TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
TELEDOR


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹🌹...


Makan malam di basecamp biasa-biasa saja sebelum telpon masuk ke handphone Panji. Dengan gelagat anehnya, Panji meminta izin untuk menjawab telpon. menjauhi yang lainnya.


'Apalagi yang direncanakan Panji?!' curiga Devan dan Angga. Devan dan Angga sudah memasang pelacak suara di seluruh ruangan. Melihat kepergian Panji Devan dan Angga pun serentak menggunakan handset.


"Eh kalian kok pada pakai handset sih??" ujar Kiki yang mulai bingung.


"Kami mau denger lagu. hehehe..." kikuk Angga menimbulkan kecurigaan pada Key serta Ranti.


🍃Disisi lain🍃


Panji menjawab telpon yang masuk dengan begitu serius.


"Mama udah dapat informasi tentang lokasi Frans dan Cesi. kamu pulang ya malam ini. Mama mau kita jemput mereka ke sana. Mama akan bawah anak buah kita untuk membunuh mereka berdua!!" ujar si penelpon diseberang.


Dengan senyum devil nya. "Tentu Ma, dengan senang hati aku akan pulang. aku sudah tidak sabar melihat Cesi tiada!!" Meski Panji berucap demikian namun hatinya tidak menerima hal itu.


'Mengapa hatiku sakit saat berucap ingin membunuh Cesi?! apakah yang aku lakukan ini benar??! isssh.. mengapa aku malah memikirkan gadis tidak berguna itu!' kutukannya dalam hati.


"Oh ya Ma, dimana keberadaan mereka sekarang?!" tanya Panji penuh penasaran.


"Mereka di villa dekat desa A. kita harus cepat ke sana sebelum mereka kabur lagi?!" titah Cysa. Pembicaraan itu tidak luput dari pendengaran Devan dan Angga.


Huuuuukk~ Uhuuuuukkkk... Devan yang tengah makan pun tersedak. Sedangkan Angga malah menjatuhkan sendok ditangan nya.


"Kak Dev gimana sih, makanya kalau makan jangan ngelamun. keselek kan!!" Key memberikan segelas air pada Devan. Selesai minum, Devan menatap Angga dengan serius.


"Gue butuh bicara sama lo!!" Devan menarik Angga ke taman belakang. meninggalkan pertanyaan pada semua orang termasuk Panji yang baru datang dengan senyum mekar.


🌳Di taman belakang🌳


Devan menatap Angga dengan begitu tajam.


"Lo ngelakuin yang gue suruh ngak sih?!" ujar Devan penuh amarah.


"Sumpah Dev. gue udah ubah lokasi mereka kok. tapi kenapa masih tetap bisa mereka temukan ya??!" raut wajah Angga serius.

__ADS_1


"Apa mungkin lo lupa buat klik ok kemaren?!" tanya Devan. Devan raut serius, Angga mencoba mengingat-ingat kembali.


Seperkian detik Angga ingat dirinya lupa untuk mengklik Ok keyboard saat itu. karena Ia sudah terhanyut dalam obrolan bersama Devan. Melihat raut wajah Angga merasa bersalah memberikan jawaban benar atas pertanyaan Devan.


"Astagaaaa, kan betul firasat gue! udah gue tebak lo bakalan ngelakuin kesalahan Ngga!" mengusap gusar rambutnya.


"Maafin gue deh Dev. gue teledor, terus gimana lagi dong ini?!" bingung Angga. Devan pun sejenak berfikir tenang.


"Kita harus tolongin Frans dan Cesi!!" titah Devan membuat Angga mengerutkan dahinya.


"Caranya Dev?!" Devan pun membisikkan sesuatu pada Angga.


"Ah mantap, pokoknya gue ikut lo aja!" mereka pun kembali ke area keluarga. Semuanya sudah selesai makan. Ketidak hadiran Panji diruang keluarga membuat Devan dan Angga bingung.


"Kak Dev sama kak Angga ngapain sih?! kayak ada yang serius gitu?!" selidik Key. Tanpa menjawab pertanyaan sang istri. Devan malah bertanya balik.


"Panji mana?" dengan suara datar. Kiki pun buka suara. "Barusan pulang, izin katanya nyokap nya masuk rumah sakit!!" penjelasan Kiki membuat Devan semakin gelisah.


"Diluar dugaan kita Ngga!" panik Devan menimbulkan kebingungan pada semuanya.


"Maksud kata lo apa nih Dev?" Kiki menyudutkan Devan. Dengan memberi kode, Angga pun menjelaskan semuanya.


