TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
KEY NGOMEL


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹🌹...


⏳Selang beberapa menit⏳


Handphone Devan pun berdering, memecahkan keheningan yang sempat mampir di atas mobil.


Drrrrrrrrrrrrrrrrrrrttttt... Senyum Devan mekar saat mendapati nama Key dilayar Handphonenya. Berlagak membanggakan pada Frans dan lainnya. Devan mengklik speaker telpon yang tersambung.


"Halo..." belum sempat Devan berucap Key sudah cerocos begitu saja.


"Kak Dev dimana sih? Ini udah jam 2 malam, kok masih belum pulang? telat sejam lagi Key ngak bolehin masuk basecamp!!" teriaknya gusar. Frans serta semua yang berada di mobil pun hampir tertawa mendengar omelan Key.


"Iya-iya nih lagi jalan ke basecamp! Tidur lah duluan!!" lembut Devan berhati-hati dalam berucap.


"Pokoknya lewat 1 jam lagi aku kunci basecamp. kak Angga juga tidur diluar!!" merasa terpanggil. Angga pun tidak terima akan ucapan Key.


"Lah ngak boleh gitu dong. Ranti aja nggak marah, masa Key marah?!" ujar Angga.


"Siapa bilang Ranti ngak marah, dari kalian pergi tadi. Ranti ngak mau keluar kamar, dia nangis ngak ada henti!!" pernyataan Key membuat Angga terhenyak.


'Menangis?! tadi rasanya dia baik-baik saja?! apa aku ada salah?!' ketidakpekaan Angga. Melihat Angga yang terdiam pun membuat Devan paham yang dipikirkannya.


"Lo sih Ngga, kalau punya istri tu minta izin dulu kalau mau jalan. nih lo malah pergi-pergi aja!!" tutur Devan.


"Iya tuh, betul!!" tambah Key.


'Ya ampun, kenapa aku sebegitu bodohnya, sampai lupa untuk meminta izin pergi pada Ranti!' pikir Angga setelah sadar akan salahnya. Angga sibuk dengan pikiran nya tanpa memperdulikan Key yang terus mengomel.


"Ya udah ya Key. Aku lagi nyetir, kamu tidur duluan ya!!" titah Devan.


"Ya udah, dengan syarat beliin martabak telor 2 porsi ya!!" permintaan Key membuat Frans tak tahan lagi menahan tawa. Siapa yang akan tahan saat ucapan nyeleneh nya itu telah keluar.


'Dasar Key, aneh-aneh aja maunya!! masa iya martabak telor tengah malam kayak gini!! siapa yang jual?! Hahaha...' Mendengar suara tawa, Key merasa sangat familiar.


"Iya-iya Key, nanti dicari. kalau ngak dapat, nanti aku buatin!!"


"Itu yang ketawa kok rasanya familiar banget. Kak Dev selain sama kak Angga, sama siapa lagi sih??!" penasaran Key.


"Hahaha..., ini aku Frans Key." dari seberang sangat terdengar teriakkan histeris Key.


"Frans, lo kemana aja? kenapa Frans hindarin Key, Key rindu Frans. Hikkkksss...!" tangis Key pecah.


'Waaah... mulai nih, istrinya siapa, rindunya ke siapa?' cemburu Devan. Saat Frans hendak menjawab, Devan dengan cepat menyela.

__ADS_1


"Udah dulu ya Key, nanti aku telpon lagi!!" dengan tidak sopan Ia mematikan sambungan telpon, tanpa menunggu jawaban dulu dari Key. Devan semakin termakan api cemburu.


"Lo ngak usah ganggu istri gue!!" ketusnya.


"Siapa juga yang mau ganggu dan ambil istri lo, yang ada lo itu yang ngambil orang yang gue suka!!" ujar Frans tak kalah ketus. Hening, mereka semua terfokus dengan pemikiran masing-masing.


"Tapi gu udah ngak suka istri lo. gue udah suka bahkan cinta sama Cesi!!" suara Frans membuat Devan ber...oh saja. Ia tidak mau terlalu mempercayai sang musuh.


"Ya udah, pokoknya jauhin istri gue!!" putusnya. Frans pun menjawabnya hanya dengan mengangguk. Sedangkan Cesi, yang masih berpura-pura tidur, mendengar setiap obrolan mereka.


'Cinta?! suka?? apakah itu benar?!' bingungnya. Disebelah Cesi, Angga pun mencoba menelpon sang istri. namun tetap saja tidak kunjung diangkat.


'Ran, lo kemana sih?! gue khawatir sama lo dan dedek bayi. masa iya nangis dari tadi ngak ada hentinya?!' kekhwatiran Angga menggebu.


⏳1 jam berlalu⏳


Mobil pun memasuki pekarangan basecamp.


Dengan raut sedih Key menunggu kedatangan Devan di teras basecamp.


"Frans..." Key berlari memeluk Frans yang turun duluan dari mobil.


