
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Saat semua perhatian terfokus pada keluarga Arga. Ben melihat kehadiran Rendra di sana. Keterkejutan Ben tidak kalah menyudutkan Rendra. 'Jadi key adalah anak dari Rendra dan Rasti?' pikirnya.
Rendra pun tak kalah khawatir saat melihat Ben berada di gedung acara ulang tahun Key. 'Mengapa Ben ada disini? siapa yang mengundang nya?' panik Rendra.
Ucapan selamat, tiup lilin serta pemotongan kue telah dilakukan dengan sangat bergembira. Semua orang sangat senang melihat kebahagiaan Key.
"Pengumuman bagi semuanya! Saya Arga ingin mengatakan suatu hal yang sangat penting, dihari ulang tahun Key ini. kami ingin mengatakan bahwa Key adalah istri dari Devan anak saya dan tengah mengandung penerus keluarga Arga!" tutur Arga membuat semua orang terdiam dan saling berbisik. Seperti biasa, ada orang yang tidak suka dan juga ada yang sangat senang mendengarnya. Bagaimana tidak berbisik-bisik, bahkan beberapa kolega bisnis Arga tersebut tau dengan jelas bahwa Key dan Devan adalah paman dan keponakan, ditambah lagi dengan kondisi Key yang tengah hamil membuat mereka banyak berfikir negatif.
Setelah pengumuman itu, seluruh keluarga Arga turun dari atas pentas kecuali Devan yang beralih duduk untuk memainkan piano. Tepat saat Key sudah turun dari pentas. Semua lampu di ruangan itu dimatikan hanya tersisa satu lampu yang menyorot pada Devan. Alunan piano menggema sampai ke sudut ruangan. Devan tersenyum hangat menatap Key yang begitu cantik dengan gaunnya. Permainan piano Devan yang sangat menyentuh hati membuat Key merasa sangat bahagia. Seperti biasa Key sangat terharu menyaksikan semuanya. Selang beberapa saat, Piano pun berhenti dimainkan, sorot lampu mengarah pada Key dan Devan. Devan berjalan ke hadapan Key.
"Key maafin aku ya? selama ini aku udah bikin kamu sedih, kesel, terjebak menjadi istri kecilku disaat umurmu yang masih belia. Maafin aku ya Key! maafin aku belum bisa jadi suami yang baik buat kamu. Intinya aku ngak tau harus ungkapin nya gimana, dihadapan semua orang dan dihadapan kamu. aku cuman mau bilang, AKU SAYANG DAN CINTA SAMA KAMU KEY. kamu mau kan menjalani hidup menjadi pasanganku selamanya?!" ungkapan perasaan Devan membuat semua orang takjub. Key sudah menangis terharu. Mengangguki ucapan Devan, Key berhamburan kepelukkan Devan.
"Mau ngak mau tetap harus mau kak, kan kak Dev suami aku!" bisiknya. Semuanya bertepuk tangan saat lampu mulai menyala menyaksikan suasana romantis dihadapan mereka.
Alunan nada piano mulai terdengar lagi. tapi bukan Devan yang memainkan nya namun Frans. Sorot lampu kembali diarahkan pada Frans serta Cesi yang bersiap tuk bernyanyi.
Panji, Cysa, serta Fasya sangat kaget mendapati kehadiran Frans dan Cesi di atas panggung. Mereka mulai khawatir dan sangat panik. Cysa dan Fasya berusaha kabur namun nihil. setiap celah di ruangan itu sudah tertutup rapat tanpa seorang pun bisa keluar dan masuk. Pandangan Cesi tidak luput menatap Panji dengan tajam.
'Ternyata aku benar, Cesi masih hidup.' ucap nya dalam hati. Panji malah senang dan tidak panik seperti kedua orang tuanya. Cesi pun mulai bernyanyi dengan mengikuti irama piano dengan menyanyikan lagu Cinta Luar Biasa ciptaan andmesh kamaleng.
...🎤Waktu pertama kali...
...Kulihat dirimu hadir...
...Rasa hati ini inginkan dirimu...
...Hati tenang mendengar...
...Suara indah menyapa...
...Geloranya hati ini tak kusangka...
...Rasa ini tak tertahan...
...Hati ini selalu untukmu🎤...
Cesi tak bisa menahan air matanya, rasa sakit dihatinya menatap Panji sungguh tersalurkan. Panji pun ikut terharu. 'Aku mencintaimu kak Panji. sampai saat ini perasaanku begitu tak bisa diubah, meski kak panji jahat. aku tetap mencintai kak Panji.' tuturnya dalam hati.'