"Kita harus apa?!" Ranti menambah. membuat Devan mulai berfikir.


'Aku ngak bisa bawa Key dan Ranti dalam keadaan mereka kayak gini!!' putusnya. Sesuai rencana mereka tadi, Angga sudah bersiap dengan mobil dihadapan basecamp.


"Kiki, lo jagain Key sama Ranti ya. awas istri gue lecet, lo gue bunuh!!" tajam Devan.


"Lah kalian mau kemana?!" tanya Kiki.


"Kak Devan mau kemana?" rajuk Key. Devan melangkah kearah Key.


"Kamu baik-baik ya, aku pergi bentar kok. jagain dedek. aku sayang kamu. jangan nangis!" Devan mencium kening Key dihadapan semuanya.


'Ihssss.. kak Dev kok bilang gitu!! kayak mau pergi lama aja!!' Air mata Key mengalir begitu saja. Devan melangkah kearah mobil. Key mengejar Devan.


"Kak, Peyuk dulu!!" diselah-selah tangis nya. Devan pun memeluk Key.

__ADS_1


"Oiiiii... jomblo mana jomblo!!" sewot Kiki. Ranti yang masih bingung, menutupi kekhawatiran nya dengan wajah datarnya. Angga menatap Ranti dari dalam mobil.


'Gue tau lo lagi khawatir Ran. tapi ngak bisa gitu lo manggil gue?! mintak peluk juga kayak Key?! gue juga pengen lo manja-manja sama gue!' rasa iri Angga dalam hatinya.


"Udah ya, aku pergi dulu. kamu masuk kedalam ya, jaga diri! bentar lagi aku pulang!!" Mobil pun melesat keluar area basecamp. Key sudah terisak dalam tangisnya, sedangkan Ranti merasa kecewa saat Angga tidak berkata apapun padanya.


'Memang ya, lo ngak pernah peduli sama perasaan gue!' kesal Ranti. Dengan wajah kecewa nya. Ranti memasuki kamar.


"Lah Ranti kenapa?" tanya Kiki pada Key. Tanpa menjawab nya, Key yang masih menangis pun berjalan melewati Kiki begitu saja. menutup pintu kamar dengan keras.


'Lah nih anak kenapa lagi?! kenapa gue harus terjebak sih di antara kedua bumil ini?!' kesal Kiki. Kiki pun melangkah memasuki basecamp.


🏠Villa Desa🏠


Cesi dan Frans tengah duduk di hadapan laptop .


"Lihat lah, kau akan tau semuanya!" titah Frans pada Cesi. Vidio pun mulai diputar. Vidio yang menampakan jelas siapa Panji sebenarnya.


"Apa ini? mengapa kak Panji bersama mama Mama Cysa?" tanya Cesi bingung.


"Karena mereka itu anak dan ibu kandung! Panji adalah anak dari Cysa dan Fasya ayah ku Ces!!" Frans berkata datar. Cesi melongo tidak percaya.


"Apa-apaan ini? apa lagi yang tidak aku tau?!" tangisnya pecah.


'Cesi menangis lagi. aku tidak suka melihatnya!!' Frans menarik Cesi kedalam pelukan nya.


"Panji ngak tulus cinta sama lo. sore ini seharusnya dia bunuh lo!! dan gue tau semuanya Ces!! Panji mau lo dan gue mati! biar semua perhatian Cysa dan Fasya menjadi miliknya." Frans ikut dalam tangis Cesi. Cesi pun menangis terisak-isak.


"Frans, makasih ya. lo udah ungkap kebenaran ini. gue ngak tau kalau orang yang gue cinta kayak gitu!! gue kecewa. semua orang yang gue sayangi jahat. Hikkkks...!" di selah-selah tangisnya. Frans melonggarkan peluknya.


"Ces, lo jangan bilang gitu. Gue disini sama lo kok. gue sayang sama lo!! gue janji ngak bakalan bikin lo nangis kayak gini!!" menyeka air mata Cesi. Frans pun membuka laci meja dihadapan nya. Cesi bingung mendapati Frans yang mengeluarkan map berwarna merah.


"Apa itu?!" dengan tersenyum Frans pun memberikan map itu pada Cesi.


"Ini surat asli pemilikkan Berlant Ces." Cesi pun melongo kaget. Ia tak percaya bahwa surat itu ada dihapannya.


"Maksudnya apa?! bukankah waktu itu aku sudah menandatangani nya?!" Frans pun menggeleng.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


__ADS_2