
...๐น๐น๐น๐น๐น...
Key masih kaget tidak menyangka sahabatnya ada disini. menatap dari atas sampai bawah. Key malah bingung mengapa Ranti memakai baju tidur dan sangat amburadul.
Sedangkan jam sudah pukul 11 pagi.
"Ranti... lo kemana aja? gw kangen tau!!" ujar Key, antusias langsung memeluk Ranti.
Angga dan Devan pun malah takut dibuatnya. takut jika nanti Ranti tidak kuat menahan tubuh Key. Maka mereka berdua akan jatuh.
"Key, ingat bayi dalam perut kamu!!" teriak Devan. Key yang sadar, langsung merenggangkan peluknya pada Ranti.
Kemudian pandangan Key beralih pada Vara yang berada di belakang Ranti, ia menatap penuh tajam padanya.
"Kenapa cewek pelakor ini ada disini??" tunjuk Key lurus dihadapan wajah Vara. Devan pun ikut kaget mendapati Vara ada di apartemen Angga.
Key dengan kesal beralih pandang menatap Devan.
"Kak Dev yang rencanakan ini semua ya?? bilangnya mau liburan sama Key. Tau-tau ada mantan nya!" ketusnya bumil ini melangkah memasuki apartemen Angga tanpa izin.
Devan dengan bingung dan sedikit takut akan kemarahan Key, kemudian beralih menatap Angga seolah bertanya.
"Lo hutang penjelasan. gw dah bilang kalau sekarang bumil kecil itu lagi sensi. lo malah ngak bilang kalau sih cewek ini disini!!" tatapan tajam Devan kearah Vara yang mampu membuatnya takut.
"Key tungguin aku!!" Ranti hanya menjadi penonton. Ia sangat bingung saat sang Ketua OSIS, dengan santai malah mengatakan Key istrinya dan yang lebih mengejutkan lagi Key ternyata tengah hamil. Angga hanya menunduk, berbalik menatap Vara.
"Kayaknya lo harus pulang ke apartemen Ranti. gw ngak mau sahabat gw berantem lagi sama istri nya gara-gara lo!!" jutek Angga memapah Ranti untuk masuk kedalam.
'Ihhss... kenapa mereka ngak jadi pisah sih!! bukannya vidio waktu itu udah gw kirim!!' Vara melangkah kedalam kamar untuk membereskan barang-barangnya.
Devan sedikit bertanya dalam hatinya. 'Bukannya waktu itu dia bilang ke Singapura untuk berobat! mengapa sekarang ia terlihat biasa saja? ditambah lagi kenapa bisa disini sih??!' Mendapati Devan terus-terusan menatap Vara. Key malah semakin emosi.
Buggggh...
Devan pun terjatuh dari sofa, tersungkur dilantai. "Berani ya natap- natap mantan mu itu!!" ujarnya marah.
"Ngak lagi Key!!" ucap Devan menahan rasa sakit pinggangnya akibat tendangan Key. Angga bergeridik ngeri, menonton aksi Key yang begitu sadis.
"Eh ogeb lo mau kemana??" tanya Angga pada Ranti yang berjalan kearah kamar.
"Mau siapin barang gw. kan tadi lo nyuruh gw balik ke apartemen!!" Ranti malah salah paham saat Angga mengusir Vara.
"Oiiii siapa yang ngusir lo!! gw cuman ngusir Vara. biar Key ngak emosi lagi. lagian disini lo juga udah ada teman!!" Angga berlari ke kamar. Key menatap Devan seolah bertanya.
"Kak jelasin sekarang juga!!" ujar Key pada Devan. Devan yang tadinya berdiri kembali duduk di sofa dan menjelaskan semuanya pada Key.
__ADS_1
Key yang emosinya tidak stabil pun langsung menangis tersedu-sedu mendengar setiap cerita yang keluar dari mulut Devan.
Hikkkkss...
Hikkkkss...
Hikkkksss...
"Kok kak Angga jahat banget. perkosa Ranti sampai hamil gitu!!" selah-selah tangisnya.
'Ya tuhan, kenapa istri aku gini banget. moodnya berubah terus. capek juga nih lihat dia berubah-berubah!!!' gumam Devan dalam hatinya.
"Udah dong Key nanti cantik nya ilang lagi kalau nangis terus!" inisiatif ingin menghibur sang istri. Devan malah dihadiahi pukulan pelan tepat di dadanya.
"Jadi kalau nanti cantiknya ilang kakak udah nggak suka gitu??!" Key menggelitik Devan. Ranti yang tadi berniat mengambil minum ke dapur malah berhenti ditempat.
'Tontonan macam apa ini??' kesalnya
"Ogeb lo ngapain lihatin mereka??" tepukkan dipundaknya membuat Ranti kaget.
