
Bonaken, tempat wisata yang terletak di pulau kecil, di sumatra utara. Untuk mencapai tempat itu diperlukan jet poil atau speed boat. Bonaken terkenal dengan keindahan alamnya di bawah laut. Biasanya para wisata menyelam di dasar laut untuk menikmati indahnya kebersamaan dengan binatang laut dan tumbuhan laut. Dokter Pram dan Sekertaris Dirga telah sampai di penginapan vip. Mereka menempati, dua kamar yang mewah, hari ini mereka sengaja istirahat dan baru besok harinya mereka akan menyelam di dasar laut. Saat ini mereka duduk di lobby sambil menikmati ikan bakar gurame dan es kelapa muda.
" Boleh saya ikut bergabung, ganteng ?" Sapa cewek cantik tinggi putih mulus dan memakai baju yang memperlihatkan setengah dadanya.
" Dirga , apakah malam ini kamu ingin bersenang-senang ? " Tanya Dokter Pram pada sekertarisnya.
" Tidak Tuan . " Jawabnya Dirga dingin.
" Kamu memiliki keahlian apa untuk membuat kami rileks ? " Tanya dokter Pram datar.
" Anda ingin dilayani seperti apa , Tuan ? " Tanya gadis cantik itu
" Oh..kebetulan kami memerlukan seorang massage. Bisakah kamu melakukannya ? " Tanya dokter Pram.
" Sebenarnya saya tidak ahli soal itu, tetapi akan saya coba. " Jawabnya sedikit gugup.
" Sudah lama bekerja disini ? " Tanya dokter Pram , gadis cantik itu wajahnya mulai memerah.
" Saya ...saya baru hari ini bekerja." Katanya semakin gugup.
" Berarti kamu masih perawan ? " Cecar dokter Pram.
" Apa maksud anda ? " Bicaranya mulai meninggi. Dokter Pram tersenyum sinis.
" Kamu memiliki wajah dan tubuh yang indah, sebenarnya itu modal besar untuk menjerat pria mapan untuk dijadikan suami, daripada kamu menjual harga dirimu pada lelaki hidung belang." Balas dokter Pram.
" Dan apakah anda mau menikahi saya ? " Tantang gadis itu, Dokter Pram tersenyum sinis.
" Sayang sekali kamu bukan tipeku, nona. Pergilah, sebelum kami memperkosamu. " Kata dokter Pram tegas. Tanpa berbicara gadis itu pergi meninggalkan Dokter Pram dan Dirga yang tertawa lepas.
" Dirga, apakah kamu tidak ingin mencari kekasih ? Kamu bukan maho, kan ? " Tanya dokter Pram
" Masih ingin sendiri, tuan. saya masih normal, saya belum menemukan seseorang seperti nona Reva. " Dokter Pram terperanggah.
" Kamu menyukai perempuan itukah? " Selidik dokter Pram.
" Saya tidak berani, tuan. Saya masih ingin hidup. " Jawab Dirga tenang.
" Perempuan itu yang membuatku kacau, Dirga. Dan saat ini , pikiranku selalu ada dia. Aku bisa gila , Dirga." Jujur dokter Pram.
" Kenapa anda tidak mengatakan bahwa anda menyukainya. " Saran Dirga.
" Aku takut menerima kenyataan jika dia menolakku. Aku seperti orang bodoh jika didekatnya, aku benci situasi seperti ini, kenapa aku berjumpa dengannya . "
" Itulah takdir tuan, kita tidak bisa melawannya. "
" Ternyata gisella datang sebelum kita sampai disini. Mommy telpon memberitahuku, sekarang dia tinggal di rumah mommy. "
" Apa yang harus saya lakukan, Tuan ? " Tanya Dirga.
" Gadis itu sedikit gila, dia mengajak Randy untuk menemui Reva. Aku tidak pernah berpikir sejauh itu, bener-bener gila dia. " Dokter Pram berkata diiringi senyum sinis.
