
Di sebuah rumah sakit swasta, di ruang gawat darurat ,seorang dokter muda tersenyum pada pasiennya, ketika mendapati pasiennya telah siuman.
" Memang terasa sakit, tetapi saya akan meresepkan obat penghilang rasa sakitnya, bisakah sekarang coba angkat tanganmu sebelah kanan ! " Perintah sang dokter. Gadis mungil itu berusaha untuk mengangkat tangannya tetapi seperti mengalami kesulitan meskipun akhirnya berhasil.
" Oh..ya, Siapa namamu, nona ? " Tanya dokter itu kembali.
" I..ica dokter, dokter saya mohon jangan memberitahu orang tua saya ! " Dokter itu sedikit terperanggah mendengar permintaan gadis mungil itu.
" Apakah kamu sedang melarikan diri dari orangtuamu , nona ? " Tanya dokter itu.
" Tidak dokter, saya tinggal di rumah yang berbeda, saya tinggal sendiri di apartement. Saya tidak ingin orang tua saya cemas dan dengan kejadian ini, pasti mereka akan memaksa saya untuk tinggal serumah dengan mereka. " Terang Jesica.
" Em...jika tidak ada lukamu yang serius mungkin saya akan tutup mulut, coba angkat kakimu bergiliran ? " Perintah dokter muda itu.
" Bagaimana kondisi pasiennya, dokter ? " Tiba-tiba Kelvin menerobos menemui korbannya dengan wajah kecemasan.
" Em...tidak ada tulang yang retak atau patah, hanya ada luka yang harus dijahit saja di kakinya sebelah kiri. Anda yang bertanggung jawab dengan nona ini ? " Tanya dokter pelan.
" I...iya dokter, lakukan perawatan yang terbaik, saya akan bertanggung jawab . " Kata Kelvin tegas.
" Sudah menjadi tugas kami tim medis, jadi anda tidak perlu khawatirkan itu. Sekarang sebaiknya anda menunggu di ruang tunggu, saya akan menjahit lukanya ! " Kata dokter muda itu hormat. Kelvin meninggalkan ruangan gawat darurat dan duduk di salah satu bangku yang ada. Hampir setengah jam Kelvin menunggunya dan akhirnya diperbolehkan berbicara dengan pasien. Kelvin duduk di sebelah kanan brankar pasien.
" Bagaimana perasaanmu ? " Tanya Kelvin kaku.
" Kakak siapa ? " Tanya Jesica pelan.
" Saya yang menabrakmu, nona , maaf telah membuatmu merasakan sakit ! " Ucap Kelvin lembut.
" Terima kasih karena tidak melarikan diri dan membawa saya kesini . " Tutur gadis mungil itu dan membuat Kelvin tercengang.
" Bukan sifat saya yang tidak bertanggung jawab dan meninggalkan seseorang yang terluka, apalagi itu perbuatan saya, siapa nama anda ? adakah nomer telepon yang bisa dihubungi ? " Tanya Kelvin serius.
" Saya Jesica, biasa dipanggil Ica, anda tidak perlu menghubungi orang tua saya, saya tidak ingin mereka cemas. " Terang Jesica.
" Mereka akan lebih cemas lagi ketika tidak tahu kabarmu, nona. Sebaiknya diberi tahu, saya akan menelepon keluarga anda. "
" Mereka tidak akan tahu, tenang saja. " Jesica penuh keyakinan.
" Baiklah, dan bolehkah saya bertanya, kenapa kamu mengendarai motor di jam dini hari, apa yang sedang kamu lakukan ? " Tanya Kelvin, Jesica tersenyum.
" Aku pulang dari kursus taekondow dan piano. " Jesica nyengir kuda.
" Hah...semalam itukah? Kenapa tidak di siang hari ? " Tanya Kelvin penasaran
__ADS_1
" Aku harus sekolah di siang hari , dan aku lebih senang belajar extra di malam hari, karena lebih bisa fokus dan pesertanya biasanya hanya sedikit. Dan pelatihnya ..." Jesica tersipu malu. Kelvin tersenyum tipis karena mengetahui isi otak gadis yang ada di depannya.
" Yah..gadis tanggung sepertimu, pasti mengidolakan pria-pria ganteng dan berotot. " simpul Kelvin jelas.
" Kakak juga sangat tampan, apakah kakak pernah belajar ilmu bela diri sebelumnya ? " Tanya Jesica. Kelvin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Jangan banyak bertanya, sebaiknya kamu beristirahat di kamar perawatan . " Jawab Kelvin datar.
" Apakah kakak akan menjaga saya ? " Tanya Jesica antusias.
" Dengan terpaksa, sebelum saya menemukan alamat orang tuamu. " Jawab Kelvin terus terang.
" Siapa nama kakak ? "
" Tidak perlu kamu mengetahuinya, setelah semua beres , kita akan melupakan satu dengan yang lain. " Jesica cemberut.
" Begitu amat, terserah sih kak, jika itu mau kakak. " Jeaica tidak memaksa.
" Kelvin . " Jawab Kelvin singkat. Jesica tersenyum tulus. Sementara Kelvin berwajah datar. Percakapan mereka terhenti ketika beberapa perawat mendatangi mereka berdua untuk memindahkan Jesica di ruang perawatan. Mereka memasuki ruang VVIP . Jesica tidur di kasurnya sementara Kelvin beristirahat di atas sofa. Tidak ada percakapan lagi, karena mereka berdua telah menikmati mimpinya.
Keesokan harinya , Kelvin terbangun dari tidurnya, sementara Jesica masih terlelap dalam tidurnya. Kelvin mengambil ponselnya dari dalam kantong celananya, Kelvin sedang menghubungi Zacky .
