
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Menunggu Key menghabiskan mie Aceh nya. Devan teringat akan janji pada Angga beberapa hari lalu.
'Cara bujuk Key buat pergi gimana ya?? kalau aku bilang terus terang pasti dia sedih!! atau aku bilang kejutan aja??'
Key mengembalikan mangkuk kosong itu pada Devan yang melamun. malah membuatnya kesal. Devan bahkan tidak menyadarinya.
Buggggh. Jitakkan di kepala Devan menyadarkannya dari lamunan.
"Awwww! apa sih Key. Kok kasar lagi!!" ujar Devan menahan sabar. meski sedikit sakit tapi dirinya tau Key seperti itu karena hamil.
"Lagian kak Dev sih. masa Key manggil dari tadi ngak di jawab!" ujarnya cemberut. Devan meletakkan mangkuk itu di atas nakas dan ikut duduk di atas ranjang bersama Key.
"Maaf ya bumil. tadi aku kepikiran!"
"Kepikiran apa kak? mikirin cewek lain ya?" judesnya.
"Gimana kalau kita liburan??" senyum Key mekar dan tidak jadi marah. Hari yang dinanti pun akhirnya tiba. Devan berinisiatif sendiri tanpa usulan darinya.
"Mau-mau emang kemana kak?? Inggris, Swiss, Belanda atau Turki aja??" harapan Key sungguh jauh. Ia sangat ingin melihat pemandangan yang begitu indah. Devan pun menggeleng-geleng membuat bumil yang satu ini kembali cemberut.
"Terus kemana dong??!" tanyanya sekali lagi.
"Kita ke Singapura ya??" tulus Devan.
"Ngak ah!! Key ngak mau yang dekat. pokoknya sekarang pesan tiket ke Turki!!" Devan masih menolak.
"Aku ada kejutan disana buat kamu Key!!" karena memikirkan kejutan membuat Key semakin penasaran.
"Kasih tau dong kak!!" tajamnya menatap Devan. Yang ditatap pun menggeleng-geleng.
"Kalau kasih tau kamu berarti ngak kejutan dong!!" Devan tersenyum penuh arti. Key masih tidak mau ikut.
"Ngak. Key ngak mau pergi!!" merajuk.
"Masa sih ngak mau eskrim!" mendengar itu membuat Key tersenyum antusias.
"Mana eskrim?"
"Kamu ikut aku pergi ya!!" demi eskrim Key rela mengangguk.
"Ya udah. mana eskrimnya!!" semenjak hamil mie Aceh dan eskrim adalah dua hal favorit bagi Key. Devan selalu tau kelemahan istrinya ini.
"Cium dulu!!" Devan sangat suka menjahili Key sampai pipinya merona.
"Tapi janji ya kasih 2 eskrim!" tawarnya. Devan hanya tersenyum. bukan Key orangnya kalau tidak mau rugi.
"Cium dulu dong!" mengetuk-ngetuk bibirnya
Muuuuuuuuch.
Ciuman sekilas di bibir Devan membuat Key begitu merona.
"Mana dong eskrim nya? udah hampir ileran nih!!" sendunya. Devan keluar kamar beberapa menit.
__ADS_1
"Nih eskrim susu kesukaan kamu!!" Key sangat antusias. namun Ia sadar Devan hanya membawa satu saja.
"Kok cuman 1. kan tadi janjinya 2??"
"Satu dulu ya. besok pagi lagi. udah jam 4 shubuh Key!! ngak baik buat dedek!!" Key kembali cemberut.
"Kak Dev bohong!!" disela-sela jilatan eksrim nya. Key masih saja sempat mengatai suaminya.
"Janji besok deh Key. kalau kak Rasti tau kamu makan eskrim malam-malam nanti aku kena marah!!" Devan mengambil posisi untuk tidur.
"Ehhhhhhh kak Dev mau ngapain?? tidur di sofa sekarang!! dedek ngak mau tidur sama Ayah!!" ujarnya menghabiskan eskrim yang tertinggal sedikit.
"Kenapa dong?" cemberut Devan.
"Ayah nya bau!!" cibirnya pada Devan.
"Lah aku bau pun tetap ganteng!!" bangganya.
"Tapi tetap aja bau!!" ujar Key siap-siap untuk rebahan.
"Aku udah mandi 4 kali. seprotin parfum banyak!! baunya dari mana dong!!" masih tak mau turun ranjang. Devan malah memeluk Key dari belakang.
"Lepasin dong Kak!! Jangan gitu peluknya!" Devan kembali salah penerimaan kata Key. Dirinya malah semakin memeluk Key dengan hangat.
Meraba perut Key yang masih rata. Devan tersenyum.
"Kok masih rata sih??" tanyanya berbisik.
"Kan masih 5 minggu kak!!" senyum Key sudah mekar merasakan kehangatan tangan Devan diperut nya. Dengan keusilan Devan. Ia malah menggelitik Key.
