
...🌹🌹🌹🌹🌹...
🛌Di kamar Key dan Devan🛌
Key sangat kesal akan kecemburuan Devan yang tidak menentu.
"Kak Dev kenapa sih? aku sama Frans itu udah sahabatan lama banget. tentu aku khawatirin dia!! apalagi dia lagi ada masalah kayak gitu, seharusnya aku sebagai sahabat harus bantu dia!!" marah Key.
"Ngak suka aja!!" ketusnya.
"Dasar suami dingin! semau nya saja, nyatain cinta aja belum pernah, sok-sok an cemburu!!" gerutuh Key menyelimuti tubuhnya.
"Eh, jangan tidur dulu, ini martabak telornya gimana?!" titah Devan.
"Makan aja sendiri, udah ngak lapar!!" Devan sangat paham hal yang membuat Key kesal.
'Beberapa hari lagi aku akan lakuin yang kamu mau Key!!' ucap Devan dalam hatinya.
"Ya udah kalau nggak mau, aku ke kamar mandi dulu. martabaknya diletakkan atas meja dulu deh!!" suara Devan sedikit meninggi seperti memberi isyarat. Ia tau, Key saat ini masih sangat menginginkan martabak. tapi karena gengsi dirinya malah menahan diri. Tak lama Devan memasuki kamar mandi. Key pun berhamburan ke meja di sofa kamarnya.
"Untung belum dimakan. kalau ngak bisa ileran kamu nak!!" elus Key pada perutnya. Itu semua tidak luput dari penglihatan Devan dari sela pintu kamar mandi yang sedikit dibukanya.
'Sehat-sehat selalu ya istri dan anakku!! aku sayang kalian!!' doa Devan penuh harap dalam hatinya.
🌞Pagi pun tiba🌞
Semua bersantai diruang keluarga. memikirkan cara mengeluarkan Fasya, Cysa dan Panji dari Berlant grub.
"Ahaaaa... gue tau! 2 hari lagi kan ulang tahun Key ,nah pas perayaan itu aja buat pernyataan depan umum!" pendapat Kiki diberi anggukan oleh Key dan Devan.
"Betul tuh idenya kak Kiki, aku setuju banget. biar acara ultahku ramean dikit., ada wartawan nya. hehehe..." cengengesan.
"Maunya aneh-aneh aja ya bund!" ucapan Frans membuat tawa semuanya pecah.
"Kak, pas ulang tahun aku undang Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan!" ujar Key menampilkan pupil eyes nya pada Devan penuh harap.
Semua melongo mendapati permintaan aneh Key. Bagaimana mungkin seorang Iqbal Ramadhan, aktor Indonesia yang terkenal itu datang ke~acara ulang tahun Key.
__ADS_1
"Hahaha..., ngak lansung undang black pink gitu, biar nambah rame?!" diselah-selah tawa Kiki. Key pun cemberut karena diledekin.
"Kak...!" rajuknya. Devan hanya bisa mengangguki permintaan aneh sang istri.
'Palingan pas acara udah lupa!! dari pada dimarahin lagi, mending angguki aja. hhhhh...' putus Devan.
"Yeaii... Iqbal~Iqbal~Iqbal.." riang Key membuat tawa semuanya semakin jadi.
"Dasar Key, dari dulu ngak berubah-rubah biasnya, Iqbal terus, dasar Comet pensiun!" ujar Cesi.
"Hhhhh iya dong, eh tapi kak Dev kita kan belum bilang ke keluarga. gimana mau jadi acara ulang tahun ku 2 hari lagi??!" ragu Key.
'Itu yang ngak kamu tau Key, jauh-jauh hari semuanya sudah ku siapkan!!' senyum Devan mekar seketika. Dengan senyum hangat nya, Devan mengelus rambut Key dengan hangat.
"Tenang aja Key biar aku yang ngatur, mending kamu, Ranti sama Cesi ke gazebo dulu. soalnya aku mau bicara urusan laki-laki!" lembut Devan penuh kehati-hatian dalam berbicara.
'Semoga ngak salah ngamong!! semoga!!' harapnya. Dengan wajah berseri, Key pun mengangguk dan mengajak Cesi serta Ranti ke gazebo belakang basecamp. Tanpa bertanya pun, Ranti dan Cesi mengikuti langkah Key. Key sudah menenteng sekantong jeruk yang sempat diambilnya sebelum keluar basecamp.
