
...🌹🌹🌹🌹🌹...
⏳1 jam pun berlalu⏳
Devan dan Angga sudah menemukan semua informasi yang mereka butuhkan. Biodata tentang Panji pun mereka dapatkan sedetail mungkin. Ternyata Panji adalah anak dari Cysa dan Fasya.
Setahun sebelum mereka menikah sah, dengan orang tua Cesi serta Frans. mereka berdua ternyata sudah menikah sirih. Saat Panji lahir, mereka hanya memberikan fasiltas yang sangat memadai tapi tidak dengan perhatian atau pun kasih sayang. Panji dirahasiakan bahkan diberi tempat tinggal yang mewah serta para pelayan yang banyak. Sedangkan info keberadaan Cesi dan Frans sudah juga mereka dapatkan. Cesi berada di sebuah Villa kebun teh. sebuah desa yang sangat jauh dari kota. bahkan tidak akan ada yang memikirkan keberadaan mereka di sana.
"Gue rasa Panji tidak tulus mencintai Cesi!!" ujar Devan.
"Benar apa kata lo Dev. gue ngak nyangka Panji anak dari tante Cysa, kalau Cesi tau pasti dia akan membenci Panji. karena cinta Panji ke Dia itu ngak tulus!" Angga tampak serius.
"Menurut lo, apa tujuan Panji?!" tanya Angga penasaran.
"Apalagi selain Perusahaan Berlant Ngga? lo tau kan, tante Cysa bukan ibu kandung Cesi. gue yakin banget rencana ini udah berjalan sejak lama!" tutur Devan serius.
"Terus Frans sama Cesi bagaimana?" tanya Angga.
"Kita ubah lokasi Frans dan Cesi agar Panji ataupun anak buah Cysa tidak bisa menemukan mereka!! setidaknya kita harus menjaga rahasia ini dulu meskipun itu dari Ranti atau Key. tindakan selanjutnya kita pikirkan lagi!!" Devan pun mematikan laptop dan alat-alat canggih itu. Angga pun bergegas kearah mereka masuk tadi.
"Lo mau kemana?!" langkah Angga terhenti.
"Ya keluarlah dari ruangan ini, masa lo beneran mau sekap gue disini? Hahaha!" tawa Angga malah dijawab dingin oleh Devan.
"Lo mau Key lihat lo keluar dari ruangan ini?" tunjuk Devan pada dinding tadi yang sudah berubah menjadi kaca. Angga melongo kaget.
"Astaga, kok rumah lo jadi canggih gini sih? ini cermin kayak diruang-ruang interogasi gitu kan?!" Angga menatap takjub melihat keberadaan Key diluar. Devan hanya mengangguk biasa.
"Yuk ikut gue!!" Devan melangkah ke sudut ruangan, membuka kembali pintu rahasia agar mereka bisa keluar tanpa ketahuan.
__ADS_1
"Loh kok ini bisa di kamar gue?" bingung Angga.
"Hahaha basecamp punya gue! suka-suka gue dong!" tawa Devan keluar kamar, meninggalkan Angga yang masih bingung.
🍃Villa Desa🍃
Beberapa jam berlalu, Frans dan Cesi akhirnya sampai di Villa. Menatap kursi penumpang di sebelah nya. Frans merasa sangat bersalah. karena amarah dan rasa cemburunya yang begitu tinggi. Membuat tangan Cesi harus memar.
'Maafin aku Ces! Aku hanya ngak punya waktu buat jelasin semua ini sama kamu tadi!!' ujar Frans dalam hatinya. Turun dari mobil. Frans membuka pintu Villa. Mengendong Cesi yang masih nyenyak dalam tidurnya.
⏳1 Jam kemudian⏳
Glutak-glatuk... Tidur Cesi terusik saat bunyi berisik dari arah dapur.
'Gue dimana ya??! oh shiit gue harus pergi dari tempat ini. Frans pasti mau bunuh gue!! Frans jahat!!' pikir Cesi seketika panik. Cesi bergegas bangun dari atas sofa, mencoba membuka pintu villa yang ternyata sudah dikunci.
"Ces lo mau kemana?!" Frans datang dengan memegang pisau yang berlumuran darah.
"Lo...lo jauhi gue!! gue masih pengen hidup!! gue masih mau nikah sama orang yang gue cintai. jangan paksa gue Frans. gue ngak suka sama lo!! Hikkkkss..." tangis Cesi pecah.
'Dasar curut!! b*doh banget. dikit-dikit aja nangis!! gue ngak suka lihat dia nangis!!' kesal Frans. Frans malah tersenyum devil dan meletakkan pisaunya di atas meja.
