
...🌹🌹🌹🌹🌹...
⏳Setengah jam berlalu⏳
Key masih setia duduk di sofa ruang tamu itu. Sedangkan Devan mulai risih menunggu kehadiran Rafi dari dalam.
"Lama sekali, apa dia menipu kita?!" kesal Devan. Key hanya menggeleng melihat tingkah suaminya yang tidak pernah sabar.
"Apaan sih kak! jadi orang tu harus sabar. jangan prasangka buruk terus!" Devan tidak peduli. Ia hanya risih dengan menunggu seperti itu.Sudah jam setengah 12 malam, yang dikhawatirkannya adalah kesehatan Key serta calon anak mereka. Sudah tengah malam dan masih belum tidur.
"Kita pulang aja yuk!" Devan menarik tangan Key. Seketika Key mendengar derap langkah seseorang dari dalam. Melepaskan genggaman tangan Devan. Key berlari pada Rafi.
"Gimana? kita udah bisa makan pecel lele nya?" antusias Key membuat Rafi tertawa.
"Udah kak, maaf ya nungguh lama. Bunda aku masaknya agak lama. tapi dijamin enak deh! yuk ikuti aku!" ujarnya mengajak Devan serta Key ruangan makan. Key masih bergelayut ditangan kekar Rafi. Melangkah meninggalkan Devan yang penuh rasa cemburu.
'Kenapa sih istriku? malah kepincut terus sama sih Rafi!' kesal Devan.
🍽Dimeja makan🍽
Key, Devan, Rafi serta bundanya memakan pecel lele itu dengan sangat nikmat.
"Owh, jadi Key ini lagi ngidam ya?" tanya bunda Rafi. Key yang menikmati makanannya pun mengangguk.
"Iya tante. untung aja ada tante kalau ngak ada, ngak tau lagi mau cari kemana. masakan tante enak. makasih ya tan!" diselah-selah santapan nya.
'Kagak paham deh aku sama Key. ngak ada sopan nya. masa bicara sama orang sambil ngunyah gitu!' geleng-geleng Devan.
"Sama-sama Key. dulu pas tante hamil, tante juga selalu ngidam pecel lele. Tapi, karena Ayah Rafi sering keluar kota dan tante selalu ikut. jadi, tante beraniin buat belajar masak pecel lele. Susah kalau cari-cari tengah malam. Apalagi ngak di Indonesia!" ujar Weni dengan penuh senyuman. Devan semakin merasa ada yang janggal. Senyum Rafi, Key serta Weni sangat terlihat sama persis, begitupun dengan mata mereka.
"Rafi sudah kelas berapa?" tanya Devan dingin.
"Masih kelas 1 SMA kak. umurku baru 16 tahun! kalau kak Devan umurnya berapa?" tanya Rafi sangat bersahabat.
'Bocah ini anak baik-baik. meski ku tanya dingin masih dijawab hangat!' tanggapan Devan pada reaksi Rafi.
"Masih kelas 3 SMA. Minggu depan kami Ujian Nasional!" mendengar kata kami. Weni pun merasa aneh.
"Kami? Apakah Key juga masih sekolah?" tanya Weni. Key pun mengangguk.
"Terus kok udah menikah dan hamil?" penasaran Weni membuat Devan tau pemikiran nya.
__ADS_1
"3 bulan lalu keluarga kami salah paham tan, mereka ngira kami tidur bersama. Akhirnya kami dinikahkan dan anak yang dikandung Key adalah anak dalam pernikahan kami!" mengusap dadanya, Weni merasa lega.
"Owh syukur lah, tante takut kalian salah jalan!" Key tersenyum hangat pada Weni.
"Tanggal 6 esok aku ngadain pesta ulang tahun tan di kota A. Tante datang ya!" mengingat tanggal 6 membuat Rafi terpaku begitu pun Weni telah melamun.
"Maaf kak, mungkin bunda ngak bisa datang!" penolakan itu membuat Key cemberut. Weni melihat wajah Key cemberut. Merasakan sesuatu yang aneh didalam hatinya.
'Mengapa aku tidak senang hati menolak keinginan gadis ini?' hatinya bertanya-tanya.
"Tante bakalan datang kok." senyum Weni pada Key.
"Beneran ya tan? makasih tante, Key sayang tante." ujarnya memeluk Weni.
'Rasanya aku menemukan kembali putriku. hangat sekali pelukkan Key ini!' Rasa dalam hati Weni begitu hangat kali ini.
"Tapi bunda, hari itu peringatan kematian Kakak!" ujar Rafi dengan perlahan.
