TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
TERNYATA DIA Mr.X


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹🌹...


Cesi dan Wili pun memasuki sebuah ruangan private yang ada di restoran tersebut. Dengan hati yang kesal, Cesi bergegas masuk. Ia bermaksud untuk menanyai alasan Mr.X atas kebohongan yang telah ia sebarkan dalam restoran ini. Di dalam ruangan itu, Mr.X tengah berdiri di tepi jendela, menatap ke langit lepas yang begitu indah di pandang mata, tanpa sadar akan kedatangan Cesi dan juga Wili.


Cesi melihat sekeliling ruangan yang sangat rapi itu dan menemukan satu-satunya orang yang ada di sana, tengah membelakangi nya dan menatap jendela luar.


'Apa itu Mr.X? mengapa aku merasa familiar sekali melihat punggung nya itu?' pikir Cesi.


"Mr.X ada di sana Cesi! silahkan temui dia. Aku mau keluar dulu." tunjuk Wili pada lelaki yang tengah membelakangi mereka itu.


Saat Wili keluar dari ruangan itu, Cesi melangkah ke arah lelaki yang tidak lain adalah Mr.X. Cesi pun tanpa basa-basi menepuk bahu Mr.X, sehingga membuat nya refleks lansung berbalik, menatap Cesi yang berada di hadapannya. Cesi sangat kaget, sampai ia melotot, menatap wajah Mr.X. Cesi seolah tidak percaya dan terus menggelengkan kepalanya.


"Lo... Lo Mr.X?" tanya Cesi terbata-bata tidak percaya.


"Iya, aku Mr.X Cesi. Duduklah dulu, aku ingin menceritakan yang sebenarnya agar kamu tidak salah paham lagi!" tutur Mr.X pada Cesi dengan suara yang tenang. Cesi pun akhirnya duduk dihadapannya, masih dalam keadaan syok tidak percaya.


"Maaf untuk hari itu aku tidak sempat menunggu mu bangun tidur, aku sebenarnya sangat ingin menjelaskan semuanya di pagi itu. Namun, pekerjaan mendesak ku untuk pergi, ada clien penting yang harus ku temui!" ujar Mr.X menjelaskan mengapa di pagi itu ia meninggalkan Cesi.


"Gue nggak peduli itu Frans! Kemana aja lo selama ini ha? Kenapa lo ngilang gitu aja sehabis ulang tahun Key? Lo jahat udah ninggalin gue! Hikss... hiksss..." tangis Cesi pecah saat syok nya sedikit berkurang. Lelaki yang ia kenal sebagai Mr.X ternyata adalah Frans. Lelaki yang tiba-tiba menghilang dan meninggalkan nya beberapa bulan lalu.


"Maaf Cesi, hari itu pikiran ku kalut. Aku tidak berniat meninggalkan mu, hanya saja aku tidak ingin bergantung pada mu yang sudah menjadi pemimpin di perusahaan Berlant. Dengan sisa uang peninggalan ibu ku, aku membuka usaha restoran ini beberapa bulan lalu dan sangat syukur restoran ini berkembang sangat pesat bahkan sudah buka beberapa cabang di daerah lainnya. Bukan aku tidak mau menemui mu, hanya saja aku terlalu takut akan reaksi mu melihat kedatangan ku yang tiba-tiba. tetapi kamu harus tahu bahwa aku selalu memperhatikan mu secara diam-diam, bahkan sempat mengikuti mu!" tutur Frans dengan sangat jujur.


Cesi yang mendengar dengan seksama pun paham dengan kondisi Frans sewaktu itu, ia tau sekali bahwa Frans tidak suka bergantung pada orang lain apalagi dalam urusan keuangan.


'Ternyata selama ini aku telah salah paham. Frans hanya tidak ingin bergantung padaku. Oh sungguh bodohnya aku, kenapa aku tidak kepikiran sampai ke sana? Aku lupa bahwa Frans bukanlah tipe yang suka memanfaatkan orang.' kutuk Cesi pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Termasuk malam di club itu kan? lo ngikutin gue diam-diam?" tanya Cesi dengan sinis.


"Iya, malam itu tanpa sengaja aku melewati jalanan di depan club. Melihat mu yang keluar dari mobil bersama kolega-kolega mu, membuat ku tidak tinggal diam. Setelah ku parkiran mobil, ku putuskan masuk ke dalam club itu. Mencari mu ke setiap sudut club dengan penuh ke khawatiran, aku takut kamu terlalu banyak minum." ujar Frans penuh kasih membuat Cesi sedikit berfikir.