"Apa Ces, ulang lagi? gue ngak denger!!" Frans melangkah maju memojokkan Cesi.
"Lepasin gue Frans, gue mohon. lo bukan siapa-siapa gue. lo ngak seharusnya ngatur-ngatur hidup gue! gue benci sama lo!!" diselah-selah tangisnya. Frans menarik tangan Cesi agar menjauhi pintu. Ia tidak mau Cesi salah melangkah sebelum mengetahui semuanya tentang Panji. Namun tangan Frans malah di hempas keras oleh Cesi. sehingga membuat pisau di tangan nya ikut terhempas mengenai tangan Frans.
"Awww..." darah dijari tangan Frans semakin mengalir. Cesi bingung kenapa tangan Frans berdarah. ntah mengapa rasa iba dihatinya muncul.
"Lo kenapa??!" panik Cesi.
__ADS_1
"Bukan urusan lo!" menahan rasa sakitnya. Rasa sabar Frans sudah memuncak Mengambil dan melemparkan kunci pintu pada Cesi. Frans pun sudah tidak memperdulikannya. meskipun Cesi kabur Ia tidak peduli lagi. Ia pun melangkah kearah teras belakang villa. Emosinya meluap saat Cesi tidak mau mendengarkan penjelasan nya. hatinya sangat sakit saat Cesi mengatakan kata "Benci".
⏳Selang beberapa menit⏳
Cesi datang dengan kotak P3K di tangan nya. Frans kaget mendapati kehadiran Cesi yang masih berada di villa.
'Apalagi mau Cesi?? kenapa dia ngak jadi kabur?!' Frans mengerutkan dahinya bingung. Ia menatap Cesi curiga.
"Kenapa lo masih disini?!" ketusnya. tanpa bicara, Cesi menarik tangan kanan Frans yang sudah berlumuran darah. Cesi membersihkan luka dijari Frans. sedangkan si empu hanya bisa terdiam menyaksikan kegiatan Cesi.
'Apa sih maksud nih curut? kalau dia kayak gini, kan gue makin sayang!! gue ngak bisa lepasin dia!!' tulus Frans. Cesi pun selesai membersihkan luka dijari Frans.
"Lain kali,kalau ngak pandai masak jangan masak!! ngiris bawang aja sampai luka dalam kayak gini sok mau jagain gue segala!!" jutek Cesi duduk disebelah Frans dengan berkata ngasal. padahal ia sendiri tau kalau Frans terluka karena ulahnya. Cesi merasa aneh di dalam hatinya. apalagi melihat dapur yang berantakan saat mencari kotak P3K.
'Aku ngak tau Frans jahat atau gimana?! tapi hati aku bilang justru Frans sayang sama aku, bukan Panji. aku bingung!' tutur Cesi dalam hatinya. Frans hanya terdiam, ia begitu tidak mau memperpanjang masalah, apalagi menyalahkan Cesi atas luka yang ia dapatkan.
"Lo ngak jadi kabur?!" memecahkan keheningan.
Hhhhhhhhhhhhhh... Frans bingung menatap Cesi yang tertawa terbahak-bahak.
"Emang ada ya, orang kabur dikasih kunci lansung sama penculiknya??!" tawa Cesi tak henti. Membuat kejolak aneh di hati Frans.
'Maafin gue Ces, gur ngak nyulik lo. gue cuman mau buat lo bahagia!!' tulus Frans dalam hatinya. Karena tidak mendapat respon apapun dari Frans. tawa Cesi pun terhenti.
"Lo kenapa menatap gue kayak gitu??! lo ngak suka gue disini?! ya udah gue keluar dari sini!!" tangan Cesi digenggam oleh Frans saat hendak berdiri. Dengan wajah sendu. Frans menarik Cesi dalam peluknya.
"Maafin gue Ces, gue sadar selama ini yang gue sayang dan cinta itu lo!" tutur Frans sangat tulus. Membuat Cesi terpaku mendengarnya.
'Frans beneran sayang aku?! bukannya selama ini Frans ngejar-ngejar Key?! Apa ini rencana baru Frans? tapi rasanya Ia begitu tulus, sampai hatiku bergejolak aneh.' pikir Cesi. Frans merenggangkan peluknya.
__ADS_1
"Gue mohon Ces, gue mohon banget. lo tetap disini sama gue. gue bakalan jelasin semuanya, agar lo tau kebenarannya seperti apa." Cesi merasa Ia harus mendengar penjelasan Frans dahulu, karena itu Ia mengangguki ucapan Frans.
BERSAMBUNG.....