TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
PERNYATAAN PANJI


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹🌹...


🏚Basecamp🏚


Setengah jam perjalanan sudah dilewati mereka menuju basecamp. Awalnya Angga dan Kiki bersiteru untuk tidak ikut. Untung saja Devan bisa membujuk mereka.


"Masih lama lagi nih? Key udah bosan!" keluhnya.


"Iya nih, panas!" ujar Ranti menambahi. Sedangkan Kiki dan Angga malah sibuk tatap-tatapan.


"Angga, kamu menatap Kiki kok kayak gitu, Cesi yang jijik lihatnya!" tegur Cesi. Sedangkan bibir Key sudah seperti bibir bebek. Ngambek pada Devan yang meng-acuhkan pertanyaan nya.


"Stoooppppppp!!" teriak Ranti dan Key serentak. Devan dan lainnya sontak Kaget kebingungan atas apa yang mereka teriaki. Tanpa basa basi, Key dan Ranti turun dari mobil.


"Ehhh kemana bini gue?" tanya Angga panik.


Panji yang tertidur pulas pun bangun dengan kebingungan. "Oiii.... gempa dimana?!" tanyanya membuat Cesi tertawa terbahak-bahak. Panji yang kebingungan pun semakin dipusingkan saat melihat Angga serta Devan, bergegas turun dari mobil dengan tergesah-gesah.


"Yuk keluar! Gempa gini gak baik di atas mobil!!" teriaknya dari kursi belakang. Cesi dan Kiki pun malah tidak menyauti kepanikan Panji.


"Hahaha... Kak panji dah ngak waras ya?!" bisik Cesi pada Kiki.


"Emang sejak kapan Panji waras? Hahah..." tawa mereka pun semakin pecah. Membuat Panji merasa kesal. ntah mengapa perasaan nya tidak suka melihat Cesi berbisik-bisik dengan Kiki.


"Lo berdua g*la!" celetuknya penuh tekanan. Di seberang jalan. Devan dan Angga dipusingkan saat membayar sate. Sate itu diborong Key dan Ranti. Alasan mereka selalu ngidam. Padahal mereka berdua tengah kesal akan Devan serta Angga yang tidak mengacuhkan mereka tadi.


"Berapa pak?!" tanya Devan pada sang penjual.


"Semuanya 700 ribu mas!" ujar penjual dengan senyum bahagia. Angga dan Devan hanya bisa menghirup udara saja. Amarah mereka tertahan mengingat bayi dikandungan sang istri. Dengan tampang tanpa dosa, Key dan Ranti menenteng beberapa plastik berisi ratusan tusuk sate ke arah mobil.


"Yuk ke basecamp!" teriak Key semangat. Devan pun melajukan mobilnya menuju basecamp.


"Kenapa tuh muka di asem-asem in kak?!" tatapan sinis Key. Devan pun beralih menatap Key dengan malas.


"Kamu beli sate tanpa mikir berapa harganya!" celetuk Devan kesal.


"Halaa... cuman itu, kak kalau ngak mau bayar juga gak apa-apa! kak Angga yang ganteng ini mau bayarin punya Key kok! Lagian Kak Dev mana pernah ngerasain yang namanya ngidam, ngerasain pengen mual tiap hari. Kayak Kak Angga dong, pengertian! Iya kan kak?" manja Key pada Angga. Devan lansung memerah akan cemburu, begitupun dengan Ranti.


"Serah lah!!" ntah mengapa mood Devan berubah semenjak kehadiran Angga.


"Ihhhh dasar es kutup!!" cemberut Key yang hanya di acuhkan Devan. Mobil pun berhenti dihadapan rumah besar bercat coklat itu. kesan klasik nya masih sangat mencolok.


"Ini udah sampai?" tanya Key yang memperhatikan sekeliling.


"Iya Key, ini udah sampai." ujar Angga dengan tersenyum.

