TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
KEKECEWAAN CESI


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹🌹...


Membaca seksama surat itu. Cesi lansung berhamburan kedalam peluk Frans.


"Makasih ya Frans, makasih banyak. gue senang banget surat ini masih ada sama lo!" Frans hanya tertegun mendapati peluk refleks Cesi.


'Ntah ini benar atau tidak. perasaanku malah sangat bahagia berada dalam pelukan Frans! meski kini aku tengah begitu kecewa Panji tidak mencintai ku dengan tulus!!' pikir Cesi.


Tok~ Tok~ Tok... Ketukan keras di pintu itu mengalihkan perhatian Frans dan Cesi.


"Siapa yang datang malam-malam begini?" Frans pun mengangkat bahunya pertanda tidak tahu.


"Apa jangan-jangan itu anak buah Cysa?!" geram Frans melangkah kearah pintu. Cesi menarik lengan Frans kuat.


"Jangan di buka pintunya Frans! aku takut!" sendu Cesi menatap Frans penuh kekhawatiran. Frans tersenyum hangat untuk menenangkan Cesi.


"Gak apa-apa. lo tenang aja!!" tutur Frans lembut menggenggam tangan Cesi.


"Frans, Cesi, buka pintunya! ini gue Devan!!" teriakkan Devan pun membuat Frans cepat-cepat membuka pintu. Menatap tajam pada Devan. Frans sangat kesal. mengapa keberadaannya bisa diketahui dengan mudah.


"Ngapain lo kesini?!" tanpa menjawab pertanyaan Frans. Devan dan Angga menyelonong masuk begitu saja.


'Kalau bukan suami Key!! gue pasti udah bunuh lo Devan!!' kutuknya dalam hati. Devan duduk dihadapan Cesi.


"Kalian harus pergi sekarang juga dari sini!" titah Devan. Cesi dan Frans tambah penasaran akan maksud kedatangan Devan.


"Gue bakalan jelasin semuanya dijalan, pokok nya kalian siap-siap sekarang juga!!" Devan pun memberi kode pada Angga untuk memulai rencana.


"Sumpah gue bingung! ini villa gue mau diapain??!" Angga mengeluarkan peralatan canggih dari dalam tas tampa memperdulikan ocehan Frans. Memasang audio serta camera canggih di sekitar Villa.


"Ngak usah banyak tanya, waktu kita ngak banyak!!" Devan menunjukkan GPS di handphonenya. Memperlihatkan mobil Panji sudah mengarah tak jauh dari villa mereka.


'Ohhsiit... aku harus bergegas!!' panik jya seketika. Frans dan Cesi pun bersiap-siap.

__ADS_1


⏳5 menit berlalu⏳


Semuanya sudah masuk ke mobil sport milik Devan. mobil pun berjalan dengan laju di atas rata-rata.


"Lo yakin pakai mobil ini?!" ragu Frans, membuat Devan pun menggeleng.


"Gue ngak yakin, kalau gue yakin ntar keyakinan gue nambah dong!! bisa-bisa gue dosa!!" Frans yang khawatir pun malah dibikin kesal akan jawaban nyeleneh dari Devan. Cesi pun menunduk takut, tanpa bicara sekata pun. tubuhnya menggigil menahan tangis.


'Ingin sekali rasanya aku tidak ikut mereka!! aku ingin sekali mempertanyakan semua ini kepada kak Panji?! apa benar Ia akan membunuhku?!!' Mengingat akan hal itu membuat Cesi seketika menitikkan air mata.


Angga yang duduk disebelah nya pun paham akan perasaan dan kondisi yang dialami Cesi.


"Ini lihat, agar setiap pertanyaan mu terjawab!!" Angga menyerahkan laptop kepada Cesi. Terlihat jelas dilayar nya keadaan di villa.


🏠 Villa Desa🏠


Panji, Cyasa, Fasya serta anak buah mereka turun dari mobil tepat didepan Villa.


"Betul nyonya, lokasi nona Cesi ada didalam!" Cysa pun memberi kode pada anak buahnya untuk menjalankan rencana. Mulai dari menyirami bensin sekeliling villa. sampai mengunci setiap pintu villa. Panji yang masih tak percaya pun berusaha memastikan keberadaan Cesi dan Frans ada atau tidak. Panji pun mendekatkan telinganya tepat di pintu.


Terdengarlah suara Cesi yang tengah berbicara dengan Frans. sebenarnya itu hanyalah audio yang dipasangkan Angga pada speaker villa.