" Apakah nona gisella akan mencelakai nona Reva ? " Tanya Dirga datar
" Aku tidak perlu melindungi Reva, ada Zacky yang akan menjaganya. Yang aku kuatirkan justru gisella, gadis ceroboh itu akan mendapat masalah dan itu menyangkut dengan kita. Mommy pasti menyuruh kita untuk melindungi dia. " Terang dokter Pram
" Saya mengerti Tuan, Saya akan menyuruh Randy untuk menjaga nona gisella , sepertinya nona gisella tidak mengetahui siapa yang akan dihadapinya. "
" Biarkan saja, kita lihat saja , gadis itu tidak akan berani macam-macam dengan Reva. Dia melihat Reva bukan tandingannya. "
" Maksud Tuan ? " Dokter Pram tertawa pelan.
__ADS_1
" Dia melihat Reva bukan gadis sexy yang akan menggoda saya. " Mereka berdua tertawa.
" Gadis yang bodoh bukan...ck...ck. "
" Yang sebentar lagi akan menjadi istri anda, Tuan. " Dirga mengingatkan.
" Tugasmu Dirga, buat dia jatuh cinta padamu. " Perintah dokter Pram membuat Dirga terkejut.
" Tuan , apakah anda tidak salah ? "
" Bersenang-senanglah dengan dia,Dirga. Jika perlu ajak dia keranjang."
" Tugas yang sangat berat kurasa. " Kata Dirga pasrah. Dokter Pram tertawa.
" Untuk latihan, ajak gadis tadi untuk menemanimu keranjang. " Tawa dokter Pram meledak.
" Anda meragukan saya diranjang ? " Dirga keberatan.
" Wow...wow jadi kamu pernah mencobanya ? " Tanya dokter Pram penasaran.
" Bukan berarti harus mencoba dulu bukan ? " Jawab Dirga polos dan membuat dokter Pram semakin tertawa.
" Lakukan malam ini, boy. Supaya hilang maho mu. Gadis tadi masih polos, kulihat Dia tidak nyaman dengan pakaiannya. "
" Tuan...Dirga sedikit keberatan.
" Ini perintah , boy. lakukanlah, bersenang-senanglah ! " Kata dokter Pram beranjak dari duduknya. Dia menelepon seseorang.
" Gadis itu akan segera menemanimu, aku membayarnya lumayan mahal, karena gadis itu masih perawan. " Kata dokter Pram membuat Dirga terkejut.
" Ini hadiahku, boy. oke aku ingin tidur, selamat bekerja keras. " Kata dokter Pram langsung berlalu. Sementara Dirga bingung apa yang harus dilakukannya. Dengan gontai akhirnya Dirga menuju kamarnya. setelah berada di dalam kamar, ada seorang gadis yang terlihat tertunduk duduk di atas sofa.
" Apakah ini pertama kali untukmu ? " Tanya Dirga membuka pembicaraan. Gadis itu mengangguk.
" Kenapa kamu menjual dirimu ? " Tanya Dirga penasaran.
" Orang tua saya memiliki hutang yang sangat banyak dengan rentenir, kemudian rentenir itu menjual saya pada om Gren, pemilik penginapan ini. " Kata gadis itu masih tertunduk.
" Siapa namamu ?
" Maria defera. " Katanya singkat.
" Apakah kamu sudah siap untuk melayaniku ? " Pancing Dirga.
" Saya akan melakukan yang tuan suruh. " Katanya polos. Dirga mendekat, memperhatikan setiap inci tubuh yang hanya memakai lingerie sexy warna merah menantang , kulitnya seputih porselin , lekuk tubuh yang ideal. Dirga mengangkat wajah gadis itu sehingga wajah mereka beradu. Bibir mungil menggoda, secepat kilat Dirga **********. Gadis itu sedikit terkejut tetapi hanya pasrah. Sementara tangan Dirga mulai mengelus punggung mulus gadis itu. Sebagai seorang lelaki normal, Dirga sudah tidak bisa menahan nafsunya ketika melihat pemandangan sexy di depannya. Ciuman itu berubah dengan ciuaman saling menuntut. Tanpa sadar Dirga telah melepas semua pakaiannya. Mereka terlihat polos, Dirga mengangkat tubuh gadis itu diatas ranjang.
" Aku akan melakukan dengan pelan, oke. " Kata Dirga pelan, gadis itu hanya menangguk. Dirga memulai aksinya, menciumi setiap lekuk tubuh sexy Maria. Maria hanya mendesah menahan gairahnya yang mencapai puncak.
" Apakah kamu menyukainya ? " Tanya Dirga disela-sela aksinya.
