
...🌹🌹🌹🌹🌹...
Rencana Fasya dan Cysa untuk membunuh Cesi akhirnya dibatalkan. Surat bukti itu akhirnya dibakar.
'Pupus sudah harapan ku untuk balas dendam!! wanita j*lang ini memang tidak tau diri!! tidak punya hati nurani!!' gumam Frans penuh rasa kesal. Frans menunggu kedatangan Cesi dengan gelisah. Fasya dan Cysa pun merencanakan hal yang sangat akan mengejutkan Cesi.
'Kenapa Cesi belum datang? apa mereka membohongi ku?!' ketidak percayaan Frans pada kedua orang tua yang tengah tersenyum devil di hadapannya.
"Dimana Cesi ha? apa kau membohongi saya?" Frans menarik kerah baju Fasya.
"Sudah-sudah Cesi telah datang!" merelai mereka. Cysa agak panik melihat amarah Frans yang sudah luar biasa.
🍃Disisi lain🍃
Cesi memasuki rumah yang tampak sangat sepi. Sunyi sekali sampai Cesi bingung dimana keberadaan kedua orang tua nya.
"Mamaa Ayaaaahhhh" teriaknya melangkah keruang keluarga.
"Kami disini sayang!" ujar Cysa melambaikan tangan pada Cesi. Langkah Cesi terhenti mendapati seorang lelaki duduk memunggunginya.
'Siapa dia?! kenapa larut begini ada di rumah ku??!' rasa penasaran Cesi.
"Siapa ma?!" tunjuk Cesi pada lelaki itu. Cysa pun tersenyum, lelaki itu pun berbalik menatap Cesi. Alangkah terkejutnya Cesi dengan kehadiran Frans. lelaki yang duduk berbarengan bersama Cysa dan Fasya adalah Frans sahabat nya.
"Frans? lo ngapain disini?" tunjuk Cesi tidak percaya. Frans hanya tersenyum kikuk menatap Cesi. dirinya pusing, bingung harus menjelaskan ini semua dari mana pada Cesi.
"Yuk sini minum kopi dulu bareng Mama dan Ayah!" Fasya tersenyum palsu. Cesi pun mengikuti instruksi Fasya, duduk disebelah Frans. Frans menunduk tanpa mau menatap kehadiran Cesi disebelah nya.
Seperkian menit hening. mereka semua sibuk dengan pemikiran nya masing-masing. termasuk Cesi yang sangat bingung mendapati kehadiran Frans. Semua keheningan dipecahkan oleh Fasya, Ayah tiri Cesi.
__ADS_1
"Sebenarnya Ayah memanggil kalian karena Ayah mau bilang satu hal yang penting!" serius nya mimik wajah Fasya membuat Cesi semakin penasaran.
"Ada hal penting apa itu Ayah?!" tanya Cesi lembut.
"Ayah ingin minggu depan kamu dan Frans menikah!!" kalimat itu pun sontak membuat gelas kopi ditangan Cesi terlepas begitu saja.
"Mak-sud ayah apa?" Cesi kebingungan menatap Frans yang semakin menunduk.
"Sebenarnya Frans adalah anak kandung Ayah Cesi. saudara tiri kamu!" Penjelasan Fasya membuat Cesi semakin kebingungan.
"Ma?" panggil Cesi pada Cysa untuk meminta penjelasan.
"Ah, terlalu banyak drama kamu mas!" santai Cysa yang sudah muak dan lelah bersandiwara.
"Drama apa ini Ma?!" sekali lagi Cesi bertanya dengan bingung.
"Saya bukan mama kamu. mama kamu sudah mati bertahun-tahun lalu!! saya kembaran Cyla. saat umurmu 6 bulan. saya sudah membunuh Clya dan menggantikan posisi nya. bertahun-tahun saya sudah bersabar merawat kamu untuk mendapatkan semua harta ini!!" kalimat itu sontak membuat air mata Cesi lolos.
"Saya tidak tahan lagi dengan mengaku selalu menyayangi mu! saya membenci mu. seharusnya harta Papamu diberikan padaku. tapi malah diwariskan padamu. anak yang menyusahkan!" Cesi tidak tahan merasakan perih dihatinya.
"Ma Cesi mohon, apa pun akan Cesi lakukan demi Mama. tapi jangan benci Cesi. Cesi sayang sama mama!!" melihat Cesi memohon dan berlutut di kaki Cysa membuat Frans semakin emosi.
"Mau kalian apa sih!! Cesi berdirilah. jangan Memohon pada orang yang telah membunuh orang tua kita!" ujar Frans membuat Cesi tertegun.
