
...๐น๐น๐น๐น๐น...
Panji memasuki ruang Cctv bersama keamanan mall.
"Lihat lah pak, tidak ada satupun orang yang berjalan di dekat mobil anda, bahkan disini terlihat jelas anda yang mencoret mobil anda sendiri!" vidio Cctv itu membuat Panji melongo. Mengapa bisa dirinya yang seharian di mall untuk melihat sepatu, bisa terekam vidio mencoret-coret mobil sendiri.
"Ini tidak masuk akal pak, saya seharian didalam mall dan juga ngak mungkin saya mencoret-coret mobil sendiri!!" Panji kebingungan. Keamanan mall hanya acuh tak acuh.
"Mungkin anda memiliki kepribadian ganda yang tidak anda sadari, tapi saya lihat kepribadian anda yang lainnya lebih berseni. sehingga mampu melukis di atas kaca mobil. Hahaha...!" tawa keamanan itu malah membuat Panji semakin pusing.
'Kepribadian ganda??! apakah itu benar?!! mengapa aku tidak menyadari nya?!' bingung Panji. Panji pun melangkah keluar mall meninggalkan mobilnya di parkiran.
"Tolong jemput mobil saya di parkiran mall A. lansung bersihkan!!" titah Panji kepada penelpon di seberang. Panji pun memasuki mobil berwarna hitam yang telah menunggu nya. Semua yang dilakukan Panji tidak pernah lepas dari penglihatan semua orang yang telah merencanakan ini dengan sangat baik.
"Hahaha... sumpah lucu gue lihat wajah bengong Panji, apalagi pas pak keamanan itu bilang dia punya kepribadian ganda! Sempat-sempatnya ia mikir gitu." tawa Kiki membuat semuanya ikut tertawa.
"Aku bakalan bikin kak Panji ngerasain sakit hati yang sama aku rasakan!!" tutur Cesi serius.
"Rencana kak Angga emang ngak pernah gagal." Key mengacungkan kedua ibu jarinya pada Angga.
"Hehe... suami siapa dulu dong!!" celetukkan Angga membuat Ranti tersipu malu.
"Yuk pulang!!" Devan sangat serius saat melihat Key yang sudah pucat karena lelah.
"Ya... ngak jadi beli gaun dong!!" lesu Key.
"Nanti malam aku bawa disainer baju datang ke basecamp!! pokok kamu ngak boleh kelelahan, kasihan dedek nya!!" Devan lansung menggendong Key untuk memasuki mobil.
"Yang sultan emang beda ya." lesu Kiki.
"Lo pacar aja kagak ada!!" cibir Angga. Kiki menatap Angga dengan sangat tajam.
"Iya sih!" lesunya kembali. Mereka semua tertawa akan candaan demi candaan.
๐Esok harinya๐
Key baru saja terbangun dan sangat merasa haus. Bergulat dengan pilihan gaunnya semalam membuatnya sangat lelah.
"Mau kemana?!" suara parau khas bangun tidur Devan yang membuat Key merinding.
__ADS_1
"Ke dapur Kak, haus!!" Key pun meringsut turun dari ranjang, sedangkan Devan kembali melanjutkan tidurnya. Langkah Key terhenti saat ingin melangkah kembali ke kamar. Gelas ditangannya jatuh begitu saja. Devan yang mendengar suara pecahan kaca dilantai. membuatnya teringat akan Key.
'Astaga istri gue!' Devan sangat panik sampai keluar hanya menggunakan celana pendeknya.
"Key kamu gak apa-apa kan??! ada yang luka, ada yang sakit, dedek nya gak apa-apa kan?" tanya Devan bertubi-tubi. Key masih terpaku pada patung gaun dihadapannya.
'Sempurna!! gaun ini yang aku cari dari semalam!!' pujinya dalam hati. Tanpa menghiraukan kepanikan Dev. Key melangkah mengelilingi gaun yang terlihat begitu megah. Mendengar suara panik Devan, membuat Angga serta yang lainnya terbangun dan berhamburan keluar kamar.
"Waaaw..." kekaguman Ranti serta Cesi.
"Lo kenapa Dev, pagi-pagi dah panik gitu?!" penasaran Kiki.
"Gue panik saat dengar pecahan kaca diluar!" Devan kebingungan.
"Ini gaun punya siapa?" tanya Key menatap semuanya. Cesi dan Ranti menggeleng tidak tahu. Devan pun tersenyum senang. ternyata kepanikan nya terhadap Key hanya karena gaun itu. Membuat Devan memutuskan untuk melangkah kearah Key.
"Itu gaun khusus ku pesankan buat kamu Key. suka ngak? soalnya semalam aku lihat kamu nggak ada yang suka." tanya nya tersenyum ramah.
