
...🌹🌹🌹🌹🌹...
⏳1 Bulan berlalu⏳
Malam ini Devan kembali tidak bisa tidur. memikirkan di mana keberadaan Key.
Satu bulan yang lalu, saat dirinya kembali ke rumah sakit, Dokter menyatakan Key sudah dipindahkan. Devan bersikeras untuk meminta lokasi rumah sakit pemindahan Key. Tapi nihil, semua lokasi yang diberikan rumah sakit adalah kebohongan. terbukti tidak adanya Key di sana. Devan seperti sudah bukan dirinya lagi. Amburadul dan yang dipikirkannya hanya keadaan Key.
'Bagaimana Key malam ini? apa dia sudah makan? apa Ia kuat setelah tahu kehilangan anak kami? seharusnya aku ada disisinya. merangkulnya sekarang!' Tak kuasa devan menahan air matanya itu.
"Dev, Dev yuk makan!" ujar Valiysa dari balik pintu kamar.
"Maaf bu, aku mau tidur!" tegas Devan. Ntah sudah berapa hari Ia tidak makan, bahkan untuk minum pun tidak sempat karena memikirkan cara untuk bisa mencari lokasi Key.
Drrrrrrrrrrrrrrrrrrrtttttttttttttt... Dering telpon itu membuat Key mengerutkan dahi.
'Siapa yang menelponku? nomornya tidak tertera dikontak.' bingung Devan.
"Hallo!" sapanya.
"Hallo Mas!" Devan kaget mendengar suara Key diseberang.
'Mas? ternyata Key masih ingat perjanjian waktu itu.' senyuman disela-sela air mata yang sudah tidak bisa di bendung.
🔄FLASHBACK ON🔄
key berlagak manja pada Devan.
"Kak yuk lah. Key pengen eskrim!!" Devan masih sibuk dengan handphone ditangannya.
"Kalau kak Dev ngak mau beliin Key yang beli sendiri!" Devan tertawa dengan ancaman konyol Key. Sudah tengah malam begini. Devan tau sendiri jika Key tidak akan berani keluar.
"Ihhh... kok ketawa sih!" kesal Key. Meletakkan handphone nya di nakas. Devan beranjak menatap Key.
"Ya udah aku beliin, tapi ada syaratnya." senyum devil Devan tampak sangat jelas. Tampa berfikir sejenak, akhirnya Key menyetujui.
"Ya udah, syaratnya apa?!" rajuk Key.
__ADS_1
"Kamu panggil kak Dev dengan sebutan Mas
!!" senyum devil Devan membuat Key merinding.
'Gak apa-apa, demi eskrim.' putusnya. "Tapi ngak sekarang, habis ultah aku aja ya. kak!! aku belum siap, rasanya masih aneh!" tutur Key.
'Gak apa-apa yang penting dipanggil mas juga, lagian beberapa hari lagi !' pikir Devan. Devan pun mengangguk dan keluar dari kamar untuk membelikan eskrim yang Key inginkan.
🔄FLASHBACK OFF🔄
Devan sangat senang mendengar suara Key.
"Key itu kamu?!" air mata Devan sudah mengalir, Akhir-akhir ini ia sangat sensitif jika telah menyangkut Key.
"Iya mas, ini Key. Key ingin kita pisah!" kalimat itu sontak membuat Devan kaget.
"Apa-apaan kamu Key? saya tidak mau, kamu tetap akan menjadi istri saya selamanya!" tegas Devan.
"Maaf mas, aku sudah tau semuanya. aku juga tau mas ikut serta membohongiku selama ini. aku akan urus surat pisah kita!" Key menggigit bibir bawahnya menahan sakit atas pernyataan nya sendiri. Mematikan sambungan telpon rumah itu. Key berlari kedalam kamarnya. Rumah keluarga Benvrant ini sungguh besar. pelayan yang melayani begitu banyak.
"Aku tidak ingin pisah dengan mu mas, tapi aku tidak sanggup merasakan sakit kejahatan keluarga Arga lagi. bertahun-tahun aku dipisahkan dari keluarga Benvrant, keluarga kandungku!" tangis Key pecah didalam kamarnya. Rafi hanya bisa menahan pilu nya.