'Membunuh?! apa aku benar-benar bukan anak mama?! kenapa aku baru tau sekarang?! lalu siapa ibu kandungku?!!' bingung nya.
"Kalau bukan mama ibu kandung Cesi. lalu kenapa selama ini Cesi ngak tau kalau ibu kandung Cesi sudah meninggal?! dimana makam nya, Cesi mau lihat!!" disela-sela rintihan tangisnya.
"Saya akan memberitahu letak makam Cyla. tapi dengan syarat kamu menandatangani surat pengalihan ahli waris ini!'" Cysa melempar kertas itu pada Cesi.
__ADS_1
"Dan juga saya mau kamu menikah dengan Frans agar saya tidak perlu mengurus kamu lagi!!" air mata Cesi mengalir tanpa permisi.
'Maksud mama apa? Apa aku ini merepotkan sekali! apa maksud mama?!!' bingungnya dengan sakit yang mendalam di hatinya.
"Iya betul, setelah kamu menikah. Kamu haru bisa mengalihkan kepemilikkan perusahaan Berlant yang diwariskan pada kamu untuk Ayah!!" Cesi tak habis pikir. Ia tak pernah mengira bahwa keluarga nya akan seperti ini. Mama yang dulu mencintai dan menyayanginya sepenuh hati malah ingin mengusirnya. Bukan hanya dari rumah tapi juga kehidupan nya.
'Salah aku apa?! Kenapa harus Frans?!' merasa tidak terima.
"Jangan tanda tangani surat itu Ces. aku mohon!!" ujar Frans. Sedangkan Cesi mengarahkan pena pada kertas itu.
'Setidaknya aku harus tau makam ibu!! meski harus kehilangan segala kehidupan ku saat ini.' putusnya kemudian. Dengan berat hati Cesi menandatangani surat itu.
"Kalau itu bisa membuat mama dan Ayah bahagia. Cesi ikhlas kok Ma!" Cesi berlari kedalam kamar dengan menginjak kembali beling-beling gelas yang Ia jatuhkan tadi.
"Bagus kamu setuju, besok Mama urus pernikahan mu!!" Teriak Cysa tanpa iba sedikitpun pada Cesi.
"Kalian benar-benar bukan manusia tapi iblis!!" ujar Frans tajam meninggalkan rumah Cesi.
Fasya dan Cysa pun tertawa terbahak-bahak. mereka meraih kemenangan dan mendapatkan apa yang mereka inginkan selama ini.
🛌Dikamar Cesi🛌
Tidak hentinya Cesi menangisi hal yang barusan dialaminya. Semuanya seolah begitu cepat, ia merasa belum siap dan begitu syok. Rasa sakit dihatinya mengalahkan rasa sakit dikakinya.
"Salah Cesi apa Pa? Kenapa Mama tiba-tiba berubah kayak gini?!" Memegang foto sang almarhum Papa. Cesi bertanya seolah-olah orang di dalam foto akan menjawab setiap keluh kesahnya. "Kok Mama ngak mikirin perasaan Cesi Pa? Cesi rindu Mama yang dulu, Cesi pengen banget kemana-mana sama Mama! Andai Papa ada disini pasti Cesi ngak bakalan disakitin kayak gini! Apa Mama ngak mikir gimana masa depan Cesi Pa?!!" Cesi terus saja bergumam disela-sela tangisnya.
Sangking lelahnya menangis, Cesi akhirnya tertidur di atas sofa. Tanpa Cesi sadari seseorang lelaki telah duduk dijendelanya. Mendengarkan keluh kesah panjang yang Cesi luap kan sedari tadi.
"Maafkan aku Ces. Maksud aku balas dendam bukan pada kamu. tapi pada wanita j*lang itu. aku ingin membalas kematian ibu dan kedua orang tuamu. Wanita itu yang udah hancurkan keluarga kita Ces!!" Frans berguman menahan sakit hatinya sendiri. Dirinya telah gagal dalam rencana balas dendam. bahkan Ia telah melibatkan Cesi saat ini. "Wanita j*lang itu selalu merebut kebahagiaan keluarga kita!! maafin aku Ces, aku janji bakalan bawa kamu dari sini sebelum kamu dilukai wanita iblis itu!!" Frans menitikkan air mata menunduk membayangkan setiap kesalahan nya.
__ADS_1
Sekarang Frans berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga Cesi apapun yang terjadi. Frans harus menjauhkan Cesi dari rencana-rencana busuk yang bisa saja akan diperbuat oleh Cysa.
BERSAMBUNG.....