__ADS_1


"Yeaai sampai juga!!" teriak Key yang tanpa permisi langsung menyelonong masuk kedalam.


Di sana mereka disambut oleh beberapa pembantu. karena tadi Devan sudah memberitahu akan kedatangan mereka.


"Ini yang punya basecamp siapa ya?!" tanya Key bengong melihat seisi rumah yang sangat bagus, Bahkan ini terlihat seperti rumah sultan yang sering ia lihat di TV-TV. Perpaduan nuansa klasik nan modern ini membuat rumah ini begitu mewah.


"Tuan Dev mbak, udah 2 tahun kami bekerja disini!" titah salah satu pelayan yang menyambut kedatangan Key.


"Dev? Devan suami saya?!" bukan Key yang melongo, namun semua pelayan yang langsung kaget.


"Setau saya tuan Dev belum menikah mbak!" pembantu itu melirik Key dari atas sampai bawah dengan perasaan tidak suka.


"Lagian tipe tuan Dev juga ngak kayak mbak deh, jangan ngaku-ngaku mbak!" tambah seorang pelayan yang masih muda. Key sangat tidak suka dengan ucapannya yang tidak sopan.


"Iya ih, mbak nya ngaku-ngaku!" semua pelayan malah mentertawakan ucapan Key. Key yang masih sendiri pun merasa seakan dibully.


"Memangnya tipe Kak Dev kayak apa? emang aku setidak pantas itukah di sampingnya? Hikss-hikss..." Dirinya jongkok dan menangis tersedu-sedu membuat semua pelayan Devan yang baru memasuki basecamp pun kaget mendengar suara tangis Key.


"Key!" panik Devan. Tangis Key semakin menjadi saat Devan datang. "Key kamu kenapa? ada yang sakit?" tanya Devan panik. Semua pelayan yang menyaksikan itu melotot kan mata mereka seakan tidak percaya.


"Ayah, pokok nya Bunda mau semua pelayan ini dipecat! mereka udah hina bundaaaa hiks!" tunjuk Key pada ketiga pelayan itu. Devan bahagia sekali saat Key mengubah panggilannya, dengan menepis rasa bahagianya Devan memerah menatap semua pelayan, Ia sangat tidak suka melihat Key menangis.


"Kalian semua saya pecat karena sudah menghina istri saya!!" semua pembantu melongo semakin tidak percaya.


"Jangan tuan, maafkan kami nona, kami ngak tau!!" serentak mereka.


"Nggak Bunda, masa Ayah gitu. siapa yang bilang?" tanya Devan dengan sendu. Key pun beralih menatap semua pelayan. "Mereka!" ujarnya datar. Wajah Devan semakin memerah dibuatnya.


'Rasain kalau mau hina aku, gini konsekuensinya!' senang Key di dalam hatinya.


"Kalian tunggu disini! Saya antarkan dulu istri saya ke kamar!" titah Devan pada semua pelayan. Mereka hanya membalas dengan wajah yang mangangguk tunduk.


"Aku mau tidur dulu, ngantuk!" titah Key saat Devan merebahkannya di kasur kingsize itu. Devan pun mengangguk, menyeka air mata pada pipi Key


"Ayah ke depan bentar ya Bunda, cuppp!" Key pun merona saat Devan berlalu keluar kamar.


"Ihhhh jijik banget, panggil Ayah Bunda gitu!! kalau bukan pamer depan pelayan-pelayan julid itu. aku ngak bakalan mau!!" merona nya. Meski di ucapan nya jijik, tapi didalam hati Key terus meronta-ronta kegirangan.


🖼Diruang tamu🖼


Devan menatap semua pelayan nya dengan sinis. sedangkan yang lainnya sudah menuju ke ruang keluarga untuk berkumpul. mereka tidak mau ikut campur antara urusan tuan dan pelayanan nya itu.