...🎤Terimalah lagu ini...
...Dari orang biasa...
...Tapi cintaku padamu luar biasa...
__ADS_1
...Aku tak punya harta...
...Yang ku punya hanyalah hati yang setia...
...Tulus padamu...
...Hari-hari berganti...
...Kini cinta pun hadir...
...Melihatmu, memandangmu bagai bidadari...
...Lentik indah matamu...
...Manis senyum bibirmu...
...Hitam panjang rambutmu anggun terikat...
...Rasa ini tak tertahan...
...Hati ini selalu untukmu...
...Terimalah lagu ini...
...Dari orang biasa...
...Tapi cintaku padamu luar biasa...
...Aku tak punya harta...
...Yang ku punya hanyalah hati yang setia...
...Tulus padamu...
...Oh-ho huu...
...Terimalah lagu ini...
...Hm-mm...
...Dari orang biasa...
...Terimalah lagu ini...
...Dari orang biasa...
__ADS_1
...Tapi cintaku padamu luar biasa...
...Aku tak punya harta...
...Yang ku punya hanyalah hati yang setia...
...Yang ku punya hanyalah hati yang setia...
...Terimalah cintaku yang luar biasa...
...Hm-mm...
...Tulus padamu🎤...
Lantunan piano berhenti, suara Cesi sudah tidak terdengar lagi. Dan kini akhirnya permainan puncak dimulai. Sebuah vidio ditayangkan tepat di atas layar pentas. semua orang terpaku menyaksikan kesadisan Cysa dan Fasya. Vidio kebakaran villa yang sudah mereka rencanakan. Panji mulai panik, karena kedua orang tuanya tampak jelas di sana.
"Semuanya sudah melihat bagaimana mama ingin membunuh saya dan Frans. dengan bukti ini saya ingin mengambil seluruh aset perusahaan Berlant. saya ingin mama Cysa dan om Fasya bisa menerima semua hukuman atas semua perbuatan mereka!!" beberapa aparat pun mulai menangkap Cysa dan Fasya.
"Tidak, ini tidak benar! kamu anak mama Cesi, jangan seperti ini dan semua kepemilikan Berlant seutuhnya sudah menjadi milik mama!" tegas Cysa.
"Maaf ma, mama sudah keterlaluan. Cesi hanya menandatangani surat palsu dan surat asli masih ada ditangan Cesi ma!" dengan emosi Cysa dan Fasya dibawa keluar gedung dengan beberapa orang aparat. Cesi turun dari panggung memeluk Key serta Ranti dengan tangis yang menjadi. Frans tersenyum kemenangan dan mendatangi Panji yang sudah membeku disudut ruangan.
"Kalau bukan karena Cesi, gue pastikan lo udah masuk penjara sama kedua orang tua lo, tapi karena hati lembut Cesi, dia maafin lo dan ngebebasin lo dari semua kesalahan lo!" tajam Frans.
'Cesi maafin aku! padahal selama ini aku udah nyakitin dia, apa aku udah keterlaluan ?' tanya Panji dalam hatinya.
Frans melangkah kembali kepada kerumunan, meninggalkan Panji yang tertunduk rapuh.
"Akhirnya selesai juga acara kita malam ini." ujar Angga menutup acara dari atas panggung. Semua orang mulai meninggalkan gedung itu. Namun, saat Key tengah menenangkan Cesi yang masih menangis. Sakit diperutnya tidak tertahankan dan datang begitu mendadak.
"Kak Dev...!" suara lemah Key membuat Devan panik. semua orang yang masih tertinggal pun tidak kalah khawatir melihat wajah Key yang sudah pucat. Key terduduk dilantai begitu saja.
'Mengapa perutku begitu sakit ?! apa yang salah dengan ku ?' panik Key sambil memegangi perutnya, Key sudah tidak bisa lagi berucap.
"Key...Key... kamu kenapa?!" Devan semakin panik saat Key sudah tidak menjawab pertanyaan nya.
"Bawa aja ke rumah sakit kak Dev! mobil kami sudah siap di depan!" titah Rafa tak kalah panik. Saat Devan menggendong Key, semua orang kaget. Tepat dilantai Key terduduk tadi sudah berlumur darah. Darah itu mengalir dari kakinya.
"Perut aku kak!" bisik Key pada Devan. Devan membawa Key kedalam mobil Rafa.
"Ya tuhan, cobaan apalagi ini?!" Rasti menangis dipelukkan Rendra saat mendapati keadaan anaknya.
"Yang sabar ya Ras!" ujar Weni mencoba menenangkan Rasti. Mereka semua bergegas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Key.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1