Terjerat Cinta Abnormal

Terjerat Cinta Abnormal
Part 27


__ADS_3

Dirga memarkirkan mobilnya di basement kantornya, Mereka turun dari mobil kemudian melewati jalan khusus. Lift khusus telah membawa mereka di lantai tiga. Setelah sampai di depan pintu ruangan bos, Dirga membawa masuk Reva. Di dalam ruangan terdapat dokter Pram yang masih sibuk dengan berkasnya.


" Kamu boleh pergi , Dirga. Klien dari jepang telah menantimu. " Kata Dokter Pram.


" Permisi Tuan . " Kata Dirga datar kemudian dia meninggalkan ruangan dokter Pram. Reva masih mematung tanpa mengambil tempat duduk. Dokter Pram mengambil remote, Ruangan berubah menjadi sebuah kamar. Reva menahan nafas.


" Apakah aku harus menemanimu tidur untuk mendapatkan nilaiku ? " Tanya Reva dingin.


" Badanku sangat kelelahan, semalaman aku hanya menjagamu tidur, berikan sedikit pijitan di bahuku." Reva terkejut mendengar pengakuan dokter Pram. Dokter Pram mulai naik ranjang, dengan hanya menggunakan boxer.


" Aku tidak bisa memijit, anda sangat memalukan. " Wajah Reva bersemu merah mendapati kondisi dokter Pram. Badannya yang putih bersih, berotot, dan bidang terpampang di depan mata.


" Kamu pernah melihatku tanpa ada sehelai benangpun, bukan. Kurasa cara berpakaianku kali ini tidak akan membuatmu tergoda. " Kata Dokter Pram semakin menambah rona muka Reva.


" Iyah, berhentilah berbicara. " Reva terpaksa menurut, dia duduk diranjang dan mulai memberikan sentuhan di punggungnya.


" Lumayan, bahuku Reva, sedikit tekanan, yah. Nah seperti itu, enak banget. " Kata dokter Pram merasakan pijitan Reva. Reva hanya cemberut dan terus memberikan pijitannya. Ya Tuhan, kulitnya halus sekali, dia memakai perawatan apa sih gumam Reva.


" Aku memakai sabun yang kuracik sendiri, sehingga kulitku bagus dan wangi. Kamu beruntung bisa menyentuhnya, istriku pun tidak kuijinkan untuk menyentuh tubuhku. " Reva terperanjat, Dokter Pram tahu pikirannya.


" Biasa saja, lebih baik sedikit kasar, ini terkesan seperti kulit perempuan." Kata Reva menimpali, dokter Pram tertawa lepas.


" Baiklah , aku akan merubah kulitku sedikit kasar, seperti permintaanmu, nona. " Kata Dokter Pram pelan.


" Dih, apaan sih. " Jawab Reva singkat.


" Aku akan pergi ke london besok pagi, dan aku tidak tahu sampai kapan aku akan kembali kesini. Ada perusahaan baru disana yang harus kuawasi sendiri. " Kata dokter Pram. Ada rasa ngilu di hati Reva. Reva hanya diam.


" Dan aku menepati janjiku, bukan. Aku akan pergi menjauhimu, ini adalah pertemuan terakhir kita. " Kata Dokter Pram.

__ADS_1


" Iya, lakukanlah , ini demi kebaikan anda. Aku juga akan menikah . " Kata Reva berbohong.


" Kapan Zacky akan menikahimu ? " Tanya dokter Pram tenang.


" Kenapa anda berpikiran bahwa Zacky yang akan menikahiku ? "


" Oh...jadi siapakah ? "


" Anda tidak perlu tahu, aku akan menikah dengan siapa. " Ucap Reva datar. Dokter pram berbalik badan, Reva sedikit terkejut. Pandandangan mata mereka bertemu. Ditariknya tubuh Reva kearahnya, Reva hanya terdiam, hanya debaran jantungnya semakin keras, wajah mereka semakin mendekat, hingga hidung mereka bersentuhan. Dengan cepat dokter Pram memegang tengkuk Reva, dan memberikan ciuman lembut di di bibir Reva. Reva memejamkan matanya , hatinya serasa hancur. Dia hanya diam tanpa membalas ciuman itu, dia hanya membiarkan dokter Pram mengexplore rongga mulutnya, sementara tangan dokter Pram mulai memberikan sentuhan di bagian-bagian inti milik Reva, lengkuhan Reva membuat Dokter pram tidak bisa menahan nafsunya. Tubuh polos itu telah bersatu, memberikan kenikmatan yang baru saja mereka rasakan. Reva lunglai disamping dokter Pram, pandangan matanya mengarah ke langit-langit.