'Aku tau kak, kamu merindukan kak Dev. seharusnya ayah dan bunda tidak sekejam ini memisahkan mu, apalagi memisahkan calon anak mu dengan papanya.' pikir Rafi.
🍃Disisi lain🍃
Kiki mendatangi apartemen Angga. Sudah satu minggu Kiki membantu Devan untuk mengusut siapa yang memberi Key racun. Niat Kiki ke apartemen Angga hanya untuk menanyai dimana keberadaan Vara.
Karena hari itu Kiki sangat ingat bahwa Vara yang memberikan segelas jus pada Key.
"Hi Ngga." Kiki tanpa disuruh memasuki apartemen Angga dengan seenaknya.
"Hi Ki, ngapain lo kesini?" ketusnya melihat Kiki yang seenaknya duduk di sofa.
"Suka-suka gue lah, lagian lo juga saudara gue!" sebenarnya beberapa hari lalu kedua orang tua mereka sudah menikah tanpa mengadakan resepsi pernikahan. Semua atas restu Angga dan Kiki yang membiarkan kedua orang tua mereka. Ntah apa yang menggerakkan hati nya, Kiki dan Angga tidak lagi bersiteru dan memberi izin kedua orang tua mereka agar menikah.
"Yeee... itu sih enak di lo, rugi di gue." tutur Angga sangat malas mengahadapi Kiki.
__ADS_1
"Istri lo mana?" acuh Kiki pada ucapan Angga.
"Lah ngapain lo tanya-tanya istri gue? ngak ada niatan buat nikung kan lo?!" tawa Kiki pecah.
"Ya kali gue nikung istri lo! kayak ngak ada yang mau lagi sama gue!!" ujar Kiki celingak-celinguk.
"Ya mana tau lo punya niat kan." ucapan Angga malah dibalas tatapan malas juga oleh Kiki.
"Tujuan lo kesini ngapain sih?!" serius Angga ikut duduk di sofa.
"Gue sekarang lagi menyelidiki siapa yang udah ngeracunin Key pas acara ulang tahun kemaren!!" Kiki mulai serius.
"Lo udah dengar kalau Devan dan Key bakalan pisah, katanya Key sudah mengurus surat cerai kepengadilan!" tutur Kiki membuat Angga kaget. Bukan hanya Angga, Ranti yang baru datang dari dapur pun menjatuhkan gelas ditangannya.
"Maksud kak Kiki apa?!" tanya Ranti ragu. seluruh tubuhnya panas dingin mendengar pernyataan Kiki. Dengan wajah serius, Kiki menceritakan semuanya dengan rinci kepada Angga dan Ranti, tentang hal yang sudah terjadi dalam sebulan ini.
"Tidak, ini tidak mungkin. aku tidak bermaksud membunuh anak Key!" ucapan Ranti membuat Kiki dan Angga melongo.
"Maksud kamu apa?!" tajam Angga kebingungan.
"Maaf kak, waktu itu Ranti cuman mau bikin Key malu. tertidur pas acara itu! makanya Ranti kasih obat di minumannya! Ranti ngak tau kalau obat itu bakalan ber efek seperti ini!" Ranti terduduk dilantai merutuki kesalahannya.
"Kenapa kamu ngelakuin ini Ran?!" Angga sangat tidak percaya.
"Karena kamu kak, kamu bikin aku cemburu!karena kak Angga masih sayang sama Key." Kiki melongo kaget, penyelidikkan nya tidak sia-sia.
"Jadi yang racunin Key itu lo, bukan Vara?" tanya Kiki, Ranti pun hanya bisa mengangguk.
"Tapi kak, maksud aku tidak sampai seperti ini!" Ranti mencoba menjelaskan semua pada Angga. Angga dengan raut wajah kecewa Ia melangkah keluar apartemen.
'Aku tidak tau harus mengatakan apa pada Devan! istriku telah membunuh anak nya?! hal seperti apa yang akan aku lakukan?' bingung Angga. Kiki pun menepuk-nepuk bahu Angga.
"Gue bisa ngurus ini semua, sekarang lo harus tenangin istri lo dulu. kasihan calon anak lo, yang udah terjadi nggak bakalan bisa di ulang lagi." Kiki pun berlalu keluar apartemen Angga.
'Tugas gue sekarang adalah menemukan keberadaan Key sebelum semuanya terlambat!' pikir Kiki.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1