
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Saat ini tibalah saat yang sangat berbahagia bagi Cesi dan juga Frans. Kini mereka tengah melangsungkan pernikahan, dengan konsep yang tidak megah karena Cesi memilih konsep sederhana dan hanya melibatkan kerabat dan sahabat yang dekat saja. Setelah ijab kabul selesai, acara makan-makan pun berlangsung. Kini Cesi dan Frans tengah asik menyalami beberapa tamu kerabat yang datang.
Kali ini Key dan Devan datang dengan membawa Kalvin, mereka memakai baju yang cauple. Sangat mencerminkan keluarga yang harmonis. balutan dress blush ditubuh Key membuat nya tampak sangat Cantik sehingga banyak pasang mata yang terpesona melihatnya.
"Mas, apakah ada yang aneh dengan riasan ku? Mengapa banyak tamu yang melihat ku terus-menerus?" risih Key pada tatapan itu. Dev yang tengah menyantap cake pun hampir saja tersedak karena ia menahan tawanya. Istri kecilnya ini sungguh lugu dan polos, bahkan ia tidak bisa membedakan tatapan kagum dan tatapan yang menatapnya aneh.
"Kamu sangat cantik sayang, bahkan pengantin nya pun tidak secantik dirimu. Sejujurnya aku tidak enak hati melihat mereka menatap mu seperti itu, aku hanya ingin diriku saja yang menikmati indahnya ciptaan tuhan yang satu ini." pujian dan gombalan Devan mampu membuat Key tersipu malu dan pipinya pun ikut merona.
"Astaga, lihatlah pasangan suami istri ini tengah menggibahiku!" ucap Cesi tidak terima saat mendengar ucapan Devan tadi.
"Hahaha, itu hanya bercanda Cesi. Selamat ya atas pernikahan mu. Aku sangat senang bahwa akhirnya kamu bisa menjadi istrinya Frans." ujar Key dengan hati yang penuh doa.
"Terimakasih Key, hanya saja aku akan tersiksa setelah ini. mengingat Frans dan aku selalu seperti kucing dan Curut, pasti rumah tangga kami akan memerlukan tenaga yang ekstra setiap hari." ujar Cesi dengan asalnya. Membuat Frans yang berdiri di sebelahnya pun hanya bisa menggeleng-geleng sambil tersenyum.
"Selamat ya bro, lo udah sold sold out." ujar Devan sangat bersahabat, semenjak kehadiran Frans kembali beberapa hari lalu membuat mereka sedikit akrab. Bahkan Perusahaan Devan menawarkan modal saham untuk restoran yang tengah dikelola oleh Frans.
"Makasih banyak bro, lo juga langgeng sama Key. Kapan nih rencana bikin adik buat kalvin. Hahaha..." Canda Frans yang mendapati tawa kikuk dari Devan dan Key. Sedangkan Cesi malah sibuk memainkan pipi gembul milik Kalvin yang tengah di gendong oleh Key saat ini.
"Hai semua..."Sapa Kiki dan Panji. kini mereka telah kembali menjadi sohib setelah semua penjelasan diberikan Cesi pada Kiki, Key serta Devan. Mengatakan semua hal yang bersangkutan dengan Panji, bahkan Mereka bertiga sangat syok mengetahui kenyataan tentang penyakit Panji.
__ADS_1
"Hai..." balas semua yang disapa dengan tersenyum.
"Lo lihat kan Dev, wajah adik gue pas ijab kabul, fiks kayak orang ketahuan nyopet. Gue nahan tawa sampai abis acara. Hahaha..." tawa Panji sambil merangkul Frans dengan santainya.
"Apa-apaan sih lo! gue bukan adik lo!" ketus Frans sinis. ia masih gengsi mengakui bahwa Panji adalah saudaranya.
"Kak Panji nahan tawa, untung nggak nahan kentut." ujar Cesi membuat suasana semakin ceria. Bahkan Frans sangat tertawa lepas.
"Nah, akhirnya lo ketawa juga dik! hahaha..." tawa Panji membuat Frans menggeleng dan akhirnya kembali ikut tertawa.
