TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
SEBLAK PEDAS


__ADS_3

...๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน...


๐ŸŒ„Malam pun berlalu hingga matahari sudah terbit kembali๐ŸŒ„


Gejolak aneh yang dirasakan Cesi dari perutnya membuat Cesi harus terbangun pagi-pagi sekali. bukan mual yang dirasakan namun rasa ingin memakan seblak dengan kepedasan yang luar biasa.


Pukul 6 pagi pun ia sudah bersiap dan mencari ke sekeliling kompleks si tukang penjual seblak namun tak kunjung didapati. Cesi yang merasa lelah pun akhirnya berhenti disebuah taman. Tidak terasa ia sudah berkeliling kompleks selama 1 jam. rasa ingin nya masih sama saat pertama ia bangun, terbayang seblak yang begitu gurih menyentuh mulutnya.


"Aduh ada neng Cesi, tumben pagi-pagi udah ada di taman." ujar seorang ibu-ibu kompleks menyapa Cesi. Dari pakaian nya tampak jelas ibu parubaya itu habis berolahraga marathon keliling taman. Meski tidak kenal atau memang Cesi lupa siapa ibu ini. akhirnya Cesi hanya bisa tersenyum manis dan sedikit sopan menjawab pertanyaan sang ibu.


"Anu buk, itu saya capek aja. dari tadi kepengen seblak ngak ketemu-ketemu." ujarnya terus terang. Ibu-ibu itu dengan percaya diri nya yang sok kenal sok dekat dengan Cesi malah seenaknya duduk di kursi taman tepat disebelah Cesi. wajah kaget Cesi pun berubah agak sedikit ngerih.


"Owh jadi neng Cesi lagi ngidam ya, udah berapa bulan neng?" sebelum Cesi menjawab pertanyaan sang ibu. Cerocosan nya malah semakin banyak.


"Ng...." tampa mau mengalah, ucapan Cesi pun tidak digubris.


"Maaf ya ketika neng Cesi nikah ibu malah ngak bisa hadir, waktu itu kambing ibu lahiran. ibu mah segan banget sama bapak mu yang polisi itu, si siapa namanya? aduh lupa (sedikit berfikir). ah iya pak Selamet kan, yang punya rumah gedong depan komplek ini?" akhirnya tawa Cesi pun pecah dan membuat sang ibu berhenti bicara.


"Hhhhhhh ya ampun ibu, saya mohon maaf. saya bukan anaknya pak Selamet yang polisi. ibu salah orang. Hahaha..." tawanya tidak henti sampai mengeluarkan air mata. sang ibu pun tersipu malu, berasa pengen hilang seketika. demi mendapatkan kepercayaan dirinya kembali. Sang ibu pun kembali bertanya dengan wajah tanpa dosa.


"Oh ibu salah toh, kalau gitu neng nya beneran hamilkan? ngak mungkinlah masa jam segini kepengen seblak. yang ada orang ngidam baru kayak neng ini! keinget deh pas waktu ibu ngidam anak pertama. nyusahin suami buat nyari seblak jam 5 pagi. sampai tukang seblak nya pun harus dibangun kan demi ngidam ibu lancar!" pertanyaan ibu itu membuat tawa Cesi berhenti. seketika ia mengelus lembut perutnya.


'Apa benar aku hamil? nggak mungkin ini nggak mungkin!' seketika tawa tadi berubah menjadi air mata. sang ibu pun panik melihat Cesi yang seketika menangis.


'ya ampun nih anak waras ngak sih? tadi tertawa lebar sekarang malah nangis!' pemikiran sang ibu mulai dipenuhi efek sinetron.

__ADS_1


"Neng kenapa atuh neng, kok bisa nangis? ibu salah ngomong ya?" dengan menyentuh bahu Cesi, ibu-ibu itu membuatnya tersadar. mengusap sedikit air di pipinya.


"Nggak apa-apa kok buk, makasih udah peduli sama saya. saya pulang dulu." dengan langkah gontai nya. Cesi pun berjalan menuju rumah dan merebahkan tubuhnya di kasur. ART yang melihat wajah pucat Cesi pun menyusulnya sampai ke kamar.


"Non, kok wajah nya pucat? non lagi sakit ya?" tutur ART itu penuh kekhawatiran. Cesi dengan lesu nya akhirnya bisa mendudukan diri ditepi kasur.


"Bi, pengen seblak pedas. dari tadi ngak nemu-nemu penjualannya!" tutur Cesi lesu.


"Ya ampun non, mana ada yang jual seblak jam segini. non ada-ada aja! ya udah bibi buatin sebentar. maunya pedas aja atau banget?"vtawaran sang ART membuat Cesi seketika sumbringan.


"Ah beneran Bi, bibi emang bisa buat seblak?" tanyanya penuh harap. ART itu pun mengangguk mantap.


