TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
PANJI SALAH PAHAM


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹🌹...


Cesi masih saja terdiam.


'Aku belum tau beneran suka sama kak Panji atau ngak?? aku bingung mau jawab apa!! mending aku turun saja dulu dari mobil.' pikir Cesi, tanpa bicara sekata pun Cesi meninggalkan Panji yang menunggu jawabannya.


'Kenapa Cesi pergi begitu saja? apa itu berarti dia nolak gue?' Pikiran Panji sudah melayang kemana-mana.


Memasuki basecamp, Cesi terus saja berfikir. Ia bertanya pada dirinya sendiri akan perasaan nya pada Panji. Sedangkan Angga, Devan serta Kiki menikmati sore dengan berenang. Cesi hanya duduk di pinggir kolom menikmati sate.


"Bagi dong Ces!" titah Kiki dari dalam kolam.


Sangat acuh, Cesi masih sibuk melahab tusukan demi tusukan sate. Ia melamun sampai tidak mendengar panggilan Kiki.


"Ces..." Kiki pun berenang kepinggir kolam dan memanggilnya.


"Ah iya kak, ada apa?!" tanya Cesi cengengesan


"Dasar ya ngelamun aja kerjanya, padahal udah manggil dari tadi lo!" Kiki pun duduk disebelah Cesi dengan menyantap sate.


"Mana ada, tadi aku cuman mikirin.." ucapan Cesi terhenti.


'Ngak mungkin aku bilang kalau aku lagi mikirin kak Panji. bisa-bisa aku diejek!' gumam Cesi dalam hatinya


"Mikirin apa Ces?!" selidik Kiki.


"Mikirin sate ini kak. enak banget. hehe!" celetuk Cesi membuat Kiki ikut tertawa. Tanpa disadari, Panji melihat itu semua. Panji merasa kepergian Cesi tadi adalah karena ia lebih memilih Kiki.


'Ternyata gue udah salah suka sama cewek! ternyata Cesi pacarnya Kiki!' Kesalahpahaman Panji tidak tentu arah.


🌝Malam pun tiba🌝


Para gadis menyiapkan makan malam di dapur. Karena Key masih tidak senang dengan kehadiran pelayan di rumah ini, maka sebagian pelayan yang tidak dipecat pun akhirnya diliburkan. Mau tidak mau untuk menyiapkan makan malam mereka harus masak sendiri.


"Sate gue tadi ngilang loh guys... tinggal tusuknya doang!" cemberut Key menatap wastafel yang penuh akan piring berisi tusuk sate. Ranti dan Cesi malah menahan tawa.


"Lo sih tidur, bukannya ikut nimbrung bareng semua orang!" ujar Ranti.


"Gimana lagi, capek di atas mobil bikin gue ngantuk. tambah lagi emosi lihat pelayan ngak ada akhlak itu!" juteknya.


"Makannya jangan dikit-dikit marah!" Ranti tertawa begitupun dengan Key yang merasa ucapan Ranti itu lucu. Namun, anehnya Cesi tidak tertawa. Ia sibuk dengan pikiran nya sendiri.


'Semenjak tadi, kak Panji kok malah jauhin aku?Apa kak Panji salah paham atas kepergian ku tadi? apa aku juga harus bilang suka sama kak Panji?! tapi, caranya gimana??! aku aja masih syok dengan pernyataan nya tadi.' bingung cesi.


Mendapati kejanggalan Cesi, dengan jahilnya kedua bumil ini malah saling memberi kode untuk mengejutkan Cesi.


"CESI...!" Key dan Ranti meneriakkan namanya tepat ditelinga. Seperkian detik Cesi dibuatnya kaget. karena tengah memotong sayur, refleks pisau ditangannya mengenai jari telunjuk Cesi.

__ADS_1


"Kak Panji!" teriak Cesi dalam kagetnya. Darah telunjuk Cesi sudah mengalir bahkan jatuh kelantai. Key dan Ranti mulai panik mencari kotak PK3. Para lelaki yang duduk diruang keluarga pun risih mendengar keributan dari dapur. Tambah lagi saat Cesi meneriaki nama Panji. Mereka semua berhamburan ke dapur. Cesi sudah jongkok menutup matanya.


Cesi adalah seperkian persen dari beberapa manusia yang sangat takut akan darah. meski darahnya sendiri. Panji lansung berlarian mencari Cesi di dapur, sampai Ia kaget menemukan darah di tangan Cesi sudah mengalir ke lantai.


"Apa yang terjadi??" suara tajam Panji membuat semua nya kaget. Baru kali ini Panji bersuara seserius itu. Cesi mendongkakkan kepalanya. Sendu dan akhirnya ambruk dilantai.


"Cesi..." Semuanya semakin panik, kecuali Key yang datang dengan kotak PK3.


"Jangan khawatir kak! bawa Cesi ke kamar saja. Ia hanya syok melihat darah!!" titah Key membuat Panji langsung mengendong Cesi ke kamar nya. Setelah membersihkan luka Cesi. Key dan lainnya keluar dari kamar kecuali Panji yang masih stay menemani Cesi.


