
Reva dengan cepat melangkah ke ruang kuliah, sebelum kakinya mencapai pintu ruang kuliah, ada sosok yang mematung menghalangi jalannya. Reva menatap tajam, seulas senyum terkembang, Reva sedikit terkejut dan tidak menyangka akan menemui kak Dio dengan memakai atribute jas putihnya.
" Pa kabar ? kau terlihat sangat jelek hari ini, tubuhmu semakin kurus dan pucat. " Sapa Kak Dio ramah, Reva tersenyum tulus.
" Benarkah, Yah seperti yang kakak lihat, aku sibuk , bahkan lebih sibuk dari kakak. " Timpal Reva pelan.
" Kudengar kamu mengajukan skripsimu lebih awal dari perkiraan, kamu bisa lebih cepat lulus dariku sepertinya." Kak Dio berujar datar.
" Kakak sih tidak fokus dengan kuliah, kutahu kakak kuliah hanya sambilan , meskipun begitu kakak adalah mahasiswa yang luar biasa, banyak pengemarnya. " Reva jujur.
" Kecuali kamu, bukan salah satu pengemarku.Oh yah aku tidak pernah mendengar kabar Paijo lagi, apakah dia sudah menemukan pujaan barunya ? " Reva menganggkat bahunya setelah kak Dio bertanya.
" Terakhir kali kulihat dia di pernikahan dr. Pram yang datang bersamamu , kukira hubungan kalian semakin terjalin erat. " Dio mencoba menganalisa.
" Aku bukan pacar atau istrinya kakak, so i didnot knew..okey. " Jawab Reva datar.
" Sekarang pacar siapa dong ? " Goda kak Dio.
" Hemmm..." Ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan percakapan mereka dari jauh. Reva dan Dio menoleh kearah suara yang datang, mereka sama-sama terkejut, melihat sosok dr. Pram yang tengah berdiri di belakang mereka dengan tatapan tajam.
" Reva masuk ke ruanganmu, semenit lagi kuliah akan dimulai, saya yang akan mengisi materi kuliah ! " Ucap dr. Pram dingin.
" Oh ya Reva,setelah dirimu selesai kuliah nanti , aku menunggumu di kantin, oke ! " Kata kak Dio tanpa memperdulikan dr. Pram dengan tatapan membunuhnya. Sementara Reva hanya mengangguk kemudian masuk ke ruang kuliah. Sementara kak Dio sendiri berlalu dari dr. Pram tanpa memberi sapaan kepadanya. Reva duduk disebelah Selly seperti biasa. Semua mahasiswa dan mahasiswi terlihat tegang karena kehadiran dr. Pram yang datang dan mengisi materi kuliah yang sebenarnya diisi dr. Dewi. Dengan kepiawaiannya berbicara dan kemampuan menjabarkan materi dengan sempurna, dr.Pram selalu mampu membius audiensi yang hadir. Semua mahasiswa dan mahasiswi sangat puas dengan penjabaran dr. Pram yang genius.
" Reva, minggu depan Ayu akan menikah, kau pergi dengan siapa ? " Bisik Selly sambil memasukkan buku diktatnya dalam tas.
" Jemput aku yah ! seperti biasa aku di cafe kopiku setiap pagi, aku harus memeriksa keuangan tiap hari. " Jawab Reva pelan. Dr. Pram masih bisa mendengarkan percakapan mereka berdua.
" Okey, aku juga ingin minum kopi hasil racikanmu. Aku lapar, yuk kita ke kantin ! " Selly mengajak Reva yang dijawab dengan anggukkan. Mereka berdua berdiri ditempat duduknya , dan keluar ruangan setelah dr. Pram lebih dahulu meninggalkan ruangan setelah menerima panggilan dari ponselnya.
Kak Dio duduk di sebuah kantin seorang diri sambil melihat notif pesan yang masuk di ponselnya, sehingga tidak menyadari kedatangan Reva dan Selly.
__ADS_1
" Hai kak, maaf menunggu lama. " Kata Reva pelan tetapi berhasil membuyarkan aktifitas kak Dio.
" Oh silahkan duduk ! tidak kok, kamu mau pesan makan apa ? " Tanya kak Dio.
" Aku tidak ditawarin nih ? " Selly mengintrupsi. Kak Dio tersenyum.
" Eh...Selly juga ikut yah, maaf ga kelihatan . " Selly cengo .
" Hah..kakak minus berapa sih , sampai tidak bisa melihat Selly, balas dendam yah karena kak Dio sudah bukan menjadi incaranku. " Terang Selly sambil duduk di depan kak Dio.
" Astaga...kakak baru tahu tuh, Sell, ternyata selain Reva , kamu pengemar beratku juga ya ? " Senyum kak Dio lebar.
" GEER..." Kata Reva dan Selly kompak.
Sementara dr. Pram sudah berada di sebuah ruang rawat inap VVIP, dia melihat Jesica yang terbaring lemah diatas tempat tidurnya. Zacky sedikit terkejut dengan kedatangan dr. Pram secara tiba-tiba, itu berarti Reva juga sudah kembali dari London.