Acara pernikahan Cesi berjalan lancar sampai akhir, tidak ada masalah yang serius sehingga membuat para tamu yang menghadiri resepsi pun turut berbahagia. Cesi memutuskan untuk tinggal di rumah Frans saja dan membiarkan rumahnya kini ditempati Panji. Ia berharap di sana Panji bisa dalam pengawasan nya, tidak lagi merokok ataupun meminum minuman keras. Di sana juga ada ART yang bisa membantu Panji dalam kegiatan sehari-hari termasuk memilih makanan sehat dan minum obat teratur. Frans juga tidak masalah dengan keputusan Cesi itu, menurut nya sang istri sangat baik hati. bagaimana pun Panji jugalah sepupunya Cesi.
⏳Beberapa hari kemudian⏳
Setelah menyuci pakaian, menyuci piring akhirnya memasak pun sudah ia selesaikan. Kini tiba saat untuk dirinya bersih-bersih, berdandan dan melayani suaminya untuk sarapan. Sudah menjadi kebiasaan baginya bangun pagi-pagi sekali dan melakukan semua aktifitas itu, seperti candu juga baginya membangunkan Devan untuk sarapan. Kini Key pun sudah lihai memasak, meskipun sibuk dengan aktivitas nya. Key masih menjadi ibu siaga terhadap Kalvin yang masih membutuhkan nya.
⏳15 menit berlalu⏳
Key akhirnya selesai mandi dan berdandan. Setelah juga memandikan Kalvin dan memberinya ASI. Key pun meminta tolong pada pelayan untuk menggendong Kalvin sementara ia akan membangunkan Devan saat ini.
"Mas, ayuk bangun. bukankah pagi ini kamu harus ke kantor?" ucap Key membangunkan Devan dengan perkataan lembut, sambil menepuk pelan bahunya.
__ADS_1
Devan pun langsung duduk dan meregangkan otot-otot nya. Menatap senang pada istrinya yang kini duduk di sampingnya.
"Selamat pagi istriku yang cantik." ucap Deva. sambil memberikan sekilas kecupan pada bibir manis Key.
"Selamat pagi juga suamiku yang ganteng. Handuk sudah ku letakkan di dalam kamar mandi Mas, apa hari ini kamu akan ke kantor pagi?" balasannya dengan tersenyum hangat. semenjak kehadiran Kalvin membuat Key semakin dewasa dalam bersikap ataupun berucap.
"Pagi ini tidak ada kerja di kantor sayang, aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian berdua. Mungkin nanti sore aku ke kantor, itupun bila sekretaris ku menelpon." ujar Devan dengan santai. Key pun mengangguki nya dan melangkah ke arah lemari untuk menyiapkan pakaian yang akan di perlukan suaminya. Sedangkan Devan turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi.
Seperti itulah kedua pasangan muda ini menikmati pernikahan mereka, mungkin yang namanya hidup apalagi pernikahan pasti ada pasang surutnya, baik buruknya namun tetap saja kepercayaan dan keyakinan cinta yang di uji dalam hal itu. makanya Key dan Devan selalu menerapkan prinsip saling terbuka, meski sekecil apapun masalah yang mereka hadapi, bagi Key hidup menjadi sepasang suami istri itu adalah berbagi segalanya baik itu suka maupun duka.
Kini Key telah selesai menata hidangan di meja makan, ia pun mengambil alih gendongan Kalvin yang berada pada pelayan.
"Terimakasih ya bi." ucap Key.
"Sama-sama non, jangan sungkan non itu semua udah kewajiban bibi." ucap si pelayan, di saat waktu yang sama terdengar ketukan pintu dan bel dari luar.
Tukkkk... ketukan itu membuat Key dan bibi saling bertatap bertanya.
"Apakah itu Ayah dan Bunda? bukannya mereka masih liburan di Turki beberapa hari lagi?" tanya Key yang dibalas gelengan oleh pelayan.
"Tidak mungkin non, ayuk kita lihat." ucap si pelayan sambil berjalan menuju pintu depan sedangkan Key yang tengah menggendong Kalvin pun ikut berjalan di belakangnya.
__ADS_1
Saat pelayan membuka pintu itu, menampakkan seorang wanita yang dengan tatapan bersalah menatap ke arah Key. Key yang berdiri pun syok dan langsung membeku di tempat.
BERSAMBUNG.....