Terjerat Cinta Abnormal

Terjerat Cinta Abnormal
Part 10


__ADS_3

Dokter Pram sudah menunggu di lobby penginapan. Dirga menghampirinya, kemudian mereka menyantap menu sarapan pagi, ayam panggang dan sambal rica-rica , serta segelas susu coklat hangat.


" Bagaimana tadi malam, boy? Apakah kamu menikmatinya ? " Tanya dokter Pram membuka pembicaraan.


" Luar biasa ,dokter. Kami melakukannya berulang kali. " Kata Dirga jujur. Dokter Pram tersenyum.


" Setelah ini, kamu pasti akan mencari wanita untuk menghangatkan ranjangmu, boy. " Ujar dokter Pram.


" Mungkin dokter, dan sepertinya saya berniat untuk membawa gadis itu , dokter. Aku masih menginginkannya dalam waktu yang lama. " Kata Dirga membuat dokter Pram terperanggah.


" Seserius itukah ? "


" Iya dokter, aku ingin membebaskan dia dari Tuan Gren.."


" Wanita akan sangat merepotkan ,Dirga. Apalagi sampai kita sudah mencintainya. Kita akan selalu menurutinya. "


" Saya hanya menyukai gadis itu secara fisik , Tuan. Saya tidak mencintainya. " Balas Dirga.


" Ya..ya..sekarang ini memang belum ada rasa cinta itu, tetapi seiring berjalannya waktu, kamu akan mencintainya."


" Saya belum pernah jatuh cinta atau mencintai seseorang, Tuan. Saya selalu mencoba menghindari wanita. "


" Dan sekarang bagaimana ? "


" Saya hanya membutuhkan dia diatas ranjang, selebihnya saya tidak tahu. " Kata Dirga datar.


" Oke, boy, lakukan apa yang membuatmu suka. " Kata dokter Pram menyerah.


" Mengenai nona Reva, apakah anda memberinya racun dokter ? " Tanya Dirga


" Awalnya aku memberinya racun lewat sentuhan, pertemuan kedua aku memberinya penawar racun itu. Aku tidak ingin memaksa dia , yang aku inginkan dia mencintaiku tanpa adanya paksaan. " Dokter Pram memberi keterangan.


" Selamat pagi, Tuan ! Maaf menungguku. " Tiba-tiba Maria datang menemui mereka.


" Silakan menikmati sarapan paginya. Aku ingin jalan-jalan sebentar. " Kata dokter Pram beranjak meninggalkan mereka berdua.


" Makanlah sarapanmu dulu, Maria.Setelah itu mari kita menyiapkan perlengkapan untuk menyelam . " Kata Dirga mempersilakan makan.


" Baiklah, Dirga. " Jawab Maria singkat.


" Apakah kamu suka berenang ? "

__ADS_1


" Saya menyukainya, Tuan ,tetapi saya tidak pandai berenang, saya menyukai pantai yang tenang . "


" Aku akan mengajarimu nanti, jangan kawatir. " Kata Dirga


" Saya sangat senang, Tuan. " Senyum gadis itu terkembang.


" Aku serius ingin mengajakmu ke jakarta, apakah kamu benar-benar bersedia, Maria ? " Tanya Dirga memastikan


" Lebih baik saya ikut Tuan, saya siap bekerja apa saja, tapi saya mohon jangan menjual diri saya lagi ke germo yang lain. " Kata Maria dengan mimik wajah yang sedih.


" Apakah menurutmu aku orang seperti itu, Maria ? "


" Saya tidak tahu, saya belum mengenal Tuan tetapi saya yakin Tuan orang baik. " Dirga tersenyum.


" Aku mungkin tidak sebaik yang kamu kira tetapi aku tidak sekejam itu, Aku ingin terus terang, aku menginginkanmu sebagai partnerku diatas ranjang. " Jawab Dirga jujur.


" Iya..saya mengerti, Tuan. " Jawab Maria sedih.


" Hey...jangan banyak bersedih, nikmatilah hidupmu, Maaf aku tidak bisa menjanjikanmu yang lebih dengan hubungan ini, karena aku tidak ingin terikat dengan wanita dan cinta. "


" Itu artinya anda tidak ingin menikah disuatu hari ? " Tanya Maria


" Aku tidak percaya cinta sejati, banyak pasangan berpisah setelah mereka mengikat janji di hadapan Tuhan, aku tidak akan seberani itu, Maria. Jika aku menyukai gadis, aku cukup membawanya bersamaku tanpa ada pernikahan. "


" Astaga,..Maria kamu mengingatkanku, apakah kamu dalam masa subur ? " Tanya Dirga was-was.


" Aku tidak tahu, Tuan. " Jawab Maria bingung.


" Kapan terakhir dirimu, menstruasi ? " Cecar Dirga kawatir.