'Ini istri ngak ada akhlak. bukannya ngejar suami, malah ngejar selingkuhan!' Dengan rasa cemburu, Devan menarik Key dan langsung menggendong nya ala bridal style memasuki basecamp.


'Dikit-dikit nangis, pusing kalau lihat Key kayak gini!! tapi ngak boleh juga kalau dia pelukan sama Frans!!' kesal Devan.


"Ngga, urus Frans sama Cesi ya. gue mau bawa bumil ke kamar dulu!!" teriaknya dari dalam.


"Oke Dev. yuk Frans,Ces." Angga pun mengarah kan mereka kedalam kamar masing-masing. Habis itu Angga pun bergegas memasuki kamarnya. Gelap, tidak ada pencahayaan sama sekali. hanya samar-samar cahaya rembulan memasuki selah-selah jendela.


'Kemana Ranti?! kenapa kamar begitu gelap?!' Langkahnya terhenti mendengar isakkan disudut kamar.


"Ran?" ragu Angga.


'Itu Manusia atau bukan ya?! merinding juga kalau gelap-gelap gini!!' pikir Angga. Memberanikan diri, Angga pun melangkah ke sudut kamar. Namun karena gelap, kakinya tidak sengaja tersandung sisi meja. Alhasil Angga jatuh menindih tubuh Ranti. bukan hanya menindih, bibir Angga malah menyentuh pipi Ranti yang mulus.


'Kak Angga ngapain sih cium-cium gue?! buat gue jadi ngak karuan gini!!' salah tingkah Ranti dibuatnya.


Hikkkkkkkss... Mendengar isakkan dari Ranti, Angga tersadar dan lansung duduk.


"Ranti? ngapain duduk disini gelap-gelap?!" tanya nya membantu Ranti duduk. Untung saja ada bantal sofa dibawah, kalau tidak, sudah retak kepala Ranti mencium lantai. Mengingat kembali mengapa Ia seperti ini, membuat hati Ranti seakan teriris perih.


"Hikkkkssss... gue benci sama kak Angga!" diselah-selah tangisnya.

__ADS_1


'Benci?! segitu mudahnya Ranti berucap?!' bingung Angga. "Maksud kamu apa Ran?!" tanya Angga.


"Lo ngak tulus sayang sama gue!! buktinya lo pergi tanpa tanya gue setuju atau ngak?!!" ketusnya


'Nah, kena deh!! dasar teledor-teledor!!' Angga sadar akan kesalahannya.


"Aku sayang kok sama kamu, serius tulus banget sayangnya!! tadi cuman panik aja, kan nyelamatin sahabat kamu Cesi!!" ujar Angga penuh kelembutan, menyeka air mata dipipi Ranti.


'Tapi iya juga sih, mungkin kak Angga panik. tapi dia juga seharusnya minta izin ke gue, gue kan istrinya!! pokok nya kak Angga salah!!' Keras kepala Ranti tidak mau disalahkan.


"Tapi kan ngak bilang! pokoknya kamu salah!!" ketus Ranti.


"Iya-iya deh maaf, senyum dulu dong, kasihan dedek nya dibawa nangis dari tadi!! nanti kalau dah besar nangis terus gimana? pasti disalahin juga kamu!!" gemas Angga mencubit hidung Ranti.


"Ihhh... apaan sih, aku ibunya, bukan kamu, jadi dia lebih sayang ke aku!!" ucapan Ranti malah membuat Angga senang.


"Kok senyum-senyum? g*la ya??!" ketus Ranti.


"Ngak kok, senang aja pas kamu manggil aku kamu~an, cium lagi boleh?!" kesenangan Angga malah membuat Ranti malu-malu.


"Ahhh... lo bikin kesel!!" salah tingkahnya lari keatas ranjang.


"Ehh... kok lo...lo lagi sih?!" tawa Angga pecah saat menyadari Ranti salah tingkah.


"Jangan ketawa, ngak lucu!!" teriaknya dari balik selimut.


"Mana ih pipi bumil. Aku nak cium nih. ciee pasti merona nih!! cieee..." ledek Angga menarik selimut Ranti.


"Ahhh... kak Angga, jangan ganggu, sana cuci muka sama kaki dulu. aku mau tidur. ngantuk!!" titahnya.


"Ngak mau, cium dulu!!" rajuknya.


'Punya suami tapi menyebalkan, sangat banyak bicara!' kesal Ranti. Tanpa aba-aba Ranti mencium sekilas pipi Angga dan Kembali menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Angga hanya melongo dibuatnya.


'Makin manis aja kamu Ran!!' Dengan isengnya, Angga malah memeluk Ranti.


"Yaaa, cuci muka sama kaki dulu!" rontah Ranti.


"Maunya gini dulu!!" suara manja Angga membuat Ranti tersenyum.


"5 menit aja ya?!" titah Ranti, Angga hanya mengangguk dan semakin menenggelamkan peluknya pada Ranti.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2