"Ya udah yuk tidur!!" rasa kesal Key berubah lansung saat dekapan hangat Devan padanya. Kedua insan itu pun akhirnya tertidur pulas.
⏳1 hari berlalu⏳
5 hari sudah Ranti tinggal di apartemen Angga bersama dengan Vara juga. Angga tidak mau melepaskan Ranti begitu saja. Ia harus menjaga Ranti dengan semampunya.
Hooooeekkk
Hoooooeeeekkkkk
Hooooeeekkkkkkk
Suara dari kamar mandi mengusik tidur tenang Ranti. Melangkah gontai dari dalam kamar mandi. Angga menatap sendu Ranti yang menahan tawanya.
"Kalau ketawa. ketawa aja. jangan ditahan ntar jadi kentut!!" ujar Angga lelah
Jhhhhhhhhhh
Bumil itu malah tertawa terbahak-bahak.
"Yang hamil gw kok lo yang sewot sih?! hhhhhh"
"Kan gw bapak yang hamilin lo ogeb!!!" Angga terkulai lemas. Tawa Ranti semakin menjadi. Angga mulai risih.
"Owh lo udah bapak-bapak ya. gw ngak jadi deh nikah sama lo!!" tawa Ranti menggelegar seisi ruangan.
__ADS_1
"Sini lo!" Angga berlari keatas ranjang. Menggelitik Ranti.
"Stop any*ng geli gw!!" teriakkan Ranti pun membuat Vara melangkah ke kamar Ranti.
'Uphhhh kenapa gw lihat tindih menindih gini sih!! ternodai mata gw!!' Vara yang melihat Angga dan Ranti saling bergurau di atas ranjang kembali menutup pintu kamar.
"Udah-udah any*ngggg gw capek. ingat ada anak lo!!" perkataan itu mengalihkan perhatian Angga pada bayi dalam kandungan Ranti.
"Iya deh ngak!! oh ya hari ini gw ada kejutan buat lo!!" Ranti mengerutkan dahinya.
"Kejutan?"
"Iya kejutan." merebahkan tubuhnya di ranjang. Ranti sudah tidak mau bertanya soal kejutan. Ia merasa Angga juga tidak akan memberitahunya. tidak masalah jika harus menunggu beberapa jam lagi.
"Lo yakin mau nikahin gw?!" kalimat Ranti sontak membuat Angga tertawa.
"Yang seharusnya nanya itu gw ogeb!!" Angga gemas melihat Ranti cemberut dan mengacak-acak rambut Ranti.
"Bukan nya lo cinta sama Key??!" meski ucapan Ranti pelan. namun tetap saja bisa didengar Angga.
"Key?" Ranti pun mengangguk.
'Apakah Ranti udah tau tentang perasaan gw dulu sama Key??!'
"Iya sih, gw cinta sama dia. tapi.."belum sempat Angga menjawab.
Vara berteriak menyela.
"Anggaaaaaa bel bunyi tuh. teman lo kali. gw lagi asik nonton nih!!" Angga pun melangkah keluar kamar dan diikuti Ranti yang masih memakai baju tidur.
"Siapa sih kak??" tanya Ranti saat berpapasan dengan Vara di ruangan keluarga. Vara menggeleng dan acuh saja.
Angga pun membuka pintu apartemen. Tampaklah senyum Devan dan keterkejutan Key. Bukan main, Devan hanya bilang jika Ia akan tinggal di apartemen sahabatnya. Key tidak mengira itu adalah Angga.
Faktor hamil membuat Key langsung bermood bagus.
"Kak Angaaaaaa!" teriaknya berhamburan peluk pada Angga.
"Oiiii main peluk orang aja!!" ujar Devan cemburu. Ranti yang berada di belakang Angga hanya diam membeku. menyaksikan Key sahabatnya memeluk Angga.
"Kak Angga ternyata disini. tau gitu Key bawa banyak baju. biar liburannya lama!!" Key masih tidak menyadari ada seseorang dibelakang Angga. Vara yang merasa sesuatu terjadi diarea pintu. beralih melangkah ke sana.
"Sorry-sorry ya Ngga, istri gw ngak ada akhlak emang!!" ujar Devan membuat Key langsung cemberut.
"Istri?" kalimat Vara membuat Key sadar jika didalam apartemen Angga bukan hanya dirinya sendiri.
"Eh lo ngapain disini??!" tajam Devan membuat Key kembali emosi.
"Owh jadi Kak Dev bawa Key kesini mau mesra-mesraan sama kucing garong!! Kalau gitu Key bareng kak Angga aja!!" ujarnya sambil menarik tangan Angga kearah luar.
"Gak gitu Key. lo jelasin dong Ngga. gw bingung nih!!" ujar Devan.
"Tunggu!!" Bukan Vara, Angga atau pun suara Devan. Melainkan Ranti yang menahan gerak Angga. Key terbelalak mendapati sahabatnya yang tiba-tiba menghilang hadir disana.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1