
...๐น๐น๐น๐น๐น...
Devan juga bingung maksud Angga menghentikan Key.
"Kenapa ngak boleh Ngga?!" tanya Devan.
"Kita harus rencanakan dulu sebelum kalian pergi. kita berangkat ke mall A. karena Panji ada di sana!!" ujar Angga memperlihatkan GPS di handphone nya.
"Waah...waah.. hebat sahabatku ini, mungkin lagi bagus jaringan nya ya Ngga?!" ledek Kiki menepuk-nepuk bahu Angga.
"Apaan sih Ki, lo malu-malu in gue depan istri gue." bisiknya kesal.
"iya-iya deh yang udah punya istri, sekarang rencana lo gimana?" Kiki mulai serius. Angga serta yang lainnya pun duduk di sofa.
"Kalau kak Panji ada di sana, gimana kita bisa ke mall. nanti dia tau aku dan Frans ngak meninggal?" Cesi mulai khawatir. Frans pun mengangguki pendapat Cesi.
"Betul kata Cesi, tapi akan lebih asik jika permainan, kita mulai dari sekarang!" senyum devil muncul dimimik wajah Angga.
"Maksudnya?!" serentak Frans dan Cesi yang kebingungan. Angga mulai menceritakan semua taktik yang sudah mereka rencanakan.
"Ahhh... mantap kak!" ujar Key sangat bersemangat.
"Tapi kak, Cesi takut!" Cesi masih terbayang bagaimana sakit, perasaannya saat mengetahui sandiwara yang Panji lakukan.
"Lo ngak perlu takut, gue ada bersama lo!!" Frans menggenggam tangan Cesi begitu hangat, membuat sang empu mampu merasakan kenyamanan di sana.
"Ya udah yuk berangkat!" Devan melangkah menuju garasi.
"Eh tunggu dulu, masa gue pakai celana pendek kayak gini aja?!" bingung Kiki yang ditertawai semuanya.
"Gak apa-apa Ki mana tau ada yang ngasih sumbangan ntar. hhhhhh...!" Angga cengengesan.
"Apa kata lo?!" Kiki berhamburan menggulati Angga dengan Candanya. Langkah Devan yang terhenti membuatnya tersenyum.
'Untung mereka berdua bisa akur kayak gini!' ujarnya senang.
"Udah yuk, 5 menit gue tunggu lo siap-siap Ki!" dengan romantisnya Devan menggendong Key ke arah mobil, tanpa malu di lihati sedikit pun.
"Ah... kak Dev ngagetin! malu tau!!" rajuk Key.
"Wlekkk... bodoh amat Key. istri sendiri mah bebas!!" cibirnya.
__ADS_1
๐Mall A๐
Setengah jam perjalanan dari basecamp. akhirnya mereka sampai di mall A.
"Sekarang Panji ada di toko sepatu A. kita akan ke sana!" senyum devil Angga sangat menakutkan saat ditatap.
'Kok jadi pengen nampar Angga ya? ya tuhan maafkan keinginan aneh ini !!' Melihat kegelisahan Ranti, membuat Angga refleks bertanya.
"Kamu kenapa Ran, kok kayak ngak nyaman gitu sih?!" Ranti membisikkan sesuatu pada Angga.
"Aku lagi ngidam!" kalimat Ranti membuat Angga sangat bersemangat.
"Waah~waah... akhirnya kamu berani bilang ngidam ke aku Ran. ngidam apa sayang, biar suami mu ini penuhi?!" semangat Angga menggebu-gebu. Namun malah dibalas dengan gelengan oleh Ranti.
"Kok cemberut gitu Ran, udah bilang aja. mau apapun pasti aku beliin. atau kamu mau beli mall ini. gak apa-apa juga !!" ucapan Angga membuat Kiki jijik.
"Halaa... lagak lo. uang dari mana coba? bayar teh di warung aja lo minjam duit gue!" ledek Kiki.
"Waaah.... berdosa kali anda!! itu pas gue ngak bawa recehan ogeb !!" celetuk Angga membuat semuanya geleng-geleng. Kecuali Ranti.
'Kalau nampar Angga, dia nya sakit ngak ya ?! tapi kepengen banget, kesel lihat wajah devilnya tuh!!' bingung Ranti.
"Lo beneran mau penuhi ngidam gue?! ngak bakalan nyesel gitu?!" bisik Ranti sekali lagi.
'Ya udah deh, gue tampar aja. lagi pengen-pengennya nih nyalurin hasrat kayak di sinetron semalam. hehehe' Dengan tanpa aba-aba Ranti menampar pipi Angga. Semua terdiam sedangkan Ranti malah tersenyum dan mengelus-elus perutnya.