"Lo semua ikuti gue!!" titah Devan. Devan kembali melakukan hal yang sama saat masuk keruang pribadinya itu bersama Angga kemaren. Mengklik sandi dan rak buku tersebut bergeser.
Dengan wajah melongo, Frans dan Kiki pun tampak seperti anak kecil yang baru diajak ketempat bermain baru.
'Rumah Devan ini begitu canggih, butuh uang berapa ya buat nih rumah??! uang dari mana coba??! kalau gue nikah sama Cesi nanti pengen buat kayak gini deh!! hhhhh...' Frans tak kalah penasaran mendapati ruangan rahasia itu.
Devan dan Angga mulai menghidupkan berbagai alat canggih yang menampilkan rencana untuk menghancurkan kelicikkan Panji.
"Duduk lah, kita harus membicarakan tentang masalah ini!!" titah Devan. Frans dan Angga pun duduk. tidak dengan Kiki yang celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.
"Kiki lo cari apaan sih??!" kesal Angga.
"Ehh, gue cari lemari tempat nyimpan snack. mana tau ditempat rahasia ini ada makanan gitu. gue lagi laper. hhhhh..." kikuknya. Semua yang ada di ruangan malah geleng-geleng mendapati pernyataan dari Kiki.
"Duduk lah!" titah Devan dingin. Saat Kiki telah duduk, Devan mengklik sesuatu di atas meja. Seperti sulap, sekaleng soda muncul dari dalam meja dihadapan Kiki.
'Waaah ini yang gw cari dari tadi!!' puji Kiki. Angga dan Frans menatap takjub kecanggihan di ruangan itu.
"Okey sekarang kita pikirkan bagaimana caranya melancarkan pengumuman kepemilikan Berlant itu!!" mereka pun mulai merencanakan taktik agar bisa mengalahkan Panji.
__ADS_1
⏳2 jam berlalu⏳
Key sudah merasa bosan duduk di gazebo.
"Anak-anak cowok pada kemana sih??!" ujar Cesi tiba-tiba datang dari dalam basecamp. Key dan Ranti pun menggeleng tidak tau.
"Mungkin mereka keluar, kan tadi kak Dev bilang ada urusan." pendapat Ranti membuat Key semakin bosan.
"Gimana kalau kita ke mall?!" ide Key malah disambut riang oleh Cesi dan Ranti.
"Tapi yang bawa mobil siapa?! kan anak cowok pada keluar?" tanya Ranti. Ranti dan Key malah menatap mohon pada Cesi.
"Iya-iya siapa lagi??!" ujar Cesi menatap malas. Key, Ranti serta Cesi pun bersiap-siap keluar.
Notif di handphone Devan berbunyi. Key mengiriminya pesan meminta izin pergi ke. mall.
"Waaah... kayak nya anak-anak cewek bakalan ke mall nih!" ujar Angga dan Devan serentak.
"Kalian tau dari mana?" tanya kiki sambil mencomot Snack kentang ditangan nya.
"Nih!" tunjuk Angga melihatkan pesan dari Ranti.
"Enakknya yang punya istri!!" lesu Frans.
"Kalau gitu kita ikut aja, nanti kita sambung lagi. soal taktik ini kalian jaga baik-baik jangan sampai ke bongkar!!" dingin Devan. menatap semuanya dengan tajam. Semuanya mengangguk dan keluar dari ruangan.
"Lah kalian dari mana? perasaan barusan Cesi lewat sini deh??!" tanya Cesi kebingungan. Mereka semua acuh tak acuh.
"Kalian mau kemana?!" bukannya menjawab pertanyaan dari Cesi, Frans malah bertanya balik.
"Mau ke mall, katanya Key bosan!" ketus Cesi. Key dan Ranti pun keluar dari kamar mereka.
"Eh kak Dev udah pulang ya. aku mau ke mall kak, bosan kalau di rumah terus!" senyum nya riang.
"Yuk Ces..." Ranti dan Key mengajak Cesi berlalu di hapan para cowok.
"Ngak boleh!! kalian ngak boleh pergi!!" dingin Angga. Key, Ranti serta Cesi saling menatap bingung.
__ADS_1
"Maksud kak Angga apa?! kak Dev aja izinkan! iya kan kak?" kesal Key pada ucapan Angga yang menghambat langkah nya.
BERSAMBUNG.....