"Jadi Devan sama Key beneran udah nikah dan sekarang Key juga hamil? jadi ini kejutan yang lo bilang??" tanya Ranti dengan judes.
"Iya ini kejutan buat lo. gw tau lo rindu Key. gw pengen lo bahagia!" Angga sangat tulus. membuat Ranti seketika menitikkan air matanya.
"Bukan nya lo cinta sama Key? kenapa lo pengen bikin gw bahagia? apakah itu hanya karena anak lo??" sendunya. Angga menggeleng keras.
'Berarti selama ini gw salah paham sama Angga!!' ucap Ranti dalam hatinya.
Key dan Devan pun sadar akan keberadaan dua sejoli di belakang mereka, sehingga tawa mereka beralih menatap Angga serta Ranti.
"Jadi nikahnya kapan?!" tanya Devan yo the point. Angga dan Ranti pun saling menatap.
"Besok!" serentak.
"Cieee serentak gitu!!" ujar Key. Membuat Ranti tersipu malu.
"Kak Dev sayang..." lembut sekali. Seakan kata-katanya selembut kapas.
Devan sudah tau jika Key bersikap lembut pasti ada maunya.
"Hmmm apa bumil kecilku?" gemas nya.
"Eskrim!" menunjukkan pupil eyes nya. Key saat ini tengah mengidamkan eskrim.
"Dalam kulkas ada Key!" ujar Ranti.
__ADS_1
"Yeaaii... merica ada ngak??" sontak semua orang di sana malah melongo.
"Buat apa Key? jangan aneh-aneh deh!!" Devan khawatir. Tanpa menjawab Key melangkah kearah dapur dengan menyeret Angga.
Meminta Angga untuk mengambilkan eskrim dan merica. setelah keduanya ada di tangan nya, Key malah mengaduknya dengan rata. Angga pun bergeridik ngerih membayangkan rasa ekrim itu.
Dengan sangat bahagia. Key melangkah melewati Devan serta Ranti. membawa cup eskrim yang masih berada ditangannya. Mereka bertiga masih bingung melihat gelagat aneh Key menuju depan pintu kamar Vara.
Tokk...
Tokkk...
"Kak Vara." ujar Key begitu lembut.
"Iya ada apa?!" Vara keluar dengan jutek.
"Maafin ya selama ini Key udah ngomong kasar sama kak Vara! demi menebus kesalahan Key. kak Vara mau kan makan eskrim yang Key bawa ini!" Ranti, Angga serta Devan hanya bisa mengigit bibirnya. Mereka takut jika menggagalkan rencana Key. Ia akan begitu sangat marah pada mereka.
"Owh okey!!" ujar Vara santai dan mengambil eskrim itu.
"Key mau ke ruang keluarga dulu ya!! makasih kak Vara! eskrim nya jangan lupa dimakan." senyum nya mekar dan berjalan kedalam menjauhi kamar Vara.
'Recanaku berhasil. rasain kamu pelakor!!' senyum licik Key sambil melangkah. Vara dengan santai memasuki kamarnya dan mencoba eskrim itu, karena cuaca saat ini juga mendukung. Angga pun menarik Ranti untuk kedalam kamar. serta menunjukkan Devan dan Key kamar milik mereka.
Baru mencoba Vara sudah kepedasan.
"Oiiiiii eskrim apaan nih?? masa pedas gini aahhhhhhh!!" bibir Vara sudah memerah. Ia sangat sebal mendapati kenyataan bahwa dirinya tengah dikerjai. Padahal ia sudah berusaha untuk tetap berbaikan dengan istri sang mantan.
'Awas ya lo Key. gw benci sama lo!!' gumamnya kesal.
๐Kamar Key & Devan๐
Key sudah tertawa terbahak-bahak.
"Kak Dev lihat itu. mantan kak Dev itu sungguh b*doh!" disela tawanya. Devan hanya menggeleng mendapati sanga istri yang sangat jahil.
"Kamu jangan sering-sering kayak gitu. kasih nanti dedeknya ikutan!!" ujar Devan.
"Owh jadi kak Dev ngak suka aku gituin mantan nya?" cemberut Key di atas ranjang.
"Ngak gitu Key. kak ngak suka aja kamu jadi jahil gini!" Devan duduk disebelah Key.
"Kan kak Dev yang ajarin Key buat jahil!" cibirnya tidak mau disalahkan. Devan tersenyum dan menggelitiki perut Key.
"Hhhh dasar gadis kecil, ngak pernah mau kalah. keras kepala lagi! nih hukuman buat kamu!!" mereka pun hanyut dalam tawa dan canda.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....