"Uuhhhh... leganya!!" semua merasa iba pada Angga yang terdiam membeku.
"Kok nampar sih Ran?!" bingung Angga.
"Ya ngidam aku itu Ngga!!" senyum nya tanpa bersalah. Semua menggeleng-geleng sambil menahan tawa.
"Kamu jahat Ran!!" Angga melow dan memeluk Ranti.
'Gak apa-apa ditampar yang penting dapat peluk!! hhhh...' mesum Angga.
"Yaa... drama makin panjang. udah tinggalin aja nih pasutri dua dalam mobil. kebanyakkan nonton sinetron mereka!!" ujar Kiki turun dari mobil.
"Ehh.. kak Kiki, Ranti ikut!" tanpa memperdulikan Angga. Ranti turun dari mobil mengejar semua.
'Dasar istri, ngak pernah ngerasa bersalah! main tinggal-tinggal aja!!' kesal Angga. Mereka semua akhirnya dapat melihat keberadaan Panji.
__ADS_1
"Itu Panji, kita mulai permainan!!" Semua pun mulai bergerak. Angga, Ranti serta Key dan Devan. memasuki toko sepatu tersebut.
"Eh... ada kak Panji." Tutur Key lembut, seolah semuanya tidak direncanakan.
"Kalian disini juga ternyata." Panji membalas dengan tersenyum hangat.
"Kak Panji beli apa tu?" tanya bodoh Key membuat Ranti tertawa.
"Jelas ini tokoh sepatu Key, masih aja tanya. hhhhh" ujar Ranti.
"Yaudah yuk!" titah Angga melangkah mengelilingi tokoh. Panji pun mengikuti mereka sekedar melihat.
"Aku rindu Cesi deh." akting Key pun dimulai.
"Iya Key, aku juga. udah 2 hari kita ngak dapat kabar dari Cesi. dia kemana ya?" Ranti turut andil dalam sandiwara ini. Mendengarkan percakapan Ranti dan Key membuat Panji sedikit panik.
'Kalau mereka tau Cesi sudah meninggal dan itu karena aku pasti mereka semua bakalan membenci aku!!' Panji meringsut menjauhi Key, Devan, Ranti serta Angga. Namun saat Ia ingin melangkah keluar dari tokoh. Panji tidak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis.
"Maaf ya mas!!" bukan nya menjawab ucapan gadis itu. Panji malah melongo kaget mendengarnya.
'Suara itu, suara yang sangat familiar. aku yakin sekali kalau itu adalah Cesi??!' Sebelum Panji sempat melihat wajah gadis itu. gadis itu sudah menghilang dari hadapan nya.
'Kemana gadis itu?! suaranya begitu mirip dengan Cesi??! apa Cesi masih hidup?! ntah mengapa perasaan ku bahagia mendengar suaranya!' harap Panji.
"Kak Panji!" tepukkan dibahunya membuyarkan lamunan Panji.
"Eh Key, iya ada apa?!" berusaha tampak biasa saja.
"Kak ngak ikut milih sepatu bareng kami?" Key mengembangkan senyumnya dihadapan Panji.
"Ah iya Key, yuk!" Panji dengan rasanya yang masih penasaran. celingak-celinguk melihat sekeliling tokoh. mencari keberadaan gadis yang ia tabrak tadi. Namun bukannya mendapati gadis itu. Panji malah melihat seorang lelaki berjalan diluar tokoh.
'Tidak salah lihat!! aku yakin itu adalah Frans. ini tidak mungkin!!' paniknya. Panji pun berpamitan kepada semuanya. Ia bilang ada keperluan mendesak dan harus pulang. Namun, tujuan Panji sebenarnya adalah mengejar lelaki yang Ia lihat tadi.
'Aku harus cepat memastikan itu Frans atau bukan!!' panik Panji semakin menjadi. Mengikuti langkah lelaki itu, Panji dibingungkan dengan dirinya yang sudah sampai diarea parkiran mobil. Celingak-celinguk melihat lelaki yang Ia cari. Panji dikejutkan dengan mobilnya yang sudah penuh tulisan-tulisan bercat darah.
...**LO BAKALAN GW SINGKIRKAN!!...
...TUNGGU PEMBALASAN**...
Seperti itu lah tulisan besar yang tertera di mobilnya.
__ADS_1
'Siapa dia?! siapa yang melakukan ini?!' Amarah Panji memuncak, Ia langsung berjalan ke ruang keamanan mall.
BERSAMBUNG.....