Terjerat Cinta Abnormal

Terjerat Cinta Abnormal
Part 12


__ADS_3

Gadis belia yang masih memakai baju abu-abu itu, melangkahkan kakinya memasuki halaman luas rumah mewah. Ica memasuki rumah tanpa permisi, dia berjalan kearah dapur dan menjumpai seorang wanita baya yang masih terlihat cantik.


" Tante, apa kabar? mana oleh-oleh buat Ica ,tante ? " Tegur Ica yang sudah berada dalam dapur.


" Eh..kamu ngagetin tante aja, kamu ga sekolah lagi ? " Sapa Tante Bella yang menoleh kearah Ica. Ica hanya nyengir


" Males tante, hari ini ada pelajaran matematika, otak Ica mo pecah rasanya." Kata Ica pelan.


" Kamu tuh ya alesan saja, sekolah kok males-malesan, memang habis lulus kamu ga kuliah ? "


" Kayaknya enggak dech, Ica mo merit aja, calonnnya udah ada, baru pagi ini nemunya, tukang ojek..he..he. " Kata Ica sambil nyengir.


" Kamu ya, becanda mulu."


" Serius kok tante, Ica mo nikah sama abang tukang ojek tadi, orangnya ganteng banget." Terang Ica sambil membayangkan wajah Paijo.


" Yang bener aja dech, Ica. Masa abang tukang ojek. " Tante Bella terkejut.


" Dia bilang bukan tukang ojek sih tapi tukang parkir. " Jawab Ica sambil tertawa.


" Ya ampun Ica, ngawur kamu. Udah jangan mikirin merit terus ah. Kamu kuliah yang rajin dulu, lulus , baru mikirin nikah. "


" Dibilang Ica ga mau nikah, tante sayang, Ica mo nikah aja. Eh..ngomong-ngomong kapan Kak Pram nikahnya tante ? " Tanya Ica mengalihkan pembicaraan.


" Dua minggu lagi kayaknya, kak gisella dah datang kemarin pagi. Ada noh orangnya di kamar. "


" Oh...males ama kak gisella, bawel dan judes. " Kata Ica nyengir.

__ADS_1


" Masa sih, orangnya ramah gitu. Yah meskipun males masak. "


" Iyah, Orangnya nakutin, rada sombong gitu, Ica tahunya pas ada acara pernikahan anak kolega papi, Ica tegur, ya gitu dech, sombong, ga ada senyumnya. " Terang Ica jujur.


" Ya mungkin belum kenal kamu aja waktu itu, Ica. Sama tante baik kok."


" Ya, gimana ga baik sih tante, kan calon mertua. "


" Ya, tante sempat bingung sih nyariin calon istri buat kak Pram, sampai sekarang belum ada calonnya, trus tante cariin anak teman tante. "


" Dan kak Pram setuju aja gitu ?"


" Yah gitu dech, kak Pram kan nurut ama tante, setuju aja . "


" Memang baik tuh kakak Ica yang satu itu, dah ganteng, pinter dan nurut sama orang tua. Jadi ingat papi dan mommy. " Kata Ica sedikit melo.


" Kenapa Ica, kok melo gitu ? "


" Ica sayang, ga ada orang tua yang tidak memperdulikan anaknya, mereka tuh sayang , tetapi mungkin karena kesibukkan kerja , anak seperti terabaikan. Mereka tidak menanyakan kabarmu bukan berarti mereka tidak peduli, tetapi dikarenakan mereka tidak ingin mengekangmu, nak. " Terang tante Bella pelan.


" Yah tante, apa salahnya nanyain kemana Ica pergi, apakah mereka ga pernah mau tahu pergaulan anaknya. Apakah mereka ga mau tahu gimana jika anaknya salah pergaulan. "


" Duh dewasa banget ponakkan tante ini, itu dia Ica, mereka tahu Ica itu seperti apa, jadi mereka ga pernah kawatir dengan Ica. " Tante Bella tersenyum


" Ica pernah kok masuk club malam, tapi Ica ga berani mabuk sih, sekedar joget bareng teman ngilangin strees. "


" Iya, tante percaya, Ica udah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk."

__ADS_1


" Berarti ga masalah yah, jika Ica nikah dengan tukang parkir ? " Ica nyengir, tante bella cemberut.


" Ica yang penting orangnya baik tante, jika kaya, Ortu Ica udah kaya, ga perlu cari jodoh orang kaya lagi. "


" Darimana kamu tahu dia baik, kan baru kenalan. "


" Dari mata batin Ica, Dia yang nglarang Ica bolos, dia yang bilang kalau tidak baik mengecewakan orang tua yang dengan susah payah menyekolahkan kita. Pokoknya baik dech tante, dan yang pasti ganteng banget, tapi sayang Ica ga tahu siapa namanya dan kapan Ica bisa bertemu dengannya lagi. " Kata Ica sedih.


" Ya, menurut kita baik belum tentu menurut kehendak Tuhan, bukan. Jika berjodoh, pasti kamu dipertemukan dengannya, jangan sedih gitu dech. "


" Amin, berarti tante setuju ya, nanti bantuin ngomong ke ortu Ica ya. "


" Ya, ga bisa begitu Ica, tante harus tahu dulu gimana orangnya. "


" Pasti tante setuju. " Kata Ica singkat , sementara tante Bella hanya geleng-geleng kepala.


Sementara malam mulai beranjak, Selly masih duduk di ruang tamu, sudah beberapa kali dia menguap karena diserang kantuk, tetapi dia masih bertahan di ruang tamu.


" Masuklah ke kamar, apakah kau ingin tidur di sofa sepanjang malam ? " Tegur David menghampiri Selly.


" Baiklah , Tuan. " Jawab Selly singkat.


" Apakah perlu ku bopong , matamu sudah seperti lampu satu watt. " Selly terperanggah, David tersenyum simpul.


" Jangan kurang ajar Tuan. " Balas Selly kesal.


" Wow..aku suka. " Kata David pelan

__ADS_1


" Dimana kamarnya, aku sudah sangat mengantuk. " Jawab Selly ketus.


" Itu....David menunjukkan telujuknya di kamar tamu. Selly bergegas berjalan dan dengan cepat masuk kedalam kamar dan menguncinya. Direbahkannya tubuhnya yang sudah lemah diatas ranjang yang nyaman. Tidak membutuhkan waktu yang lama Selly sudah memejamkan matanya. Sementara David berjalan menuju kamarnya sendiri dan masih sibuk dengan pekerjaannya yang tertunda.


__ADS_2