" Kenapa Tuan menanyakan hal itu ." Maria masih bingung.


" Jawab saja, Maria. "


" Terakhir haid aku tanggal 5 bulan ini, Tuan. " Jawab Maria .


" Sekarang tanggal 17 , dan artinya kamu dalam masa subur, oh my God. " Dirga baru menyadari kecerobohannya.


" Saya masih bingung, Tuan. "


" Apakah Tuan Gren, memberimu pil penunda kehamilan ? " Maria menggeleng lemah. Dirga lemas seketika.

__ADS_1


" Ada apa , Tuan sepertinya sangat serius. "


" Kamu tunggu disini sebentar, aku akan mencari dokter Pram, oke. " Dengan sedikit terburu-buru, Dirga meninggalkan Maria yang masih dalam kebingungan. Tidak terlalu sulit untuk menemukan keberadaan dokter Pram, Dokter Pram duduk di salah satu bangku di dekat penginapan sambil bersedekap dada. Pandangan matanya lurus memandang kearah riuhnya wusatawan yang mulai bersiap-siap menuju pantai.


" Dokter, apakah anda menyimpan pil penunda kehamilan ? " Kata Dirga to the point. Dokter Pram menoleh melihat Dirga yang sudah berdiri di sampingnya.


" Ck...ck...kamu bertindak ceroboh. " Balas dokter Pram datar


" Karena pada saat itu, untuk pertama kalinya, aku lupa memakai pengaman, lagi pula memang selama ini aku tidak pernah menyimpan alat pengaman itu, dokter. " Bantah Dirga


" Ck..ck..bagaimana aku memikirkan untuk membawa pil itu. Disini tujuan kita hanya untuk menyelam, bukan untuk itu. " Jawab dokter Pram santai.


" Adakah cara lain dokter, gadis itu sekarang dalam masa subur, dan dia tidak meminum pil itu. "


" Kukira gadis itu sedikit pintar, tetapi rupanya bodoh sepertimu. " Tawa dokter Pram meledak.


" Dokter, ini serius. Aku belum siap untuk menikahinya, jika nanti dia hamil. "


" Menikah saja, menikah bukan berarti kamu tidak bisa bebas darinya, jika kamu bosan , kamu bisa meninggalkannya, memberikan sedikit santunan pada anakmu nanti. " Jawab dokter Pram


" Begitukah dokter ? "


" Jangan terlalu menganggap pernikahan itu rumit, kenapa tiba-tiba kamu seperti orang bodoh Dirga? Hartamu tidak akan habis untuk menghidupi seratus istri , bukan. " Dokter Pram mengingatkan.


" Betul juga yah. Itu sebabnya dokter tidak merasa keberatan menikahi nona gisella. "


" Yah , demi Mommy. Jika momny menginginkan seorang cucu, aku bisa melakukan bayi tabung tanpa harus bersusah payah untuk meniduri wanita itu. " Dirga sekarang bernafas dengan lega.


" Aku tidak menyukai seorang pengecut, berani melakukan tidak berani bertanggung jawab. Itu sebabnya aku tidak ingin bermain-main dengan seorang wanita. Para musuhku menganggapku , player wanita, yah aku memang dekat dengan wanita, tetapi untuk kubawa keranjang, hanya dengan Reva. Aku menggila saat dia menolakku, harga diriku seperti terinjak, aku ditolak seorang gadis seperti dia. " Ada gurat kecewa terpancar dalam wajahnya yang dingin.


" Dan semakin anda menjauhi nona Reva, anda semakin terluka. " Kata Dirga.


" Aku ingin menghilangkan perasaan cinta ini, Dirga. Banyak yang mengatakan , dengan menjauhi seseorang yang kita cintai, seiring berjalannya waktu akan semakin mudah kita untuk melupakan. "


" Aku tidak sependapat dengan pemikiran banyak orang, karena kita bisa melupakan seseorang yang kita cinta itu apabila kita menemukan seseorang yang lebih baik dari orang yang kita cintai. "


" iya.. aku harus menemukannya. Aku harus menemukan gadis yang sepadan dengan kekuasaanku. Gadis dari kalangan high class dan mandiri. "


" Seperti nona gisella ? "


" Apakah kamu sedang mengejekku, boy ? " Dirga tertawa lepas, sementara dokter Pram tersenyum sinis.

__ADS_1


" Jam berapa kita akan ke laut, aku sudah tidak sabar ingin bercinta dengan binatang laut . " Kata Dokter Pram


" Anda akan menemukan duyung-duyung cantik disana , Tuan. " Dirga tersenyum. Obrolan mereka berhenti , mereka menuju ke dalam penginapan , dijumpai Maria masih duduk di lobby . Dirga mengajak Maria masuk ke dalam kamar untuk mempersiapkan perlengkapan untuk menyelam di dasar laut.


__ADS_2