"Ces bangun dong!" Panji menepuk-nepuk pelan pipi chubby Cesi. Cesi yang risih akhirnya terbangun.


'Lah gue dimana?! kok kak Panji bisa sama gue?!' Cesi refleks bangun dari tidurnya. "Aku dimana?!" bingungnya.


"Dikamar aku Ces, tadi kamu pingsan!" Cesi mengangguk saat menyadari hal yang telah terjadi.


"Yang lain dimana kak?!"


"Diluar pada makan, yuk makan!" Panji tersenyum sangat lembut.


'Ternya benar memang aku menyukai kak Panji. jantung aku mau copot rasanya!' Cesi membalas senyum Panji.


🍽Di ruang makan🍽


"Key, tadi Cesi kok bisa luka gitu sih?!" tanya Devan lembut takut akan salah bicara lagi.


Devan dan Angga hanya bisa terdiam. jika mereka menyalahi keduanya. tentu Key dan Ranti akan semakin sedih.


"Ya udah yuk makan. gw lapar!" Kiki memecahkan suasana yang kikuk. Key dan Ranti mulai menata makanan dimeja makan. semuanya makan dengan hikmat.


"Panji mana?!" Devan baru sadar akan kehilangan Panji dimeja makan.


"Masih di kamarnya kak, katanya nungguin Cesi sadar!" tambah Ranti.


"Panji menunggu?!" tanya Kiki seakan tidak percaya.


"Ada hubungan apa mereka berdua?!" Angga mulai bersuara, semuanya menggeleng dan Key teringat akan kejadian tadi. Dikala Cesi refleks meneriaki nama Panji saat kaget.


"Tapi, saat Cesi kaget tadi. Ia refleks nyebut nama kak Panji loh" ucapan Key membuat semuanya kaget.


"Ah iya, aku juga denger tadi!" tambah Ranti. 3 lelaki itu malah melongo. karena selama ini hanya Panji dari antara mereka yang tidak pernah dekat dengan gadis.


"Waah Panji main diam-diam!! kok kagak bilang kita sih?!!" Angga kesal.


"Iya ih, yuk tanya!!" Kiki menggeser kursinya untuk berdiri. namun Cesi dan Panji sudah berjalan keluar kamar.


"Makasih kak!!" tambah Cesi saat Panji menawarinya kursi. semua orang dimeja makan hanya melongo tidak percaya. Sedangkan Kiki kembali duduk di kursinya.

__ADS_1


Setelah makan Key dan Ranti menarik Cesi keruang tamu. Mereka sangat penasaran akan semua yang terjadi.


"Apa ini?! ada hubungan apa antara lo dan Panji? kenapa kami ngak tau?!" Cesi hanya menunduk.


"Sebenarnya kak Panji suka sama gw!" Key dan Ranti melotot.


"Kalian pacaran?! sejak kapan?" tanya Ranti.


"Ngak lah, ngak gitu. aku belum jawab rasa suka dia!!" Cesi mengelak.


"Terus lo mau jawab apa?!" selidik Key membuat Cesi malu-malu.


'Ah udah ketebak kalo nih curut suka sama kak Panji!!' pikir Ranti malas.


"Bukan nya lo suka sama Frans?!" Key bingung.


"Ya ngak lah, masa aku suka sama kucing itu!!" memikirkan nama Frans. Cesi merasa semakin bingung. Rasanya saat bertemu Frans dan Panji itu berbeda. ada rasa yang membuat nya sama-sama nyaman namun begitu beda.


"Owh untung deh, gue takut aja lo salah pilih cowok!" titah Key.


🍃Disisi lain🍃


Panji disudutkan oleh para lelaki.


"Lo ngaku sama kita semua!! punya hubungan apaan lo sama Cesi??!" Panji sudah takut saat Kiki bergaya memegang pisau ditangannya.


'Gue ingat Cesi punya hubungan sama Kiki. pasti Kiki marah sama gue!! pasti nih gue mau dibunuh pakai pisau tajam itu!!' takut Panji.


Akhirnya Panji bersuara.


"Oii apaan sih? lo pada mau ngapain. gue ngak ada apa-apa sama Cesi!!" gugup Panji melihat tatapan tajam Devan dan Angga.


"Jujur sekarang, atau lo!!" Kiki mengarahkan pisau padanya.


'Gue juga ngak mau mati demi nutupin ini semua, mending gue bilang aja!' putus nya. "Iya-iya gue suka sama Cesi. tapi jangan pakai pisau gini napa sih?!" Seperkian menit mereka bertiga tertawa melihat wajah pucat Panji.


"Canda lah masa cuman nanya gue bunuh lo!!" di selah tawa Kiki.


"Lo ngak marah?!" tanya Panji membuat Kiki menggeleng.


"Bukannya Cesi pacar lo?!" tawa Kiki semakin pecah.


"Siapa yang bilang gue pacaran sama Cesi. Panji lo ada-ada aja!!"


'Berarti gw udah salah paham!!' pikir nya dalam hati. Mereka pun hanyut dalam tawa.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2