"Waaah... suka banget kak, makasih ya!" Key berhamburan kedalam pelukan Devan. Semuanya hanya bisa menatap malas kearah mereka berdua.
"Wahh... Key pasti cantik memakai itu!" pujian Angga. Bukannya ikut senang, Ranti malah merasa sakit mendengar ucapan Angga.
"Oh ya acaranya nanti malam jam 7. kita semua berangkat ke gedung jam 3 sore ya!" tutur Devan.
"Kok cepat banget kak?" tanya Cesi bingung.
"Emang kamu mau dilihat Panji kalau datangnya tepat waktu? lagian kita harus susun rencana serinci mungkin biar berhasil!" penjelasan Devan hanya mendapat anggukkan dari Cesi.
"Pagi semuaaaaaaaaaaa!" suara teriakkan dari arah pintu itu membuat semuanya kaget.
"Vara?" serentak.
"Lo kok ada disini?!" tanya Kiki sewot.
"Sorry ya guys, maaf banget. sebenarnya aku yang nyuruh Vara kesini!" bukan Vara yang menjawab tapi Ranti yang tiba-tiba menyela.
"Kamu kenapa ngak minta izin Devan dulu sih Ran?" sinis Angga.
__ADS_1
"Maaf, kalau aku minta izin pasti ngak dibolehin!" tunduknya.
"Tenang aja, gue disini cuman numpang sampai nanti malam. abis acara Key, gue mau balik ke rumah kok! Dan juga Key, selamat ulang tahun ya. ini kado buat kamu!" Vara begitu ramah sampai semua orang di sana tidak percaya itu dia.
'Apaan sih nih Nek lampir sok ramah gitu?! jijik tau!!' kesal Key dalam hatinya. Berpura-pura membalas senyum ramah Vara.
"Iya terima kasih Var." Key pun menerima kado itu dari tangan Vara.
"Oh ya, aku juga bawa ini, yuk sarapan!!" titah Vara menunjukkan sekantong bubur ayam.
"Weeeh... bubur ayam nih!" antusias Frans berhamburan mengambil kantong kresek ditangan Vara itu.
'Kalau makanan aja dikejar!! Frans~Frans kencang nya ke yang gratisan!' Cesi geleng-geleng mendapati kebiasaan buruk Frans itu.
"Lo ajarin istri lo bertindak lain kali!!" bisik Devan pada Angga yang masih bisa didengar Ranti. Devan dengan wajah dinginnya, berlalu meninggalkan ruang tamu yang diikuti Key.
"Eh itu Devan sama Key kok pergi gitu aja?" tanya Vara.
"Karena disini agak ada oksigen lagi. cuman karbondioksida yang nggak dibutuhkan!!" ketus Cesi meninggalkan ruang tamu.
'Dasar gadis b*doh!! kenapa bengong aja disindir kayak gitu!! makanya lain kali jangan jadi pelakor!! benci gue lihat nya!!' Vara tidak mengerti ucapan Cesi, sehingga ia tidak terlalu memperdulikan nya. Tanpa malu, ternyata Frans sudah memakan 2 bungkus bubur ayam yang dibawa Vara.
"Oii makan ngajak-ngajak!!" ujar Cesi pada Frans yang makan sangat lahab.
"Yuk makan!" dengan bubur yang masih dimulutnya, Frans tetap berbicara.
"Ihhhh jorok!! abisin dulu makanan lo!!" sindir Cesi. Frans hanya cengengesan dan kembali fokus pada bubur dihadapan nya. Vara pun ikut makan dengan Frans dan Cesi diruang makan. Sedangkan Angga menarik Ranti kedalam kamarnya.
"Kamu kenapa sih Ran? kenapa ngak bilang dulu ke aku kalau kamu nyuruh Vara kesini?! kamu tau sendiri kan, Vara itu mantan Devan!!" tajam Angga menatap Ranti. Ranti hanya bisa menunduk diam. "Kamu nggak bisa kayak gini, setidaknya kamu bilang ke aku!!" tambahnya.
"Emang nya kenapa?! kamu takut Key sakit lagi?!" sewot Ranti.
"Iya aku takut Key sakit lagi, karena..." teriak Angga.
"Karena kamu masih sayangkan sama Key!!" sela Ranti penuh emosi.
'Sayang?! setelah ungkapkan cinta gue waktu itu, dia masih anggap gue ngak cinta sama Key?! segitunya dia ngak nganggap gue dengan serius!!' kesal Angga.
"Iya gue sayang sama Key, puas lo!!" Anga muak dan tersulut emosi, ia memutuskan untuk keluar kamar meninggal kan Ranti yang terduduk di ranjang.
__ADS_1
'Sakit, rasanya sakit!!' Tutur Ranti seolah ia yang terzolimi.
BERSAMBUNG.....