"Kalian diberi hati mintak jantung ya! Kalian harus tau kalau yang tadi itu adalah istri saya! Dia juga tengah mengandung anak pertama kami! Siapa yang tadi telah menghina istri saya?" tegas Devan. para pelayan malah saling menatap tidak mau disalahkan.


"Mereka berdua tuan, kami hanya ikut-ikutan saja." ujar seorang pelayan yang sudah sedikit berumur, menunjuk ke arah dua pelayan yang masih muda.

__ADS_1


"Kalian berdua mulai sekarang kemasi barang kalian dari basecamp ini, kalian berdua saya pecat! untuk kalian bertiga, tolong jaga etika kalian. Kamu seharusnya tidak perlu ikut-ikutan, karena semua yang masuk ke rumah ini adalah keluarga saya!" Titah Devan yang tidak bisa di toleransi lagi. Devan berlalu pergi dari ruang tamu, sedangkan kedua pelayan tersebut sudah menangis meminta maaf namun tak ia hiraukan.


🖼Ruang Keluarga🖼


Ranti serta yang lainnya sudah menikmati sate yang dibelinya tadi. "Sore-sore gini enaknya berenang nih!!" ujar Kiki.


"Iya nih, enak kayaknya!" tambah Angga yang membuat Kiki menatap malas.


"Key mana Dev?!" tanya Kiki yang melihat Devan memasuki ruang keluarga.


"Abis nangis tadi ngantuk katanya. mungkin capek, mau tidur dulu." semuanya hanya ber-oh.


"Oh ya, Panji mana?" disela-sela makan sate Devan merasa kehilangan Panji.


"Astaga!" tepuk Cesi di dahinya.


"Masih tidur di dalam mobil!" serentak Kiki dan Cesi. Semuanya malah tertawa bersama.


"Bangunin gih sana Ces! kami mau berenang dulu. oh ya Yang, kamar aku paling pojok ya. kalau kamu mau istirahat di sana aja!" titah Angga cengengesan melihat Ranti yang merona. Cesi berlalu pergi kearah garasi tanpa sepatah kata.


"Pala lo peYang! Panggil gue Yang-yang. nama gue Ranti!" gerutu Ranti tajam menatap Angga. Meski Ranti menggerutu ia tetap saja melangkah kearah kamar yang ditunjuk Angga.


"Ngiri deh gue, yang punya istri bisa mesra-mesraan!" sewot Kiki melangkah kearah kolam.


"Harus dong mesra-mesraan! Makanya cepat-cepat nikah Bro!" serentak Devan dan Angga membuat Kiki kesal.


🚘Didalam mobil🚘


Cesi menepuk-nepuk pipi Panji.


"Ihhh Kak Panji ileran! bangun dong, kebo banget sih!!" celetuk Cesi. Panji sebenarnya sudah terbangun saat Cesi pertama kali menepuk pipinya.


'Kenapa ya, rasa suka gue ke Cesi makin menjadi? jantung gue serasa mau copot pas dia nyetuh pipi gue?' celetuk Panji dalam hatinya.


Panji hanya pura-pura tidur saat Cesi terus-terusan membangunkannya.


'Diliatin deket gini. ganteng juga ya kak Panji!tapi kalau diam sih. ngak bobrok kayak biasa!! Hhhhhh!' Cesi tersenyum sendiri. Saat Cesi menyerah membangunkan Panji. Ia hendak turun dari mobil.


'Gue harus milikkin Cesi. gue ngak mau dia jadi milik orang lain!!' Putus Panji dalam hatinya.


Seperkian detik, Panji menarik tangan Cesi. Karena kaget dan tidak siap, Cesi pun menindih tubuh Panji.


"Gw suka sama lo!!" to the point Panji membuat Cesi kaget.


'Kak Panji suka sama aku? sejak kapan?? kenapa aku ngak pernah tau?!' kaget Cesi. Cesi masih diam membisu dengan pikiran nya masing-masing.

__ADS_1


"Ces, gue suka sama lo. lo suka ngak sama gue?!" tanya Panji sekali lagi.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2