"Lo khawatirkan gue atas apa? lagian malam itu lo juga yang merenggut kehormatan gue!" sarkas Cesi sedikit tidak terima. Meski Cesi tau cerita dari sekretarisnya bahwa ia lah yang sangat mabuk malam itu, tentu saja malam itu tidak semuanya adalah salah Frans.


"Karena aku mencintaimu, jujur saja malam itu aku tidak bisa menahan diri dan khilaf. Aku mohon maaf Cesi, tolong jangan membenci ku!" pinta Frans dengan to the point. Membuat Cesi sedikit tersipu malu, baru kali ini Frans dengan terang-terangan menyatakan cinta padanya.


"Gue tidak membenci lo.Tapi,..." ucapan Cesi menggantung.


"Tapi apa Ces? kalau urusan bayi di kandungan mu aku tentu sangat menerimanya. Kalau kamu mau, aku akan menikahimu secepat mungkin." ujar Frans penuh rasa senang. Hal itu membuat Cesi merasa aneh.


"Mengapa Lo begitu senang?" sinis Cesi.


"Ya, karena itu adalah buah cinta kita. Aku juga sangat ingin memiliki anak darimu Cesi. bahkan pagi itu aku bukannya menyesal malah berdoa ia cepat hadir diantara kita." Ucap Frans dengan senyum mekar.


"Itu agar anak kita bisa di undang ke acara nikahan kita, kan orang-orang lain pada nggak di undang ke nikahan orang tuanya, anak kita mah bisa." santainya berucap membuat Cesi kesal.


"Dasar kucing bodoh!" ketusnya.


"Jadi gimana?" tanya Frans dengan senyum devil nya.


"Gimana apanya?" tanya Cesi bingung menatap Frans yang cengengesan, Frans pun meraih sesuatu di dalam sakunya dan mendekat ke arah Cesi.


"Kamu mau menikah dengan ku Curut?" ujarnya memberikan cincin dihadapan Cesi.

__ADS_1


'Dasar kucing! udah dibikin kehilangan malah bertingkah juga!' kesal Cesi dalam hatinya.


"Iya, gue mau, dengan syarat lo jangan kayak orang ogeb lagi!" tutur Cesi mengarahkan tangannya untuk menerima cincin pemberian Frans. Dengan senang hati dan senyum yang mekar, Frans pun memasangkan cincin itu tepat dijari manis Cesi.


"Aku juga punya syarat, kita panggil nya aku-kamu bukan lo-gue lagi!" pinta Frans pada Cesi.


"Iya oke-oke!" tutur Cesi dengan senyum.


"Ya sudah, sekarang kita ke rumah sakit dulu buat cek dedek nya!" ujar Frans menggenggam tangan Cesi dengan senyum bahagia. Namun, Cesi menahan tangan Frans dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kenapa...?" bingung Frans padanya.


"Kan aku belum jadi makan!!" kesal Cesi, kembali teringat akan makanan lezat yang sudah tertata rapi


"Bukannya tadi kamu udah pesan makan, Wili mengatakan padaku bahwa kamu lebih memilih makan dahulu dibandingkan bertemu dengan ku!" ujar Frans dengan bingung.


"Bagaimana aku bisa makan? bahkan satu suap pun belum masuk dalam mulutku, Wili berkata padaku bahwa kamu menyatakan aku adalah istri mu dan tengah mengandung. Hal yang paling menyebalkan adalah pernyataan aku berasal dari kampung!" tutur Cesi penuh tekanan dan amarah.


"Astaga Wili, dia sungguh berlebihan. Aku hanya mengatakan kamu istriku yang tengah mengandung. Tidak pernah ku ungkapkan kamu berasal dari mana, itu pasti asumsinya. Aku akan menghukumnya karena telah menghinamu Cesi!" ujar Frans yang ikut marah membuat Cesi menggeleng keras.


"Sudahlah aku tidak peduli, sekarang aku hanya ingin makan! Bisakah semua makanan ku tadi di antar ke sini? aku juga lelah untuk berjalan!" pinta Cesi pada Frans dengan senyum manis.


"Tentu bisa tuan putri, apapun aku berikan untuk mu. Tunggu sebentar kan ku panggil pelayan sesuai permintaan mu!" ucap Frans sambil berjalan keluar ruangan itu. meninggalkan Cesi yang tengah tersenyum-senyum sendiri dan rasa tidak percaya nya.


'Dunia ini begitu penuh kejutan, aku bahkan tidak menyangka bahwa Mr.X adalah Frans. Lelaki yang beberapa bulan ini selalu membuat ku kebingungan!' syukur Cesi dengan senyum yang tidak pernah luntur sedari tadi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2