"Beneran kok non, masa iya bibi bohong. asal non tau sebelum jadi ART disini bibi dulu jualan seblak. makanya bisa buat seblak non, non pengen rasanya yang gimana?" menyakinkan Cesi dengan cerita nya. Terbayang dulu masa-masa sulit menjual seblak, dan saat seorang suami datang kerumahnya pagi-pagi hanya untuk memenuhi ngidam istrinya. untung saat itu ia tidak sedang PMS, sehingga ia tidak jadi menelan hidup-hidup lelaki itu. karena tidur yang baru saja 2 jam yang lalu, sudah dibangun kan lagi dan harus membuat kan semangkuk seblak yang begitu pedas demi istrinya yang sedang ngidam berat.


"Baik non, bibi buatin sekarang." mengacungkan jempol, ART itupun berjalan keluar kamar.


"Yang gerak cepat ya bi, Cesi udah ngiler nih!!" teriaknya dari atas kasur.


"Iya non, Hahaha... non udah kayak orang ngidam aja pakai ngiler segala!" teriak ART dari arah tangga menuju lantai bawah. Cesi pun seketika kembali dibungkam dengan kata yang sama. pemikiran nya pun kembali teralihkan kepada perut nya. mengelus lembut perutnya. Cesi merasakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan oleh kata-kata. air matanya mengalir deras.


'Apa benar aku ini tengah hamil? jika benar apakah lelaki itu akan mau menerima anak ini? aku takut ia menyuruh ku untuk menggugurkan nya.!' seketika Cesi mengambil sesuatu dari dalam tas tangan nya. sebuah kertas yang masih ia simpan dari beberapa bulan yang lalu.


Hati yang berkecamuk membuat Cesi ingin sekali mengatakan apa yang tengah dirasakan nya kepada lelaki itu. kertas yang berisi nomor handphone lelaki itu akhirnya disalin nya untuk disimpan menjadi kontak di handphone. Dengan jelas di sana tertera mr.X. Bukan hanya tidak tau namanya nya, bahkan Cesi lupa akan wajah lelaki itu. Di kertas yang ditinggalkannya waktu itupun hanya tertera mr X.


'Aku harus cerita kan yang aku rasa pada mr.X!' rasa inginnya pun mengalahkan rasa takut dalam dirinya. seketika Cesi langsung menelepon sang pemilik nomor. Berdering namun ditolak, tiga kali sudah ia coba tetap mendapatkan hasil yang sama. Cesi pun semakin putus asa.

__ADS_1


'sudah kuduga akan seperti ini, mana ada lelaki yang akan mau bertanggung jawab atas perbuatannya. semua lelaki semuanya brens*k!! biar lah jika memang aku tengah hamil, kan kubesarkan anak ini sendiri, jika nanti dia datang kan ku bac*k pala nya. dasar lelaki!!' Cesi tak hentinya mengomel sedari tadi. mengumpat penuh emosi kepada lelaki itu. Ntah mengapa ia ingin sekali memarahi lelaki yang bahkan nama nya saja ia tidak tau.


Drrrrreeeeeetttttt... Getaran handphone ditangannya membuat Cesi mau tak mau harus melihat pesan yang masuk.


๐Ÿ’ฌMr.X๐Ÿ’ฌ


Maaf saya tengah meeting dengan client. jika ada yang penting SMS saja ๐Ÿ™๐Ÿป


Tanpa diduga Mr X membalas dengan pesan. Cesi yang awalnya mengomel, mengumpat penuh emosi lansung berubah seketika. garis senyum diwajahnya lansung terlihat jelas.


'Nah sudah kuduga sedari tadi. pasti Mr.X lagi sibuk makanya tolak telpon ku. Mr.X memang terbaik, ngasih pesan aja kayak lembut banget. pokoknya besok harus ketemu Mr.X sekaligus cek aku hamil atau nggak!' tuturnya penuh semangat, ntah perasaan seperti apa yang tengah dirasakan Cesi, moodnya begitu cepat berubah-ubah.


^^^๐Ÿ’ฌMe๐Ÿ’ฌ^^^


^^^Hy Mr.X ini Cesi. gadis yang waktu itu di hotel A. bisa kah bertemu besok. Cesi butuh bicara penting.๐Ÿ˜€^^^


Tanpa Cesi ketahui Mr.X yang mendapati Pesan dari Cesi pun begitu semangat. sampai semua jadwal kerja yang ada esok ia undurkan hanya demi Cesi.


๐Ÿ’ฌMr.X๐Ÿ’ฌ


Astaga Cesi, maaf telah menolak telpon dari mu. baiklah nanti kita akan bertemu dimana? kamu saja yang menentukan tempat saya ikut semua keinginan mu.


Membaca pesan dari Mr.X yang penuh sopan membuat Cesi kembali bertanya kepada dirinya. apa yang akan ia lakukan pada keadaan seperti ini. teringat jelas semua memory kejadian mengapa ia bisa bertemu dengan Mr X.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2