" Ah...Tuan . " Desah gadis itu, Dirga tersenyum . Sebuah penghargaan jika seorang lelaki yang bisa memberi kepuasan pada pasangannya di atas ranjang. Dirga terus membuat gadis itu terbang ke nirwana hingga gadis itu tidak terlalu merasakan sakit ketika senjata rudalnya memasuki lubang yang sangat sempit dan menjepit.
__ADS_1
" Ah...argghhh...mereka mencapai \*\*\*\*\*\*\* kenikmatan bersama. Tubuh mereka lunglai diatas ranjang. Mereka beberapa kali melakukannya, sementara waktu menjelang pagi hari.
Di pagi hari , Dirga bangun terlebih dahulu, Dia membersihkan tubuhnya berendam di bathup. Tubuhnya terasa rileks, benar kata dokter Pram, otot-otot tegangnya menjadi rileks. setelah setengah jam berendam , akhirnya dia membilas tubuhnya dengan shower hangat. Dia keluar dari kamar mandi memakai handuk yang hanya menutupi bagian vitalnya, sementara dadanya yang bidang dibiarkanya terekspose. Dirga melihat Maria sudah terbangun.
" Mandilah, setelah itu kita akan sarapan pagi . " Kata Dirga pelan. Maria bangkit dari tidurnya dan membungkus tubuhnya dengan selimut . Gadis cantik itu memasuki kamar mandi, sejenak dia tertegun karena melihat banyaknya stempel-stempel yang betebaran di tubuhnya. Dia tersenyum , saat menginggat kejadian panas tadi malam. Maria tidak menyesal karena menyerahkan keperawanannya dengan Dirga lelaki yang baru saja dikenalnya. Pengalaman pertamanya dengan lelaki yang sangat tampan bukan dengan bandot tua yang menjijikkan. Tiba-tiba wajahnya muram, karena membayangkan akan melayani berbagai jenis lelaki hidung belang. Dia mandi dengan cepat, dia keluar dari kamar mandi memakai bathrobe yang tersedia di kamar mandi.
" Sangat kilat..." Kata Dirga yang sudah memakai baju santai,setelan kaos lengan pendek dan celana pendek . Maria hanya tersenyum.
" Hari ini kami ingin menyelam, apakah kamu ingin ikut bersama ? " Tanya Dirga pelan.
" Serius tuan mengajak saya ? " Tanya gadis itu berseri -seri wajahnya.
" Panggil saya Dirga. Jika kamu mau, aku akan mengajakmu. " Kata Dirga pelan. Tiba-tiba Maria terlihat sedih.
" Sebaiknya tidak, Tuan. " Jawabnya sedih
" Hey...are you oke ? kenapa terlihat sedih ? apakah perkataanku menyinggungmu ? " Gadis itu menggeleng lemah.
" Jangan terlalu baik pada saya , Tuan, nanti saya salah mengartikan. " Katanya melo.
" Hey...aku hanya mengajakmu. Kamu butuh liburan, aku membookingmu selama seminggu. Jadi nikmatilah liburanmu. "
" Lebih baik saya tidak ikut, akan sangat sulit bagi saya untuk melupakan Tuan ketika pergi nantinya. "
" Apakah kamu ingin ikut denganku ke jakarta ? " Tawar Dirga. Maria terlihat ceria.
" Aku akan ikut kemanapun anda ingin mengajak saya. " Dirga tertawa renyah.
" Kupikir anda serius. " Kata Maria kembali murung.
" Aku serius Maria, aku akan menbawamu ke jakarta. Ada pekerjaan yang lebih baik untukmu. Aku akan membebaskanmu. " Kata Dirga serius.
" Tuan, anda tidak bercanda, bukan ? " Maria berharap.
" Tetapi tidak gratis, kamu harus memberiku imbalan . "
" Hah..." Maria terkejut.
" Imbalannya pasti kamu juga suka melakukannya. Kita akan saling menghangatkan di ranjang. " Kata Dirga jujur. Seketika wajah Maria memerah.
__ADS_1
" Baiklah , marilah bersiap- siap. Kutunggu di lobby yah. " Kata Dirga sambil beranjak pergi dari kamar. Sementara Maria mengganti bajunya dengan baju casual dan jin panjang.