
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Tidur Cesi terusik akan pergerakkan sesuatu dikakinya. Membuka matanya, Cesi menatap kearah jam dinding yang baru menunjukkan pukul 6 pagi. Pergerakkan dikakinya membuat Cesi mengalihkan padangan.
"Siapa kamu?!" hentak Cesi. Karena sayup nya cahaya, membuat Cesi tidak bisa melihat siapa yang memegang kakinya.
"Tenang Ces, kaki mu harus diperban dulu. atau tidak bisa tetanus!!" suara lembut itu membuat Cesi tau siapa dia.
"Frans?" tanya Cesi memastikan.
"Hmmm..." Deheman nya, masih fokus memperban kaki Cesi.
"Kenapa kamu bisa masuk??!"bingung nya.
"Aku masuk lewat jendela" tunjuk Frans pada jendela yang masih terbuka. Cesi hanya mengangguk pelan, ia ingat jika tadi malam lupa menutup jendela karena tubuhnya begitu letih mendapatkan kenyataan yang ada.
Kembali merebahkan tubuhnya. Cesi membiarkan Frans membersihkan luka kakinya.
Drrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrttttttttt...
Handphone Cesi berdering, tapi dirinya tidak berniat untuk mengangkat telpon yang masuk itu.
"Handphone mu berdering terus. angkat lah!!" titah Frans yang merasa risih. Malas menjawab ucapan Frans. Cesi pun mengangkat panggilan vidio call itu.
"Sayang.. kamu gak apa-apa kan?! kemaren kan aku dah bilang kalau sampai rumah chat ya. sudah lama ku menunggu dan juga sudah ku chat duluan, kok ngak di balas sih??!" refleks Cesi pun duduk dan membelakangi kamera handphone nya dari Frans.
'Astaga, karena masalah ini. aku sampaj lupa dengan kak Panji!!' paniknya seketika.
"Maaf ya kak, Cesi baik-baik aja kok. kemaren Cesi capek banget, ketiduran deh!!" senyum palsunya.
"Syukur deh kamu ngak apa-apa. tapi mata kamu kok sembab gitu?!" tanya Panji khawatir.
'M*mpus nih, aku ngak mau kak Panji tau tentang masalah ini. aku ngak mau dia sedih!!' panik Cesi.
"Ah itu kak, karena kebanyakkan tidur kak. hehe..." Cesi tersenyum kikuk dengan menjawab asal.
"Gitu ya, aku kira kamu abis nangis. Oh ya Ces, nanti malam kamu ada waktu ngak?!" Cesi pun mengangguk.
__ADS_1
"Kita pergi ke mall ya, kak mau lihat cincin pernikahan kita!" Cesi pun menitikkan air mata merasakan ketulusan Panji akan sia-sia saja, tetap saja kenyataan sesungguhnya ia tengah dipaksa untuk menikah dengan Frans saat ini.
Sedangkan penonton setia, Frans sangat kaget dibuatnya.
'Apa-apaan ini?! Sayang? Cincin pernikahan??omongan kosong apa ini?!!' kesalnya.
"Cup-cup... kok sayang aku nangis lagi. nangisnya disambung nanti ya. kan bisa aku peluk!" canda Panji membuat Cesi tersenyum.
"Nah gitu dong senyum. kan bidadari aku tambah cantik. makin sayang deh. nanti jam 5 sore kak jemput ya?!" Cesi pun mengangguk.
"Ya udah, aku mau nyambung tidur dulu sayang. semalam main PS sama anak-anak. nanti aku chat lagi ya. dadah Cesi sayang punyanya Panji!" Panji pun mematikan sambungan vidio call nya.
'Panji?! maksudnya Panji sahabat Devan?!' kaget Frans tidak percaya.
Senyum malu-malu Cesi terhenti saat Frans menatapnya tajam.
"Maksud lo apa semua ini?!" tajam Frans, Cesi awalnya kaget mendengar suara Frans yang lansung berubah berat, tapi setelah menatap wajah nya, Cesi takut, tampang Frans begitu tajam menatap nya.
"Gw udah dilamar Frans. gw udah punya calon suami!!" ujar Cesi lembut.
'Aku tidak menyukai ini. jika kemaren Key diambil tanpa sepengetahuanku. maka Cesi tidak boleh lepas dari tangan ku!!' penuh amarah.
"Apa-apaan lo Frans? kenapa lo menghancurkan handphone gue kayak gitu?! lagian ini cuman paksaan, gue nggak ada rasa sama lo!" teriak Cesi penuh emosi.
Seperkian detik Cesi menampar wajah Frans. Dengan melotot menatap Cesi, Frans semakin emosi.
"Kau akan merasakan amarah ku Cesi!!" geram Frans penuh emosi. Frans menarik tangan Cesi keluar dari kamar, tanpa sepengetahuan Fasya dan Cysa yang masih nyenyak tertidur.