" Maafkan aku . " Kata dokter Pram, ada sedikit penyesalan karena berhasil menembus keperawanan Reva.


" Aku akan pergi, anggap saja tidak terjadi apapun, kita akan segera melupakan, tidak perlu minta maaf. " Reva bangkit dari tidurnya, kemudian mengambil bajunya dan segera memakainya. Sementara dokter Pram masih memakai selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Reva bangkit dari ranjang setelah rapi berpakaian.


" Aku akan mengantarmu, tunggu sebentar ! " Dokter Pram beranjak dari tidurnya dan berusaha mengambil pakaian dan memakainya.


" Tidak perlu dokter, keluarkanku dari sini saja. " Reva menolak. Dokter Pram memencet tombol remote dan ruangan berubah , mereka berada di tempat kerja dokter Pram. Dokter Pram langsung menggandeng tangan Reva keluar ruang kerjanya. Langkah kaki mereka sedikit cepat, tetapi Reva berhasil mengimbangi langkah dokter Pram. Mereka menuruni lift khusus. Tidak ada pembicaraan. Setelah keluar dari lift, mereka langsung menuju basement dimana mobil dokter Pram terparkir disana. Mereka masuk ke dalam mobil.


" Kampus, ada kuliah sampai sore. " Jawab Reva singkat.


" Apakah Zacky masih jadi tukang parkir ? " Tanyanya pelan.


" Aku tidak pernah melihatnya beberapa hari, mungkin ada kesibukan lain . "


" Apakah dia sering kerumahmu ? "


" Kenapa anda sekarang ini sangat cerewet , dokter ."


" Ya ya...itu bukan urusanku. " Kata dokter Pram.

__ADS_1


" Sepertinya, kita menuju kearah lain,kita akan kemana dokter ? " Reva mulai kawatir.


" Kamu akan tahu, tempatnya jauh dari kota. Seharian ini aku ingin bersamamu, karena besok aku akan pergi. "


" Anda kelewatan dokter, tetapi ada kuliah penting yang harus kuhadiri. "


" Dokter Dewi akan memberikan vidio kepadamu, dan kamu bisa mendengarkannya tanpa mengikuti kuliah. "


" Hah...dokter kamu.."


" Iya, aku yang meminta dokter dewi untuk membuat vidio dia saat memberi materi kuliah. Kamu bisa mrmpelajarinya sendiri. " Terang Dokter Pram membuat Reva geleng kepala.


" Kita mau kemana dokter ? Orang tuaku akan mencariku. "


" Dirga ke rumahmu untuk memberi tahu bahwa kamu sedang dengan dosen pembimbing. "


" Menyebalkan sekali. " Reva kesal dan dokter Pram hanya tertawa.


" Akan aku ukir kenangan indah untukmu, agar kamu tidak bisa melupakanku. "


" Kamu juga akan tersiksa karena mengingatku, dokter. "


" Kita lihat saja siapa yang tersiksa. " Percakapan terhenti saat mobil dokter Pram terparkir cantik di sebuah vila. Mereka pergi di vila puncak bogor. Mereka turun dari mobil dan disambut beberapa pelayan yang siap untuk melayani mereka. Pelayan wanita membawa Reva kedalam ruang permandian. Baju Reva dilepas dan dipakaikan kemben. Kulit Reva dibersihkan memakai busa halus dengan cairan sabun wangi bunga lily. Reva berendam di bath up air hangat. Tubuh Reva di masage oleh dua pelayan wanita hingga tertidur karena merasa rileks. Dokter Pram tersenyum simpul melihat Reva tertidur dengan posisi berendam.


" Tinggalkan kami berdua ! " Kata dokter Pram kepada dua pelayannya. Dua pelayan itu undur diri dengan hormat. Dokter Pram mendekati bath up dan dengan cepat ikut berendam disana.


" Aku akan memakanmu disini . " Bisik dokter Pram di telinga Reva. Reva terperangah kaget. Pandanga mata mereka bertemu.


" Dokter, kamu mesum sekali. " Kata Reva kesal.

__ADS_1


" Kamu yang menggodaku, kamu semakin cantik dan wangi. " Bisik dokter Pram yang sudah sangat dekat dengan tubuh Reva.


" Stop..Jangan mendekat, aku sangat lelah ! " Reva berusaha mundur, tetapi Doter Pram memeluk tubuh Reva yang polos. Mata Reva melotot, sementara dokter Pram tersenyum senang. Dokter Pram memulai aksinya, dan mereka hanyut dalam permainan cinta yang panas.


__ADS_2