
Reva memandang wajahnya di depan cermin, Dia memakai baju warna putih gading, bersanggul, Dia terlihat sangat cantik, Hari ini adalah hari pernikahan dokter Pram dan Gisella, diliriknya jam di dinding menunjukkkan pukul 10.00 wib tepat. Reva menarik nafas, untuk mengurangi ketegangannya, Dia harus kuat meski hatinya terluka. Mama Hany berdiri di dekat pintu kamarnya, Mama Hany tersenyum melihat Reva yang menatapnya.
" Ada Zacky di ruang tamu. " Ujar Mama Hany. Reva mengangguk pelan, kemudian keluar dari kamar untuk mengikuti mama Hany menuruni tangga menuju lantai bawah. Zacky alias Paijo menatap Reva tak berkedip.
" Are you ready, baby ! " Kata Zacky membuka pembicaraan.
" Mama kita jalan dulu ya, bilang sama papa , Reva ga tau kapan pesta akan berakhir, papa tidak usah cemas. " Kata Reva pada mamanya.
" Kami berangkat dulu, tante. " Kata Zacky sembari berdiri dari duduknya. Mereka menyalami mama Hany dan kemudian permisi keluar rumah. Mereka menuju mobil sport yang terparkir cantik di depan rumah Reva. Zacky membukakan pintu mobil untuk Reva kemudian Zacky masuk pintu ke sebelah kanan. Zacky duduk tenang di belakang kemudi.
" Kenapa tidak naik motor ? " Tanya Reva pelan.
" Aku tidak ingin merusak penampilanmu yang terlihat sempurna , ada kalanya kita harus menyesuaikan keadaan. Jika aku tidak memiliki mobil, aku akan menyewa mobil demi membuatmu nyaman. " Kata Paijo pelan.
" Kita bisa memesan taksi online. " Reva tersenyum.
" Naik bus umum lebih asik. " Timpal Paijo pelan.
" Aku tidak pernah melihatmu naik bus umum. " Reva penuh selidik. Zacky terlihat sedikit gugup, ingatannya kembali pada saat bersama Ica , menaiki bus dan membiarkan Ica tidur di bahunya.
" Sepertinya asik naik bus umum, sudahlah tidak perlu dibahas lagi, kita berangkat. " Kata Paijo sambil menghidupkan mesin mobil. Tidak ada perbincangan lagi ketika mobil pergi meninggalkan rumah Reva. Zacky melajukan mobilnya tidak terlalu cepat menembus jalan raya yang ramai, Mobil memasuki jalan tol untuk mempersingkat perjalanan.
__ADS_1
Reva dan Zacky menuruni mobil, merka berpegangan tangan layaknya seperti pasangan memasuki lobby hotel mewah milik Zacky, acara pernikahan berlangsung di hotel mewah Zacky. Semua mata tertuju pada kedatangan Reva dan Zacky yang terlihat sangat serasi. Ica terkejut melihat mereka berdua, dan yang lebih mengejutkan lagi melihat penampilan Paijo yang elegan dan berwibawa. Paijo terlihat sangat tampan dengan texudo warna hitam. Ica tidak berkedip melihatnya dan Ica juga tidak menyangka Paijo mengenal Reva , teman seperjalannya waktu naik bus way. Sungguh kebetulan yang tidak terduga. Ica masih terpaku di tempatnya berdiri, seperti patung yang tak mampu bersuara.
" Hai, Reva, kamu sangat terlihat cantik. " Sapa Selly yang tiba-tiba mendekati Reva . Reva dan Paijo melihat kehadiran Selly bersama dengan seorang pria tampan.
" Hai Selly, kamu hadir juga di acara ini dan siapa yang ada disampingmu itu . " Bisik Reva , Selly tersenyum malu.
" Dia adalah Tuan David, teman dekatku sekarang. " Bisik Selly. Sementara Paijo sudah terlihat akrab dengan David , mereka sudah saling kenal satu sama yang lain.
" Darimana kamu mendapatkannya ? " Reva penasaran.
" Nanti aku ceritakan , Paijo keren banget, sepertinya Dia bukan tukang parkir. " Kata Selly pelan.
" Siapa dia ,Selly ? " Tanya Reva penasaran.