"Lepas Frans!! lepasin tangan gue, sakit!!" pergelangan tangan Cesi sudah memerah karena ulah Frans. Frans yang cemburunya sudah memuncak. tidak memperhatikan tangan Cesi yang sudah terluka.
"Masuk!" titah Frans mau tak mau dituruti Cesi. Cesi masuk kedalam mobil Frans dengan sedikit terisak.
"Kita mau kemana Frans??!" tanya Cesi terisak.
"Diam!!!" teriak Frans penuh frustasi, sangat tajam membuat Cesi takut. Frans melajukan mobilnya dengan penuh emosi sedangkan Cesi hanya terpaku menahan tangisnya. Dipikiran Cesi hanya Panji. Ia yakin dirinya sangat mencintai Panji, bukan Frans.
'Kak Panji. tolong Cesi!' ucapnya dalam hati.
__ADS_1
🍃Disisi lain🍃
Panji yang semula mengantuk tidak jadi tertidur. Ntah mengapa dirinya begitu gelisah. seakan seseorang terus-terusan memanggilnya. Membasuh wajahnya. Panji berjalan keluar kamar. mendapati kedua bumil tengah mengemil lemon.
"Uiiiiiiii pagi-pagi udah ngemil lemon aja. ngak takut tuh perut kena maag!!" ledek Panji melangkah dihadapan kedua bumil.
"Kak Panji sih ngak rasain hamil. kalau yang asem-asem gini malah enak lo!!" ujar Key. Panji bergeridik ngeri saat bayangan tentang masa depannya muncul sekilas. Ia membayangkan Cesi juga akan memakan buah asam di pagi hari seperti yang dilakukan Ranti dan Key.
'Seru juga deh kalau punya istri kayaknya!!' semangat nya menggebu-gebu. Panji meraih handphone di sakunya untuk menyalurkan rasa rindu pada Cesi.
...📞Maaf nomor yang anda tuju tengah tidak aktif atau diluar jangkauan📞...
Kurang lebih seperti itulah operator menjawab telpon Panji. sudah berulang kali Panji mengulangi telpon Cesi. tapi masih juga tidak bisa.
"Oiiiiii...." tepukkan dipundak Panji membuyarkan kekhawatiran nya.
"Ehh lo Ki udah bangun ya?!" Panji mencoba menutupi rasa kekhawatiran nya.
"Ada apa bro, gue tau lo mikirin sesuatu nih!!" selidik Kiki. Diantara mereka memang tidak bisa menyembunyikan apapun.
"Sebenarnya gue khawatir sama Cesi. lo ingatkan tadi malam tiba-tiba orang tuanya nyuruh pulang, terus tadi pagi gue telpon berulang-ulang dulu baru diangkat. eh, pas vidio call matanya sembab, rambutnya amburadul. meski dia ngeles, tapi gue paham betul tadi malam pasti dia nangis banget sampai ketiduran. bahkan baju yang dipakai nya masih sama!!" Kiki mengangguk berusaha mencerna setiap ucapan Panji. "Dan yang tambah bikin gue khawatir. baru setengah jam abis gue memutuskan telpon sama dia. handphone nya udah ngak aktif! ngapain coba kan, misterius gitu?" ucapan Panji membuat rasa penasaran Kiki bertambah.
"Cesi ngak biasa kayak gitu kak!!" serentak Key dan Ranti yang diam-diam sedari tadi menguping.
"Dasar bumil ngagetin tau!!" ujar Kiki membuat kedua bumil itu cengengesan.
"Maksudnya ngak biasa gimana??" tanya Panji penasaran.
"Cesi adalah sahabat kami yang paling ceria. Cesi ngak pernah menangis sebesar apapun masalah yang dihadapinya kak. Cesi yang paling kuat antara kami. hampir 3 tahun bersahabat, Key jarang lihat dia nangis. itu pun kalau dia di jahilin berlebihan sih sama Frans!" penjelasan Key membuat Panji terfikir akan Frans.
"Ahh Frans. apa mungkin dia yang bikin Cesi menangis??" tebak Panji. Key dan Ranti serentak menggeleng tidak tahu menahu.
"Ngak mungkin kak, Frans aja menghilang saat hari kelulusan. kami ngak tau Frans dimana sekarang!!" ujar Key. Panji pun berfikir apa yang tengah terjadi.
"kalau bukan karena Frans, terus Cesi berubah kayak gini karena apa dong? sekarang handphone nya mati lagi, bagaimana gue tau kabarnya baik-baik saja atau ngak?" prustasi Panji menarik rambutnya. Key, Ranti, serta Kiki mencoba berfikir untuk jalan keluar dari masalah ini.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1