'Semoga bunda ngak sedih dengan aku mengingatkan hal ini' Rafi penuh harap.
"Kakak mu belum mati Rafi! bunda tegaskan itu!" ujar Weni dengan emosi dan langsung memasuki kamar nya. Rafi hanya terdiam membisu. Devan serta Key melongo mendapati tingkah aneh dari Weni.
"Tante kenapa?" tanya Key. Rafi pun menceritakan semuanya pada Key dan Devan. Key yang emosional, lansung menangis dipelukkan Rafi.
"Kasihan banget lihat tante. Aku ngak tengah lihat dia ngak terima kenyataan, kasihan banget. hiks...hikss..." selah-selah tangisnya, Devan pun mulai risih.
"Udah jam 1 malam nih, pulang yuk! besok Rafi juga mau sekolah Key!!" tarik Devan.
"Iya deh, Rafi besok janji datang ya!! "cemberut nya melangkah keluar apartemen Rafi. Rafi pun hanya mengangguk.
"Dadah kak!" lambainya.
"Dadah Rafi ganteng!" ujar Key membuat Rafi malu-malu. Key dan Devan pun melangkah kembali ke apartemen Angga.
🏢Apartemen Angga🏢
Sudah setengah jam Angga mencoba untuk tidur. thetetap saja dirinya enggan mengantuk.
'Gw kenapa sih kok ngak bisa tidur gini?' tanya Angga kebingungan sambil membolak-balilkan tubuhnya. Angga sangat frustrasi. 'Gue pengen meluk Ranti, tapi caranya gimana? nanti kalau gue ditendang gimana?!' Karena tidak kunjung tidur, Angga akhirnya tidak memperdulikan hal itu. keinginan nya sangat memuncah kali ini.
🛌Kamar Ranti🛌
__ADS_1
Pintu kamar terbuka. membuat Ranti yang sedari tadi tidak bisa tidur pun berpura-pura tidur.
"Ran..."suara berat Angga membuat Ranti merinding.
'Ngapain Angga kesini sih! mau nyuruh gue pindah lagi? mending gue pura-pura tidur aja!!' kesalnya. Ranti hanya diam, tanpa bergerak memunggungi pintu kamar.
"Untung kamu udah tidur. Aku mau tidur bareng kamu sini!! soalnya ngak bisa tidur dari tadi!!" ujar Angga melangkah, memasuki selimut yang sama dengan Ranti.
'Astaga, nih ogeb mau ngapain sih?!' Ranti semakin kesl.
Seperkian detik, Ranti membeku saat merasakan peluk hangat Angga pada dirinya.
"Aku rindu kamu Ran!" bisiknya. membuat kepala Ranti bergejimbun pertanyaan. Setelah memeluk. Angga mencoba menutup matanya hingga tenang dan tertidur pulas.
Ranti yang merasa nafas Angga mulai teratur pun juga ikut dalam irama itu. merasakan dirinya pun mulai mengantuk dan mengikuti Angga ke alam mimpi.
🛌Dikamar Key dan Devan 🛌
Devan sedari tadi hanya diam. memikirkan kejanggalan aneh sedari tadi. Key keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai daster.
Beberapa Minggu yang lalu dirinya merasa sangat nyaman bila memakai daster. karena itu, Ia saat tidur selalu memakai daster.
"Kak Dev!" Devan yang melamun pun tidak mendengarkan panggilan Key.
'Siapa sebenarnya tante Weni dan Rafi? mengapa mereka memiliki kesamaan dengan Key?!!' Devan bertanya-tanya dalam hatinya.
Key sudah memanggil berulang kali tetap saja Devan tidak menghiraukan nya.
"Kak Dev...!" teriaknya persis disebelah telinga Devan. Devan kaget dan merasakan telinga nya langsung berdenyut.
'Ngapain sih Key teriak disebelah telinga gue?! untung istri, kalau orang lain udah gue smackdown!' kesal Devan.
"Apa sih Key? untung aku ngak budek!!" mengusap telinganya. Devan hendak melangkah ke kamar mandi.
Seperkian detik, Key menarik tangan Devan dengan keras. membuatnya jatuh keatas ranjang. Key mengunci gerak Devan dengan menindihnya.
"Kak Dev lagi mikirin apa? sampai aku dicuekkin?!" tanya Key sinis. Devan terperangkap akan mata Key yang menatapnya.
"Mikirin kamu!" ujar Devan begitu saja.
"Mikirin aku?" tanya Key sekali lagi. Devan pun mengangguk. Key terus saja mendekatkan wajahnya pada Devan. Sampai hanya menyisakan beberapa centi dari jarak kedua wajah mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....