TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
ACARA ULTAH KEY


__ADS_3

...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun datang. Semuanya sudah berkumpul di gedung yang sudah dipersiapakan Devan untuk merayakan ulang tahun Key.


Panji memasuki keramaian gedung yang megah itu. Jika bukan karena Devan, mungkin saja Panji tidak akan datang. Kini Panji tengah dibayang-bayangi wajah Cesi dan rasa bersalah nya. Ntah mengapa saat memikirkan Cesi hati Panji begitu sangat sakit dan gelisah.


Drrrrrrrrtttttttt... Dering telpon masuk ke handphone Panji membuatnya beralih ke sudut ruang.


"Halo, halo...!" Panji berusaha mendengar suara penelpon yang tidak Ia ketahui siapa orangnya.


"Halo kak Panji." tutur Cesi sangat lembut. Panji sangat melongo mendengar suara penelpon diseberang.


"Ce-si?" tanya Panji gugup, seluruh tubuhnya membeku. 'Suara itu? suara Cesi! tidak, ini tidak mungkin!!' paniknya.


"Aku ngak bakalan maafin semua kesalahan kak Panji!!" tajam Cesi.


"Ka-mu masih hidup Ces?!" Panji masih tidak percaya itu Cesi.


"Aku akan membalas semua kelakuan kak Panji!!" Cesi dengan gugup dan air mata yang sudah mengalir mematikan sambungan telpon.


"Yang sabar ya Ces!" Key menepuk-nepuk bahu Cesi. Ia tahu jika Cesi masih menyimpan rasa kepada Panji.


"Aku benci sama perasaan aku sendiri Key." Cesi berhamburan kedalam peluk Key.


"Ngga, no handphone nya sudah dihilangkan?!" tanya Devan yang hanya dijawab anggukan oleh Angga.


"Baik rencana kedua!!" Frans serta Kiki pun mulai masuk ke ruangan acara. Devan serta yang lainnya memantau dari kamera kecil yang sudah mereka siapkan.


"Ehhh... bro udah datang aja!" sapa Kiki begitu hangat.


"Ah iya Ki, yang lain mana?" tanya nya.


"Tuh dalam ruangan ganti! mungkin Key masih dandan." ujar Kiki santai. Panji masih merasa kikuk dan gelisah memikirkan si penelpon tadi.


'Apa Cesi masih hidup? mengapa perasaan ku malah senang?' bingungnya.


"Pelayan!" panggil Kiki pada seorang pelayan yang tidak lain adalah Frans.

__ADS_1


"Minumnya tuan!" namun saat Frans memberikan gelas ke tangan Panji. Ia sengaja kan untuk membuat air di gelas itu terbuang dan mengenai jas Panji.


"Ahhh... dasar pelayan!" dengusan Panji pada Frans. Frans tersenyum kemenangan dalam tunduknya, untung Frans memakai masker kalau tidak sudah ketahuan oleh Panji. Tampa meminta maaf, Frans kemudian berjalan meninggalkan tempat ia berdiri dengan Panji dengan segera.


"Waah... lo harus ganti baju deh Panji, ngak mungkin malam ini lo pakai jas kayak gitu!!" titah Kiki menarik Panji keruangan yang sudah mereka rencanakan.


"Lo masuk aja, nanti bakalan ada lemari di kamar ini. ambil aja jas yang lo suka!" Kiki meninggalkan Panji.


'Permainan sesungguhnya dimulai!' senyum Kiki mekar. Panji hanya bisa mengangguki titah dari Kiki. Memasuki ruangan itu, Panji merasakan sesuatu yang aneh. Tidak ada satupun orang di sana.


'Ah aku harus cari lemari itu, agar cepat-cepat keluar dari ruangan aneh ini!' rasa tidak nyaman dari dalam dirinya. Mendapati lemari putih tinggi disudut ruangan. Mempercepat langkah Panji. Namun alangkah kagetnya, saat pintu lemari itu terbuka. bukannya berisi jas namun Cesi memakai gaun yang sangat cantik.


"Cantik." ujar Panji.


'Cesi, apa ini Cesi? tidak mungkin, Cesi sudah meninggal!' paniknya kembali. Karena telah sadar, Panji meringsut mundur. Cesi pun maju mendekati Panji dengan senyum devil nya.


"Hai Kak Panji, apa kamu senang melihat aku di sini?" senyumnya membuat Panji menggeleng.


"Tidak! kamu hantu! kamu sudah mati Ces, jangan ganggu aku lagi!" Panji pun terpojok ditembok ruangan. Cesi semakin mendekati Panji.


