TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
RANTI KESURUPAN


__ADS_3

...🌹🌹🌹🌹🌹...


Devan memapah Key kearah kursi taman. Rafa memberikan sebotol mineral pada Key.


"Jadi kamu Rafa bukan Rafi?!" tanya Devan penasaran. Rafa pun mengangguk.


"Aku adik kembaran nya Rafi kak. Kalian kenal dengan Rafi?" setelah meneguk air mineral itu, Key menceritakan semuanya pada Rafa. Tawa canda mereka pun tidak luput dari perhatian Devan.


'Mengapa aku merasa Key sangat mirip sekali dengan Rafa dan Rafi??!' gumamnya dalam hati.


"Gitu ya kak, iya sih, semalam aku ngak pulang ke apartemen. Soalnya lagi di rumah teman!!" ujar Rafa.


'Baru kali ini aku melihat Key bisalansung begitu dekat dengan orang yang baru dikenalnya!' tambahnya dalam hati.


"Key, kamu ngak merasa apa-apa kan? atau kita chek up dulu ke rumah sakit. takut dedeknya gimana-gimana!" titah Devan mengkhawatirkan kondisi Key serta anaknya.


"Iya kak, coba chek dulu dedeknya!!" senyum Rafa membuat Devan menggeleng-geleng. 'Senyum nya persis sekali!'.


"Ngak apa-apa kok kak Dev. Key tadi cuman syok, sekarang udah baikkan kok." ujar Key. Devan pun mengangguk.


"Kalau gitu Rafa duluan ya kak. takutnya bunda cariin Rafa!" pamitnya.


"Owh okey Rafa, makasih banyak ya!" Key melambaikan tangan pada Rafa yang sudah berlalu pergi. Devan malah beralih menatap Key.


"Kita pulang lagi ya. Tiket udah ku beli buat take off siang ini!!" genggam Devan pada tangan Key.


'Yahh... ngak jadi liburan!' Key mengangguk lesu, tidak mau menyela lagi ucapan Devan. Key sudah terlalu syok mendapati kejadian barusan.


"Ya udah yuk!" Devan pun berdiri, menarik tangan Key digenggaman nya.


"Gendong!" rajuk nya langsung membuat Devan tertawa.


"Ngak malu dilihatin orang?" Key pun cemberut karena Devan terlalu banyak bicara.


Melihat ekspresi Key yang sudah tidak baik saja, Devan pun jongkok dihadapan Key. alhasil meski cemberut tetap saja Ia mau digendong.


"Yaaa... nggak jadi beli eskrim!!" tunjuk nya pada penjual eskrim diseberang.


"Cuman karena eskrim kamu jadi ngak konsen gitu?" kesal Devan setelah paham bahwa kelalaian Key tadi disebabkan oleh eskrim yang berada di sebrang. Key pun hanya mengangguk dengan polos. "Masih mau eskrim?!" meski kesal Devan masih ingin memenuhi keinginan sang istri.


"Udah ngak kak, aku pengen pulang aja!" Key memeluk erat Devan dalam gendongan nya. Sepanjang jalan ke apartemen dihabiskan mereka dengan canda tawa.


🍃Disisi lain🍃

__ADS_1


Ranti dan Angga sudah sampai di apartemen Ranti yang lama. Apartemen mewah miliknya ini, sekarang malah ditempati Vara sendiri.


Membunyikan bel. Angga dan Ranti mulai risih karena tidak ada satupun pergerakkan dari dalam apartemen.


"Kamu masih ingat sandi apartemen ini?!" tanya Angga yang mulai capek berdiri. Ranti malah mengangguk cengengesan.


'Ogeb-ogeb!! dari tadi kenapa sih!! capek tau berdiri!! kalau bukan istri gw g*plak juga!!' kesal Angga. Ranti pun membuka pintu apartemen nya. Bukan main, apartemen yang dulu begitu mewah dan bersih. sekarang malah berubah menjadi tempat sampah. Bungkus snack dan botol minuman kaleng berserakan dimana-mana.


"Vara!" teriak Ranti geram membuat Angga melongo.


'Gw kaget, baru kali ini lihat Ranti kayak orang kayak kesurupan!!' kaget Angga dalam hatinya.


Berjalan ke kamar Vara. Ranti mendorong pintu sangat keras. Membuat Vara yang baru tidur beberapa jam kembali terbangun.


"Lo ngapain apartemen gue ha...? keluar lo dari apartemen gue!" teriak Ranti geram. Vara yang masih mengumpulkan separoh nyawanya, dengan santai dirinya merenggangkan otot-otot.


"Gue juga bakalan balik ke Indonesia hari ini, Semalam gue pesta disini bareng teman-teman, nanti gue suruh orang buat bersihin apartemen lo. Gue mau mandi, lo keluar deh dari kamar gue!" santai nya memasuki kamar mandi.


Amarah Ranti sudah diujung. Karena emosi, dirinya meninggalkan Angga yang hanya terdiam, menonton pertengkaran santai nya dengan Vara.