" Iya, Kelvin, ini masih terlalu pagi, kepalaku sedikit pusing, semalam aku minum wine tiga gelas, hari ini kamu dan direktur keuangan saja yang datang untuk menemui tuan Ronald. " Cerocos Zacky.
" Kenapa kamu tidak menghubungi pengacara perusahaan , Kelvin. Sebentar aku akan menyuruh pengacara untuk membereskan masalahmu, kamu harus hadir dalam meeting itu, Kelvin. Cepatlah bersiap-siap sekarang ! " Perintah Zacky.
" Baiklah Tuan, saya akan memberikan nomer ruang rawat dan identitas korban. "
" Baiklah, cepat kirim datanya ! " Pinta Zacky. Tidak lama kemudian Zacky menerima pesan singkat dari ponselnya. Zacky sedikit terkejut mengetahui nama korban kecelakaan itu. Zacky langsung menelpon kembali Kelvin.
" Ada apa , Tuan ? " Kelvin menyambut ponselnya.
" Apakah kamu masih berada dalam kamar pasien ? " Tanya Zacky
" Iya Tuan, kenapa ? " Tanya Kelvin penasaran.
" Arahkan ponselmu kearah gadis itu ? " Perintah Zacky semakin penasaran. Kelvin mengarahkan vidio call nya kearah gadis yang sedang terbaring lemah. Mata Zacky melebar setelah mengetahui siapa yang sedang tertabrak oleh Kelvin.
" Apakah Tuan mengenalnya ? " Tanya Kelvin bingung.
" Kelvin, kamu cepatlah menemui direktur Johan, biarlah aku yang datang ke rumah sakit bersama pengacara kita. " Kata Zacky cepat.
" Anda tidak apa-apa, Tuan ? Kelvin memastikan.
__ADS_1
" Kelvin, waktumu tinggal lima belas menit, cepatlah ! " Kata Zacky langsung mematikan sambungan ponselnya.
" Sungguh aneh, bukannya meeting dua jam mendatang . " Guman Kelvin sambil memasukkan ponselnya dalam kantong celananya. Sejenak Kelvin melihat Jesica yang masih lelap dari tidurnya akhibat reaksi obat penenang. Seorang perawat cantik datang menghampiri Kelvin dan menyapanya.
" Selamat pagi, Tuan. Maaf , Tuan saya ingin mengecek tekanan darah pasien ! " Kata sang perawat yang lengkap dengan alat tensi darah , Kelvin hanya mengangguk.
" Kira-kira kapan dia akan sadar, sus ! " Tanya Kelvin.
" Mungkin satu jam lagi, Tuan. " Jawab perawat itu.
" Oh...suster, saya akan pergi bekerja, saya minta suster untuk menjaganya sebelum teman saya datang untuk menjaganya kembali, mungkin setengah jam lagi teman saya akan datang. " Kata Kelvin
" Sudah kewajiban kami untuk menjaga pasien dengan baik, silahkan anda pergi, saya akan berkoordinasi dengan teman kerja. " Jawab suster dengan sopan. Kelvin mulai tenang dan melangkah meninggalkan ruang perawatan Jesica. Langkah kakinya cepat menelusuri lorong-lorong rumah sakit.
Zacky langsung bangun dari tidurnya setelah mengetahui Jesica yang mengalami kecelakaan akhibat perbuatan dari asisten pribadinya sendiri. Secepat kilat dia menyiram badannya dalam kamar mandi, beberapa menit kemudian dia keluar dari dalam kamar mandi, kemudian memilih baju casual dan celana jins panjang. Dia mengambil kunci mobil yang terletak di meja dalam kamarnya, kemudian pergi meninggalkan rumahnya menggunakan mobil sport metalicnya. Memerlukan waktu kurang lebih setengah jam perjalanan, kecemasan meliputinya, langkah kakinya cepat menuju ruang VVIP dimana Jesica dirawat. Zacky membuka pintu kamar ruang VVIP dan melihat Jesica masih tertidur . Seorang perawat tersenyum menyambut kehadiran Zacky dan Zacky membalasnya .
" Apakah anda keluarga dari pasien nona Jesica ? " Tanya sang perawat.
" Benar sus, bagaimana kondisinya? Kenapa dia masih tertidur ? " Tanya Zacky cemas.
" Ada tulangnya yang retak di kaki kiri pasien, pasien kesakitan semalam, dokter memberikan obat penenang dan penghilang rasa nyerinya supaya pasien bisa istirahat. " Suster menerangkan.
" Apakah sangat serius ? Lakukan tindakan medis secepatnya ! Aku ingin pasien cepat pulih segera ! " Perintah Zacky tegas.
" Kami telah menghubungi dokter ortopedi, mungkin hari ini akan dilakukan tindakan operasi tulangnya dan kami memerlukan tanda tangan bagi penanggung jawab pasien. " Perawat itu menjelaskan dengan detail.
" Saya yang akan bertanggung jawab, suster . " Jawab Zacky tegas.
" Maaf tuan, ada hubungan apa anda dengan pasien ? Kami hanya memberikan ijin kepada keluarga terdekat saja. " Penjelasan suster.
" Em...saya kakak dari pasien , sus. " Jawab Zacky tenang.
__ADS_1
" Baiklah , nanti saya akan memanggil anda jika dokter sudah datang, permisi Tuan ! " Perawat itu meninggalkan ruang rawat. Zacky duduk di bangku dekat ranjang pasien. Dia memperhatikan kondisi Jesica , ada beberapa luka kecil dan luka yang dijahit. Kenapa selalu saja alam mempertemukan kita, Ica ? Meskipun dengan kondisimu saat ini, batin Zacky.