" Hey, kak Pram, maaf sudah merepotkanmu untuk datang kesini . " Sapa Jesica sedikit kaku, dr. Pram tersenyum tipis.
" Berhentilah membuat semua orang cemas, Ica. Mommy mu yang menelepon kakak tadi, dia sangat mengkhawatirkan anak nakalnya. " Kata dr. Pram sembari melangkah lebih dekat kearah pembaringan tanpa menghiraukan orang-orang yang berada di ruangan itu.
" Kemarin kakak datang, iya Gisella menyusul kesana. Bagaimana kondisimu, Ica ? Dengan kondisimu seperti ini, liburanmu ke London akan mengalami penundaan, tetapi jangan khawatir, kakak akan menemani kamu dan mommymu keliling UK, okey. " Kata dr. Pram lemah lembut.
" Bagaimana kabar kak michelle, bagaimana kuliahnya disana ? " Jesica menanyakan perihal adik bungsu dr. Pram yang tengah menjalani studynya di Oxford University.
" Dia baik-baik saja, dia gadis penurut dan sangat pintar. " Puji dr. Pram mengenai adik bungsunya. Jesica hanya sedikit terkejut dengan penuturan dr. Pram mengenai adik tomboy nya. Bukankah selama ini, Michelle sangat susah diatur, beberapa kali terlihat perkelahian antar gang, atau semenjak di London Michelle sudah berubah.
" Kenapa, tidakkah kamu mempercayainya, Ica. Sekarang dia menjadi gadis yang berbeda dan bertanggung jawab, kuharap kamu bisa seperti Michelle. " dr. Pram melirik Zacky yang masih terdiam di tempat duduknya.
" Apa kabarmu, Tuan Zacky, bagaimana anda bisa berada di tempat ini ? " Sapa dr. Pram lembut. Zacky tersenyum hambar.
" Baik, aku berada disini karena aku yang akan bertanggung jawab dengan perawatan Jesica. " Terang Zacky pelan.
__ADS_1
" Jadi anda yang sudah membuat sepupu saya seperti ini ? " dr. Pram menelisik.
" Assisten saya , dia ada tugas keluar kota untuk beberapa hari , dan saya yang akan menghandle urusannya disini. " Terang Zacky pelan.
" Terima kasih karena anda sangat peduli , anda seseorang yang sangat sibuk tetapi meluangkan waktu demi korban kecelakaan yang sebenarnya anda bisa menyuruh seseorang untuk mengurusnya. " dr. Pram sedikit curiga dengan kehadiran Zacky.
" Apakah kehadiran saya membuat anda berpikir tidak logis lagi ? " Jawab Zacky sedikit kesal, dr. Pram tersenyum tipis.
" Ya..ya...mungkin anda benar, saya sedikit merasa aneh, anda hampir mirip dengan saya, karena saya hanya peduli dengan orang-orang yang dekat dengan saya. " Papar dr. Pram santai.
" Kak Pram, kapan kakak kembali ke London ? " Jesica mencoba mengalihkan perdebatan antara dr. Pram dan Zacky. dr. Pram tersenyum tulus.
" Em...tidak tahu pasti, kenapa ? apakah kamu ingin secepatnya pergi kesana ? " dr. Pram balik bertanya.
" Inginnya sih, tetapi dengan kondisiku seperti ini, bagaimana aku bisa secepatnya kesana. " Balas Jesica.
" Oke Ica, kakak harus pergi, mommy menunggu kakak dirumah, maklum kakak belum pulang kerumah dari kemarin. " Kata dr. Pram sambil mengelus jemari Jesica untuk memberi semangat.
" Salam buat aunty yah, bilang ke aunty , Ica ingin dibuatkan puding susu coklat dari aunty, puding aunty paling the best soalnya. " Jesica tersenyum, dr . Pram memberikan jempolnya menandakan persetujuan , kemudian kaki-kaki panjangnya meninggalkan ruangan itu. Suasana hening sesaat sejak kepergian dr. Pram.
" Apakah kamu dekat dengan sepupumu itu ? " Tanya Zacky membuka pembicaraan.
" Tidak, aku jarang bisa berbicara dengan kak Pram, Dia hampir tidak menetap di satu tempat, tetapi kata aunty kak Pram memutuskan akan menetap lama di London. " Terang Jesica.
" Apakah sebelum menikah dengan Gisella, sepupumu itu pernah memiliki kekasih ? " Jesica mengerutkan alisnya.
" Kenapa abang menanyakan itu ? " Jesica balik bertanya.
" Sekedar ingin tahu saja, oke lupakan saja jika kamu tidak bersedia memberi tahu. "
" Kak Pram hampir tidak pernah memiliki hubungan special dengan wanita, dia terlalu sibuk seperti abang. " Jesica menjelaskan.
__ADS_1
" Dengan Gisella ? " Jesica tersenyum menanggapi pertanyaan Zacky.
" Pernikahan bisnis, yah mereka menikah karena keinginan aunty saja , kak Pram sangat sayang kepada aunty maka dari itu kak Pram menyetujui pernikahan konyol itu, aku tidak menyukai kak Gisella yang sombong itu, dia mirip nenek sihir. " Jesica tertawa.