'Ntah mengapa perasaan ini begitu berlawanan dengan keinginan ku!! aku merasa ini salah, aku ingin sekali benar-benar menikahi Cesi!! ah, pemikiran konyol seperti apa itu!! selama ini gara-gara Cesi ibu tidak pernah bisa memberikan perhatian padaku!!' hati dan pemikiran Panji bersiteru. Panji pun menjauh dari villa. kembali ke mobil tempat Cysa dan Fasya berdiri.


"Sudah semuanya nyonya!!" ujar salah satu anak buahnya.


"Bakar villa ini!!" perintahnya. Villa itu pun dibakar. Panji, Fasya serta Cysa tertawa kemenangan. mereka pun kembali ke kota setelah melihat semua villa hangus rata. Semua itu tidak luput dari penglihatan Cesi. untung saja Angga memasang camera serta perekam suara dibeberapa pohon diluar villa. Tangis Cesi pun pecah saat melihat Panji tersenyum kemenangan.


'Tadi awalnya aku ragu akan ucapan serta bukti dari mereka!! aku pikir kak Panji udah berubah pikiran, dan betul-betul sayang sama aku!! ternyata kak Panji cuman berniat bunuh aku!! apa kakak ngak pernah merasakan ketulusanku?! rasanya begitu sakit kak, aku sangat kecewa!!' pedih itu yang tengah dirasakan hati Cesi saat ini. Kepercayaan nya begitu di hancurkan oleh orang-orang yang selama ini ia anggap rumah.


Angga hanya bisa memberikan tisu pada Cesi. Frans sudah menggerutui dirinya yang duduk di samping pengemudi. seharusnya sekarang Ia menenangkan Cesi.


'Yaaa... gue salah tempat duduk!! seharusnya gue sebelah Cesi!! biar gue bisa tenangin dia!!' sesal Frans. Tangis Cesi pun mulai redah saat dirinya merasa mulai lelah. Cesi pun tertidur dalam tangisnya. Melihat Cesi yang sudah tertidur pulas. Frans memecahkan keheningan.

__ADS_1


"Bisa jelasin ini semua?!" penasaran Frans akan keterlibatan Devan dan Angga saat ini.


"Sebenarnya..." Angga menjelaskan semuanya. mulai dari Devan yang curiga akan gelagat aneh Panji sampai mereka menemukan keberadaan Frans serta Cesi.


"Ternyata gitu, makasih ya. kalau ngak ada kalian gue ngak tau keadaan Cesi sekarang gimana. gue benar-benar bodoh, seharusnya gue bawa Cesi keluar negri aja!" sendu Frans menatap Cesi dibelakangnya.


"Gak usah makasih Frans, Cesi sendiri udah kami anggap adik!!" tutur Angga. Devan hanya fokus pada jalanan, tanpa menghiraukan percakapan antara Angga dan Frans.


"Terus kita kemana sekarang?!" tanya Frans penuh kebingungan saat jalanan yang dilewati Devan sungguh belum pernah dilewatinya.


'Banyak tanya kali anyinggg!! kalau bukan karena Cesi, gue ngak sudi nolong nih anak!!' Devan geram.


"Kita ke basecamp kami. lagian istri gue nungguh!" menekan kata Istri Devan pun berlagak membanggakan dihadapan Frans.


Hhhhhhhhhhhhh... Tawa Angga malah membuat Devan dan Frans bingung.


"Kenapa lo?! kesambet?!" tanya Devan yang masih fokus menyetir.


"Lo mah Dev, sampai sekarang masih aja cemburuan! lagian Frans juga udah ikhlasin Key buat lo!! Hahaha...!!" kalimat itu membuat Frans melongo tidak percaya.


'Seorang Devandi Arga, ketua OSIS yang paling dingin disekolah ini juga memiliki rasa cemburu??!' pikir Frans.


Jhhhhhhhhhhhhhh... Tawa Frans pun bersautan dengan tawa Angga.


'Dasar mereka, cuman bisa ngetawain aja!! ini namanya suami siaga!! siaga dari hal-hal yang mengancam cinta istrinya!!' pikir Devan.


Frans merasa sangat ingin tertawa mendapati emosi tertahan dari wajah Devan. wajah yang putih itu sudah berganti dengan merah.


"Gue ngak nyangka lo punya rasa cemburu juga Dev!! jhhhhhh.... kalau gue rebut Key dari lo gimana?! gue rebut hatinya, soalnya gue masih pengen milikkin dia gitu!!" kalimat Frans itu malah tidak hanya didengar oleh Angga ataupun Devan. kalimat itu juga didengar Cesi yang sudah terbangun sedari tadi.


'Ternyata Frans sama aja!! semua cowok sama aja !!' ketusnya dalam hati. Tanpa suara, Cesi pun menangis dalam diamnya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2