"Ini aku kak." bisik Cesi tepat ditelinga Panji.


"Aku akan membongkar semuanya Hahaha..." tepat saat Cesi tertawa semua lampu di ruangan itu mati.


"Maaf,aku mohon maaf. Aku dulu mendekatimu hanya karena permainan, tapi jujur semenjak kehilangan mu. Aku tau aku sangat mencintaimu Ces. Aku mohon jangan tinggalin aku!" ucap Panji jujur dengan tertunduk lesu. Tidak beberapa lama lampu pun kembali hidup. Panji kembali kebingungan saat Cesi yang dihadapannya sudah menghilang begitu saja.


'Apa aku sudah gila? apa-apaan ini, mengapa aku selalu melihat Cesi dimana-mana?' bingungnya. Panji pun bergegas mengganti jasnya dan berhamburan keluar dari ruangan itu dengan tubuh yang sudah panas dingin.


๐ŸƒDi ruangan lain๐Ÿƒ


Semuanya tertawa bahagia. Rencana mereka tahap demi tahap sudah berhasil, saat nya menjalankan rencana terakhir.


"Semuanya keluar kecuali Cesi dan Frans ya!" titah Devan. Key akhirnya menemui beberapa tamu.


"Kak Dev, kok keluarga kita ngak datang sih?" cemberut Key.


"Eh itu... kata kak Rasti mereka semua lagi ada urusan penting keluar negri! kamu bahagia aja, kan yang lainnya juga ada disini!" senyum Devan kikuk. 'Semoga Key ngak tau aku bohong.' harap Devan dalam hatinya. Tamu demi tamu memberikan ucapan selamat kepada Key. Dan kagetnya, Key mendapati kehadiran keluarga Benvrant.

__ADS_1


"Tante Weni." Key berhamburan memeluk Weni.


'Ya tuhan, itu gaun segede gaban masih aja lari-lari, untung sayang!' panik Devan.


"Selamat ya Key, Ini kado dari tante!" Key melihat bingung kearah orang yang disebelah Weni. Weni yang melihat raut wajah Key kebingungan.


"Oh iya, ini suami tante Key. namanya Benvrant. kamu bisa panggil om Ben aja!" Key menyalami Ben dengan begitu tulus. Ben yang merasakan kasih sayang Key, Ia pun mengelus rambut Key.


"Semoga bahagia selalu ya nak!" tulus Benvrant. 'Mungkin, jika anakku tidak meninggal. pasti sudah seumuran dengan Key.' pikirnya.


"Oh ya tan, Rafi sama Rafa mana ya?" tanya Key sambil celingak-celinguk.


"Kami disini kak!" Rafa dan Rafi serentak. Mereka datang dengan kotak kado yang begitu besar.


"Waaah... besar sekali." antusias Key. Devan pun sudah mengobrol dengan Weni serta Ben.


"Iya dong kak, buat kak Key kami mah mau kasih apapun Hahaha..." ujar Rafi.


"Selamat ya kak, semoga panjang umur dan dedeknya baik-baik aja!" doa Rafa pada Key.


"Makasih ya, Rafa dan Rafi!" Key sangat senang atas kehadiran Rafa dan Rafi. Vara dan Kiki pun datang menghampiri Key.


"Selamat ya bumil, ini kadonya." tutur Kiki penuh semangat.


"Selamat ya Key, cis dulu nih biar nambah bahagia." Vara memberikan segelas jus buah ke tangan Key. Mereka bersulam dan meminumnya tanpa ragu.


"Makasih ya kak." senyum Key.


"Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang tahun Key. selamat ulang tahun!!" suara di atas pentas mengalihkan perhatian Key. Di sana sudah berdiri seluruh anggota keluarganya. Key sudah tidak bisa lagi membendung air matanya.


"Naik Key!" titah Rasti. Key pun menaiki pentas dengan sangat terharu.


"Ih... kak Dev bohong!" rajuk Key senang pada sang suami.


"Kan suprise, selamat ulang tahun Key, sekarang kamu cantik deh!" bisik Devan.


"Berarti selama ini ngak cantik dong ya?" cemberut Key sambil menahan tawa. Key tau maksud Devan, namun Ia hanya ingin menjahili sang suami.

__ADS_1


"Ya cantik terus dong!!" bisiknya lagi. Key sudah tidak bisa menahan tawanya saat wajah Devan mengikuti ekspresi cemberut dirinya.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2