" Ceo dari Sign Group, kami bertemu saat dia melarikan diri dari kejaran musuh bisnisnya, dia membajak mobilku dan membawaku di tempat persembunyiannya. Sekarang kami lagi deket. " Terang Selly.
" Kamu terlihat bahagia, apakah kamu menyukainya ? " Tanya Reva.
" Aku kurang yakin, tetapi tidak salah bukan jika mencoba. Aku takut dia banyak musuhnya. " Terang Selly kemudian.
" Oh..seperti itu, tetapi kayaknya dia baik. " Reva menilai penampilan David.
__ADS_1
" Eh...Paijo berubah banget, sepertinya dia bukan orang biasa. " Selly ganti menilai.
" Yah seperti yang kamu lihat, dia memang bukan orang sembarangan. Tetapi tetap tukang parkir...ha..ha. " Tawa Reva lepas.
Sementara ada mata yang mengawasi mereka berdua. Dokter Pram memperhatikan Reva yang sedang tertawa lepas, Dokter Pram masih berada di lantai dua, belum turun di pelaminan. Melihat Reva yang tampak bahagia membuat hatinya sedikit tergetar, perasaan rindu berkecambuk dalam dadanya, tetapi dia berusaha menahannya, ingin rasanya membawa Reva ke pelukkan nya. Para tamu undangan sudah mulai memadati gedung pernikahan, Dokter Pram mulai turun dari lantai dua, semua mata memandangnya takjub, tidak terkecuali Reva. Hatinya tiba-tiba berdesir, Paijo mencoba menggenggam erat tangan Reva untuk memberinya kekuatan.
" Lupakan si brengsek itu, dia hanya mempermainkan perasaanmu, kamu tidak pantas untuk menangisi orang seperti dia. " Bisik Paijo ditelinga Reva, Reva sedikit gugup dan mengangguk.
Sementara ada hati lain yang terluka, Ica terus saja memandang Paijo yang menggenggam erat tangan Reva, Ica hanya terdiam ditempatnya, matanya mulai berkaca-kaca, melihat seseorang yang dicintainya, mencintai wanita lain. Dokter Pram bersanding bersama Gisella yang senyum sumringah. Tidak beberapa lama , ijab qobul diucapkan, dan sekarang mereka sudah menikah, Dokter Pram keberatan mencium kening Gisella. Ada kekecewaan dihati Gisella. Para tamu mulai memberikan selamat kepada mempelai pengatin. Reva dan Paijo berjalan mendekat untuk memberikan selamat. Reva menyalami tangan dokter Pram, dan dokter Pram membalasnya, diremasnya dengan kuat , hanya Reva seorang wanita yang disalami dokter Pram. Paijo membiarkannya, dia tidak ingin membuat keributan.
" ehem...hmm..." Paijo memberi kode pada mereka berdua. Dokter Pram terpaksa melepaskan jabatan tangannya.
" Selamat Pram, akhirnya kamu menemukan pasangan hidupmu, nikmati malam pengantinmu. " Kata Paijo dengan tatapan sinis. Sementara dokter Pram masih berwajah dingin tanpa membalas ucapan Paijo. Tangan dokter Pram terkepal erat, saat melihat tangan Reva di gandeng Paijo untuk berlalu dan memberi salamnya pada Gisella yang masih terpaku kaget melihat kehadiran Reva yang hadir dengan seseorang yang tidak kalah hebat dengan Dokter Pram.
" Selamat nyonya Gisella, semoga pernikahanmu bahagia. " Kata Reva pelan sambil menjabat tangannya.
" Aku pasti bahagia, terima kasih karena telah datang di pernikahan kami , semoga cepat menyusul. " Kata Gisella sinis.
" Tentu saja, kami akan mengundang kalian datang. " Jawab Paijo singkat. Ada sorot membunuh di mata dokter Pram. Pram dan Reva terus berjalan meninggalkan tempat pernikahan mereka berdua.
" Are you, oke. " Tanya Paijo pelan , Reva kembali mengangguk. Mereka menuju tempat parkir mobil. Berjalan mendekati mobil mereka. Mereka masuk ke dalam mobil. Suasana sedikit canggung. Paijo melihat Reva yang masih berwajah sendu, biar bagaimanapun Paijo tahu betul bahwa hati Reva tidak baik-baik saja.
__ADS_1