menghampiri nya. Bahkan memanggil namanya juga.


"Iya, ada apa?" singkat Cesi. meski ia bingung dari mana pelayan tersebut mengetahui nama nya. padahal Cesi baru pertama kali mengunjungi restoran ini.


"Mohon ikuti saya Nona! Tuan sudah menunggu di ruangan nya." Cesi semakin bingung dibuatnya. Bahkan ia tidak mengenal orang yang dimaksud oleh pelayan ini.


"Maaf mbak, mungkin mbak salah orang. Saya kesini untuk bertemu dengan teman saya. Bukan untuk menemui pemilik restoran ini." Cesi lansung menebak orang yang dimaksud pelayan itu adalah pemilik restoran. Karena tidak mungkin kan orang asing memiliki ruangan di restoran mewah ini.


"Tidak kok Nona. Saya diperintahkan oleh tuan untuk membawa Nona ke ruangan nya. Tuan bilang di sini terlalu ramai sehingga nanti obrolan nona dan tuan menjadi tidak privat.

__ADS_1


"Memang siapa nama tuan mu mbak?" Cesi malah semakin bingung.


"Panggil saja Mr.X." bukan pelayan itu yang menjawab. Namun, seorang lelaki berparas tampan tepat di belakang Cesi. Cesi yang kaget pun seketika langsung berbalik badan.


"Maaf, kamu siapa?" seketika Cesi meringsut mundur. Sadar jika posisi nya berdiri terlalu dekat dengan lelaki itu.


"Saya Wili, Sekretaris tuan." ujar nya sambil memberikan jabatan tangan.


"Cesi." hanya itu yang mampu keluar dari mulut nya. Cesi berfikir lelaki macam apa Mr.X itu. Sekretarisnya saja sudah begitu tampan, Cesi bahkan membayang kan wajah Mr.X meskipun hanya dalam khayal nya.


"Mau makan dulu atau lansung bertemu tuan?" pertanyaan itu malah membuat Cesi menjadi bimbang. Meski tadi sudah makan banyak, tetap saja Cesi masih lapar dan ingin memakan makanan yang ada di restoran ini. Dilain hati Cesi malah juga ingin bertemu dengan Mr.X. Aroma-aroma hidangan yang menyeruak masuk ke hidung nya. Membuat Cesi lebih memilih makanan ketimbang bertemu Mr.X.


"Makan dulu deh, lapar soalnya. hehehe..." ujar Cesi cengengesan.


Cesi pun duduk di kursi yang disediakan oleh Wili. Meski begitu Wili masih saja berdiri menunggu hidangan datang.


"Kenapa berdiri? Ayuk duduk!" tanya Cesi yang merasa tidak nyaman dengan posisi nya dan Wili.


"Tidak perlu Nona. Saya memang ditugaskan untuk menemani nona saja." ujarnya.


"Jangan panggil Nona. kayaknya kita seumuran, panggil aku Cesi saja. Tidak terima penolakan!" titah Cesi pada Wili yang tidak dapat diganggu gugat.


"Iya No..eh, Cesi." kikuknya.

__ADS_1


"Duduk lah Wili! Aku bukan tuan mu, jadi bersikap lah selayaknya teman. Aku juga ingin bertanya sesuatu pada mu." ujar Cesi dengan nada yang mulai serius. Wili akhirnya menuruti ucapan Cesi. Ia duduk tepat dihadapan nya.


"Sesuatu apa?" tanya Wili bingung.


"Orang seperti apa tuan mu?" tanya Cesi yang tertuju pada Mr.X.


"Baik, dia yang menolong ku dari lintah darat ulah jeratan hutang kedua orang tua ku. Selama aku bekerja untuk tuan, ia selalu menolong orang yang membutuhkan. Tentu kamu lebih mengetahui nya, kan kamu istri nya tuan." seketika pupil mata Cesi lansung melebar. Ucapan Wili membuat nya tidak habis pikir. Bahkan Mr.X dan dirinya belum pernah bertemu secara sadar, apalagi status istri. Itu tidak akan mungkin, namun kenyataan membuat Cesi kembali tertampar. Pertemuan tidak sadar di antara mereka lah yang mungkin akan membuat Cesi menjadi istri nya.


"Maksud nya?" tanya Cesi.


"Tuan bilang kamu dari kampung. Tuan menyembunyikan status nya selama ini demi keamanan kamu. Agar kami dan bayi diperut mu itu baik-baik saja. Apalagi mengingat dunia bisnis begitu kejam, ia terlalu takut mempublikasikan kamu." perkataan Wili malah membuat Cesi merasa kesal. Bagaimana tidak, apakah tampang seperti nya ini berasal dari kampung. Rasa semangat yang ia miliki akhirnya berubah kesal. Nafsunya untuk makan seketika hilang. Cesi saat ini hanya ingin bertemu Mr.X dan bertanya banyak hal. mengapa ia bercerita seperti itu kepada Wili.


Baru saja Cesi ingin berucap pada Wili. Pelayan wanita tadi dan beberapa pelayan lainnya datang dengan membawa hidangan. Meski sangat ngiler, Cesi lansung menepis nya dan langsung berdiri saat beberapa hidangan itu mulai diletakkan di atas meja.


"Wili, cepat bawa aku ke ruangan Mr.X!" seru Cesi membuat Wili lansung bingung.


"Tapi Cesi, bagaimana dengan semua hidangan ini?" tanya Wili.


"Aku tidak selera makan! cepat lah, atau aku akan mencari nya sendiri!" paksa Cesi tidak sabaran. Wili yang tidak mengerti dengan pikiran Cesi pun akhirnya menuruti perintah nya.


"Baiklah, silahkan ikuti saya!" hanya itu yang dijawab oleh Wili. mereka pun meninggalkan para pelayan wanita itu yang masih berdiri di sekitaran meja.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2