'Eh Ranti mau kemana? kok keluar ngak ngajak gue ya?' bingung Angga. Angga pun menutup pintu apartemen Ranti. Mengejar Ranti yang sudah duluan memasuki taksi. Angga merasa Ranti tidak sadar atas kehadirannya. Angga pun bergegas memasuki mobil, membuntuti taksi yang dipakai Ranti.


🚘Didalam mobil🚘


Angga memperhatikan jalanan.


Tak berapa lama, Angga dan Ranti pun sampai di apartemen mereka. "Ranti!!" tepukkan dipundak mengembalikannya ke dunia nyata.


'Astaga gara-gara emosi, gue lupa sama laki sendiri!' sadarnya telah melupakan kehadiran Angga.


"Sorry Ngga, gue emosi banget sama Vara!" Ranti cengengesan merasa bersalah.


Angga bukannya marah malah merasa kasihan pada Ranti. Angga tau Ranti ingin sekali memarahi Vara, tapi Ranti juga sangat menyayangi Vara sebagai saudaranya.


"Kamu yang sabar ya!" dengan refleks Angga memeluk Ranti. Ranti membalas pelukan Angga dengan hangat.


Key dan Devan yang hendak mengambil koper malah menyaksikan pelukan hangat itu. Saat Key hendak memanggil mereka berdua. Devan membekap mulut Key. menariknya serta koper keluar apartemen.


'Ini yang ngak aku suka sama kak Dev. Sukanya bekap mulut sama nyeret-nyeret!' Kesal Key. Key terus meronta-ronta dan sampai akhirnya menggigit keras tangan Devan.


Awwwwww... Devan merintih merasakan sakit ditangannya, sedangkan Key malah berlari keluar menjauhi Devan.


Wleeekk... Cibirnya cengengesan. Bukannya marah, Devan malah tersenyum menyaksikan Key menjahili nya. Ia merasa hubungan mereka sudah saling terbuka kali ini.

__ADS_1


'Aku bahagia lihat kamu ketawa kayak gitu Key. semoga kedepannya kamu selalu ketawa seperti itu, aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu bahagia!!' Ucap Devan dengan tulus.


"Tungguin aku Key!" Devan pun berlari mengejar Key.


⏳1 minggu kemudian⏳


Ujian UN sudah berlalu dengan baik.


Hari kelulusan pun dilalui mereka dengan lancar. Devan memperoleh nilai tertinggi dari seluruh siswa-siswi lainnya.


"Selamat ya Dev"


"Selamat ya bos!"ujar Panji serentak dengan Kiki.


Sedangkan Key malah biasa saja tanpa mengucapkan selamat pada Devan. Dirinya sibuk mencari keberadaan Frans sedari tadi.


'Sudah seminggu dan Frans selalu menghindari ku. Frans dimana ya?' Rasa penasaran Key meronta-ronta.


Mendapati gelagat aneh Key. "Kamu cari siapa Key?" Panji dan Kiki pun juga ikut penasaran.


"Frans kak. Semenjak kejadian di rumah sakit. Frans udah ngehindar dari Key, Key pengen jelasin semua nya kak!!" Tanpa terasa air mata mengalir di pipi Key, Devan lansung merangkul tubuh kecil Key kedalam pelukannya. Panji dan Kiki memaklumi jika Frans menghindar dari Key.


"Panteslah ngehindar, udah ngejar beberapa tahun tau-tau Key udah nikah. hamil lagi! kalau gue mah, mending pindah sekolah bahkan negara!!" beo Panji membuat Key tambah terisak. Devan pun mengarahkan bogeman panda Panji.


"G*blok lo! makin nangis bumil gara-gara lo!!" Kiki menendang kaki Panji.


"Awwwww..." Seru Panji kesakitan. "Sakit Anyiiing!!"


"Selamat ya kak Dev!" ujar Cesi yang baru datang. Panji pun dibuat salah tingkah, ntah semenjak kapan dirinya mulai menyukai Cesi.


'Ya ampun dia cantik banget!! bikin gw klepek-klpek!' pujinya dalam hati. Panji yang tanpa sadar mangap sedari tadi, langsung membuat Kiki tertawa.


"Oiii iler lo tuh! ntar masuk lalat tau rasa!!" tawa Kiki membuat mereka semua ikut tertawa. Panji pun semakin salah tingkah dibuatnya.


'Ya tuhan, senyumnya itu loh!! manis bangetttt!!' Panji masih saja memuji Cesi.


"By the way, Kita mau ngerayain kelulusan dimana nih?!" tanya Kiki.


"Kita di basecamp aja!!" semuanya melongo mendapati kehadiran Angga dan Ranti di sana.


"Rantiiiii" Cesi pun memeluk rindu sahabatnya ini.


"Siapa yang nanya lo ogeb?!" ketus Kiki pada Angga.

__ADS_1


"Udah lah, hari ini hari kelulusan mari kita rayain dengan bahagia!" Devan pun menengahi membuat semuanya tertawa. begitu pun Angga dan Kiki.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2